
Nang feng mendarat di depan gerbang istana, dia menatap menara istana yang di huni oleh 2 penjaga. Kemudian melihat 10 orang berjaga di dalam pintu gerbang. Nang feng kemudian memeriksa cincin penyimpananya, Dia akan membangunkan Jing long si ular raksasa. Setelah Jing long terbangun, Nang feng berkata secara telepati di pikirkannya.
''Jing long.., Saya akan menyerbu sebuah istana kerajaan, Apakah kamu siap membantuku..? Tanya Nang Feng.
'' Dengan senang hati tuan.., Apapun yang anda kehendaki, saya siap untuk maju, bahkan ke dasar neraka sekalipun..' Jawab Jing long sambil menggerak gerakkan badannya sebagai pemanasan.
Nang feng tersenyum puas mendengar ucapannya.
Dengan mengerahkan zent Qi nya, ke kedua telapak tangan, Nang feng mengibaskan kedepan ke arah prajurit jaga.
''Duuuaaaarrr... Sepuluh pejaga terkena telak akibat serangan Tiba-tiba itu. Tubuh mereka langsung pudar menjadi kabut darah. Nang Feng dengan cepat masuk ke dalam istana.
Semua orang di dalam istana terkejut dan berlarian mendengar suara ledakan. Ratusan kultivator segera terbang ke arah pintu gerbang.
Namun, belum sempat mereka sadar, serangkum angin panas datang menerpa ke wajahnya.
''Arrrgghhhhhh...
Jeritan dan teriakan terdengar nyaring silih berganti, terlihat Nang Feng dengan lincahnya membunuh satu persatu prajurit kerajaan. Hingga akhirnya, para kultivator tingkat Saint bermunculan menahan serangan nya. Kini Nang Feng terkepung dalam istana. prajurit,panglima dan para pejabat telah bersatu membuat Formasi atau Array menjaga agar pemuda itu tidak bisa meloloskan diri. Namun tindakan yang di ambil dengan mengurung Nang Feng adalah suatu tindakan bodoh. Otomatis bantuan dari luar istana tidak dapat masuk karena adanya Array pelindung itu.
'' Anak gila..., Apa yang membuatmu mengamuk seperti ini..? Apakah kamu sudah bosan hidup..? Teriak Panglima Jiu Lang.
Namun tidak ada jawaban dari Nang Feng . Dia kembali memberikan serangan dengan sepenuh tenaga. Halaman istana telah hancur bersimbah darah dari para prajurit yang terbunuh, kembali pukulan jarak jauh nya menghantam para panglima ,Namun kini dia mendapat perlawanan sengit. 4 orang panglima kerajaan bukan lah sekelas prajurit, mereka ber empat memiliki tingkat kultivasi di ranah Saint tahap 7.
Ke empat panglima itu mengepung Nang Feng.., Masing-masing telah mengeluarkan senjata andalan mereka. Nang feng pun segera menarik Pedang semesta dan menyilangkan di depan dada.
Aura mereka membuat tanah di sekitarnya langsung mengering dan berwarna kehitaman. Pertarungan ini akan membuat hancur bagian depan istana itu.
Para panglima tidak memberi kesempatan, serentak mereka maju menerjang ke tubuh Nang Feng yang melayang di angkasa.
__ADS_1
Nang feng tidak tinggal diam, dengan energi Zent Qi, dia memyambut serangan itu dengan tehnik pedangnya.
'' Tarian Pedang...
Ratusan bayangan pedang tercipta memenuhi angkasa di atas kepala para panglima. Bersiap untuk menembus tubuh mereka. Tapi panglima itu malah menerjang balik pedang di atas kepalanya. Dengan mendorong kedua telapak tangannya, Bayangan pedang ciptaan Nang Feng langsung buyar menghilang. Nang Feng seketika pucat menyaksikan pedangnya sirna begitu saja.
Para panglima itu sebenarnya membuat Formasi serangan ketika sedang berperang, dua orang menutupi ,dan dua orang lainnya menyerang, begitu terus silih berganti, dan membuat Qi mereka menjadi bertambah lama untuk terkuras.
Nang feng mengangkat pedang ke arah langit, dengan tebasan dari atas ke bawah, serangan jarak jauh itu melesat ke arah dua panglima di depannya. Namun dengan gesit, mereka segera menghindar sambil melancarkan pukulan. sebuah Siluet kepala Harimau mengaum melompat menerjang di ikuti bayangan kepala Serigala, Nang feng mundur ke belakang dan dengan cepat menghentakkan tinju ke arah bayangan tersebut.
'' Dewa meninju langit..
Serangan balik dari Nang feng menerpa dan menghantam Siluet Harimau dan Serigala itu...
''Boomm...
Halaman istana berguncang hebat, bangunan yang berdiri di sekelilingnya ambruk rata dengan tanah. Ke empat Panglima terlempar ke belakang sambil muntah darah. Keadaan Nang Feng pun tidak jauh beda, tubuhnya terpental menabrak beberapa pohon hias di tepi halaman istana. Seteguk darah keluar dari mulutnya. Dengan segera Nang Feng mengambil pil penyembuh dan buru buru menelanya. Para panglima mengalami hal serupa, Benturan Qi tingkat tinggi telah membuat luka dalam di dalam tubuh mereka, segera dia melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Nang Feng.
