KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
12. KEKACAUAN 2.


__ADS_3

LI Cao tetua dari Rajawali putih wajahnya menggelap, melihat murid berbakat sektenya di kepung oleh para tetua lain untuk meringkusnya, dan bahkan bisa bisa membunuhnya. Sekarang situasi sudah tidak terkendali , jika Li Cao turun tangan menyelamatkan muridnya, maka yang dia takutkan para tetua lain akan menuduh kalau dia mendukung aksi gila tersebut, yaitu memakai racun. Li Cao hanya bisa gemetar di tempat dan tidak bisa apa-apa.


Di arena , Tsu Liang telah serius untuk membunuh Li Cao, Serangan penuh qi tinggi dia kerahkan untuk menahan pedang kematian. Seluruh arena telah berubah menjadi ajang perang. Dua tetua Nirwana biru Tsu Liang dan Hang ye, bergerak bersamaan dari arah berlawanan. Namun Da Cao masih bisa bergerak bebas menahan pukulan dari Ranah Kaisar tingkat 5 itu.


''PLAAAKK...


Tangan Tetua Hang ye berhasil menghantam pundak dari Da Cao, tapi dia pun tidak luput dari kelengahan, Ujung pedang kematian menggores perutnya, dan membuat seolah darah dalam tubuhnya seakan mendidih karena racun dari pedang itu. Sekejap dia melompat ke belakang untuk menjauh dari Da Cao. Tapi sepertinya Da Cao tidak memberi kesempatan...,


''Wuunggg...,


Pedang nya mendengung menebas ke arah tetua Hang ye, sangat cepat hingga dia tidak bisa menghindar lagi. Sambil memutar badan, Hang ye melepaskan tehnik tingginya.


''Badai api....


'Boomm...


Arena terasa terguncang gempa, bahkan para penonton yang telah menjauh dapat merasakan getaran kuat itu ketika Serangan Keduanya berbenturan di udara. Pijar api terciprat ke angkasa bersamaan dengan asap racun kematian. Tubuh Da Cao terpental mundur sejauh 10 meter, nampak kedua bola matanya berwarna merah darah dan selalu tersenyum sinis penuh aura pembunuhan. Hang ye sendiri mendapat luka yang serius, luka gores pedang beracun itu telah membuat tubuhnya mulai kaku, dan energi qi nya mulai kacau. Tsu Liang melihat hal itu segera melesat hendak selamatkan Hang ye..tapi pas ketika dia ulurkan tangan nya, Tebasan pedang kematian berkiblat dan mengarah padanya. Saat kondisi kritis itu....


''TRAAAANNGG...


Sebuah pedang melesat menahan serangan Da Cao..,benturan pedang itu membuat ledakan yang sangat nyaring, tubuh Da Cao terdorong mundur sambil memuntahkan darah. Ketika nampak Kaisar Li Bao berdiri dengan wajah Angkuh, ternyata pedang itu berasal dari dia.


''Para tetua sekte sekalian, ringkus bocah itu dengan serangan jarak jauh, yang di takutkan hanya asap racun nya,dan segera bawa tetua Hang ye untuk pengobatan.., Teriak Kaisar Li Bao.

__ADS_1


Serentak para tetua mengerti hal tersebut, dengan segera mereka memasang tehnik tehnik andalan mereka.


''Angin kematian..


''Badai api ..


''Tinju Matahari...


Tiga tetua mengerahkan pukulan jarak jauh dengan penuh tenaga.., Arena se olah akan roboh akibat bertemu nya tiga serangan itu..


''Slaaapp....., Duaaaarrrt..


Da Cao yang telah agak melemah hanya bisa menyilangkan pedang kematian, kecepatan Serangan pukulan jarak jauh itu seolah tidak terlihat mata biasa.


Tubuh Da Cao dan pedang kematian terlihat di selimuti oleh sinar kehitaman. Ke tiga tehnik dari para tetua telak menghantam dadanya.


Seketika terlihat asap mengepul ke udara bersama dengan hilangnya tubuh Da Cao akibat terkena tehnik tinggi. Hilang tanpa bekas bahkan tidak ada debu sedikitpun dari sisa jasad Da Cao. Yang tertinggal hanya pedang kematian yang terjatuh ke lantai Arena.


