
Rombongan Nang Feng berhenti di sebuah pinggiran Danau yang jernih. Bing cia dan Hua Long segera membuat Formasi pelindung untuk menghilangkan aura mereka. Nang feng segera meletakkan tubuh putri Hua mei dengan hati hati. Terlihat wajah Hua mei sangat pucat dan energi hidupnya seakan mulai meredup.
Nang feng memasukkan pil ke tubuh nya, tapi sungguh sangat tidak terduga, efek pil itu tidak memberi reaksi kepada Hua mei, malah sekujur badannya terlihat menggigil kesakitan. Akhirnya Nang Feng menyalurkan energi Zent Qi.
Setelah sekitar satu dupa, Hua mei perlahan membuka mata, tapi seluruh kekuatan jiwanya terlihat masih lemah. Efek dari Zent Qi, hanya bisa membuatnya tersadar, tapi tidak bisa menghilangkan cedera yang dia derita . Nang feng segera memeriksa Nadi Hua mei, dan dia sangat terkejut mengetahui keadaan Hua mei.
'' Ketua Hua Long, kurasa kamu telah menyadari akan kondisi Hua mei..' Nang Feng mengajak Ayah Hua mei menjauh dan berdiskusi.
'' Tuan kaisar, Saya sudah mengerti dan perihal maksud anda, keadaan Mei'er sekarang kini semakin kritis, tubuh Ilahi miliknya mulai tidak terkendali seiring meningkatnya ranah kultivasinya..' Jawab Hua Long dengan pelan.
''Maaf ketua, sampai saat ini, aku belum menemukan inti panas yang bisa menyembuhkan nya, sementara kondisi Mei'er semakin mendesak..' Nang Feng tertunduk dengan sedikit menyesal.
' Tuan Nang Feng...putri Hua...
Bing cia berteriak Tiba-tiba dengan penuh histeris.
Terlihat wajah Hua mei semakin pucat dan dari sudut bibirnya mengeluarkan lelehan darah. Perlahan di sekitar mereka mulai di penuhi hawa dingin yang luar biasa. Dengan mata biasa, Salju mulai menggumpal di dedaunan dan di atas rumput.
''Hong Ying, panggil Qilling api, dan suruh dia selimuti Hua mei dengan panasnya..' Teriak Nang Feng.
Hong Ying dengan segera mengeluarkan Qilling api, Hua Long, Bing cia serta Zhie sie sangat terkejut kagum melihat makhluk ini nampak di depan mereka. Dengan penuh takjub, semuanya terngangah heran.
''Qilling api, segera lapisi tubuh Hua mei dengan Api dari badanmu..
Dengan sekejap, Qilling api mengeluarkan panas dan memeluk dari belakang..
' Deeeeesss...,Salju yang menyelimuti di sekitar tempat itu perlahan mencair, hawa dingin mulai berangsur angsur menghilang. Namun itu hanya berlangsung sementara saja..
'Brrrrtttt...
Hawa dingin kembali muncul dan menekan panas api dari Qilling. Ledakan kecil terdengar ketika lautan dingin kembali merembes memenuhi udara.
'' Tubuh Ilahi Dewi Bulan..' Pekik Qilling api dengan wajah pucat.
__ADS_1
'Tuan Nang Feng, Aku tidak bisa menahan dingin ini terlalu lama..
'' Berapa lama kamu sanggup menahannya..'?
'' Paling jauh dua hari,lewat dari itu ,kami berdua pasti akan mati secara mengerikan..' Jerit Qilling api.
'' Kurasa cukup untuk sampai di istana, bertahanlah Hua mei..'
Dengan sekejap, Nang feng melesat ke udara dan bergegas kembali ke wilayah Selatan tempat istananya, semua orang segera mengikuti dengan terburu buru pula. Mereka berburu dengan waktu.
Akhirnya mereka tiba ,tanpa mempedulikan lagi para penjaga istana, Nang feng terus melesat menuju ke tempat ruangan khusus Hua Mei. Qilling api langsung terpental ketika dia ikut masuk ke ruangan khusus itu. Api yang membungkus tubuh Qilling dan Hua mei langsung sirna di penuhi butiran salju. Qilling api terduduk sambil mengatur nafas dengan wajah pucat. Tubuh Ilahi Dewi Bulan benar benar sangat menakutkan.
Setelah meletakkan Hua mei di kasur ,Nang feng segera memeriksa kembali Nadinya, dia sedikit lega karena merasakan energi Mei'er perlahan mulai bangkit kembali, tapi itu hanya bertahan sebentar saja, tubuh Hua mei kembali mengigil pucat.
Nang feng menatap Hua Long, seolah olah meminta sebuah pernyataan. Dan Hua Long mengerti akan itu..
'' Kaisar Nang Feng, hidup dan mati anakku berada di tangan anda tuan, Lakukanlah pengobatan yang memang perlu di laksanakan..' Hua Long membungkuk sambil berjalan keluar dari ruangan itu. Dan semua orang mengikutinya.
Hong Ying terlihat memeriksa keadaan Qilling api, setelah memasukkan ke dalam cincin penyimpananya, Dia mendekati Bing cia dan Zhie sie, Putri Hong Ying terlihat sangat penasaran.
Bing cia yang di tanya begitu langsung memerah mukanya, tanpa sengaja dia malah menatap ke arah Zhie sie. Zhie sie pun tertunduk malu.
Mereka tahu,Nang feng akan melakukan Kultivasi ganda pada Hua mei, tapi Bing cia dan Zhie sie yang masih perawan tua itu tidak paham akan seluk beluk hal itu, yang mereka tahu, hanya penyatuan energi dari tubuh lelaki dan perempuan. Inti panas Nang Feng akan di salurkan ke tubuh Hua mei.