'' Bocah Nang Feng.., Ku akui kamu sangat berani bahkan termasuk gila menyerang istanaku, Namun hari ini, Jangan harap kamu akan keluar hidup hidup..' Ujar Meng Wu sambil memukul udara kosong di depan nya.
Nang feng menyadari bahaya besar di depan mata, segera mengeluarkan tehnik langkah langit nya. Tubuhnya bergerak secepat cahaya menghindari angin itu, tetapi kaisar yang Berada di tingkat Saint puncak 9 tidak membiarkan tubuhnya bergerak. Angin pukulannya belum sampai, kaisar melompat ke atas tubuh Nang Feng dan menghentakkan tangannya hendak membelah tubuh Nang Feng. Suara angin bercicit mengancam nyawa pemuda itu.
Tidak ada pilihan lain bagi Nang Feng, kecuali menangkis Serangan itu. Dia mengalirkan semua Zent Qi ke lengan tangannya dan menahan pukulan tersebut..
'' Duuuuuumm..
Tubuh kaisar terdorong ke atas, dan tubuh Nang Feng melesat turun menghantam tanah di bawahnya, beruntung badannya jatuh tepat di gundukan para mayat, dan membuatnya tidak mengalami luka yang serius.
Darah segar kembali merembes di sudut bibir Nang Feng. Kembali dia terluka dalam. Di saat yang kritis itu, dia segera mengeluarkan Jing long dari cincin penyimpananya.
__ADS_1
Kaisar Meng Wu yang bersiap menghabisi nyawa Nang Feng terbelalak melihat seekor ular raksasa di hadapanya. Dia segera melompat ke belakang sambil membaca situasi. Seumur hidupnya, kaisar baru pertama kali melihat hewan suci berada di hadapanya. Selama ini dia selalu mendengar dari leluhurnya,bahwa hewan suci hanya hidup di alam atas ,di alam para Dewa. Namun sekarang, dengan mata kepala sendiri, dia telah berhadapan dengan hewan tersebut.
Kaisar dengan penuh tanda tanya, siapakah sebenarnya sosok anak muda ini? Kenapa dia bisa memiliki hewan suci..?
Jing long yang telah keluar semakin membesarkan badan, Kulitnya hitam berkilat tertimpa sinar matahari. Kemudian mendesis menyerang Kaisar Meng Wu. Dengan kibasan ekornya yang secepat kilat, menyapu semua apa saja di depannya, menghantam tubuh kaisar Meng Wu. Terlihat kaisar melayang jauh keatas membentur Array pelindung, kemudian berbalik ke bawah menyerang Jing long.
'' Deeeesss..
Tinju kaisar telak mengenai badan Jing long, Namun bukannya terluka, malah tangan kaisar terkelupas sampai di sikunya. Dia menggerung menahan rasa terbakar di tangan kanan nya. Dengan cepat Jing long mengibaskan lagi ekor nya ke arah tubuh kaisar, yang membuatnya melompat secara acak menghindari serbuan Jing long. Pertarungan berlangsung sangat sengit.
Di bawah, para panglima telah selesai menyembuhkan diri dan kembali bertarung dengan Nang Feng. Serangan mematikan terlihat silih berganti mengancam nyawa mereka. Empat panglima melawan Nang Feng sendirian. Namun sejauh ini, pemuda tersebut masih mampu dan bahkan telah mulai mendesak panglima itu.
Dengan pedang semesta Dewa Gun Luo, Nang feng mengeluarkan tehnik pedang dewanya.
'' Tebasan semesta.....
Tebasan horizontal berkiblat dengan sangat cepat mengarah ke para panglima itu. Panglima yang berada paling depan terlambat menghindar. selarik cahaya kuning akibat tebasan pedang menghantam telak perutnya. Tubuhnya langsung terpotong dua dan jatuh ke tanah menjemput kematiannya.
Ke tiga panglima itu menatap dengan wajah menghitam, menyaksikan kematian rekan nya membuat mereka murka se akan hilang kontrol, dengan membabi buta, mereka kembali menyerang pemuda itu.
Nang feng yang telah mengetahui titik kelemahan serangan mereka kini berdiri dengan tenang menyambut panglima itu. Dengan memutar pedangnya, Dia maju menggempur ke tiga lawanya itu. Panglima saking marahnya tidak menyadari kalau mereka telah terpancing oleh Nang Feng. Sejengkal lagi pedang panglima menyentuh tubuh pemuda itu, Nang Feng secepat kilat mengubah serangan nya.
'' Hujan kematian...
Tubuh Nang feng Tiba-tiba berada di atas ke tiga panglima itu, dan dengan sekejap, segera menebas ke bawah ke arah ke tiga panglima...
'' Craaaassshh...
Pedang semesta berhasil memotong tiga sekaligus tubuh panglima itu. Terpotong dua dan jatuh menghantam tanah di bawahnya. Darah menyembur bagai air mancur seiring nyawa ke tiga orang itu melayang pergi.
__ADS_1
Nang feng mendarat di tanah dengan badan mengigil, Dia sudah sampai batas nya mengeluarkan zent Qi terus menerus. Akibatnya berdampak pada tubuhnya. Nang Feng duduk dengan lemas, mencoba mengatur kembali pondasi kekuatan. Dengan menyerap pil, Nang feng pun bermeditasi.