
Kaisar Meng wu hanya bisa menghindar kiri kanan mendapat serangan bertubi tubi dari Jing long, kekuatan fisik dari ular raksasa sangat kuat dan tangguh, bagai sebuah gulungan karet yang besar, serangan dari kaisar tidak mampu melukai kulitnya. Dia mampu bertahan sejauh ini karena kecepatannya . Tapi cepat atau lambat, gerakan kaisar akan melamban karena Energi Qi nya pasti akan terkuras. Di lain pihak, Jing long sendiri mendapat tekanan dari cahaya yang keluar dari tubuh kaisar Meng Wu, meski tidak berdampak pada kekuatannya, tapi setiap sinar tubuh kaisar mengenai matanya, Dia merasa kepalanya berdenyut kesakitan. Tapi kaisar Meng Wu tidak menyadari hal itu, dia lebih fokus untuk menghindar dari serangan bertubi tubi ular itu.
Nang feng yang merasa energi Zent Qi di tubuhnya mulai sembuh 80 persen, dia membuka mata menyaksikan pertarungan Jing long. Melihat kondisinya yang telah lama bertempur tapi tidak mendapat luka yang parah, Nang feng tersenyum sendiri pada Jing long. Dalam hatinya, kekuatan Jing long ini bisa dia andalkan untuk menghadapi tingkat Saint puncak 9. Seketika suara menggelegar di udara ketika kepala ular itu membentur serangan cahaya dari kaisar. Jing long terlihat menjauhkan matanya dari sinar itu, kemudian ekornya kembali menghantam tubuh kaisar Meng Wu. Ujung ekor ular itu sempat menggores pundak kaisar, yang membuat tubuhnya terserempet ke samping. Belum lagi dia mengumpulkan tenaga, semburan api dari mulut Jing long lansung mengurung tubuh kaisar. Tapi dengan sekejap, kaisar menghilang dan tepat di belakang kepala Jing long. Merasa bahaya mengancam dari belakang kepalanya, ular itu dengan lincah menukikkan leher ke bawah dan memutar badan. Serangan kaisar lewat hanya beberapa centi meter di dekat kepala Jing long. Namun tanpa dia sadari, ekor ular itu telah mengibas dengan sangat kencang.
''Bruuuaakkk...boomm...
Ekor Jing long menghantam telak punggung kaisar Meng Wu. Matanya terbeliak menahan sakit luar biasa, terasa tulang punggungnya patah di beberapa bagian. Ketika kaisar Meng Wu hendak berdiri, mulut Jing long telah berhasil menangkapnya. Dengan sekali gigitan, Tubuh kaisar Meng Wu tercabik di bagian paha. Badannya meluncur turun, belum sempat menyentuh tanah, api dari mulut Jing long menyemburnya dan langsung membakar sampai hanya menyisakan tulang belulang saja. Kaisar Meng Wu telah mati terpanggang oleh Jing long.
Suasana sangat sepi, Nang feng mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling, mencoba merasakan aura kehidupan manusia, tapi tidak ada dia temukan. Halaman depan istana ini benar-benar tidak ada manusia lagi. Nang Feng menyuruh Jing long kembali mengecil dan memasukkan kembali ke dalam cincin penyimpananya. Setelah itu, dia segera melesat menuju pusat istana .
Nang feng Tiba-tiba merasakan aura manusia, tapi aura yang tidak memiliki sedikit pun energi Qi. Aura manusia biasa. Nang feng melangkah ke arah deretan kamar permaisuri dan selir, ketika berhasil mendobrak pintu, terlihat ada 7 orang wanita cantik di dalam kamar itu.
''Mana permaisuri disini..? tanya Nang Feng.
Seorang wanita cantik berdiri dan sedikit melangkah ke depan Nang Feng.
'' Saya Nang Feng telah membunuh suamimu, apa yang akan kamu lakukan sekarang..?sambil menatap wanita itu.
Seketika 7 wanita itu bersorak dengan gembira. mereka saling berpelukan dan menangis haru. Raut wajah bahagia terpancar dari muka mereka.
__ADS_1
Nang feng terkejut melihat kejadian itu. Kaisar telah terbunuh, tapi permaisuri dan selirnya merasa sangat bahagia.
''Anak muda.., terima kasih karena telah membunuh kaisar Meng Wu. selama dia berkuasa , kami 7 orang ini hanya menjadi budak ...s dia, Ratusan wanita lain nya juga mengalami hal yang sama. Jika kaisar telah bosan dengan wanita itu , dia di masukkan dalam penjara dan di biarkan mati secara perlahan lahan...' Kata wanita permaisuri itu.
''Karena sekarang kaisar telah mati, maka kalian semua secepatnya keluar dari istana dan pulang kerumah orang tua masing-masing..' Suara Nang Feng sedikit meninggi.
Tanpa menunggu perintah selanjutnya, ke 7 wanita itu segera menghilang dari hadapan Nang Feng. Ternyata selama ini , Kaisar Meng Wu yang terkenal bijaksana, mempunyai keburukan tidak bisa di maafkan.
