
Arena seleksi murid sekarang telah menjadi ajang pertempuran,lima orang yang tidak puas akan keputusan tetua sekte teratai putih dengan gigih mengeluarkan segenap kekuatannya.
Di bantu oleh Lang Min, Ying san dan ke tiga rekan nya, mereka terus melancarkan pukulan beruntung, Jin xi pun meladeni serangan tersebut. Ke lima orang yang tidak puas memiliki tingkat raja 5 sampai 7, tapi masih dapat di imbangi oleh Jin xi dan kedua rekan nya.
Kedelapan orang bertarung telah mencapai puncaknya, dengan sebuah teriakan, Jin xi melancarkan pukulan nya..
..Teratai sambar nyawa..
Kelima lawan nya hanya bisa mendelik,Bayangan tinju yang seolah nampak puluhan dengan bayang bayang bunga teratai melesat ke arah mereka, tanpa sempat untuk di hindari, secara bersamaan, ke lima nya menyilangkan tangan menghadang pukulan itu.
'Duuaaarrr..'
Tubuh ke lima nya tersentak ke belakang dengan lelehan darah dari mulutnya, pakain mereka hancur berantakan dan jatuh ambruk di pinggir lantai arena. Semua terluka cukup parah dan sulit untuk berdiri sempurna.
''Sudah ku beri peringatan, tapi kalian sendiri yang memaksaku untuk turun tangan.,Sekarang kalian pergi dari sini sebelum tetua lain mendengar ke gaduhan ini.., Hardik Jin xi pada ke lima orang itu dengan tatapan meremehkan.
Karena tidak ada yang berani angkat bicara, Jin xi pun berteriak..
Kalian bawa pergi ke lima orang ini, dan yang anaknya tidak lulus,segera kalian tinggalkan tempat ini,Jika ada lagi yang berani menganggu gugat, maka silahkan naik ke arena untuk membuktikan kemampuannya kalian.., Bentak Jin xi sambil melihat ke bawah.
Para orangtua itu tidak ada yang berani bersuara, mereka hanya membalikkan badan dan langsung pergi, sementara sebagian menyeret tubuh ke lima orang yang terluka tadi, meski mereka merasa tidak puas,tapi kekuatan sekte teratai putih tidak bisa mereka lawan. Akhirnya semua pergi dengan pasrah.
Sementara itu,di dalam sekte teratai putih, terlihat seorang gadis yang masih berusia sekitar 12 tahun tengah di gembleng secara khusus oleh tetua ke tiga, Tubuh anak gadis itu adalah tubuh spesial 'Es Suci', dimana dalam tubuhnya dapat mengendalikan elemen es dengan sesuka hati, jika dia mampu untuk sampai di ranah tingkat Saint. Dan dalam proses nya sekarang ini, gadis itu yang bernama Hua mei,telah berada di tingkat Panglima tahap 4,tapi dia telah bisa menggunakan sedikit sedikit kekuatan es nya, itu semua berkat bimbingan tetua ke tiga sekte teratai putih.
Jin xi yang merupakan tetua ke lima terlihat berjalan masuk dan segera menghampiri tetua ke tiga yang tengah menatap Hua mei berlatih, Dan ketika berada di samping tetua ke tiga, dia pun memberi salam..
__ADS_1
''Salam tetua ke tiga.., Jin xi sambil menundukkan kepalanya.
''Oh saudara Jin xi, apa penerimaan murid tahun ini berjalan lancar? dan para murid yang di terima, apa telah mendapatkan tempat tinggal mereka? Tanya tetua ke tiga dengan posisi masih menatap Hua mei.
''Semua berjalan dengan lancar tetua, 160 murid yang berhasil lolos, untuk sementara di bagikan token sebagai murid sah dari sekte kita ini, dan untuk tempat tinggal mereka,saudara Han si tetua ke enam telah menyiapkan nya.., Jawab Jin xi dengan puas sambil membusungkan dada.
''Semoga kali ini, ada lagi beberapa murid yang berbakat dan akan meningkatkan pamor sekte teratai putih kemudian hari.., Tetua ke tiga memejamkan mata dan sangat ingin sekte nya kembali bangkit bersinar seperti masa masa 50 tahun lalu.
Sambil menepuk tangan,yang mengisyaratkan pada Hua mei untuk menghentikan latihannya, dia pun segera berbalik pergi yang di ikuti oleh Jin xi.
Sekte Teratai putih dahulu adalah sekte yang terbesar di wilayah selatan ini, tapi sekitar 50 tahun lalu,sejak patriak atau pemimpin sekte Hua feng menyerahkan posisi nya kepada adik tunggalnya,Hua Long yang merupakan ayah dari Hua mei, sekte mengalami kemunduran, ini terlihat dari beberapa kompetisi yang tidak pernah lagi di menangkan, dan jarang juga di panggil ke istana kaisar untuk membahas masalah ke amanan kerajaan. Dan itu juga merupakan ke merosotan dalam segi pendanaan. Dulu, dana bantuan dari kerajaan untuk sekte,sangat berlimpah,bahkan boleh di bilang,sekte teratai putih adalah sekte terkaya.
