KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
51. KEANEHAN.


__ADS_3

Mereka bertiga tiba di pinggir kolam Air Rembulan, Jing long dengan penuh semangat menatap tanpa berkedip. Nang feng dan Qilling api kini berdiri di sampingnya sambil mencari cari Putri Hong Ying.


Terlihat putri itu di pinggir sisi kolam seberang, tubuhnya perlahan di selimuti oleh cahaya putih terang benderang, wajahnya sangat cantik dan cerah. Aura Agung memenuhi ruangan itu. Qilling api segera melayang membawa pakaian putri dan memakaikanya.


Dengan rambut masih basah, kecantikan Hong Ying sungguh luar biasa. Nang feng sangat antusias melihat wajah indah itu.


Hatinya perlahan merasakan sesuatu yang hangat.


Putri Hong Ying duduk berkultivasi, mengatur tenaga yang Qi yang baru memasuki Dantiannya. Dengan perlahan badannya terangkat dari atas tanah,melayang dengan posisi masih bermeditasi. Tiba-tiba terdengar suara dentuman beruntun dari dalam tubuhnya.


Tiga kali berturut turut tubuh Hong Ying bergetar dan meluapkan energi yang sangat besar, bahkan Nang Feng dan Jing long seolah tertekan merasakan aura kekuatan itu.


tingkat Saint 3, Putri Hong Ying berhasil dengan bantuan Air rembulan Suci.


Nang feng segera menyadari sesuatu, petir kesengsaraan Hong Ying akan segera tiba. Tidak mungkin itu akan di lakukan di dalam Goa ini. Dia menatap Qilling api.


'' Tenanglah tuan, petir kesengsaraan putri akan datang ketika sore hari nanti, kita masih punya kesempatan untuk mencarikan tempat..'' Qilling api menenangkan Nang Feng.


Sementara itu, Jing long mulai mengecilkan tubuhnya, kini ukurannya sama dengan ular biasa. Dari tadi dia sangat bahagia melihat kolam ini. Nang feng pun sangat penasaran.


'' Jing long, ada apa dengan kolam itu? bagaimana kamu bisa tahu kalau itu Air rembulan Suci..?


'' Tuan muda, dahulu kala, Dewa Gun Long juga memiliki kolam seperti ini, dan saya terlahir berkat bantuan dari Air ini..'' Jawab Jing long.


Qilling api tiba tiba gemetaran mendengar nama Dewa Gun Long di sebut. Nama seorang dewa yang sangat di kagumi oleh Ayahnya dahulu. Dengan rasa penasaran, dia memberanikan diri bertanya.


'' Tuan ular, Apakah kamu memiliki hubungan dengan Dewa agung itu..? Qilling api bertanya hati hati karena takut menyinggung Jing long.


'' Iyya, dahulu saya adalah pelayan dan pengikutnya, sampai akhir hidupku akan selalu setia pada Dewa Gun Long..'' Jing long sedikit membungkuk pada Nang Feng.


'' Oh, kalau begitu,terima lah hormat saya tuan Jing long, Leluhur kami Qilling api dahulu adalah hamba dari sang Dewa Gun Long, dan akan setia sampai kami mati..'' Qilling api berlutut .


'' Yang seharusnya kamu sembah adalah tuan Nang Feng, karena dia adalah penerus dan titisan langsung dari tuan kita, Darah Suci Dewa Gun Long mengalir di dalam tubuhnya..'' Jing long menjelaskan.


Qilling api terperangah, ternyata Nang Feng adalah pewaris dari tuan nya terdahulu, segera dia bersujud takzim di tanah.


'' Yang Mulia tuan Nang Feng, saya sungguh tidak tahu jika anda adalah titisan beliau, hamba bersiap di hukum atas kebodohan saya ini...'' Qilling api bergetar pucat.


'' Sudahlah, dan sekarang kamu bangkit mengurus Putri Hong Ying yang akan melalui petir kesengsaraan, carikan dia tempat yang cocok..'' perintah Nang Feng.


Qilling api segera bangkit dan melesat keluar Goa untuk mencari tempat, sementara itu Jing long berbicara pada Nang Feng.

__ADS_1


'' Tuan, ijinkan saya membawa air suci, ini akan sangat berguna di Alam Dewa jika tuan hendak meningkatkan kultivasi..'' Jing long menatap Nang Feng.


