
Setelah menginap dua malam di gedung paviliun, Nang feng hendak melanjutkan perjalan lagi, hari ini tiga orang melangkah keluar dari halaman gedung, Wajah Lin Mei terlihat murung, matanya sembab seperti habis menangis, dari semalam dia mengutarakan maksudnya untuk ikut pergi bersama pemuda itu, tapi Nang Feng menolak nya dengan keras, kakek Lin Cong tidak bisa berbuat apa-apa, di satu sisi dia ingin cucunya bersama Nang Feng, tapi di sisi lain hatinya ingin menjadikan Lin Mei penerus dari paviliun obat.
Nang feng pun menolak karena perjalanan hidupnya masih sangat jauh dan tidak ingin membahayakan jiwa Lin Mei. Nang feng hanya bisa berjanji akan datang melihat kembali tempat ini,untuk menenangkan hati Lin Mei.
Hati Lin Mei benar-benar telah terpikat oleh pemuda tampan dan kuat ini. Perpisahan sekarang membuat dia sangat takut akan kehilangan Nang Feng. Tapi setelah pemuda itu tersenyum manis kepadanya dan berjanji untuk menemuinya, Lin Mei luluh dan merelakan kepergian nya.
''Senior Lin Cong..,terimakasih atas jamuan anda selama ini, saya akan segera melanjutkan perjalanan ku..'' Kata Nang feng.
''Tidak usah sungkan tuan.., jika ada waktu , tuan kesinilah sesekali melihat paviliun obat ini, pintu kami akan terbuka kapan pun buat anda tuan..' Jawab Lin Cong melirik ke arah cucunya.
Nang feng mendekat ke arah Lin Mei, kemudian menarik sebuah Tombak Emas dari dalam cincin penyimpananya.
''Lin Mei.., ini ada senjata tingkat Langit, Ambillah dan belajar dengan rajin, suatu waktu saya akan kembali ke sini lagi..' Ucap Nang Feng sambil menyodorkan tombak itu.
Lin Mei menerima sambil terisak isak, dia tidak mampu mengeluarkan suara lagi.
Dengan sekejap Nang Feng menghilang dari hadapan mereka.
--------------------
Di sebuah perguruan, dimana seluruh penghuni nya adalah wanita, Terlihat Seorang tetua perempuan yang cantik dan montok sedang gelisah, Sekali kali dia menatap ke arah pohon besar yang tumbuh di luar pekarangan sekte nya, seperti isi surat yang di berikan oleh muridnya tadi pagi,bahwa kekasihnya akan datang untuk mengajak dia keluar jalan jalan. Maka dari itu dengan sembunyi sembunyi, agar tidak terlihat oleh para murid dan tetua lainya, dia pun pura pura berjalan memeriksa murid, sambil matanya sesekali melihat ke pohon yang di luar. Dengan harap harap cemas, wanita itu melihat dan sedikit tersenyum , ketika dia menyadari kalau seseorang telah berdiri di sana.
Dengan sekali lompatan, dia telah menuju pohon itu, tapi belum sampai mendarat, Bayangan lelaki itu kembali hilang dan berpindah ke pohon yang lain dan tersembunyi dari sekte. Wanita itu langsung paham, segera dia melesat dan hilang ke arah lelaki tersebut. Ketika sampai di tempat, lelaki itu segera meraih pinggangnya dan membawanya terbang meninggalkan lokasi.
wanita itu adalah Xia Cia salah satu tetua sekte Bunga Es, dan lelaki yang kini bersamanya adalah Yue Ling. Usia mereka berdua sudah hampir 40 tahun, tapi mereka masih saja senang menikmati kebersamaan sebagai sepasang kekasih. Ini karena faktor dari sekte Bunga Es, yang melarang tetua dan muridnya untuk menikah jika umur belum cukup 40 tahun. Xia Cia sendiri sudah berumur 38 tahun, jadi 2 tahun kemudian dia baru bisa menikah. Tapi baik Xia Cia ataupun Yue Ling, tidak permasalahkan soal itu, asal mereka bisa keluar seperti saat ini, itu sudah sangat puas bagi pasangan yang di mabuk asmara ini.
__ADS_1
Setelah terbang cukup lama ,akhirnya mereka pun tiba di pinggir hutan yang sepi. Di sebuah padang yang di tumbuhi semak belukar, Yue Ling menurunkan xia cia. Dengan gaya play boy kuno, Yue Ling lansung memetik setangkai bunga dan memberikannya pada Xia Cia. Terasa mau terbang Xia Cia, mendapat perlakuan begitu dari pujaan hati, Sekujur tubuhnya langsung bergetar karena perasaan senang. Tanpa terasa, Xia cia mengelus pipi dari Yue Ling.