Tapi sekarang semua tinggal masalalu, dan itu yang membuat tetua ke tiga sering merasa risau.
*******
'Hari ini saya akan beristirahat dulu, setelah menguasai tehnik surgawi dari kitab 'Pembelah Langit' Saya akan kembali berkultivasi untuk mencoba tehnik dengan mengalirkan qi,dan aku mesti mencobanya pada hewan monster di luar sana.., Batin Nang feng.
Dia pun kembali berkultivasi untuk mengatur qi nya yang sangat bergejolak itu. Sebenarnya Nang Feng sekarang telah berada di Tingkatan Jenderal tahap 7, Tapi dia tidak tahu samasekali, Nang feng tidak tahu susunan level kultivasi. Dia tidak tahu kalau energi qi yang di masukkan Oleh Dewa kuno Gun Luo bisa membuat dirinya langsung berada di tingkat Dewa, tapi itu haruslah dengan pembentukan yang benar.
Nang Feng hanya belajar sendiri, secara alami hanya mengikuti petunjuk dari kitab yang dia baca. Dia tidak mengerti dengan sumber daya atau pil, padahal barang itu sangat berlimpah di cincin ruang nya. Dia benar-benar sangat alami dan itu membuat kekuatan jiwa dan fisik nya sangat kuat. Di tingkat Jenderal tahap 7 saat ini,jika bertarung, Nang feng bisa mengalahkan tingkat raja tahap pertama. Itu semua berkat fisik nya yang luar biasa kuat, dan energi qi yang seolah tidak akan ada habisnya.
Setelah menutup kultivasi nya, Nang feng segera bangkit,dan berjalan menuju kearh luar goa, dia berencana untuk berlatih dan mempraktekkan jurus pembelah Langit yang sudah di kuasai nya. Setelah melewati air terjun ,Kini dia telah berdiri di tepi sungai sambil menatap buah buahan surgawi dsitu. Kemudian dia melangkah masuk ke hutan.
Tidak jauh berjalan, Nang feng merasakan aura binatang yang pekat, ini menunjukkan bahwa binatang tersebut memiliki ilmu yang tinggi. Nang Feng pun segera mendekati aura tersebut.
__ADS_1
Ketika mereka telah menyadari musuh masing-masing, Tampak binatang Kera besar atau King kong dengan tingkat raja tahap 5 berdiri dan bersiap bertarung. Nang Feng sedikit ciut merasakan kekuatan yang mencoba menekan nya. Tapi dia tidak gentar, dengan segera dia mengeluarkan aura sebesar 20 persen yang membuat aura King kong itu terpukul balik. dengan cepat kera besar itu menyerang Nang Feng dengan buas.
Nang Feng pun telah bersiap, dia telah menyelimuti seluruh tubuhnya dengan qi, Sambil mengelak dia berusaha menyerang balik.
-Langkah Langit....
Nang Feng dengan jurus Langkah Langit yang merupakan salah satu bagian jurus pembelah Langit, kini bergerak lincah menghindari dan berusaha mendekati kera besar itu,Dia coba kekuatan kaki dan kecepatan nya, dan yang terjadi, sekejap Nang Feng menghilang dan sekejap muncul di sisi lawanya. Kera besar itu mulai marah karena merasa di permainkan,dia pun meningkatkan kekuatan untuk imbangi Nang Feng.
pertarungan sengit pun terjadi.
Kera besar itu melemparkan sebongkah api dari telapak tangannya,tapi Nang Feng justru menahan api itu dengan tangan kanan nya, kera itu sangat marah dan membuat aura nya pecah dan sangat menekan. Nang Feng sadar,kalau dia mengikuti jalur kera ini,pasti dia akan kalah, oleh karena itu, dengan cepat dua ubah tehnik kakinya,menjadi tehnik tinju untuk beradu pukulan..
'Tinju pengguncang Langit.. '
Bulatan bola api tercipta dari tinju Nang Feng, dan bersiap menghantam kera besar itu, namun,dengan mudahnya kera itu memukul balik bola api itu.Kekuatan nya benar-benar tidak boleh di anggap enteng.
Nang Feng kini mencoba untuk gerakan kombinasi antara Langkah langit dan tinju pengguncang Langit, sekejap tubuhnya hilang dan muncul tepat di samping kepala kera itu.
Kera itu sangat terkejut, dia segera memukul Bayangan nang Feng, tapi dengan cepat Nang Feng menahan nya dengan tangan nya..
-Deesss..,duaarrt...,
Suara qi bertabrakan dan membuat kera itu terluka bakar akibat menahan bulatan api itu. Dia segera meraung dan membabi buta.
Nang Feng melihat itu tdk memberi kesempatan, segera dia merubah jurusnya..
__ADS_1
-Dewa meninju Langit -
Bagai sebuah anak panah yang di luncurkan, tubuh Nang Feng melesat dan menghantam tangan silang dari kera itu. Tubuh kera itupun terpental dan membuat tubuhnya terbanting dengan keras di tanah. Tanpa membuang waktu, Nang feng segera menendang dada kera besar itu yang membuat seluruh tulang dada nya hancur melesak ke dalam tubuhnya. Kera besar itu akhirnya ambruk dengan kepala yang terkulai lemas.