
Nang feng melihat satu persatu lelaki bertopeng itu, kemudian ke arah Huo Tsang yang tergeletak. Dia masih bisa merasakan aura hidup dari lelaki itu.
'' Anak muda.., Enyah dari sini, kalau tidak, kami akan mencincangmu..' Bentak pemimpin bertopeng itu.
'' Saya tidak akan membiarkanmu merampas milik orang lain, Perampok sepertimu tidak boleh di biarkan berkeliaran..' Kata Nang feng .
'' Setan alas kau Anak muda, rupanya kamu sudah bosan hidup....,
Sambil berteriak tangannya mengeluarkan cahaya merah dan memukul Nang Feng.
Tapi Nang Feng tidak bergerak samasekali, ketika Serangan orang itu hampir menyentuhnya, Nang feng dengan cepat mengibaskan tangan. Cahaya merah langsung hilang terkena angin serangan dan terus melesat kedepan.
' Pluukk...
Kepala orang bertopeng itu langsung menggelinding di tanah. Darah keluar bagai air mancur. Ke enam rekannya melotot tidak percaya, Pemimpin mereka di Tingkat Kaisar 5, dengan satu kali serangan langsung terbunuh, siapa pemuda ini sebenarnya.
Ke enam orang itu saling tatap, mereka akan melarikan diri. Tapi Nang Feng tidak memberi kesempatan lagi. Dengan tehnik Langkah langitnya, Dia bergerak memukul kepala semua orang itu. Tampak tubuh tanpa kepala berjatuhan di atas tanah.
Nang feng mendekati tubuh Huo Wai masih terbelalak heran, pemuda yang masih berumur sangat muda sangat kuat. Dia tidak bisa mengukur atau melihat kultivasinya.
Dengan sekali sentak, Rantai bercahaya merah itu langsung putus, tubuh Huo Wai sudah bisa bergerak bebas.
'' Tuan.., terimakasih banyak telah menyelamatkan nyawaku..' Huo Wai menjura hormat.
__ADS_1
Nang feng hanya mengangguk, kemudian berjalan ke tubuh Huo Tsang. Dia periksa ternyata masih hidup. Segera dia mengalirkan Zent Qi untuk memicu detak jantungnya. Perlahan Huo Tsang membuka mata, dengan nafas tersengal sengal ,dia menatap Nang Feng di depannya.
'Kakak Tsang..,kamu telah siuman dari pingsan. Pemuda itu yang telah menolong kita..' Teriak Nona Wai sambil mendekat.
'' Nona.., cepat berikan pil ini pada kakakmu , dan yang satu ini untuk kamu, pulihkan kondisi kalian dahulu..' Nang Feng menyodorkan pil ke arah Huo Wai.
Dengan cepat kedua orang itu menuruti ucapan Nang Feng.
Setelah 3 jam lamanya, kedua kondisi mereka mulai membaik, meski tidak seratus persen, tapi mereka sudah bisa mengalirkan Qi untuk melindungi tubuhnya.
Huo Tsang bersujud diikuti adiknya, mereka sangat berterima kasih. Nang feng hanya mengangguk.
'' Huo Tsang.., Saya dengar orang itu hendak merampas sebuah kitab tehnik dari kalian, Bisa kah kamu ceritakan masalah apa sebenarnya..? Nang Feng bertanya sambil duduk di sebelah mereka.
'' Tuan.., kitab tehnik Bulan Emas, adalah sebuah kitab peninggalan leluhur kami, saya pun belum tahu apa dan bagaimana isi dari kitab itu. Karena pada waktu sekte kami di serang, Patriak atau ayah saya Huo Meng menyuruh kami berdua melarikan diri dan menyelamatkan kitab itu. Entah bagaimana sekarang nasib sekte Bulan Emas kami, karena saya beserta adikku Huo Wai, langsung melarikan diri mengikuti perintah ayah saya..' Jawab Huo Tsang pada Nang Feng.
'' Bolehkah saya melihat kitab Bulan Emas itu..?
Kembali mereka berdua saling pandang, keraguan melanda hati mereka. Tapi setelah melihat wajah tampan polos itu, akhirnya Huo Tsang setuju .
'' Tuan.., kitab itu terbagi dua ,saya ada satu, dan satunya ada sama adikku..,
Huo Tsang mengeluarkan kitab itu di ikuti oleh Huo Wai .
__ADS_1
Sejenak mereka membisu, lalu menyerahkan kitab tersebut ke tangan Nang feng.
Nang feng dengan seksama meneliti isi kitab itu. Tehnik penyerapan energi Qi pada bulan. Cara kultivasi untuk menghimpun Qi dari bulan, atau dengan kata lain, seorang kultivator, dapat menyerap tenaga bulan untuk di ubah menjadi Qi dalam tubuh. Pada tingkat Kaisar, kultivator tidak bisa melakukannya, karena tehnik Bulan Emas ini, nanti setelah berada pada Saint puncak baru dapat di gunakan, dan secara otomatis, bisa membuat orang yang memakainya langsung pada tingkat Dewa .
Namun yang menarik bagi Nang Feng adalah, di akhir dari kitab itu, terdapat sebuah peta tempat hukuman para Dewa. Dan itu berada di dunia atas. SANG YUAN. Mungkin itu adalah sebuah wilayah atau kerajaan di mana tempat hukuman para Dewa. Dengan cepat Nang Feng mengingat seluruh isi peta itu.
Dengan Tongkat kayu, dia menggores di tanah.
Kedua kakak beradik itu, tidak mengerti yang di lakukan pemuda di hadapanya.
Nang feng segera mengembalikan kitab pada mereka, setelah menjelaskan isi dan maksud buku itu, tapi dia tidak menceritakan perihal peta.
'' Sekarang kalian hendak kemana..? apakah kalian akan kembali ke sekte Bulan Emas..?
'' Tidak tuan..,Saya sudah pastikan kalau sekte Bulan Emas telah hancur, Meski kami kembali kesana, tidak bisa menjamin keselamatan. Saya sangat takutkan jika kitab Bulan Emas ini jatuh pada orang yang jahat.
Setelah berpikir sejenak, Nang feng pun menyuruh mereka pergi ke istana nya di kota Putih.
''Kalau begitu, kalian berdua ke wilayah selatan saja.., temui Hua long atau ketua sekte Bunga Es Bing cia di dalam istana, katakan pada mereka, Kalau saya Nang Feng yang menyuruh kalian datang dan tinggal menetap di istana ke kaisaran.
Huo Tsang dan Huo Wai sama-sama terkejut.., mendengar istana kekaisaran. Bagaimana sebenarnya latar belakang pemuda ini? Sejenak mereka ragu, tapi mengingat kejujuran pemuda ini , merekapun segera mengiyakan.
Setelah Huo Tsang dan adiknya berangkat, Nang feng dengan cepat menggambar ulang peta yang di salin nya tadi. Dengan Tongkat kayu, Nang feng membuat lebih besar peta itu dan mempelajarinya. Setelah menatap bolak balik, akhirnya dia mengetahui arah atau tempat itu dari titik wilayah SANG YUANG.
__ADS_1
Nang feng melesat ke udara melanjutkan perjalanannya.