KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
46. WANG CAO .


__ADS_3

Sementara itu, di wilayah Selatan, tepatnya di istana kaisar, Bing cia terlihat melatih tehnik Selendang Maut nya. Sekeliling ruang latihan telah memutih oleh bunga es, Karena dasar Qi Bing cia memang dari elemen dingin , dan oleh karena itu,sekte nya di sebut sekte Bunga Es. Kultivasi Bing cia telah berada di Saint 9, tapi karena selama ini dia jarang mendapat musuh, maka aliran Qi nya jadi ikut tersumbat, oleh karena itu, dia hanya bisa melatih seperti ini untuk memperlancar supaya tidak kaku.


Tiba-tiba Hua Long terlihat berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah ruang latihan itu. Wajahnya sedikit agak tegang.


Ketika sampai, dia menjura kepada Bing cia..


'' Maaf Ketua Bing, di luar ada tamu yang hendak bertemu dengan anda..'' Hua Long sedikit salah tingkah.


Bing cia melihat kelakuanya sedikit aneh, matanya sedikit sipit menatap Hua Long.


'' Ketua Hua, tamu darimana? dan siapa dia..?


'' Wang Cao, patriak dari Rajawali Putih ..' Hua Long sedikit hati hati menyebut nama itu, karena dia tahu hubungan yang telah terjadi dengan mereka.


Bing cia terperanjat, Seketika wajahnya merah antara rasa benci dan suka. Wang Cao adalah kekasihnya yang pergi meninggalkan dirinya demi anak walikota. Mengingat kejadian itu, Tubuh Bing cia bergetar menahan emosi.


'' Ketua Hua, tolong persilahkan tamu itu untuk masuk ke sini..'' Bing cia tersenyum sinis.


kemudian dia memanggil Zhie sie dan tetua lainya.


Seorang lelaki paruh baya yang sangat tampan masuk ke ruangan itu. Badannya tegap dengan kulit sawo matang menandakan sisa gagah pada usia mudanya dulu. Tetua Zhie sie melotot melihat Wang Cao berdiri di hadapanya.


'' Zhie sie, lama tak bertemu, kamu sangat sehat dan semakin kuat saja..'' Wang Cao menjura.


'' Ketua Wang Cao, kamu juga semakin bertambah kuat , dan ada hal apa kamu datang mencari Ketua ku..? tanya Zhie sie tanpa basa basi.


Belum sempat Wang Cao menjawab, terdengar suara Bing cia dari dalam ruang latihan.


'' Zhie sie, bawa orang itu masuk kesini, ada hal apa sampai dia berani mendatangi ku..' Suara Bing cia terdengar merdu.

__ADS_1


Tanpa menunggu Zhie sie lagi, Wang Cao segera menerobos masuk, tubuhnya di sambut oleh dingin yang di akibatkan gumpalan es di sekitar ruangan itu. Dengan segera Wang Cao mengalirkan Qi untuk melawan dingin itu.


Mata Wang Cao terbelalak melihat Bing cia, wanita yang di cintainya ini semakin cantik berseri, wajahnya terlihat semakin segar. Sungguh kembali mengingatkan dia masa masa waktu dulu. Dia terbengong sendiri.


'' Wang Cao, Apa otak mu sudah bergeser sampai kamu datang menemuiku..? tanya Bing cia sambil menatap Wang Cao dari atas ke bawah, dalam hatinya masih sangat kagum akan tubuh orang itu.


'' Adik Bing.., Buang dulu amarah mu, saya kesini karena hanya kebetulan lewat di wilayah Selatan ini..' Wang Cao tidak melepas pandangan matanya pada Bing cia.


'' Sekedar lewat? Seorang Ketua Sekte besar tidak mungkin meninggalkan tempatnya hanya untuk berjalan jalan, lagi pula ada istri yang cantik selalu menemani..'' Bing cia kaget sendiri, tanpa dia sadari dia menyinggung istri Wang Cao.


Zhie sie yang mendengarnya berubah sangat pucat, dia tahu kalau ketuanya kan mengungkit kejadian lama itu.


Terlihat Wang Cao berdiri dengan tenang, matanya yang terus menatap Bing cia seolah meredup. Dengan pelan dia melangkah ke depan. Mendekati tubuh Bing cia.


Tiba-tiba aura dari Bing cia meluap dan menghantam Wang Cao yang tidak siap. Tubuh Wang Cao terpental ke belakang dan langsung mendarat dengan indah. Segera dia mengalirkan Qi untuk bertahan.


'' Adik Bing, jangan emosi dahulu, saya benar-benar hanya sekedar lewat, adapun saya ke sini hanya karena ingin melihat kabar darimu..'' Wang Cao masih dengan tenang sedikit tersenyum. Dia sudah sangat hafal kelakuan kekasihnya ini.