'' Jing long, dengan cara bagaimana kamu bisa membawanya ?Air itu membutuhkan wadah yang luas untuk menampungnya..


Tanpa menunggu jawaban selanjutnya, Tiba-tiba Jing long segera membesarkan diri. Tubuhnya kembali menggunung memenuhi Goa itu, kemudian dengan cepat, dia meminum air dalam kolam itu.


Nang feng hanya menatap takjub, melihat ular raksasa itu mengisap seluruh air , tidak lama kemudian, kolam itu langsung mengering, semua air telah masuk ke dalam perut Jing long.


'' Nah semua telah selesai tuan jika nanti kita telah berada di Alam Dewa, air bisa kita keluarkan untuk di serap tenaganya, sangat bagus bagi para kultivator..'' Jing long berkata dengan puas. Kemudian dia kembali masuk ke dalam cincin penyimpanan Nang Feng.


Nang feng setelah diam mencerna ucapan Jing long tadi, segera mendekati putri Hong Ying. Sedikit perasaan aneh baginya melihat peningkatan tenaga putri itu.


Terlihat Hong Ying selesai mengatur pondasi Qi nya, tubuhnya mengeluarkan aura kegelapan. Dan sesekali asap warna hitam keluar dari badannya. Nang feng sedikit bergidik melihat aura kejam itu.


'' Putri, saat ini kultivasi mu telah berada di tingkat Saint 3, dan tidak lama lagi, kamu akan menghadapi petir sengsara, tapi sebelum itu, saya minta kamu mencoba tenaga Qi yang meluap dalam tubuhmu, untuk perbandingan jika telah melewati hukuman petir..'' Nang Feng mengalirkan Zent Qi ke luar untuk mengetes Hong Ying.


Suasana dalam goa itu sangat mencekam, dua aura Saint bertabrakan saling berusaha menekan salah satunya. putri Hong Ying mengeluarkan seluruh Qi nya untuk bertahan.


Aura warna hitam meledak berusaha menekan Zent Qi dari Nang Feng.


Sekejap Nang Feng melotot, merasakan serangan Qi dari Hong Ying, Tenaga putri itu sangat kuat, dalam hati Nang Feng, jika putri ini nanti telah berada di Saint tingkat puncak, kekuatannya akan sangat luar biasa.


Karena takut melukai Hong Ying Nang Feng hanya mengeluarkan 30 persen saja Qi nya. Dia sudah merasakan aura dan tenaga putri itu. Nang feng bisa menebak, jika setelah petir sengsara di lewati, maka tenaga putri Hong Ying akan mampu membunuh kultivator 2 tingkat di atasnya.


'' Qilling api, mulai hari ini,kamu ikutlah sama putri Hong Ying, sekarang dia adalah tuan mu,dan kamu harus setia sampai mati, lindungi keselamatan dia..'' Kata Nang feng dengan tegas.


Qilling api pun segera membungkuk di depan Hong Ying.


'' Hamba siap mengabdi pada tuan Putri Hong Ying...


Setelah semua selesai, mereka bertiga keluar dari dalam goa itu. Qilling api segera berbalik, dengan mengangkat sebelah tangannya, dia menghimpun tenaga.


'' Blaaaaarrrr....


Dinding goa hancur meluruh ke bawah terkena pukulan. Batu batu besar segera berkumpul dan menutupi pintu masuk goa itu. Ternyata Qilling api ingin menghilangkan jejak tempat tinggalnya. Setelah itu, mereka melesat pergi.


Tiga cahaya melesat dengan cepat ke arah sebuah puncak gunung, warna kuning, putih dan warna kehitaman segera mendarat di tanah. Nang feng, Hong Ying dan Qilling api kini berdiri di sebuah batu yang datar dan luas.


Alam pun mulai memperlihatkan amarah nya. Angin kencang bertiup menerpa mereka.


'' Putri Hong Ying, kami akan meninggalkan mu di sini, bersiaplah akan petir kesengsaraan..'' Nang Feng beserta Qilling api meninggalkan Hong Ying sendiri.

__ADS_1


Di langit awan hitam telah menggumpal, angin ****** beliung datang melabrak apa saja di sekitar tempat itu. Hong Ying duduk dengan kultivasi penuh sambil memejamkan matanya.


' DUUUAARR...DUUUAARR...