Yue Ling pun membalas dengan ******* ***** jemarinya, pelan pelan bibir mereka berdekatan. Begitu dia melihat bibir itu terbuka sedikit, dengan cepat Yue ling melahap bibir Xia Cia. Pergulatan bibir pun terjadi, deru ******* Xia Cia makin menambah agresif Yue Ling, Tangan nya sudah menjalar kemana mana, Xia cia pun memberi respon yang sama, mereka saling meraba dan membuka pakain masing-masing. Kedua nya saling berpelukan erat, dan Yue Ling membaringkan tubuh Xia cia di rerumputan. Dengan nafas memburu Yue Ling melepas semua kain yang ada di badanya...
''SRUUUUAAAKKKKK.....
Tiba tiba, semak yang ada di atas mereka terbongkar paksa akibat tubuh dari seseorang yang melesat menerjang semak semak itu..
'KYaaaaaaa...
Baik Yue Ling maupun xia cia tersentak kaget berteriak.., dengan berlomba mereka segera memakai pakain masing-masing secara terburu buru.
'Setan alaaaass..., siapa yang berani menggangguku...' Teriak Yue Ling sambil merapikan baju nya.
Terlihat di depannya seorang pemuda yang sangat tampan menatap ke arah Xia cia dengan polos nya. Dia tidak menghiraukan teriakan Yue Ling, Bahkan dia sedikit melotot melihat ke indahan itu.
Yue ling mendengar itu segera mengibaskan tangan menyerang pemuda tersebut, emosinya sudah tidak tertahan lagi. Dengan pukulan yang mengerikan dia menerjang pemuda di depannya. Pemuda itu bergerak dengan santai menghindari serangan Yue Ling, dia terlihat seperti menari berlenggok kiri kanan, kemudian dia melesat ke atas lalu menjejakkan kakinya agak jauh dari hadapan Yue Ling.
''Tenang dulu paman.., tenang dulu.., Lihat,belatung besar paman masih bergelantungan, woaah, besar sekali rupanya..' Sambil menunjuk ke arah ************ Yue Ling, pemuda itu tertawa cekikikan.
Yue Ling dengan buru buru memeriksanya, benar saja, ....nya menyembul keluar karena celana nya belum di rapikan. Dengan segera dia balikkan badan, tapi begitu berbalik, xia cia lagi yang terpekik kaget.., kyaaaa....
Yue Ling jadi serba salah, sementara pemuda itu tertawa terbahak bahak sambil memegang perutnya.
''Bocah sialan.., Apa yang kamu tertawakan..,? atau kamu minta mulutmu di robek..? Yue Ling dengan geram menyiapkan serangan, tapi Xia Cia segera memegang lengannya. Membuat dia membatalkan serangan.
__ADS_1
Pemuda di depannya kini berjongkok sambil memegang perutnya, Dia tertawa dengan lepas menunjuk ke arah Yue Ling. Air matanya nampak keluar saking tertawa.
''Siapa kamu bocah, dan kenapa kamu Tiba-tiba muncul seperti Setan di tempat ini..' Yue Ling masih jengkel dengan kehadiran pemuda itu.
''Namaku Nang Feng paman.., Saya sedang berburu kelinci untuk makan siang, kelinci itu berlari ke arah semak ini, jadi saya buru lah ke tempat ini, tidak menyangka ternyata ada paman lagi latihan gulat di dalam semak..'' pemuda ternyata Nang Feng itu masih tertawa.
''Kelinci gundulmu.. merusak suasana saja kamu ini..' Bentak Yue Ling menatap Nang Feng.
Kemudian Tiba-tiba, dia memeluk batang leher Nang Feng sambil berkata..
''Apa yang kamu lihat melotot pada wajah kekasihku tadi..? Tanya Yue Ling sedikit geram.
''Tidak ada paman.., Saya cuma bilang bening seperti embun, karena halus sekali , paman sangat beruntung mempunyai wanita secantik dia..' Bujuk rayu Nang Feng meluluhkan hati panas Yue Ling.
Yue Ling pun melepaskan lengan nya dari leher Nang Feng, kemudian dengan wajah masih bengkok dia menunjuk.
''Kalau kamu berani bercerita pada orang luar atas kejadian ini, maka aku akan mencarimu dan mencincang tubuhmu berkeping keping..' Yue Ling mengancam sambil memperlihatkan tinju nya pada Nang Feng.
''Ada banyak penginapan paman, kenapa mesti di dalam hutan..? Nang Feng kembali menggoda Yue Ling.
''Eh bocah Setan.., kalau ada yang melihat kami berdua masuk di penginapan, kamu pikir kami tidak mendapat masalah..? Kekasihku itu sangat terkenal di kerajaan ini..' Bentak Yue Ling sambil meraih tangan Xia cia.
''Ayo cia.., kita pindah ke tempat lain, kemudian Yue Ling memeluk pinggang kekasihnya, kemudian dia berpaling ke Nang Feng..,
''Awas ya kalau kamu mengikuti kami...
__ADS_1
Nang feng hanya garuk garuk kepala saja.