KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
38. PAVILIUN OBAT ISTANA.


__ADS_3

Hari sangat cerah dan panas, suasana di ibu kota Kekaisaran wilayah Timur ramai seperti biasanya. Sebagai pusat dari semua perekonomian dan sekte perguruan kultivator, Kota Phoenix tidak pernah sepi oleh para pengunjung. Di tambah lagi kota itu terdapat sungai yang luas dan tepat membelah di tengah tengah ibukota. Pertukaran penduduk sangat lancar dan pesat. Ratusan orang dari berbagai penjuru keluar masuk setiap hari.


Nang feng terlihat berjalan dengan santai, dia benar-benar menikmati pemandangan di dalam kota itu. Semakin takjub Nang Feng melihat tatanan ibu kota kekaisaran. Di bandingkan dengan kerajaanya di wilayah Selatan, keindahan kota ini sangat jauh di atas kemegahan.


'' Harap minggir.., Tuan wali kota Dang Wu akan segera lewat.., Teriak seorang Pengawal dari belakang Nang Feng.


Nang feng segera berbalik dan melihat rombongan dari belakang, Para pengawal yang berada paling depan terlihat mengibaskan tombak menyuruh orang orang untuk menyingkir dari tengah jalanan. Dia pun segera menyingkir dan mencoba melihat wajah walikota Dang Wu.


'' Hee anak muda.., tunduk dan beri penghormatan pada tuan walikota,atau saya akan membuatmu babak belur..' Bentak salah satu pengawal.


Nang feng menganggukkan kepalanya sambil menangkupkan kedua tangan.


'' Bocah sialan.., tidak begitu caranya, berlutut dan tundukkan kepala mu sampai Tuan Dang Wu lewat..' Teriak lagi pengawal yang satunya.


Nang feng tidak bergeming, dia tetap berdiri dan menatap ke arah walikota itu.


Tiba-tiba sebuah Tombak mengarah dan menghantam tubuhnya..


'' KRAAAKKK...


Tubuh pengawal yang menghantamkan tombak itu terpental jauh menabrak dinding rumah penduduk di belakangnya. Sementara tombak nya yang menyentuh tubuh Nang Feng, hancur berkeping keping.


Semua mata terbelalak, Orang orang yang melihat kejadian itu sangat terkejut. Menyaksikan tombak yang di sertai energi qi itu menabrak tubuh anak muda ,tapi malah tombak yang hancur, semua bergidik ngeri.


'' Berhenti...


Kereta dari tuan walikota tepat berhenti di hadapan Nang Feng. Orang yang berteriak itu adalah Dang Wu, walikota sendiri.


'' Apa yang terjadi di sini? kenapa ada keributan..? Tanya Dang Wu sambil menatap Nang Feng lekat lekat.


Pengawal pun maju memberi penjelasan.


Setelah mendengar jawaban dari pengawal itu, tuan wali kota pun kembali melihat ke Nang Feng.


'' Anak muda., mungkin kamu orang dari luar kota, jadi tidak mengetahui tata cara penghormatan di sini, dan aku masih memakluminya. Tapi jika lain kali kamu tidak tunduk, maka saya sendiri yang akan menghajarmu..' Wali kota mengancam dengan senyum sinis.

__ADS_1


Kemudian dengan isyarat tangan, keretanya pun bergerak meninggalkan Nang Feng yang masih berdiri tegap. Dalam hati kecil Nang Feng, hampir saja dia meratakan tempat itu jika walikota tadi sampai turun tangan.


Dia pun melanjutkan perjalanannya menikmati kota Phoenix.


Akhirnya Nang Feng tiba di depan sebuah bangunan yang sangat megah dan luas. Paviliun obat istana.


Puluhan kultivator mondar mandir memasuki gedung itu, pelayan penyambut tamu pun terlihat sangat sibuk. Akhirnya Nang Feng pun tertarik untuk melihat lihat isi gedung paviliun itu.


'' Anda murid dari sekte mana..?


tunjukkan token tanda ..' Tanya salah satu pelayan.


'' Saya kultivator bebas, dan tidak memiliki token tanda pengenal..' Jawab Nang Feng.


'' Kalau begitu., 5 keping koin emas jika anda akan masuk..'Kata pelayan itu sambil melirik teman di sampinngnya .


Sebenarnya Nang Feng tahu, kalau untuk masuk hanya perlu bayar 2 keping saja, seperti yang telah dia lihat sebelumnya. Tapi karena dia tidak mau ribut, terpaksa dia berikan juga 5 keping. Setelah itu dia segera melangkah masuk. Tapi belum terlalu jauh, dia kembali di hadang oleh pelayan yang lain.


