KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
9. HUTAN KERAMAT.


__ADS_3

Para hewan monster lainnya yang mendengar pertarungan di dalam hutan itu kini berdatangan dan mengepung Nang Feng, sekitar hampir 100 hewan dengan tingkat beragam yang rata rata berada di tahap jenderal dan raja, sementara yang yang memiliki kekuatan tertinggi di antara mereka adalah raja puncak.


Nang feng bergidik ngeri,melihat dirinya telah terkepung dan tidak mungkin melarikan diri,dia segera mengeluarkan pedang yang di dapat nya dari dewa Gun Luo. Sekejap kilaun putih terpencar ke arah di sekitarnya. Perlahan Nang Feng mengalirkan qi ke pedang itu, cahaya kemilau putih tadi berubah menjadi warna kemerahan, makin lama makin tebal,membuat kepercayaan diri Nang Feng makin menjadi. Dia memakai qi 60% untuk memulai pertarungan itu.


Dengan mata mencorong, Nang feng berteriak, ''Majulah kalian semuanya...


Puluhan hewan itu segera menyerbu dengan ganas,Aura pekat membunuh saling tindih menerjang ke arah Nang Feng yang telah bersikap sombong pada mereka.


Nang feng dengan senyuman bengis menyambut serangan itu dengan sabetan pedangnya, selarik warna sepanjang 8 meteran menebas ke arah hewan itu..


'Deeess...duaarrt..


Letupan yang mengenai hewan itu membuat sebagian mereka terpental ke belakang dengan tubuh terpotong dua bagian, dan sementara yang lainnya mampu menangkis pukulan pedang Nang Feng, merekapun kembali bergegas melancarkan serangan. Nang Feng pun tak tinggal diam, dengan sekali lompatan kedepan, dia pun memutar pedangnya..


Jerit monster yang di tahap jenderal terdengar pilu, tebasan pedang Nang Feng kembali merenggut nyawa mereka dan membuat kepungan itu mulai longgar, segera hewan itu mulai membentuk sebuah susunan yang akan mempersulit gerakan Nang Feng.


Adu pukulan pun terjadi,Hewan monster itu mulai menyadari kekuatan Nang Feng dan sekarang sedikit berhati hati,mereka pun menyerang dengan silih berganti untuk menguras tenaga nya.

__ADS_1


Nang Feng yang menyadari situasi itu mulai gelisah, dengan menyerang hewan itu terus menerus, pastilah qi nya akan terkuras,sementara ini dia belum bisa mengatur qi dan untuk memakai pedang itu, butuh pengerahan tenaga yang cukup tinggi. Nang Feng pun terlihat sedikit mulai gelisah. Tiba-tiba 4 monster yang terkuat segera muncul di hadapanya, dengan Raja tahap puncak, dia segera melompat ke tubuh Nang Feng.


Dengan sedikit panik,Nang feng segera memakai tehnik langkah langitnya untuk menghindar dan mencari celah untuk menyerang. Dia tidak berani menyambut atau menahan serangan tersebut, karena dengan kekuatannya yang sekarang di jenderal 7, pasti dia akan terluka parah atau bisa langsung mati.


Dengan penuh ke hati hatian, Nang feng pun segera membalas dengan melontarkan pukulan tinju pengguncang Langit..


'Booom...duuuaaarr....


Monster yang terkena pukulan itu cukup membuat mereka terluka, tapi hanya luka luar saja,dan mereka pun segera kembali menyerang. Nang feng kini meliuk liuk berusaha menghindari serbuan serangan hewan itu.


Tetapi semua usaha Nang Feng sepertinya sia sia saja,hewan tingkat raja puncak itu sangat kuat bagi dirinya,apalagi jika menyerang bersamaan ke empatnya,sungguh bukan hal yang mudah bagi Nang Feng. Sejauh ini, Nan feng masih hidup dan selamat,jika orang lain melihatnya, sungguh suatu pemandangan yang sangat sulit di percaya,bagaimana seorang tahap jenderal 7 masih mampu menahan monster tahap raja puncak. Sungguh sebuah lelucon jika orang hanya mendengar berita ini.


Bunyi cakar dari monster harimau mendesing ke arah Nang Feng,dan memaksa nya untuk berjumpalitan di udara, sementara hewan lainnya melancarkan serangan ke arah bawah di mana Nang Feng akan berpijak,dan itu sangat membuat Nang Feng kerepotan, dengan kembali menguras qi nya, dia pun segera melemparkan dirinya berguling guling di tanah. Dan belum sempat dia berdiri, serangan harimau datang kembali mencecar tubuhnya.


Nafas Nang Feng sudah ngos ngosan, sekarang dia berpikir untuk melarikan diri, tidak ada jalan lain kecuali menghindar,kalau memang masih mau hidup.


