KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
61. Berani sentuh,kepalamu hilang.


__ADS_3

Makin tengah hari, tamu undangan semakin banyak yang datang. Terlihat Li Han dari Perwakilan Wilayah Utara, mewakili adiknya Kaisar Li Bao. Li Han sendiri adalah ketua dari sekte Awan biru. Dia berjalan dengan mengangkat dagu nya tanda sedikit meremehkan tamu lain. Dengan langkah yang di ikuti oleh dua orang muridnya, Li Han memberi hormat pada kaisar Gu Fang.


Di belakang Aula sendiri, terlihat Pangeran Gu Liang bercanda bersama dengan pangeran pangeran dari kerajaan kecil di wilayahnya. Para pangeran itu berebut muka untuk menyenangkan calon kaisar masa depan.


'' Pangeran Gu, saya putra dari kerajaan Nang Guang, bersedia tunduk hidup atau mati di pihak Anda..' Kata seorang anak raja bernama Heng Liam.



''Iya ,semoga kerajaan yang lainya juga akan selalu setia padaku..' Jawab Gu Liang.



'' Tentu Pangeran, kami semua akan ikut setia hidup atau mati..'' Serempak para putra raja menyahut dengan keras.



Acara penobatan pangeranpun segera di mulai, seluruh para tamu berdiri untuk menyambut tuan rumah. Kaisar Gu Fang kemudian maju dan memberi kata sambutan. Setelah itu,prosesi Acara pun berlangsung. Semua orang yang hadir terdiam dan khusyuk mendengar lantunan mantera2 yang di ucapkan oleh petinggi sepuh istana. Setelah usai semuanya, mereka melanjutkan dengan acara pesta yang sangat meriah.


Utusan dari Kekaisaran wilayah selatan tiba...


Nampak Hua Long, Bing cia, Putri Hua Mei dan Zhie sie masuk dengan tergesa gesa. Seluruh mata tamu undangan melotot ke arah mereka. Kaisar Hong Xi segera berdiri dan menatap, Dia berharap Nang Feng ada di antara mereka. Tapi begitu menyadari kalau dia tidak ikut, Hong Xi pun segera duduk kembali.


Kaisar Gu Fang tersenyum dan menyambut mereka..


'' Maaf sekali Tuan Kaisar, kami sedikit terlambat datang..' Kata Hua Long sembari membungkuk di sertai tiga orang di belakangnya.


'' Hahahaha..,bukan sedikit terlambat, tapi malah sangat telat, kenapa sekalian besok saja kalian baru datang ..?Menyahut suara ejekan dari samping yang itu berasal dari Li Han dari wilayah Timur.


Wajah Hua Long sedikit memerah mendengar ejekan itu, sementara Bing cia mulai menahan emosinya.


'' Tidak masalah Hua Long, mengingat jarak yang cukup jauh dari tempatmu ,saya bisa memakluminya..'' Gu Fang dengan bijak menyambut tamunya.

__ADS_1


'' Tidak terlalu jauh ,di banding kami yang dari wilayah Timur, jarak kami lah yang terjauh di sini..'' Kembali Li Han memprovokasi.


Hua Long segera menatap Bing cia, Aura membunuhnya keluar tanpa dia sengaja. Seluruh tamu terkesiap dengan kaget.


' Beraninya kamu mengeluarkan aura membunuh di dekat kaisar kami..' Bentak seorang Panglima dan telah berdiri di dekat Bing cia. Aura mereka bertabrakan,dan membentuk kilatan putih.


'' Hentikan..,semua di harap mundur..'' Yang membentak adalah Kaisar Hong Xi.


Seluruh orang terdiam dengan cemas. Nampak dia berdiri di samping Hua Long.


'' Hahahaha.., Saya suka suasana tegang seperti ini, sudah lama aku tidak merasakan aura yang menindas..'' Kaisar Gu Fang malah tertawa keras.


Bing cia menatap tajam ke arah Li Han, dalam hati dia akan mengadu pukulan dengan Ketua itu. Setelah semua di hentikan, mereka kembali berpesta.


Pangeran Gu Liang, daritadi menatap Hua mei, kecantikan gadis ini sangat memikat hatinya. Dia telah menjelajah seluruh alam ini,belum pernah sebelumnya melihat keindahan ini. Wajah putri Hua mei sangat teduh dan menyejukkan hati bagi siapa saja yang melihatnya. Timbul hasrat pangeran itu untuk memilikinya. Zhie sie yang melihat mata pangeran itu memandang Hua mei dengan penuh nafsu, merasa alamat tidak baik akan datang.


Putri Hong Ying yang melihat dari jauh utusan wilayah selatan itu segera menghampiri, kemudian dengan hormat menegurnya..