Mereka pun minta 5 keping emas.


Nang feng sudah tidak bisa menahan emosinya, hingga Tiba-tiba aura membunuh terpancar keluar dan membuat para pelayan itu berlutut sambil memegang dadanya.


Aura membunuh itu terus memenuhi seluruh ruangan bahkan sampai di bagian dalam gedung Paviliun obat.


Semua orang langsung mendekat ingin melihat siapa orang yang telah berani mengeluarkan ancaman di dalam paviliun yang di lindungi oleh kaisar Hong Xi ini.


Nang feng segera terkepung oleh beberapa pengurus gedung itu.


'' Anak muda sialan.., Ternyata kamu lagi yang membuat ulah disini..' Bentak sebuah suara yang tidak asing baginya.


Ternyata suara itu adalah milik Dang Wu, walikota Phoenix yang telah Mengancam Nang Feng sebelumnya.


'' Tuan walikota, pelayan itu yang hendak memerasku, saya hanya membela diri..' Kata Nang feng


''Tidak terima alasan, aturan Paviliun obat tidak membolehkan siapapun kecuali kaisar untuk mengeluarkan Aura membunuh di sini, jika itu di langgar, maka kamu harus menghancurkan Dantian mu..' Bentak Dang Wu sambil memukul dengan cepat ke arah perut Nang Feng.

__ADS_1


Nang feng dengan santai Menghindari nya, namun serangan Walikota tidak berhenti, Dengan sekejap, tangan berupa cakar membara melesat mengarah ke kepalanya.


Tubuh Nang feng terlihat mundur Menghindari, tapi belum sempat Dang Wu melancarkan pukulan, kaki Nang Feng telah menyambar wajah walikota itu.


'' Arrgghhh..,tuk..tuk..


Walikota Dang Wu menjerit kesakitan, dua butir giginya langsung copot terkena tendangan Nang Feng. Dengan mata melotot dia berdiri dengan murka.


'' Akan kebunuh kamu bocah Setan..


Dang Wu yang merupakan kultivator tingkat Saint tahap 5 menguras qi nya, Ledakan energi membuat angin serangan itu menghempasksn beberapa kultivator pemula di situ.


Dengan selarik cahaya biru , Dang Wu mengibaskan tangan menyerang.


'' Pemecah ombak...


Tehnik serangan jarak jauh itu menderu ke arah Nang Feng, namun hanya di tepis dengan sebuah kibasan tangan. Dan malah angin kibasan Nang Feng menembus pertahanan wali kota itu. Dang Wu segera melesat melayang di udara.


Wajahnya terlihat pucat, kini dia telah sadar, kalau lawannya kali ini sangat kuat dan kultivasinya berada jauh di atasnya.


'' semua pengurus dan pelayan.., serang dan kepung bocah sialan itu.., teriaknya di udara


Dari segala penjuru, serangan bertubi tubi menerpa Nang Feng, tapi dengan tehnik Langkah Langit , Tidak ada satupun dari serangan itu yang berhasil menyentuh tubuhnya. Malah Nang Feng bergerak santai sambil sesekali memukul lawannya.


Para pengunjung yang menyaksikan pertarungan itu sangat takjub, melihat tehnik tinggi yang di peragakan oleh Nang Feng, mereka sangat mengagumi pemuda tampan itu.


' Deeesss...., Aahh..Arrgghhh..


Jeritan terdengar silih berganti, satu persatu para pengepung Nang Feng terlempar keluar dari pertarungan. Tubuh mereka sebagian patah dan terbakar, akibat pukulan Nang Feng yang bersarang telak.


Walikota Dang Wu terlihat pucat, Puluhan orang yang rata-rata kultivasinya tingkat Kaisar dan Saint hanya di permainkan dengan santai, dan dia sadar kalau pemuda itu tidak bermaksud untuk membunuh, Dang Wu merasa jika Nang Feng tidak mengeluarkan tenaga penuhnya melawan mereka.


Ketika Dang Wu berpikir ingin menyerang diam-diam, Tiba-tiba terdengar suara wanita membentak dengan kasar.


'' Siapa yang telah berani membuat ulah di paviliun obat istana..'' Suara wanita membuat sebagian pelayan dan pengunjung terhempas karena di aliri energi qi.

__ADS_1


Tapi Nang Feng tidak terpengaruh dan tetap berdiri di tempatnya.


__ADS_2