
Pagi pagi sekali, Nang feng telah keluar dari penginapan, dia bergegas mencari keberadaan orang semalam yang akan berangkat hari ini. Dia pun berjalan mondar mandir keluar masuk lorong mencari ke segala penjuru, dan akhirnya dia berhasil menemukan orang tersebut.
''Paman.., bolehkah saya ikut bersama anda ke wilayah selatan?.., Tanya Nang Feng penuh hormat.
Orang separuh baya itu menatap Nang Feng mulai dari ujung kaki sampai di kepalanya.
''Bocah..,darimana kamu tahu kalau kami akan ke selatan?.., Tanya orang penuh curiga.
''Maaf paman..,semalam di ruang makan penginapan, saya mendengar anda berteriak pada temannya, bahwa besok kalian akan ke wilayah selatan.., Balas Nang Feng penuh takzim.
Orang itu terus menatap wajah Nang feng.., kemudian dia tertawa...
''Hahahaha..., pasti kamu akan mendaftar di sekte teratai putih kan??.., Sambil tertawa orang itu kembali mengangkat barang naik ke gerobak.
''Benar sekali paman.., Saya ke selatan memang hendak mendaftar di sekte teratai putih itu..., Jawab Nang Feng dengan cepat.
''Hmm.., baiklah,kamu boleh ikut,tapi hanya di gerobak ini yak?, karena yang lainya akan penuh dengan barang.., Kata paman itu sambil tersenyum.
''Terimah kasih banyak paman.., dan saya akan membantu mengangkat semua barang barang ini ke gerobak.., dengan lincah Nang Feng segera berlari membantu paman tersebut.
Tepat tengah hari,berangkat lah rombongan Nang Feng ke selatan, alangkah gembira hatinya ketika dia merasa perjalanan ke wilayah selatan berjalan dengan sukses tanpa hambatan. Nang Feng pun membuka roti yang di belinya sebelum mereka berangkat. Paman itu bernama Liang tsu, mereka merupakan pengawal tuan Kota Cermin yang ada di sana,dimana kota Cermin sendiri tempat berdirinya sekte teratai putih. Begitu penjelasan Luang tsu padanya.
Rombongan itu terdiri dari 8 kultivator tingkat raja dan 2 orang termasuk Liang tsu berada di tingkat Kaisar pemula.Dengan kesepuluh orang itu, mereka telah menjelajah seluruh benua bawah, Jadi mereka pun terus berjalan dengan santai nya.
Ketika menjelang malam, merekapun berhenti untuk istrahat sambil mengisi perut sebelum melanjutkan lagi perjalannya. Nang Feng pun ikut turun karena hendak mengisi tempat air minum nya.
''Nang Feng..., Di depan sana itu hutan Raja Siluman,tapi kita tidak lewat dsitu, kita hanya lewat pinggirnya saja lalu memutar, karena belum ada jalan dan belum pernah ada manusia yang masuk je hutan tersebut.., Kata Liang tsu menjelaskan.
''Kenapa di sebut hutan Raja siluman paman Liang?.., Tanya Nang Feng.
__ADS_1
''Di sebut begitu karena konon dahulu, ada beberapa kultivator tingkat tinggi mencoba memasuki hutan itu,tapi sampai sekarang tidak kunjung kembali,mereka hilang seperti tertelan siluman.., Paman Liang tsu menjelaskan dengan seksama.
Nang Feng pun seperti bergidik ngeri membayangkan di telan siluman.
Setelah mereka istrahat secukupnya, bergegaslah untuk melanjutkan perjalanannya, namun Tiba-tiba....
...Booommm....
Tanah sedikit bergetar dan kuda kuda pun meringkik dengan keras.
''Ada serangaaannn....
Teriak Liang tsu sambil melompat bersalto di udara menghindari cahaya kuning yang melesat ke arahnya.