Hua Long dan Bing cia kaget mendengar itu, dia tidak mengenal gadis cantik di depannya ini. Tapi begitu dia menyebut anak dari kaisar, merekapun segera membalas nya..


'' Oh, Maaf tuan putri, kami tidak mengenali anda tadi..'' Hua Long menangkupkan tangannya.


Hong Ying menatap Putri Hua Mei, Dia merasa seolah olah dekat dengannya. Mereka seumuran, dan tatapan mata Hua mei pun sangat teduh.


''Kalau tidak keberatan, paman dan bibi, kita berbincang bincang saja di halaman belakang istana..'' Ajak Hong Ying sambil menarik Hua mei.


Merekapun setuju karena melihat Hua mei telah di tarik pergi.


Nang feng yang melihat dari jauh pangeran Gu Liang tersenyum pahit. Dia bisa merasakan tatapan matanya penuh Nafsu tertuju pada Hua mei. Jika benar Gu Liang memaksakan kehendaknya, maka Nang Feng akan segera turun tangan.


'' Cobalah sentuh dia, maka akan kupastikan kepalamu terlepas dari tempatnya, aku tidak peduli, meski aku harus meratakan kekaisaran ini...'' Batin Nang feng.

__ADS_1


Di halaman belakang, Hong Ying bercakap cakap dan berkenalan dengan semua utusan tadi. Tapi dia tidak mengatakan kalau dia teman seperjalanan Kaisar Nang Feng . Tampak dari jauh Kaisar Hong Xi dan permaisuri datang mendekat ke arah mereka. Setelah mereka duduk, Hong Ying berbisik pada Ayahnya, bahwa dia tidak mengatakan kalau dia teman seperjalanan Nang Feng.


Setelah memperkenalkan ayahnya pada mereka, Hong Ying kembali menyeret Putri Hua Mei menuju kamarnya.


Nang feng melihat hal itu, dia sedikit berkhayal jika kedua gadis itu bisa akur nanti, maka Nang Feng sangat bersuka cita.


Kembali ke halaman belakang, Kaisar Hong Xi telah akrab dengan Bing cia dan Hua Long..


'' Setahun lalu, Kaisar Nang feng telah datang di istana kami, dia benar-benar Pemuda yang memiliki masa depan..' Hong Xi berkata dengan senyum.


'' Begitulah adanya tuan, kaisar kami sangat sederhana, meskipun tidak di tahu asal usulnya, tapi dari pancaran mata, dia merupakan kaisar yang sangat bijaksana..' Hua Long berkata sedikit bangga.


'' Bukan hanya bijak, tapi dia sangat kuat, saya melihat dengan mata kepala sendiri, dengan santainya Nang Feng mengalahkan Tingkat Saint 9 puncak dengan satu kali pukulan..'' Hong Xi bergidik mengingat hal itu.


Hua Long, Bing cia dan Zhie sie sangat takjub mendengarnya . Selama ini mereka tidak pernah melihat Kaisar Nang Feng mengeluarkan kekuatan sesungguhnya. Begitu Kaisar Hong Xi berkata demikian, mulut merekapun terngangah takjub.


Sementara di kamar ,Hong Ying sangat senang menatap Hua mei, setelah sekian lama, akhirnya dia mendapatkan teman untuk di ajak ngobrol. Hua mei pun begitu.


'' Adik Mei.., apakah kaisar Nang Feng bersikap baik padamu..?


Hua mei sedikit heran mendengar pertanyaan itu, tapi karena melihat Hong Ying sedikit memaksa, dia pun menjawab.


'' Iyya, Kakak Nang Feng sangat baik, dia sangat memperhatikanku, sebelum pergi dari istana, dia membuatkan ruangan khusus berlatih,dan dia berjanji akan mencarikan obat bagi tubuhku ini..'' Hua mei langsung ceplas ceplos.


Wajah Hong Ying berubah ubah, kadang merah, kadang ungu. jujur saja,dia sangat cemburu pada Hua mei. Pantas selama ini Nang Feng tidak mau mendekatinya, karena sudah ada Gadis di istananya.


Hong Ying memikir sampai disitu, dia pun bertekad, tidak akan menyerah untuk mengejarnya. Perasaannya telah terlanjur Cinta pada Nang Feng, dan dia ingat janjinya, akan ikut kemanapun Nang Feng pergi. Hong Ying tidak peduli, apakah dia yang jadi pertama atau bukan, yang pasti, dia akan selalu bersama Nang Feng.


Haattciihhh...., Nang feng bersin dengan keras.


' Sepertinya ada yang membicarakan diriku...'' Nang Feng kembali berbaring di cabang pohon.

__ADS_1


__ADS_2