Semua mata terbelalak, lebih2 lagi tetua sekte Rajawali putih..


Dia sangat geram dan merapat jari jarinya yang terkepal. Dia sangat marah,tetapi dia juga Tahu akan situasi yang tidak menguntungkan baginya. Murid nya telah terbunuh di depan matanya tanpa bisa melakukan apa-apa.


Suasana menjadi sangat hening..,kejadian di arena sangat membuat para penonton sedikit gemetaran. Tiba-tiba sesosok muncul dan bergerak mengambil Pedang kematian yang tergeletak di lantai. Tsu Liang bergerak untuk memadamkan asap racun itu. Dengan tehnik Array, dia membungkus pedang itu dan menjaga agar asap racun nya tidak menyebar lagi.

__ADS_1


Kaisar Li Bao melayang turun ke arena sambil membocorkan aura nya, Aura Kaisar tingkat 9 penuh membuat para tetua sekte sedikit gemetaran mencoba untuk menahan nya. Rata-rata tetua sekte hanya berada di tingkat ke 6 dan 7, tapi perbedaan dengan tingkat ke 9, sangat jauh bagai bumi dan langit. Semua tertunduk ,bahkan para penonton di luar arena pun, sempat bersimpuh dengan ketakutan.


''Pedang Kematian..,pedang tingkat Langit yang sangat berbahaya, tidak boleh jatuh ke tangan orang lain , jadi mulai sekarang, akulah yang akan menjadi pemilik pedang ini..., Kata kaisar Li Bao sambil menarik pedang itu dari lantai.


Seketika pedang kematian melesat dan menempel di tangan kaisar, sekilas kaisar memperhatikannya, kemudian pedang itu masuk ke dalam cincin ruangnya.


''Aku umumkan.., lomba pencarian bakat ini di batalkan, karena ada salah satu sekte yang melanggar aturan, berhubung arena telah hancur, maka di harap kalian semua bubarkan diri. Dan perlombaan akan kembali di laksanakan 5 bulan dari sekarang.., Kaisar Li Bao bersuara lantang,dan dengan segera menghilang dari tempat tersebut.


Li Cao..,yang sebagai tetua sekte Rajawali putih, sekarang menatap kearah sekte Bunga Es dengan penuh kebencian. Li Cao sangat benci, karena sekte Bunga Es lah yang menyebabkan kematian muridnya. Xia Cia sendiri hanya tersenyum sinis melirik ke arahnya.


''Guru...,Bagaimana kalau kita hadang sekte Bunga Es di hutan kayu harum, karena jalur pulangnya mereka pasti lewat di situ.., Bisik salah satu murid dari Li Cao.


''Benar sekali...,kematian Da Cao akan kita balas pada mereka..,Sambil anggukkan kepalanya, merekapun segera melesat meninggalkan pinggir arena.


Sementara itu, wanita cantik Xia Cia mendengus menatap kepergian Li Cao. Dari wajah kusam mereka, tetua Bunga Es merasa ada ancaman di tujukan pada dirinya. Dia menatap ke empat muridnya yang melihat heran ke arah nya.


''Sepertinya kita akan mendapat masalah.., Nang cia.., Kata Xia Cia pada muridnya.


''Benar Tetua.., sekte Rajawali putih bukanlah sekte yang bisa terima kematian muridnya dengan lapang dada.., Jawab Nang cia.


''Mulai sekarang., kita tidak boleh berpisah dan sebaiknya kita segera berangkat kembali ke sekte..., xia cia pun balik diri melesat ke angkasa di ikuti ke empat muridnya.


Sementara itu, di dekat hutan kayu harum, 4 orang dari sekte Rajawali putih terlihat sedang menunggu sambil berkultivasi, sesekali mereka membuka mata dan melihat jauh ke depan. Li Cao telah bersiap menyergap Tetua Bunga Es di sini.

__ADS_1


Tidak lama kemudian..., Lima bayangan warna merah meluncur kencang ke arahnya. Li Cao dengan cepat berdiri mencegat rombongan Sekte Bunga Es. Dan sekarang mereka telah berhadapan dengan jarak hanya 10 meter.


__ADS_2