KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
4. WILAYAH TENGAH.


__ADS_3

Akhirnya berangkat juga lah Nang Feng ke wilayah selatan,namun dia mengikuti rombongan pedagang keliling yang tujuannya hanya sampai di wilayah tengah. Rombongan paman Bao Hua terdiri dari 12 pengawal kultivator dengan tingkat yang bervariasi,dan yang paling rendah berada di ranah panglima. Hari itu Nang Feng ikut di dalam gerobak barang paling belakang,sementara paman Bao duduk bersama ketua pengawal yang tingkat kultivasi nya berada di Kaisar tahap 3. Paman Bao bertubuh tambun gendut,orang nya sangat periang dan suka sekali tertawa. Sepanjang perjalanan tiada hentinya suara kekehan paman Bao dari depan. Nang Feng yang duduk di gerobak belakang terkadang ikut tetawa kecil mendengarnya.


Matahari hampir berada di puncaknya,ketika rombongan mereka memasuki hutan lebat yang merupakan jalan pintas bagi para pedagang. Jalan itu belum ada 3 tahun di bentuknya, Terasa sangat sepi karena hutan tersebut masih banyak hewan monster yang sering berkeliaran.


Adapun pedagang atau pengembara lewat disitu,pastilah mereka yang tergesa gesa dan sedang di buru waktu. Rombongan pun berjalan dengan tenang sampai Tiba-tiba suara siulan nyaring terdengar memecah kesunyian hutan itu.


Puluhan sosok berpakaian serba hitam telah berdiri menghadang jalan rombongan itu. Kereta pun akhirnya berhenti dengan paksa.


''Tinggalkan semua barang barang yang ada di dalam kereta kemudian pergilah,atau kalian akan mati disini., Bentak salah satu orang berpakaian hitam yang sepertinya ketua gerombolan itu.


''Ternyata kalian gerombolan gagak hitam si perampok itu rupanya yak?.., Jawab Lu Yang ketua pengawal.


''Baguslah kalau kamu kenal kami., Sekarang cepat tinggalkan tempat ini sebelum kepala mu ku tebas semuanya.., Ketua gerombolan segera mencabut pedangnya.


Sebelum itu terjadi, seluruh pengawal yang daritadi bersiap segera melompat menghantam para perampok yang berjumlah sekitar 30 orang. Pertarungan sengit pun terjadi. Suara dentingan pedang beradu sangat nyaring memekakkan Telinga.


Lu Yang kini berhadapan dengan ketua gerombolan itu,dengan tangan bentuk cakar dia maju menerjang lawannya.


..Cakar seribu Rajawali


Lu Yang melompat mendorong tangan nya hendak merobek perut perampok itu,tapi dengan lincah nya,ketua rampok itu menhindari dan membalas serangan lu Yang.


Jual beli jurus pun tidak terhindarkan lagi, pekikan dan raungan silih berganti menambah angker suasana hutan itu. Nang Feng yang nengintip dari celah gerobak tampak ngeri melihat pertarungan itu. Sekian banyak tangan terpotong dan kepala terpenggal membuat Nang Feng sedikit mual seakan Terasa mau muntah, karena ini merupakan pengalaman pertamanya melihat pembunuhan secara langsung di arena pertarungan.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, suara dentingan pedang mulai sedikit surut,Menandakan sudah banyak korban yang terhabisi. Pelan pelan Nang Feng mengintip dari celah gerobak.Dia bisa bernafas lega karena melihat para gerombolan perampok itu berhasil di kalahkan oleh pengawal.Kini tinggal ketua rampok dan ketua pengawal yang bertarung,dan itupun sepertinya Lu Yang tidak lama lagi berhasil membunuhnya. Ketika ketua rampok mencari celah untuk melarikan diri, di situlah dia lengah dari musuhnya, Tangan ketua pengawal telah mendarat tepat di dada sebelah kanan nya. Tubuh rampok itu terhuyung huyung, namun sebelum berdiri dengan posisi yang sempurna, tangan cakar dari Lu Yang telah mendarat di kepalanya..


..Praakk..Deeeess


Kepala ketua rampok langsung pecah dan menghamburkan darah beserta isi otaknya. Tubuh itu langsung ambruk di tanah.


Paman Bao langsung melompat turun dari kereta setelah melihat pengawalnya berhasil mengalahkan rampok tersebut. Dia kemudian memeriksa seluruh pengawal yang terluka. Kemudian segera berlari ke belakang untuk memeriksa gerobak tempat Nang Feng berada.


