
Pesta penobatan pangeran Gu Liang akan berlangsung tiga hari tiga malam. Seluruh undangan dari berbagai penjuru dan kalangan telah hadir. Suasana istana pun sangat ramai seperti ada acara pasar malam saja. Para penjaga dan perwira kerajaan telah membentuk pasukan khusus untuk mencegah hal hal yang tidak di inginkan.
Pada malam hari, Hua mei telah kembali ke rombongan nya, Dia di tempatkan di bersama Bing cia dan Zhie sie. Begitu dia tiba, tangannya segera di tarik sama Bing cia.
'' Hua mei, tidakkah berbahaya jika kamu berkeliaran di istana ini..? Orang di sini tidak terlihat seperti wajahnya yang polos..' Bing cia yang sangat sayang putri Hua bagai anaknya sendiri.
'' Bibi Bing, aku di paksa putri Hong Ying untuk bercakap cakap, dia menanyakan tentang Yang Mulia Kaisar Nang Feng...
'' Jadi kamu bilang apa pada dia..? Apakah ada yang aneh dengan pertanyaan2 nya..? Serbu Bing cia.
'' Tidak ada hal aneh, cuma Hong Ying bertanya bagaimana kelakuan Kaisar kita, jadi ku jawab saja sejujurnya...' Hua mei tertunduk.
Bing cia sedikit lega, ternyata putri Hong Ying memiliki perasaan yang dalam pada Nang Feng, seperti ucapan Kaisar Hong Xi tadi siang.
Tapi Zhie sie terlihat tidak senang, malah putri Hong Ying itu merupakan batu sandungan untuk mencuri perhatian Nang Feng. Dari dalam hatinya, sejak pertama kali melihat Nang Feng, Zhie sie sudah terlanjur jatuh hati. Namun dia sadar,melihat umurnya yang sudah kepala tiga, tidak mungkin dia bisa berharap lebih. Tapi rasa cemburu pada Hua mei dan Hong Ying, tetap ada dalam hatinya. Wajahnya sedikit merah memikirkan hal itu.
Dari jauh, terlihat Gu Liang berjalan menuju kamar putri Hong Ying. Melihat dia tergesa gesa, sepertinya ada hal yang sangat penting. Begitu dia tiba, tangannya langsung mengetok pintu. Tidak lama kemudian, Hong Ying keluar kedepan kamarnya.
'' Ada apa kakak sepupu..? Kenapa datang di tempat ini..?
'' Adik Hong Ying, aku lihat tadi sore kakak bersama seorang gadis, siapakah itu..? Gu Liang langsung pada intinya.
'' Ooh.., Itu Hua mei, anak dari ketua Hua Long, Ayahnya menjabat sebagai penasehat kekaisaran Wilayah selatan..' Hong Ying menjawab dengan cepat.
'' Dia sangat cantik, hanya adik Hong ying ini yang bisa sebanding dengan wajahnya, dan aku sangat ingin memilikinya..'' Gu Liang benar benar tertarik.
Hong Ying segera sadar dan mengerti akan maksud kakak sepupu nya itu. Dia kemudian tersenyum sinis.
'' Pangeran Gu, tolong hentikan untuk memikirkan Hua mei, Dia adalah gadis kaisar Nang Feng, tidak baik jika merendahkan tamu Ayahanda Gu Fang..' Hong Ying berkata sedikit menekankan kalimatnya.
Gu Liang tidak mempedulikan larangan Hong Ying, dia tetap hati akan lanjutkan rencananya. Dengan kekuasaan Ayahnya, dia bisa menekan seluruh orang di istananya.
Keesokan pagi, Terlihat Hua Long beserta rombongan duduk di halaman belakang istana, Di sampingnya ada juga putri Hong Ying. Mereka daritadi pagi bercakap cakap tentang pesta itu. Tiba-tiba muncul Pangeran Gu Liang beserta para anak raja lain.
Matanya tidak berkedip melihat Hua mei, dengan sikap arogan nya dia tersenyum dengan manis.
'' Putri Hua Mei, bisakah kamu pergi bersamaku melihat lihat seluruh istana ini ..? Kata Gu Liang sambil berdiri di depan mereka.
__ADS_1
Hua mei langsung salah tingkah, dia sangat terkejut melihat Pangeran itu, dia langsung melihat ke arah Ayahnya.
Hong Ying melihat itu berdiri dengan cepat, segera dia berada di antara Hua mei dan Gu Liang.
'' Pangeran Gu, tidak sopan kamu memanggil wanita yang tidak mengenalmu, lagi pula saya sudah ingatkan kamu..'' Sedikit keras suara Hong Ying.
Wajah Gu Liang membeku, merasa di rendahkan..
'' Diam lah Hong Ying, ini bukan urusanmu.., Bagaimana Hua mei..? Gu Liang tidak peduli larangan itu.
Hua Long, Bing cia dan Zhie sie telah merasa masalah besar akan datang, dengan gelisah mereka bingung hendak bagaimana. Ini di dalam istana, dan Pangeran kekaisaran menginginkan putri mereka.
'' Pangeran Gu Liang, Saya Hua Long, ayah dari Hua mei, Putri ku tidak bisa menerima ajakan kamu,karena dia merasa tidak enak badan..'' Ucap Hua Long mencoba meredakan situasi.
'' Kalian tahu saya adalah Pangeran disini, dan tidak ada yang berani menolak permintaanku...
