
Gu fong berjalan pelan mendekati sebuah perkemahan kecil di tengah hutan. Pertemuan seluruh anggota kali ini sangat lain dari biasanya. Pertemuan Pertemuan sebelumnya tidak seramai kali ini, dan terlihat semua ketua divisi berada di dekat kemah itu. Apakah pemimpin besar Tengkorak hitam hadir kali ini..?
Ketika Gu fong telah berada di depan ketua divisinya, dia segera menghormat disertai seluruh anggotanya. Wajah ketua divisi menggelap melihat keadaan pasukan Gu fong.
'' Apa yang terjadi..? Kenapa seluruh anggota mu terlihat sangat kacau, dan kamu pun masih dalam keadaan terluka..' Tanya ketua divisi bernama Dung Kwei.
'' Maaf ketua, 4 hari lalu kami di sergap oleh mata mata kerajaan, untung kami berhasil meloloskan diri..'' Gu fong menjawab dengan bohong.
'' Mata mata kerajaan darimana ? kalian semua kultivator kelas Kaisar tingkat 4 dan 5, setahu saya untuk telik sandi, hanya kultivator sekelas kalian yang mereka pakai.., Saya heran itu bisa membuat kalian berantakan seperti ini..'' Dung Kwei penuh selidik.
'' Begini ketua, telik sandi itu mendapat bantuan oleh seorang kultivator yang sangat kuat, kami sangat beruntung bisa kembali dengan selamat..' Gu fong menjelaskan dengan sedikit bergetar.
Dung Kwei menatap dalam dalam, ketika dia hendak melanjutkan pertanyaannya terdengar bunyi siulan yang sangat nyaring. Pertanda Komando tertinggi akan segera hadir di tengah tengah mereka. Dung Kwei segera kembali ke tempatnya. Gu fong bisa bernafas lega kembali.
Nang feng yang daritadi bersiap dengan Zent Qi nya, bisa mengangkat wajah kembali. Meski dia memakai topeng Tengkorak hitam, dia khawatir jika ketua divisi tadi melakukan penggeledahan. Untung Komando tertinggi segera memasuki tempat itu.
Terlihat dua orang berjalan keluar dari dalam kemah kecil itu, Seorang lelaki dan perempuan yang berambut sedikit keperakan. Lelaki itulah pemimpin tertinggi di gerombolan ini. Sementara wanita di sebelahnya, mungkin istri atau pelayan nya. Tapi melihat pakain dari wanita itu, Nang Feng bisa menebak, jika dia adalah istrinya. Meski memakai topeng, dari bentuk tubuh dan Kulitnya, dapat di rasakan jika wanita itu memiliki wajah yang cantik. Harum semerbak terpancar keluar dari tubuh wanita itu.
Nang feng merasa sedikit aneh.
Ketua atau pemimpin gerombolan Tengkorak hitam maju kedepan dan berdiri di atas sebuah meja yang telah di sediakan. Di kelilingi oleh para ketua divisinya, dia kemudian mengeluarkan Aura qi nya untuk dia perlihatkan pada anak buahnya.
__ADS_1
Di balik topengnya, Nang feng terperanjat kaget. Aura pemimpin itu sangat dia kenal dan hafal, tapi dia masih tidak percaya. Aura Saint tingkat 7, sama seperti dirinya. Nang feng mengalihkan matanya ke wanita di samping pemimpin itu. Akhirnya dia berani memastikan orang tersebut. Tidak lain lagi,pasti dia.
Nang feng segera menyimak apa yang di sampaikan oleh pemimpin itu. Ternyata mereka akan membangun sebuah markas besar di wilayah hutan kesunyian. Mengingat hutan itu saat ini mereka berada di wilayah Timur, dan di sebelah lainnya merupakan wilayah Utara. Yang jadi inti pembicaraan adalah mereka akan membentuk sebuah pasukan untuk berjaga jaga jika mereka di serbu oleh pihak kerajaan.
Oleh karena itu, pemimpin gerombolan akan melatih 300 orang kultivator yang bisa dia andalkan.