Nang feng teringat akan penjara di dalam istana, dia segera melangkah mencari keberadaan penjara itu. Di ujung lantai bagian belakang, terlihat tangga menuju ke ruangan bawah. Nang feng melesat ke arah tangga itu, kemudian dia menuruni dan menyusuri sebuah lorong. Nang feng mengeluarkan aura membunuhnya bersiap siap akan serangan Tiba-tiba, tapi sejauh ini,lorong yang hanya bercahaya dari obor sepanjang jalan aman saja. Nampak lorong itu bercabang dua, ke kiri dan ke kanan, sejenak Nang Feng berpikir, kemudian dia melangkah ke arah sebelah kanan. Tidak jauh dari cabang lorong itu, terlihat ruangan sangat lebar dan bercahaya terang. Nang feng terus berjalan dan mendapati jalan buntu. Lorong sudah sampai di ujungnya. Disitu dia tidak merasakan aura manusia sedikitpun, dia mengedarkan pandangan memeriksa seluruh ruangan tersebut. Nang Feng melihat sebuah Tongkat besi yang tertancap di tembok, Segera dia menekan tongkat itu.
Ruangan bergetar sedikit ketika tembok di depannya terangkat naik , dan di balik tembok itu, berkilauan emas,permata, dan koin emas. Nang feng menemukan ruang harta Kaisar Meng wu. Tanpa membuang waktu, dia memasukkan seluruh harta yang sangat banyak itu ke cincin penyimpananya. Setelah tidak adalagi yang tersisa, Nang feng kemudian melompat keluar dari ruang harta itu.
Kemudian kembali ke lorong bercabang tadi, kini dia menyusuri sebelah kiri, baru melangkah beberapa meter, Nang feng merasakan Aura manusia sangat banyak di ujung ruangan. Terlihat ada beberapa ruangan yang berjeruji besi. Dari kegelapan, Nang feng dapat melihat seluruh penghuni penjara itu isinya wanita semua. Dan ruangan yang sangat besar, di situlah para tetua dan murid sekte Bunga Es berada. Di samping kiri kanannya, penjara itu berisi puluhan wanita juga.
''Nang feng....
Tubuh tetua ke tiga zhie sie terlonjak ke belakang, hanya dia yang sangat mengenali wajah tampan rupawan itu. Seketika, Bing cia dan seluruh yang ada di ruangan itu mengeluarkan aura membunuhnya. Namun Nang Feng hanya berdiri tegak memandang jeruji besi tersebut.
'' Saya Nang Feng.. telah membunuh kaisar Meng Wu, dan akan melepaskan kalian semua yang ada di ruangan ini..' Kata Nang feng dengan tenang dan suara lembut.
__ADS_1
Semua orang di ruangan itu terbelalak kaget, Mendengar jika Kaisar telah terbunuh. Seakan akan tidak percaya dengan ucapan tadi.
Bing cia yang mendengar itu, segera maju ke depan..
''Anak muda..,Betulkah kaisar Meng telah terbunuh..? Bing cia menatap tidak percaya.
''Betul sekali.., Saya bersama rekan ku telah menghancurkan istana ini. Dan aku akan membebaskan kalian semua atas permintaan dari seorang murid anda di luar istana..' Kata Nang feng lagi
Ruangan Itu menjadi riuh ..,suara suara bahagia terdengar di seluruh ruangan. Dengan tatapan penuh kagum, semua mata wanita tua muda mengarah ke Nang Feng. Bing cia melongoh melihat wajah asli pemud itu, dia sungguh tidak menduga kalau Nang Feng masih sangat muda dan tampan.
''Ketua Bing cia..,Saya akan membebaskan kalian semua jika sekte Bunga Es membuat pernyataan tertulis permintaan maaf kepada saya. Dan menyebarkan seluruh permintaan maaf tertulis itu seperti kamu menyebarkan poster wajahku dan Yue Ling. .' Nang Feng mengeluarkan aura membunuhnya dan mengintimidasi Seluruh wanita yang ada dalam penjara itu.
''Baik anak muda.., kami semua akan melakukan seperti yang anda minta, dan saya Bing cia sebagai ketua sekte Bunga Es, mewakili seluruh tetua dan murid,meminta maaf kepada anda..'' Bing cia membungkukkan badannya di ikuti oleh seluruh orang di belakangnya.
''Baiklah Kalau begitu, sekarang kalian mundur merapat di tembok belakang, karena penjara ini di lapisi oleh Array pelindung yang bisa menahan kultivator Saint, saya akan coba menghancurkannya...
Setelah para wanita itu mundur, Nang feng segera menarik Pedang Dewa Gun Luo, dan dengan cepat menebas jeruji di depannya .
'Blaaaaaamm....
__ADS_1
Array itu langsung meledak yang membuat jeruji besi itu hancur bersama tembok yang menahan nya. Gumpalan asap menyelimuti ruangan itu terlihat semakin menipis dan menghilang. Pintu penjara itu hancur berantakan.
Setelah semua bebas, Nang feng memimpin para wanita itu menuju aula tempat singgasana kaisar. Dengan santai, Nang feng duduk di Singgasana itu.