
Nang feng telah memahami semua tingkat dan aturan kultivasi, bahkan dia di jelaskan akan kehidupan dunia Kultivator yang ada sekarang. Kuat.., hanya dengan kekuatan yang bisa membuat Kultivator hidup di dunia ini. Soal harta dan pasangan hidup, pasti akan datang sendiri jika berada di tingkat puncak kekuatan.
Nang feng tersenyum sendiri membayangkan hal demikian.
Suasana hening membuat mereka sedikit canggung.
Lin Cong tidak habis berpikir,kenapa dia tidak bisa melihat kekuatan anak di depannya ini. Di usia yang masih sangat muda, tapi memiliki kultivasi yang tidak bisa dia lihat. Lin Cong ngeri jika hal yang dia bayangkan benar-benar terjadi. Setelah mereka membisu ,terlihat Nang Feng maju ke hadapan mereka.
''Senior dan lin Mei.., terimakasih telah membantu saya mengetahui semua seluk beluk Kultivator, tanpa anda ,mungkin Saya masih buta akan hal tersebut..' Nang Feng menjura sedikit .
''Bukanlah masalah besar .., hanya sedikit informasi umum dan anda tidak usah terlalu sungkan..' jawab orang tua itu, oh ya.., Bagaimana kalau Nang Feng saya undang untuk datang di paviliun obat, di sana kita bisa saling diskusi sambil minum teh..' Lin Cong dengan penuh harap mengundang Nang Feng ke tempatnya. Dia sangat ingin menjalin hubungan baik ,melihat kekuatan misteri yang di miliki pemuda di depannya ini.
'' Ayolah Nang Feng.., tidak biasanya kakek ku mengundang orang ke tempat kami loh, ini baru pertama kalinya kakek guru mengundang seseorang ke paviliun kami..' Mata lin Mei penuh harap mengajak Nang feng.
Tidak ada lagi jalan keluar baginya, Nang feng akhirnya bersedia ikut ke tempat mereka.
''Baiklah Senior .., silahkan tunjukkan jalan, saya akan mengikuti anda...
Ke tiga orang ini pun meninggalkan pinggir jalan, mereka berjalan kaki karena tempat paviliun itu tidak terlalu jauh. Sepanjang jalan, wajah Lin Mei sangat cerah, matanya selalu berbinar jika melihat ke arah Nang Feng. Kakek Lin Cong mengetahui hal tersebut, dia hanya tersenyum mengerti akan cucunya ini. Lin Mei sudah 17 tahun, dia sudah cukup dewasa untuk mengerti soal lelaki.
Sepanjang jalan ,setiap bertemu dengan penduduk atau kultivator, mereka segera memberi salam hormat pada ketua lin Cong dan Lin Mei, Posisi mereka di desa ini sangat tinggi dan terhormat, Begitu yang di pikirkan Nang Feng.
Tidak lama mereka sampai di sebuah gedung mewah. Itulah Paviliun obat tempat Lin Cong dan Lin Mei. Gedung ini sangat bersih, dan di jaga oleh beberapa orang dengan kultivasi tahap Raja. Dengan serentak penjaga itu membungkuk hormat pada mereka.
'Selamat datang tuan Lin Cong. '
Mereka pun masuk di gedung yang luas itu, mata Nang Feng terpesona melihat ukiran ukiran di dinding gedung itu. Berbagai macam gambar yang berkaitan dengan obat atau pil, tercetak dengan indah.Dia kagum akan lukisan itu.
Mereka pun menuju ke sebuah gasebo dan duduk bersantai di sana. Terlihat Lin Mei meninggalkan tempat itu, kini Nang Feng hanya berdua Dengan kakek itu.
''Junior Feng.., bolehkah saya bertanya sesuatu padamu..? Tanya kakek itu.
''Silahkan Senior..,
''Bagaimana Junior bisa memiliki kekuatan yang tinggi ini..? melihat usiamu yang tidak jauh beda dengan cucuku, rasanya sangat mustahil di alam bawah ini..' Kakek Lin Cong bersuara pelan seolah ada orang lain di tempat itu.
__ADS_1
Nang feng sedikit tertawa melihat kelakuanya.
''Senior.., Saya juga bingung dan tidak tahu soal kekuatanku, saya hanya mempelajari dan mempraktekkan, dan seperti ini lah yang terlihat..' Jawab Nang Feng .
Lin Mei datang membawa poci teh dan 3 gelas, Kemudian menuangkan teh dan sambil duduk di samping kakeknya.
''Senior..,sesuai namanya paviliun obat, jenis obat apa saja yang ada di tempat ini..? Nang Feng bertanya sambil menyesap teh.
''Banyak jenis yang ada di sini, pil tingkat 2 sampai 6, tapi untuk pil tingkat 6, kami tidak pamerkan, karena pil ini selain sangat mahal, keberadaan nya pun susah di dapat. Karena pil ini berad di tahap Langit puncak..' Lin Cong menjelaskan panjang lebar.
''Bagaimana dengan pil tingkat 7..? apakah Senior bisa menjelaskannya..?
Ketua lin Cong sedikit tertawa mendengar pertanyaan itu.
''Nang Feng.., Pil tingkat 7 ke atas sudah tidak pernah lagi di semua paviliun, baik di mana pun di benua ini, bahkan paviliun pusat di kekaisaran, tidak ada yang di jual umum, sedangkan pil tingkat 8 atau 9, itu hanya tinggal legenda di alam bawah ini.., 50 tahun lalu,dua sekte besar berperang karena memperebutkan sebuah pil tingkat 8, dan itulah terakhir kalinya pil itu terdengar, sedang pil 9, sudah seratus tahun lebih tidak pernah lagi di sebut di dunia ini..' Jawab kakek itu.