Lima orang dengan kecepatan tinggi langsung menerjang rombongan itu, Mereka pun di sambut dengan pukulan dan tangkisan ..
..Duaarrrtt...,duaarrt..
Kuda itu meringkik panik sambil mengangkat ke dua kaki depan nya,kemudian berlari kalang kabut entah kemana sambil membawa gerobak yg di dalamnya ada Nang Feng.
Kuda yang panik itu berlari terus mendengar suara dentuman pukulan tenaga mereka yang bertarung, Sedangkan Nang Feng yang di dalam gerobak hanya bisa berpegang erat supaya tidak terpelanting jatuh dari gerobak itu.
Sayup sayup suara pertarungan itu tidak terdengar lagi,tapi kuda itu terus saja berlari di kegelapan malam, dan entah sudah berapa lama Nang Feng di dalam gerobak yang masih melaju kencang itu..,namun...
..Braaakkk...,
Tubuh Nang feng terlontar ke udara melayang menabrak ranting dan dahan pohon lalu meluncur deras membentur sebuah pohon yang besar, belum sempat mengumpulkan kesadaran nya, Nang feng kembali meluncur menghantam tanah yang membuat dirinya jatuh pingsan.
Di tengah hutan belantara, terlihat tubuh kecil perlahan bergerak, Nang feng yang semalam jatuh pingsan akibat kuda yang membawa gerobak itu menabrak bongkahan batu yang membuat tubuhnya terpental dan menabrak pohon.
__ADS_1
Perlahan lahan Nang Feng bergerak dan merasakan sekujur tubuhnya terasa sakit, dia mencoba untuk duduk sambil memeriksa seluruh bagian tubuhnya. Setelah dengan teliti memeriksa ternyata tidak ada tulang yang patah,hanya seluruh badan mulai dari kepala sampai kaki terasa memar dan lebam dan itu sangat menyiksa nya.
Setelah beberapa lama duduk,Nang feng mencoba untuk berdiri, dengan berpegangan pada batang pohon,dia berusaha pelan pelan untuk bangkit. Dia mengedarkan pandangan matanya ke seluruh penjuru hutan,tapi dia tidak melihat apapun selain pohon dan semak liar. Nang Feng mencoba mencari kuda yang menariknya semalam, tapi semua telah lenyap dan tinggal dia sendirian di tengah hutan rimba ini.
Nang Feng kini kembali terduduk bersandar di pepohonan, sekarang ini dia sudah pasrah akan kondisinya, Dia teringat akan ayah dan ibunya di kampung, akan kah mereka akan bertemu lagi? dan apakah dia akan selamat sendirian di hutan ini? begitu batin Nang feng berkecamuk. Sekarang ini dia sangat haus,tempat air minum nya pun hilang entah kemana, dengan memaksakan diri, dia terus berusaha mencari sumber air.
Beruntung lah tidak jauh dari tempatnya terdapat tebing batu yang meneteskan air. Dengan cepat Nang Feng menyeret badan nya ke arah air itu dan minum sepuasnya.
Setelah minum,dia pun kini terkulai lemas memikirkan nasibnya yang malang ini,sudah jauh dari keluarga, tersesat pula. Akhirnya tanpa sadar dia pun tertidur.
Entah berapa lama, Nang feng tertidur, kini dia terbangun dengan wajah yang sedikit cerah. Rasa sakit di sebagian tubuhnya telah mulai berkurang, dan itu sudah bisa membuat agak sedikit bebas gerakan nya. Kini perutnya terasa melilit minta di isi, sudah 2 hari dia pingsan dan hanya minum air saja. Pelan pelan dia berusaha tenang dan mencoba untuk bertahan hidup di hutan ini. Dia pun kini duduk tenang sambil mengatur nafas sesuai dengan ajaran ayah nya dulu. Proses itu dia lakukan untuk beberapa saat, dan akhirnya dia pun menyadari sesuatu hal yang terasa ganjil.
