KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
37. KAKEK MISTERIUS.


__ADS_3

Dalam Tiga hari ,Nang feng terus berulang ulang membaca kitab terlarang dengan tehnik Membelah langit yang di pelajarinya, dengan gerakan tangan kosong tanpa aliran tenaga Zent Qi, dia memperagakan tehnik tersebut. Meski tanpa qi, aliran angin yang keluar dari setiap gerakannya mampu membuat kulit tubuh teriris. Dengan indah,Nang feng terus menggerakkan tangan dan kakinya.


Setelah seluruh gerakan itu dia hapal di luar kepala, Nang feng pun berniat meninggalkan penginapan dan menuju ke Istana kaisar Hong Xi.


Dengan kecepatan terbangnya,Nang feng bisa tiba di Ibukota Istana selama 2 hari, tapi dia hendak mempraktekkan tehnik yang baru saja di pelajarinya. Nampak kini Nang Feng mendarat di sebuah hutan yang sangat lebat. Dia kemudian berjalan ke arah batu besar yang ada di pinggir tebing. Dengan sigap mulai merapal tehnik Pembelah langit.


Belum sempat Nang Feng bergerak, tiba tiba terdengar suara seseoran tertawa terbahak bahak..


' Hahahaaaa...


Nang feng terkejut dan segera melompat ke udara, Aura membunuhnya segera terpancar dari tubuhnya. Dengan sekilas pandangan, dia melihat bayangan putih berkelebat dan berdiri di atas bongkahan batu di depannya . Nang feng bersiap untuk menerima serangan jika orang itu bermaksud tidak baik.


Sosok berjubah putih itu adalah orang yang terlihat sepuh, dengan sebilah Tongkat berwarna hitam, dia menatap Nang Feng dengan tajam.


'' Lama aku hidup di dunia ini, baru sekarang saya merasakan kekuatan yang sangat mengerikan..'' Kata orang tua sambil terkekeh kecil.


'' Maaf senior, ada hal apa sampai anda menghadang saya di tempat seperti ini..? apakah ada sesuatu yang senior butuhkan dari saya..? Tanya Nang Feng dengan penasaran.


'' Hahaa..,Anak muda, mata tuaku ini tidak bisa kamu kelabui, energi yang terpancar dari tubuhmu sangat lain daripada yang lain, bolehkah saya tahu qi itu darimana dan bagaimana kamu menggunakannya..? Kakek itu mengeluarkan auranya yang langsung meledak terpancar kemana-mana.


Nang feng merasakan tekanan luar biasa, jika dia tidak bersiap daritadi, mungkin tubuhnya terpental jauh dan terluka mendapat serangan itu. Dengan segera dia menguras Zent Qi untuk menahan gempuran itu.


Wajah kakek di depannya terkesiap, dia telah mengeluarkan 60 persen tenaganya, tapi mampu di tahan, dan malah kini serangan aura Nang Feng mampu menembus pertahanan tubuhnya. Dengan tenang kakek itu melayang ke udara. Kemudian dia mendorong tapak tangannya kedepan.


Serangkum angin panas terlihat membara mengikuti dorongan tangannya dan melesat ke arah Nang feng, kecepatannya luar biasa, bahkan Nang Feng hampir tidak menyadari nya jika dia dalam bahaya.

__ADS_1


Dengan memutar tangan kanannya, Nang feng segera menjemput angin panas itu.


' Dewa meninju langit...


'' Baaammm.., Ledakan membahana di seantero hutan. Angin pukulan kedua tenaga benturan membuat pepohonan dan batu beterbangan, tubuh kakek itu terdorong kebelakang, sementara Nang Feng sendiri terjungkal dan terhuyung huyung berusaha menguasai badannya supaya tidak ikut terpental.


Dengan cepat kakek itu menguasai dirinya, masih dengan suara tertawa, dia lenyap dari tempat nya berada, Kecepatan gerakan yang dia perlihatkan membuat Nang Feng kagum. Segera Nang Feng memakai tehnik Langkah Langit, untuk mengimbangi kakek itu.


Tubuh keduanya seolah menghilang, yang nampak hanya kelebatan cahaya putih dan kuning, terkadang berbenturan dan melompat saling menghindar. Sebuah pertarungan tingkat tinggi yang sangat mengagumkan.


Nang feng kini sadar, jika orang tua itu hanya ingin mengetes kekuatannya, karena Aura membunuh tidak ada samasekali, dan seranganya pun bukan pada titik yang mematikan. Dengan penuh semangat, dia pun melayani permainan itu. Dan hal inilah yang di cari oleh Nang Feng, di mana dia bisa mengeluarkan seluruh tehnik dan Zent Qi nya.