Petir dengan cahaya putih sekejap menyambar tubuhnya. Dua kali berturut turut membuat Hong Ying bergetar hebat, asap hitam keluar dari seluruh badannya.


' BLAAARRR...


Petir selanjutnya datang silih berganti, pergantian warna petir itu membuat Qilling api dan Nang Feng takjub, entah sudah berapa kali petir ganti warna, tapi belum juga nampak tanda tanda akan berhenti. Ini sebuah ke ajaiban di dunia Kultivator, di mana biasanya mereka hanya bisa mendapat petir dengan tiga warna berbeda.


Lain halnya dengan peristiwa petir sengsara Nang Feng, karena petir Nang Feng Warna kuning emas, dan itu hanya berlaku bagi para dewa.


Sementara ini, petir dari Putri Hong Ying, selalu berubah ubah warna dan telah terjadi sekian lama. Membuat Qilling api terlihat cemas melihat tuan baru nya itu.


'' Qilling api, tenanglah, Hong Ying akan baik-baik saja, petir ini terjadi karena dia dapat tenaga dari Air Rembulan Suci..'' Nang Feng berusaha menenangkan.


Hutan lebat di bawah gunung tempat Hong Ying telah hilang, kini berganti dengan tanah gersang dan pijaran api. Petir telah meluluh lantakkan semua yang ada di sekitar itu.


Tubuh Hong Ying terkapar di tanah, bola matanya kini telah berubah menjadi biru, warna rambutnya pun kini menjadi berubah, dari hitam sekarang jadi warna keemasan. Terlihat petir besar akan menerpa lagi. perlahan Hong Ying merangkak dan berusaha duduk. Namun belum sempat semua itu dia lakukan, Petir warna hitam telah berkiblat ke arahnya.


' Duuuaaaarrr...


Tiga kali berturut turut menyambar, tubuh Hong Ying pun terpental tanpa sehelai pakaian di badan. Petir telah menghanguskan seluruh bajunya, tubuhnya polos tanpa sehelai benang. Sambaran kilat yang terakhir itu membuat Hong Ying terlempar jauh dari puncak gunung.


Perlahan langit mulai tenang, angin dan awan hitam kini mulai menjauh, menandakan hukuman petir kesengsaraan telah berakhir.


Dengan wajah gusar, Qilling api segera melesat ke arah tuanya. Dia sangat cemas melihat fenomena yang terjadi. Begitu dia tiba di depan Hong Ying, segera Qilling mengeluarkan beberapa pakaian, membungkus seluruh badan tuan putrinya.


Qilling api memeriksa setiap jengkal tubuh Hong Ying, benar benar dia sangat takut akan ada sesuatu terjadi.


Nang feng tiba di tempat itu, dengan tatapan bangga dia tertawa kecil melihat kelakuan Qilling itu.


'' Qilling, Hong Ying tidak apa-apa, justru kini tenaga dan Qi nya telah mengalami peningkatan yang luar biasa..' Nang Feng menghibur.


Putri Hong Ying, begitu mendengar suara Nang Feng, Tanpa ragu ragu lagi, dia langsung berlari dan memeluk tubuh Nang Feng, pelukan yang sangat erat membuatnya susah bernafas, Nang feng hanya membalas dan mengusap rambutnya.


'' Selamat Hong Ying, sekarang kamu sudah berhasil berada di tingkat Saint 3, di mana kamu masih sangat belia dan umur mu baru 18 tahun. Ini akan sangat mengejutkan jika di dengar oleh kultivator lain..'' Kata Nang feng.


Putri Hong Ying segera merapikan pakaiannya, setelah di jelaskan oleh Nang Feng tentang Qilling api yang jadi pengikutnya, dia pun segera memasukkan nya ke dalam cincin penyimpananya.


'' Putri, Ambillah pedang ini, Pedang milik dari ayah Qilling api. Kurasa sangat pantas jika kamu yang memakainya ..'' Nang Feng menyodorkan pedang itu.

__ADS_1


'' Terima kasih Tuan, Anda telah berbuat baik yang sangat banyak padaku, hanya jiwa raga ku yang bisa membalasnya..' Ucap Hong Ying dengan malu malu.


Nang feng hanya tersenyum mendengarnya. Setelah semua beres, akhirnya mereka segera meninggalkan tempat itu.


__ADS_2