Dengan aliran Qi, tangan Bing cia bergerak cepat menyambar leher Wang Cao, Telapak tangannya berubah menjadi tegang laksana sebuah lempengan besi.


Wang Cao pun tidak tinggal diam, segera di memutar badan, kemudian melompat ke udara. Serangan selanjutnya di arahkan ke pinggangnya, Bing cia melesat menyambar tubuh Wang Cao.


Namun serangan itu tidak juga berhasil, Wang Cao dengan sigap mengayunkan lengannya menapaki tendangan itu. Tubuh Bing cia bergoyang ketika lengan lawan mendarat di kakinya.


Keduanya turun menjejakkan kaki di lantai. Bing cia dengan cepat memukul udara yang menciptakan Gelombang sangat dingin menyayat kulit.


Wang Cao pun dengan sigap menyilangkan kedua tangan di depan dada, bersiap dengan benturan angin dingin itu..


'' Deeeeesss...Plaakk

__ADS_1


Tubuh Wang Cao melesak turun menembus lantai, dengan wajah pucat pasi, dadanya terasa seolah terbakar menerima serangan itu. Bing Cia pun terhuyung ke belakang, Telapak tangan sampai di siku nya kesemutan hebat akibat benturan Qi itu, Sepertinya mereka seimbang.


''Adik Bing, Hentikan, adik bisa membunuh ku jika ini di teruskan..'' Wang Cao mengalah menghadapi emosi wanita ini.


'' Oleh karena tujuannmu hanya jalan jalan, maka pulanglah mengurus sekte mu..


'' Sekte ku ada banyak yang mengaturnya, Dari sini pun saya akan segera kembali..'' Wang Cao tetap tenang.


'' Benar, Enyahlah cepat dari sini, istrimu telah menunggumu..'' Bing cia semakin berang.


'' Istriku terbunuh di rumah orang tuanya 3 tahun lalu, jadi tidak ada alasan untukku terburu buru pulang..'' Wang Cao tetap tenang.


Mendengar Itu, Bing cia segera terdiam, kata kata Wang Cao tadi yang mengatakan istrinya terbunuh membuatnya sedikit melotot.


'' Apa kamu bilang,? Istrimu terbunuh..? Bing cia bertanya dengan cepat.


'' Iya, 3 tahun lalu, Ketika itu,dia pulang ke rumah orang tuanya, dan di sana terjadi pemberontakan terhadap walikota, semua keluarga walikota di bantai termasuk dirinya..' Kata Wang Cao menjelaskan.


Bing cia menghela nafas, kemudian dia menarik kembali Qi nya. Hatinya sebagai wanita normal yang pernah mencintai Wang Cao sedikit tersentuh. Dia teringat lagi ketika dia datang mengamuk dan mengobrak abrik sekte Rajawali putih. Waktu itu dia hendak di bunuh oleh para tetua yang mengeroyoknya. Tapi Wang Cao menyelamatkannya, karena dia tahu Bing cia hanya sakit hati. Dan dia di biarkan menghancurkan isi sekte itu. Bing cia sangat marah ketika Wang Cao di jodohkan oleh ayahnya dengan Putri walikota. Itulah terakhir kalinya mereka bertemu.


Dan sekarang, Wang Cao berdiri di hadapanya, Bing cia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya terdiam seribu basa.


Dalam ruang latihan itu, sunyi tidak ada sedikitpun suara. Akhirnya....


'' Zhie sie, Antar Ketua Wang Cao untuk keluar dari tempat ini, Saya akan berkultivasi tertutup di sini.. , Bing Cia menatap sekejap, lalu berbalik menuju ke ujung ruangan.


Wang Cao pun hanya menghela nafas, Dia sudah mengerti dan tahu tabiat dari Bing cia. Akhirnya dia ikut dengan Zhie sie untuk keluar dari ruangan itu.


Sepeninggal keduanya, Bing cia meneteskan air mata, dia sudah tidak bisa menahan emosinya. jujur saja dia masih sangat mencintai Wang Cao. Daritadi dia hanya menahan keinginan untuk memeluk kekasihnya itu. Alasan sampai sekarang dia masih sendiri, karena hatinya sudah tidak bisa menerima lelaki lain selain Wang Cao. Dan ketika mendengar Wang Cao sekarang hidup sendiri, Rasa senang dan bahagia telah meliputi isi hatinya. Kini Bing cia menangis karena perasaan antara benci dan rindunya pada Wang Cao.

__ADS_1


Akhirnya Bing Cia pun tertidur sambil menyebut nama Wang Cao.


__ADS_2