Di tengah kelebatan cahaya, Tiba-tiba kakek itu berhenti, kemudian dengan Siluet seekor harimau putih, dia langsung menyerang...


Cahaya yang sangat besar perlahan mengecil dan ujungnya meruncing seperti mata Jarum, dengan sekali sentakan, cahaya putih itu berkiblat ke arah Nang Feng.


' Jari penghancur....


Nang feng dengan tenang menyambut tehnik dari kakek itu. Ketika ujung cahaya berbentuk Jarum itu tinggal sejengkal, terlihat bayangan puluhan jari jari berusaha mematahkan serangan itu. suara ledakan kecil seiring dengan hilangnya cahaya Jarum itu yang membuat siluet harimau putih di belakang kakek itu menghilang juga. Tidak berhenti sampai di situ, sekarang bola cahaya putih dari kakek itu datang dengan Tiba-tiba.


Mau tidak mau.., Nang feng segera membuang tubuhnya ke samping untuk menghindari bola putih itu. Kemudian dengan meminjam tenaga lentur badannya, Tubuh Nang feng berputar dan menyerang balik .


Kakek tua sangat terkejut dengan serangan balik itu, dia tidak menyangka pemuda di depannya bisa berkelit cepat dan langsung mengancam Nyawanya. Dengan cepat dia bersalto ke belakang untuk menghindari serangan Nang Feng.


Kakek itu berdiri di udara, dengan mata terbelalak menatap wajah Nang feng lekat lekat. Selama ratusan tahun dia berkelana, baru kali ini mendapatkan dirinya di serang yang hampir dia tidak bisa hindari. Untung Nang Feng tidak mengerahkan seluruh tenaganya, Andai tadi itu pertarungan sesungguhnya, dapat di pastikan, kakek itu telah meregang nyawa.

__ADS_1


'' Nah anak muda.., Sekarang adalah serangan terakhir ku, ku harap kamu masih memiliki tehnik untuk melawanku..'' Kata kakek itu sambil membungkus tubuhnya dengan cahaya putih.


Perlahan tubuh kakek itu berputar bagai gasing. Di setiap putaran, angin bercicit Membelah udara bagai tebasan pedang, dengan teriakan nyaring, tubuhnya terlepas menuju ke arah Nang Feng..


' Roda Kematian....


Nang feng melihat serangan itu segera merapal tehnik Pembelah langitnya, Inilah saat yang tepat untuk menggunakan ilmu tersebut. Tapi Nang Feng tidak mengerahkan zent Qi nya secara penuh, karena dia sadar bahwa kakek ini hanya ingin mengetahui kekuatannya.


' Pembelah langit...


Tubuh Nang feng seolah meledakkan cahaya kuning dan langsung membungkus putaran gasing dari tubuh kakek itu...


'' Duuuuuaarrttt.....


Ledakan besar terjadi ketika kedua cahaya itu bertabrakan yang mengakibatkan hutan di sekitarnya langsung gosong kekeringan. Debu tebal membumbung tinggi ke angkasa. Tubuh kakek itu meluncur dengan deras di sertai muntahan darah segar dari mulutnya dan membentur pepohonan jauh di belakangnya, sementara Nang Feng sendiri terlihat berjumpalitan salto ke belakang dan langsung terjerambat di tanah. Di sela bibirnya nampak sedikit lelehan darah. Dia terluka dalam,namun tidak separah kakek itu.


Dengan secepat kilat,Nang feng melesat dan menangkap tubuh kakek itu sebelum terhempas jatuh di tanah. Nang feng berhasil menahan badan kakek itu. Dengan perlahan dia meletakkannya di atas tanah. Terlihat kedua mata kakek itu terpejam. Nang feng segera mengeluarkan pil dari dalam cincin nya,kemudian memasukkan ke dalam mulut kakek itu. Dengan perlahan, Nang feng membantunya untuk meresap pil penyembuh qi ,


Nang feng juga menelan obat ,kemudian duduk bermeditasi di sebelah kakek itu.


Setelah beberapa waktu berlalu, Tiba-tiba Nang Feng merasakan ada gerakan halus di sebelahnya. Dia pun membuka mata. Terlihat kakek tua itu di depannya tersenyum dengan wajah yang cerah. Belum sempat Nang Feng bertanya, tubuh kakek tua itu Tiba-tiba melesat dengan cepat meninggalkannya.


'' Anak muda, kamu sangat kuat, jika umur masih panjang, kita akan berjumpa lagi di Alam yang lain..'' Terdengar suara dari kejauhan dengan pengerahan qi yang sangat tinggi. Suara kakek itu perlahan menghilang di sertai desiran angin.


Nang feng hanya menghela nafas , Sambil merapikan bajunya dia pun bangkit dan melayang di udara, dan dengan satu kali lesatan, Dia menghilang dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2