''Hahaaa..., untung kamu masih hidup anak muda.., Paman bao tertawa sambil mengelus elus kepala Nang Feng.


Nang Feng hanya tersenyum kecut sambil menatap mayat gerombolan rampok itu.


Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan tenang, hanya sesekali muncul hewan monster tingkat rendah dan berhasil mereka usir dengan perlawanan yang tidak seberapa.


Nang Feng segera bangun dan melihat lihat pemandangan kota itu yang benar-benar luar biasa menurutnya. Karena Nang Feng seumur hidupnya baru keluar melihat kota, dia sungguh merasa takjub akan pemandangan itu. Tiba-tiba kereta pun berhenti, paman Bao mendekati Nang Feng kemudian mengelus rambutnya.


''Anak Feng..,cuma sampai disini saja saya bisa antar kamu,karena setelah tikungan ini,kita akan menempuh arah yang berbeda.., Kata paman Bao sambil senyum.


''Terima kasih paman Bao telah mengantarku sampai disini,selanjutnya saya akan segera mencari orang yang akan ke wilayah selatan..,Sambil membungkukkan badan Nang Feng memberi hormat.


''Baiklah Nak Feng.., kalau begitu saya akan lanjutkan perjalanan ke arah utara,dan semoga nak feng selalu berhati hati di jalan., Kata paman Bao sambil memeluk Nang feng.


Terasa ada tangan seseorang yang masuk ke dalam saku celana nya, tapi Nang Feng tidak hiraukan itu, karena paman Bao menepuk nepuk pundaknya sambil berjalan menjauh. Akhirnya Nang Feng pun berdiri sendiri di pinggir jalan yang ramai itu.

__ADS_1


Segera dia berjalan ke bawah pohon rindang untuk berteduh,Bungkusan di pundaknya yang berisi pakain gantinya dia biarkan tergantung di lehernya. Nang Feng berniat untuk mencari informasi, barang kali ada tumpangan berbaik hati untuk ke wilayah selatan.


Akhirnya dia memutuskan untuk bertanya pada pejalan kaki yang lewat di depan nya.


''Maaf tuan..,bolehkah saya bertanya tentang orang yang akan berangkat ke wilayah selatan?.., Tanya Nang Feng mencegat seseorang.


''Heee..., tahu kamu,kalau informasi itu sangat berharga, kalau kau punya sepuluh koin emas,sini, aku berikan informasi.., Kata orang itu menatap Nang Feng.


Nang Feng tertunduk lesu, sebenarnya ada uang bekal di kasih oleh Ayahnya, tapi hanya 30 koin emas, itupun 20 koin emasnya untuk biaya pendaftaran masuk sekte, sedang sisa 10 nya,dia simpan buat jaga jaga siapa tau dia Tiba-tiba butuh sesuatu atau uang makan nya.


Nang Feng kemudian berjalan ke samping sebuah toko, Sambil jalan gontai dia memasukkan kedua tangannya di saku celana.


Alangkah terkejutnya ketika tangannya menyentuh sesuatu benda dalam saku celana itu. Bergegas dia ke pinggir jalan lalu menarik keluar benda itu.


Ternyata buntelan kecil yang berisi koin emas sebanyak 100 koin. Nang Feng Tiba-tiba teringat paman Bao ketika memeluknya sebelum berpisah, Pasti dia lah yang memberi uang padaku.., Batin Nang Feng.


Karena hari menjelang malam..,Nang feng pun berniat untuk mencari penginapan sekalian tempat untuk mengisi perutnya. Penginapan Anggrek putih, di situlah Nang Feng segera masuk. Di ruang bawah memang untuk makan, dan di ruang atas untuk kamar menginap. Setelah pesan makan dan kamar,Nan feng pun membayar 3 koin emas untuk menginap semalam.


Tapi sebelum beranjak dari tempat makan nya, Tiba-tiba telinganya mendengar suara berisik di meja samping nya.


''Ooyy.., minum lah arak ini sepuasnya, karena besok kita akan berangkat ke wilayah selatan dan kemungkinan lama baru kembali lagi ke sini.., Kata seorang pedagang pada temannya.


''Iyya benar sekali tuan.., besok tengah hari kita akan kembali ke selatan..,timpal teman nya yang setengah mabuk.

__ADS_1


Nang Feng mendengar hal itu sangat bergembira, besok dia akan temui orang tersebut untuk minta tumpangan, Dia ragu minta sekarang, karena terlihat mereka sudah pada setengah mabuk. Akhirnya Nang feng naik istrahat di dalam kamarnya2.


__ADS_2