Hong Ying yang mendengar itu sedikit pucat, meski dia belum pernah melihat, tapi ketika dia belajar Alkhemist, gurunya sering menerangkan tata cara kultivasi ganda, dan hal itu sekarang membuat dia cemburu pada Hua mei. Dadanya terasa sesak wajahnya mulai panas.
Ternyata, mau tidak mau, dia harus merelakan dirinya menjadi wanita kedua dari Nang Feng. Karena dengan penyatuan kultivasi itu, otomatis Hua mei akan menjadi wanita pertama.
Zhie sie yang menyadari situasi Hong Ying, segera menarik tangannya, kemudian mengajaknya untuk pergi dan memperlihatkan kamar Nang Feng. Setelah itu dia meminta pelayan untuk mempersiapkan baju yang selayaknya bagi seorang putri dari kekaisaran.
Hati Hong Ying sedikit terhibur.
Sementara di dalam ruangan khusus ,Hua mei kini telah siuman, Salju yang memenuhi sekitarnya membuat tubuh Hua mei merasa segar. Energi dingin kini perlahan mulai menyatu kembali dengan jiwanya. Dan alangkah terkejutnya, melihat Nang feng duduk di sampingnya.
__ADS_1
Dengan wajah penuh kerinduan, Hua mei menatap Nang Feng dengan penuh rasa malu.
'' Mei'er.., kuharap kamu bisa mengerti dan paham akan situasi tubuhmu, tindakan apapun yang kulakukan nanti, semua bertujuan untuk kebaikan kamu sendiri..' Nang Feng sedikit tersenyum.
Hua mei yang telah mendapatkan penjelasan dari Ayahnya akan pengobatan kultivasi ganda hanya bisa terkejut, bercampur rasa malu dan hati berdebar debar. Dia hanya bisa pasrah dan diam tidak bergerak. Tapi kemudian dia mengangguk perlahan sambil menekuk wajah dalam dalam. Tubuh Hua mei bergetar saat Nang Feng mulai mendekatinya. Terasa aliran darahnya berhenti seketika.
Nang feng dengan naluri lelakinya perlahan mengusap pipinya, kemudian dengan dada bergemuruh,tangannya bergerak melepas satu persatu pakaian Hua mei. Deru nafas keduanya memecahkan keheningan ruangan itu.
Tubuh Hua mei di baringkannya di kasur, kemudian dengan menarik pakaian bawah, terdengar jeritan kecil manja. Nang feng mulai tugasnya.
Dengan sedikit energi Zent Qi, Nang feng menindih tubuh bagian bawah Hua mei, dan penuh kelembutan dia membelai seluruh badan yang putih mulus itu. Hua mei hanya bisa mengerang dan mengigit bibir, ketika sesuatu yang hangat menerobos ke bagian intimnya.
Matanya sedikit terbeliak menahan sakit dan perih.
Nang feng melakukannya dengan lembut.
Setelah itu,Hua mei mulai mengimbangi, kedua tangannya terlihat melingkar memeluk leher Nang Feng. Rasa sakit tadi perlahan berganti menjadi nikmat yang semakin menjalar. Rintihan sesekali terdengar keluar dari bibir Hua mei.
Nang feng mulai bersemangat, tapi pengalaman pertama itu membuatnya sedikit kaku. Dia kini fokus dengan energi panas yang hendak dia salurkan. Dari gerakan lambat, perlahan bertambah cepat seiring lenguhan dan rintihan nikmat Hua mei.
Setelah proses maju mundur Nang Feng, kini tubuh Hua mei terlihat kejang kejang menuju puncak, seiring dengan itu, Udara di seluruh ruangan berubah menjadi butiran salju. Nang feng bergerak semakin cepat, erangan Hua mei di bawahnya semakin memacu ereksinya. Seketika cahaya kuning mulai menyelimuti tubuh keduanya, Jemari Hua mei kini menggapai gapai merasakan aliran panas menerobos masuk ke dalam tubuhnya, sementara Nang Feng kini mulai menuju puncak.
Dengan mata sedikit terbuka, Hua mei menarik Nang Feng sampai menempel dengan erat di tubuhnya, Pada saat itulah, Nang feng mencapai klimaksnya. Bersamaan dengan itu, Hua mei pun merasakan sesuatu yang keluar dari dalam tubuhnya. Energi panas murni dari Jiwa Nang Feng melebur memasuki jiwa Hua mei.
Cahaya kuning keemasan yang menyelimuti keduanya perlahan mulai redup. Tubuh Putri Hua Mei mengejang bagai tersambar petir. Hawa dingin yang akan menerobos keluar, sekarang tertahan oleh panas dari Nang Feng. Panas itu kemudian menjalar di seluruh tubuhnya. Seketika Hua mei bangkit dengan posisi kultivasi.
Nang feng segera membalikkan diri dan telentang di sisi Hua mei.
Energi langit dan bumi tertarik masuk ke dalam ruangan khusus itu. Panas dan dingin silih berganti saling mendominasi masuk ke dalam tubuh Hua mei.
Tiba-tiba Tubuh Hua mei bersinar putih menyilaukan..
'' Buuum...Buuumm..
__ADS_1
Terdengar suara dentuman perlahan, menandakan tahap kultivasi Hua mei bertambah. Kepulan asap terlihat keluar dari ubun ubun kepalanya. Gumpalan energi semakin menebal, dan kembali suara ledakan kecil terdengar. Kultivasi Hua mei kini menembus tahap ranah Saint tingkat 3. Nang feng sangat takjub dan senang melihat wajah Hua mei berseri dan tidak pucat lagi. Kultivasi ganda ini benar-benar telah berhasil.