Dengan segera, dia kembali mengeluarkan pedangnya, Mencoba untuk mengalihkan perhatian mereka. Nang feng menusuk lawan nya yang berada di sebelah kirinya,kemudian di beralih menyerang monster di sebelah kanan. Perlahan mereka sedikit mundur dan mulai menciptakan ruang baginya. Monster harimau tidak akan membiarkan Nang Feng lolos, dengan Auman yang menggetarkan tanah, dia berlari menerkam ke depan, kembali Nang Feng harus jatuh bergulingan di tanah, darah merembes keluar dari pundaknya karena sempat tergores oleh cakar monster itu. Wajah Nang feng sedikit pucat,di sertai rasa perih yang mulai terasa,dia segera menghimpun qi nya 80%.

__ADS_1


Tanpa memberi waktu, Nang Feng menyerang harimau itu,dengan menebaskan pedangnya sekuat tenaga sambil memutar mutar di atas kepalanya. Ke empat hewan monster itu sedikit mundur dan segera berbalik untuk membalas, tapi mereka sangat terkejut,karena Nang Feng sudah tidak ada lagi di hadapanya.


Ketika Nang Feng melompat maju dan memutar pedangnya, Dengan tehnik langkah langitnya disertai qi 80%, tubuhnya seolah menghilang, dengan kecepatan yang sulit di ikuti mata biasa, Nang feng segera melarikan diri secepat mungkin, dia tidak peduli lagi akan lawanya yang akan mengejar, yang penting sekarang, dia harus hilang dari penglihatan ke empat monster itu.


Ke empat lawanya yang di tinggal hanya bisa mengaum dan mengamuk karena marah,telah di permainkan oleh seorang bocah 13 tahun.


Sementara itu,Nang Feng yang melarikan diri dan menabrak apa saja yang ada di hadapan mulai memperlambat larinya setelah menyadari jika lawanya tidak mengejar, dia pun segera menuju ke arah sebuah bukit, begitu sampai, Nang feng segera menghempas badannya di rerumputan.


''Huuufftt.., untung mereka tidak mengejar, seandainya ke empatnya melakukan pengejaran, mungkin sekarang ini saya sudah tidak hidup lagi.., Batin Nang feng sambil jelalatan memeriksa sekitarnya.


Luka di bahunya semakin perih, tapi Nang Feng belum bisa meninggalkan tempatnya, sekarang dia dalam kondisi yang sangat kelelahan,tidak mungkin saat ini dia mengeluarkan qi yang banyak.


Perlahan dia merangkak turun dari bukit dan melihat ke arah sungai yang mengalir di bawah, Nang feng melihat rupanya dia sudah jauh meninggalkan goa tempatnya.Dengan hati hati, dia berjalan tanpa mengeluarkan aura sama sekali, takut hewan monster itu merasakan dan menemukannya kembali.


Setelah hampir 3 jam berjalan, Nang feng pun berhasil kembali ke dalam goa itu, dengan terhuyung huyung sambil memegang pundaknya,dia segera mengambil buku Alkemist dan mencari obat untuk luka luarnya itu. Tidak lama kemudian dia menemukan dan ternyata Obatnya ada di dalam cincin ruangnya. Segera dia mengambil obat lalu meminumnya dan akhirnya merebahkan diri untuk tidur.


Keesokan hari,Nang feng terbangun dan sangat kaget karena luka di bahunya telah sembuh total dan tidak ada bekas samasekali, bahkan kekuatan tubuhnya sudah kembali normal seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Nang Feng bangun sambil menggerakkan seluruh badan. Kemudian dia kembali menatap kitab kitab di depan nya.

__ADS_1


''Harus kuat dahulu,selama ini saya pikir mampu melawan hewan monster itu,ternyata tidak semudah itu, dan hewan ternyata mempunyai kepandain dan kekuatan yang berbeda beda,yang mempunyai kekuatan besar ternyata pemimpin dari mereka, Hutan ini akan ku beri nama hutan keramat, karena penghuninya sangat kuat dan mungkin masih banyak monster yang sangat kuat yang belum menampakkan dirinya. Batin Nang feng sambil meraih kitab tehnik Pedang Surgawi,dia akan pelajari tehnik pedang itu sambil berkultivasi menyerap tenaga bumi dan langit untuk memperkuat dirinya.


Sementara di luar goa,di dalam hutan keramat, yang di beri nama oleh Nang Feng, terlihat hewan monster mulai bermunculan, setelah jutaan tahun tidak ada yang mengusik wilayah mereka ini, barulah sekarang mereka bergerombol untuk melakukan patroli demi keamanan kelompoknya. Jutaan tahun tidak pernah ada manusia yang masuk ke hutan dan membunuh para monster,baru lah sekarang ini terjadi dan membuat kawanan hewan itu semakin waspada.


__ADS_2