Tangan Nang feng bergerak ke cincin penyimpananya, kemudian dia mengeluarkan dua botol pil dari sana.
''Tolong Senior lihat, pil tingkat berapa yang ada di botol ini..,Nang feng mengeluarkan pil di depan nya.
''I..i..ini...,pil tingkat 8.., tingkat dewa.., Tangan Lin Cong bergetar hebat memegang obat itu.
Lin Mei yang menghirup aroma pil itu merasakan tenaga bergejolak dalam tubuhnya, sesuatu yang dia rasakan seolah akan meledak. Segera lin Mei duduk berkultivasi, Tidak lama kemudian, terdengar suara letupan dalam tubuhnya dua kali.
' Buum..buum....
Lin Mei menerobos 2 tahap sekaligus, kini dia telah berada di tahap Raja 2. Sedangkan ketua Lin Cong, Dia hanya merasakan kekuatan Qi nya semakin bertambah. Dia hanya duduk sambil mengatur pondasi kekuatannya.
Setelah tersadar, buru buru dia memasukkan kembali pil kedalam botol dan menutupnya. Matanya masih terbelalak lebar melihat ke arah Nang Feng .Mustahil..,ini sangat mustahil bagi Lin Cong.
Lin Mei yang masih bersimpuh di lantai menangkupkan tangannya ke Nang Feng.
''Terima kasih.., Dengan hanya mencium aroma obatnya, saya berhasil menerobos ke ranah Raja 2 , ..' Lin Mei berkata dengan mimik wajah yang sulit di jelaskan.
Nang feng pun tersenyum ke arah Lin Mei, dan senyuman itu terasa ingin membuat dirinya semaput.
__ADS_1
Ketua lin Cong merasa ngeri melihat ekspresi cucunya itu. Dia sadar kalau lin Mei sangat memuja pemuda ini. Dan dia sangat merestui akan hubungan itu. Dengan menjalin hubungan baik dengan Nang Feng, bukankah paviliun obat bisa juga berjaya di kemudian hari.
''Nang Feng..,simpanlah kembali pil itu, jika terdengar orang lain, maka akan sangat menggemparkan, saya tidak bisa membayangkan hal apa yang akan terjadi..
''Tidak Senior.., Saya akan memberikan pil ini pada anda, sebagai tanda perkenalan dan terima kasih ku karena Senior telah memberikan semua informasi padaku..' Nang Feng meletakkan botol itu di depan Lin Cong.
Ketua Paviliun itu merasa badannya mau ambruk, lin Mei segera memegangi tubuhnya. Menahan untuk tetap berdiri di depan Nang Feng.
Kemudian Nang Feng mengeluarkan 5 botol lagi pil tingkat 8, satu lagi dia sodorkan pada lin Mei.
''Tidak usah sungkan.., Saya masih ada persiapan lebih, jadi kuharap Senior dan lin Mei menerimanya..' Kata Nang feng sambil menuang teh ke gelasnya.
Lin Cong kemudian tersadar dari syok, tenaganya perlahan lahan mulai terkumpul kembali. Dia duduk sambil menatap Nang Feng.
''Darimana kamu dapatkan pil tingkat dewa..? karena Alkhemist tahap Dewa sudah tidak ada lagi di Alam bawah ini..? lin Cong bersuara kembali.
''Saya sendiri yang membuatnya Senior, di sela sela waktu perjalanan, jika senggang, saya membuat lagi pil jika herbalnya lengkap,kalau Senior tidak percaya, saya bisa membuatnya di sini sekarang juga..''Kata Nang feng ringan.
Bersamaan lin Cong dan Lin Mei berseru kaget, apa orang ini sudah gila? ingin membuat pil sekarang tanpa persiapan?
Nang feng mengambil herbal dari dalam cincin penyimpanan kemudian dia berdiri dari tempat duduknya.
''Senior , Lin Mei.., berhubung bahan atau herbalnya untuk pil tingkat 8 tidak ada, jadi saya hanya akan membuat pil tinggkat 6..' Nang Feng segera konsentrasi ke tapak tangannya.
Kedua orang kakek dan cucu itu menatap takjub melihat proses pembuatan pil itu. Tanpa terasa mereka saling berpegangan. Cara pembuatan pil yang tidak pernah mereka lihat se umur hidupnya. Di mana mana Alkhemist lain memakai tungku untuk wadah ,tapi ini sungguh di luar nalar, hanya mengenggam di tangan.
Setelah beberapa saat,letupan kecil di kepalan tinjunya terdengar , Nang feng perlahan membukanya. Sebuah pil berwarna coklat terang di telapak tangan nya terlihat, Lin Cong dan Lin Mei merasa ingin muntah darah. Tiba-tiba tubuh keduanya ambruk di lantai sambil bersujud menyembah.
''Tuan...,Tuan Nang Feng, Anda adalah Dewa, maafkan kami jika ada sesuatu yang membuat anda tidak senang..' Lin Cong dan Lin Mei bersujud mencium lantai.
Nang feng langsung melompat ke belakang, sikap sujud kedua orang itu baginya sangat berlebihan.
''Berdirilah Senior, Lin Mei, saya manusia biasa , hanya kebetulan mampu membuat pil ..' Nang Feng menangkap tubuh ketua paviliun itu. Kemudian kembali duduk dengan tenang.
Ke dua orang itu tidak sanggup angkat wajah, kejadian luar biasa baru saja mereka lihat. Semua di luar nalar manusia. Bahkan kini mereka tidak berani menatap wajah Nang feng.
__ADS_1
Sungguh kemampuan yang sangat Gila, begitu menurut pikiran lin Cong dan Lin Mei.