Setelah semuanya berteriak setuju, Pertemuan itu pun di bubarkan. Sekarang adalah giliran dari masing-masing divisi untuk mengambil hasil rampasan dari berbagai sekte. Gu fong pun juga maju ke arah antrian.
Nang feng melihat pemimpin tadi kembali masuk ke dalam kemah. Dia memutar otak untuk mencari jalan bagaimana dia bisa masuk juga tanpa ada keributan. Matanya melihat ke arah penjaga kemah itu di bagian belakang. Akhirnya dia dapat ide juga.
Semua orang terlihat sangat sibuk menyetor dan mengumpulkan hasil jarahan, Nang feng dengan cepat menghilang tanpa ada yang menyadarinya. Sekejap dia telah berada di belakang kemah itu. Dua orang penjaga yang berdiri tegap segera di lumpuhkan dengan sangat cepat. Penjaga itu tidak sempat sadar apa yang terjadi. Namun kini Nang Feng mengambil potongan kayu dan menyangga tubuh mereka supaya tidak jatuh ambruk. Tubuhnya tetap berdiri, padahal penjaga itu telah di totok oleh Nang Feng.
Pemimpin dari dalam kemah sadar kalau ada gerakan di luar kemahnya, dengan cepat dia menyibak kain dan berdiri bersiap melancarkan pukulan.
Tubuh pemimpin itu hanya memakai celana kolor saja. Dia terjengkang ke belakang dan tergeletak di samping wanitanya yang sangat cantik. Pemandangan yang membuat Nang Feng tercekat. Wanita itu sudah tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya. Antara mau menarik Pedang dan menutupi bagian sensitifnya, dia sangat gelagapan.
Sementara pemimpin yang terguling di tanah segera menguasai diri, Dengan sekuat tenaga saking emosinya, tinju nya berubah menjadi merah membara. Bersiap menghantam Nang Feng yang masih menatap wanita tanpa busana itu.
'' Ternyata paman Yue Ling masih mesum.., hahahaa....'' Nang Feng tertawa lucu melihat ke pemimpin Tengkorak hitam itu.
Pemimpin itu melompat kaget, bersamaan dengan wanita cantik itu mereka menyambar pakaian yang tergeletak, tapi karena saking buru buru, pakain itu pun tertukar. Lelaki itu dengan segera menutupi tubuhnya.
__ADS_1
Nang feng makin mendelik melihat lelaki itu menutup badannya dengan pakain si wanita.
'' Hahahaaa...., dasar otak cabul..' Nang Feng tergelak sambil memegang perutnya.
Lelaki itu tidak menghiraukan, dengan tatapan tidak percaya, dia segera menarik topeng wajah Nang feng.
'' Nang feng .......
Tubuhnya bergetar hebat melihat pemuda tampan itu di depan nya. Pemimpin dari gerombolan Tengkorak hitam itu ternyata Yue Ling serta istrinya Xia cia.
Yue ling melongo dengan hati sangat gembira, sementara Xia cia hanya bisa tersenyum malu karena sudah dua kali di lihat oleh Nang Feng tanpa busana.
Dengan sigap mereka bertukar pakain kembali.
'' Nang Feng..ternyata kamu ada di sini..'' Yue ling segera mengangkat bahu Nang Feng dan merangkulnya. Nang feng pun membalas pelukan kemudian duduk di samping Yue Ling.
Ke tiga orang itu pun saling bertukar cerita masing-masing sejak mereka berpisah dua tahun lalu. Sesekali terdengar gelak tawa dari Yue Ling dan Nang Feng, sementara Xia Cia hanya selalu tersenyum melihat tingkah ke dua orang ini jika bertemu.
'' Paman Yue, pulang lah ke wilayah selatan, ajaklah istri paman kembali kesana..' Kata Nang feng sambil menenggak araknya.
'' Nang Feng, sulit rasanya untuk kembali kesana, kehadiran kami sangat tidak di inginkan oleh kakak Bing cia..'' Xia Cia yang menjawab.
__ADS_1
Nang feng menghela nafas, dia belum memberitahukan bahwa sekte Bunga Es telah pindah dan dirinya telah menjadi kaisar disana. Yue Ling dan Xia cia masih beranggapan kalau Nang Feng tetap menjadi buronan istana.