''Pangeran Gu Liang, Saya yang akan melarangmu, Putri Hua Mei adalah wanita dari Kaisar Nang Feng..'Bentak Hong Ying sambil mengeluarkan aura menindasnya.
Tubuh Pangeran itu terdorong kebelakang, untung segera di tolong oleh para bawahannya dan tidak sampai terjatuh ke tanah.
'' Pletaaakk...
Pangeran itu terjengkang mencium tanah.
Para tamu yang berada di Aula istana yang merupakan kultivator, segera merasa energi besar terpancar keluar, Tanpa menunggu aba aba, semuanya melesat ke halaman belakang istana. Mereka terkejut melihat Pangeran Gu Liang bersimpuh sambil memegang lengannya.
Pada saat itu,datanglah Kaisar Hong Xi dengan Kaisar Gu Fang. Keduanya sangat terkejut melihat Gu Liang bersimpuh di tanah.
'' Apa terjadi disini..? Siapa yang telah berani menyerang Pangeran di dalam istana..? Gu Fang melotot marah menahan emosi.
'' Paman Kaisar, aku yang menyerang nya, karena dia tidak menghormati tamu kerajaan. Gu Liang hendak memaksa Nona Hua mei untuk jadi wanitanya..' Jawab Hong Ying dengan dingin.
Kaisar Gu Fang merasa di rendahkan, seluruh kultivator dari berbagai sekte menatapnya dengan mata melecehkan.
'' Hong Ying, hanya demi membela teman, sampai kamu melukai sepupu mu ..? Dan kenapa kalau Gu Liang ingin memiliki wanita itu..? Sebagai putra mahkota, dia bebas bertindak di kerajaan ini..'' Gu Fang sudah mulai emosi, dia tidak terima anaknya di tindas.
'' Paman Kaisar, Hua mei adalah milik Kaisar Nang Feng penguasa wilayah selatan, Justru aku ingin menyelamatkan nyawanya..'
__ADS_1
Gu Fang mendengar itu meledak emosinya, aura Saint tingkat 9 segera menenuhi halaman itu.
''Dengan nama Nang Feng kamu ingin menakut nakuti istana ini..? Aku akan memberimu hukuman Hong Ying..' Begitu selesai berkata, tangan Kaisar Gu Fang bergerak cepat menampar wajah ponakan nya. Tapi Bing cia bertindak cepat, sebelum tangan itu sampai di pipi Hong Ying, tendanganya Tiba-tiba datang menghalau tamparan itu.
Kaisar Gu Fang dengan murka menatap ke depan, Melihat Bing cia yang menahan tangannya.
''Bing cia, jangan turut campur , dia adalah ponakanku, dan aku harus memberinya pelajaran..' Teriak Gu Fang.
'' Aku mesti turun tangan, karena masalah ini datang dari putri kami Hua mei..' Bing cia berkata dengan tegas.
'' Jika orang luar berani ikut bicara, maka jangan salahkan aku akan ikut bersuara juga..'' Tiba-tiba Ketua sekte Awan Biru Li Han melesat dan berdiri di samping Kaisar Gu Fang.
Li Han adalah utusan dari wilayah Utara. Tapi meski begitu, dia masih memiliki kerabat dengan Gu Fang. Dan dengan sifatnya yang suka menjilat para penguasa, membuatnya tampil di tempat itu.
Li Han melirik ke Hua Long yang daritadi telah bersiap dengan Qi nya.
''Hua Long, Pangeran Gu Liang inginkan anakmu,bagaimana menurut kamu..'? Li Han bertanya dengan cemooh.
'' Seperti yang kalian dengarkan tadi, Putri ku adalah milik dari Kaisar Nang Feng, siapapun tidak boleh menyentuhnya..'' Hua Long dengan gagah mengeluarkan aura membunuhnya.
'' Coba kita lihat, apakah kamu bisa melarangku untuk menarik putri mu....,
Dengan gerakan sangat cepat, tubuh Li Han lenyap di depan mata. Namun Hua Long juga tidak ingin kecolongan, dia ikut lenyap dan berdiri di depan putrinya.
'' Baaammm...Duaaaarrr..
Bumi terasa bergoyang,Benturan Qi tingkat tinggi terjadi. Orang orang di sekitar halaman itu langsung melompat menjauh. Hua mei yang berada di belakang punggung Ayahnya terhempas dan mengeluarkan tetesan darah dari sudut bibirnya. Hua Long sendiripun terluka, sambil mendekap dadanya, dia terbatuk menahan sesak nafas.
Li Han tidak jauh beda, tangannya yang berbenturan dengan Hua Long terlihat memerah sampai ke lengannya. Dia meringis menahan sakit.
Di kejauhan, Nang feng yang melihat Putri Hua Mei terluka, merasa sangat marah, tanpa sadar, Qi nya meletup dan membakar pohon tempatnya sembunyi. Dengan sekali lesatan, Sinar merah melesat memasuki istana dan melaju menyambar tubuh Hua Mei.
Begitu dia mendarat di tanah, segera memasukkan Pil ke dalam mulut Hua mei.
Nang feng berdiri di tengah tengah mereka, Kaisar Gu Fang melihat ada penyusup, langsung memanggil para Panglima kerajaan. Dengan sekejap, Hua Long, Bing cia, Zhie sie Hua mei dan Nang Feng telah terkepung.
'' Penyusup sialan..,tangkap dia...'' Kaisar Gu Fang berteriak pada para panglimanya.
__ADS_1