Burung..., Di tengah hutan lebat begini tidak ada suara burung?..,Apakah hutan ini tidak berpenghuni sama sekali?Bahkan suara serangga tanah pun tidak ada samasekali.., Bukankah hutan ini sangat tidak lazim?.., Batin Nang feng.
Dia pun mulai bangkit, perlahan lahan Nang Feng menyeret badan nya untuk mencari jalan keluar,dia tidak mau mati di tengah hutan yang sunyi ini. Dia berjalan ke arah di mana semak semak agak mudah di lewati,tanpa arah dan tujuan, yang penting dia bisa keluar dari tengah hutan ini.
Padahal tanpa dia sadari, bukan nya ke arah keluar, Justru arah yang di tempuh Nang Feng sekarang malah masuk ke dalam inti hutan itu.
Lama sudah dia berjalan,tapi Nang Feng tidak bisa menemukan jalan keluar ,malah semakin lama hutan ini semakin lebat, bahkan cahaya matahari hanya sesekali nampak karena lebatnya pepohonan.
Lamat lamat Nang feng mendengar suara gemuruh air di kejauhan,kemudian dia mempercepat langkahnya mencari suara tersebut. Akhirnya dia melihat air terjun. Di sekeliling air terjun itu,terdapat banyak sekali buah buahan yang sangat lezat, Nang feng dengan penuh rasa bahagia mendekati makanan itu. Rasa laparnya akhirnya terobati juga.
Buah yang seperti apel, Anggur, labu, buah persik sangat banyak tergantung di sekitar air terjun. Dengan lahapnya Nang Feng mengunyah buah tersebut.
Setelah makan buah apel, dia bermaksud untuk meraih buah anggur itu.., tapi dia merasa ada perasaan aneh di sekujur tubuhnya. Perlahan lahan rasa panas menjalari semua bagian dalam tubuhnya ,Nang feng mencoba menahan panas itu,tapi semakin menjadi, tubuhnya terasa terbakar, darahnya seperti mendidih. Dia pun berteriak sekuat kuatnya untuk melawan sakit itu , Dengan penuh penderitaan dia menyeret tubuhnya masuk ke dalam kolam air terjun itu. Perlahan panas dalam tubuhnya mulai berangsur hilang, kini perasaan dingin mulai menetralkan panas tersebut. Kini Nang Feng mulai membuka ke dua matanya, tetapi belum sempat melihat apapun, rasa dingin itu sangat menusuk seolah membekukan seluruh organ dalamnya. Nang Feng kini membiru dengan di selimuti kabut tipis yang keluar dari dalam tubuhnya, Dingin yang teramat sangat membuat nya tidak bisa mengeluarkan jeritan atau teriakan, semua sakit yang tiada tara itu,di rasakan Nang Feng bersama badannya yang membeku. Tiba-tiba kabut tipis yang keluar dari badannya menghilang, muka yang tadi membiru kini pelan pelan mulai normal lagi, dan di permukaan air, terlihat sudah ada pergerakan dari Nang Feng. Akhirnya dia masih hidup dan mulai segar kembali. Perlahan dia mulai menepi dan duduk di atas batu yang besar di pinggir sungai sambil menatap ke arah buah buahan itu.
Buah itu sangat beracun.., untung aku masih hidup, hampir saja aku mati karena buah itu.
Tanpa sadar,sebenarnya buah yang mirip apel itu adalah buah apel surgawi yang sangat langka di seluruh alam semesta. Bahkan para Dewa pun akan berebutan jika tahu akan keberadaan buah apel surgawi. Para Kultivator tingkat teringgipun masih akan berebut untuk mendapat kan apel surgawi. Buah yang sangat aneh yang bisa membuat menaikkan 3 tingkatan kultivasi hanya dalam sekali terobosan.
__ADS_1
Dan tanpa sadar ,Nang feng telah memakan apel surgawi yang di kiranya buah beracun.