KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
16. HERBAL .


__ADS_3

Nang feng dengan konsentrasi penuh memusatkan aliran Qi ke kepalanya tinju nya, sudah 4 kali dia gagal dalam membentuk pil dasar. Kali ini dia tidak ingin gagal lagi. Nang Feng mencoba membuat pil untuk dirinya sendiri. Pil untuk mempercepat penyembuhan Qi yang terkuras. Mengingat semua tehnik yang dia miliki, memakai Qi dalam jumlah banyak, maka dia mempersiapkan obat untuk penyembuhan dengan cepat. Dia berjaga jaga siapa tahu ke depannya bertemu musuh yang sangat kuat dan memaksa nya untuk memakai Zen Qi. Pelan pelan dia mengatur aliran panas sesuai suhu yang di butuhkan. Terlihat genggaman tangan nya merah membara dan mengeluarkan asap putih tipis ke udara. Setelah sekian waktu yang tidak terlalu lama, Genggaman tangan yang membara itu sedikit demi sedikit mulai pudar dan kembali normal. Asap putih pun berhenti mengepul ke udara. Nang Feng membuka telapak tangan.


'Berhasil..'


Nampak sebutir pil dengan warna susu di telapak tangannya. Bau harum obat terasa semerbak langsung menusuk hidung. Mata Nang Feng berbinar binar. Melihat komposisinya, pil ini adalah obat untuk mempercepat penyembuhan akibat Qi terkuras banyak. Jadi jika Qi terkuras,maka tidak perlu kultivasi untuk menyerap energi yang membutuhkan waktu lama. Cukup konsumsi pil ini saja. Sebenarnya pil ini banyak yang memilikinya, tapi karena harganya yang cukup mahal, maka hanya sekte sekte besar atau keluarga bangsawan Raja yang mampu menyimpan nya. Pil di tangan Nang feng sekarang adalah pil tingkat 4, yang termasuk kategori menengah. Adapun tingkatan pil di dunia ini adalah..


- 1 sampai 3 [ Rendah ]


- 4 sampai 6 [ Tengah ]


- 7 sampai 9 [ Tinggi ]


Alkhemist yang membuat pil Rendah berada di tingkat Raja.


Alkhemist yang mampu membuat pil Tengah berada di sebut tingkat Langit.


Dan yang mampu membuat pil Tinggi di sebut pada level tingkat Dewa.


Nang Feng tidak tahu samasekali akan susunan dan predikat para kultivator atau Alkhemist. Yang dia tahu hanya kekuatan dan kemampuan. Jika kuat,maka tidak akan di tindas. Dan jika mampu,maka tidak akan di hina. Itulah yang ada di otaknya.


Semakin hari,Nang feng semakin ahli dan lancar membuat pil, bahkan kini pil tingkat 6 telah berhasil dia ciptakan. Sudah ada ratusan pil berbagai tingkat di dalam cincin semesta nya. Sebenarnya Nang Feng mampu membuat pil tingkat 7 ke atas, Tapi karena herbal yang tidak mendukung ,maka hanya sampai batas itu saja yang ada sekarang. Yang penting telah bisa menciptakan pil sesuai dengan petunjuk dari kitab Dewa Gun Luo.


Hari ini, dengan wajah cerah, Nang feng kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari jalan keluar dari hutan Siluman. Sangat luas memang hutan ini, berbatasan dengan wilayah selatan, wilayah Barat dan wilayah Tengah. Sedangkan untuk mencapai masing-masing wilayah itu, kultivator tingkat Saint akan membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mencapainya. Maka luas hutan Siluman pun sekitar berjarak begitu untuk Mencapai pinggiranya.


Sesekali Nang Feng terbang ke udara untuk melihat ke depan, dia berharap bisa melihat kota atau perkampungan, Tapi sampai hari ini, yang nampak hanya hamparan pepohonan yang sangat tebal. Dia memperkirakan kalau masih ada di pusat kedalaman hutan Siluman.


Tiba-tiba Nang Feng merasakan pancaran energi yang belum pernah dia rasakan selama ini. Energi ini sangat nyaman dan dingin, Terasa lembut tapi sangat menekan. Nang Feng segera memasang Persepsi nya. Dengan perlahan dia terbang sambil mata nya mengawasi sekeliling.


Satu jam kemudian, energi aneh itu semakin kuat dan pekat. Nang Feng merasa bahwa pusat dari energi itu telah dekat dari tempatnya sekarang. Dengan waspada Nang Feng mengeluarkan pedang Dewa dari cincin penyimpananya. Perasaan Nang Feng tidak tenang, Se olah olah ada yang mengintai kehadirannya.


Mata Nang Feng terbelalak, 20 meter di hadapanya, di atas sebuah batu besar, terlihat sebuah tanaman bersinar warna biru pekat. Energi itu berasal dari sana.


'Bunga Lotus..'


Nang Feng dapat melihat Bunga lotus itu, tapi dia tidak tahu manfaat dan kegunaan nya. Dia mendekat hanya karena tertarik akan energi nya.


Dan Nang Feng tidak tahu,setiap tanaman aneh,pasti ada penjaganya.


Ketika dia berjarak hanya sekitar sepuluh meter lagi, Angin Tiba-tiba mencicit menerpa tubuhnya. Nang Feng yang telah bersiap dari tadi langsung mengibaskan pedang nya ke arah cicitan angin tersebut.


'Plaanggg...


Tebasan pedang Dewa mengenai ranting kering yang seolah mengeras seperti baja. Belum sempat dia berpikir, Se sosok ular warna biru yang berukuran raksasa telah menatap nya.


''Sudah ribuan tahun.., aku tidak pernah melihat kehadiran manusia di sini.., Tiba-tiba terdengar suara parau yang berat.


Alangkah terkejutnya Nang Feng, Baru kali ini dia mendengar ada binatang yang berbicara seperti manusia. Dia hanya bisa melongo dan menatap takjub.


''A''Apakah kamu yang berbicara..? tanya Nang Feng dengan mata berbinar menatap ular tersebut.


''Manusia bodoh.., siapa lagi kalau bukan aku..? Memang nya disini ada makhluk lain..? Ular raksasa itu mendengus kesal melihat Nang Feng.

__ADS_1


''Ooh.., Saya baru pertama kali melihat ular bisa berbicara bahasa manusia.., Balas Nang Feng sedikit gugup.


''Apa kamu bilang,? ular? kau pikir saya seperti ular yang bodoh itu..? Mata merah mencorong keluar dari Ular raksasa itu.


''Saya mesti bagaimana lagi..? Dengan sebutan apa saya harus memanggilmu ular besar..,? Nang feng terus bertanya dengan perasaan waspada.


''Sialan kau manusia, begitu berani nya kamu menghina Naga yang agung ini.., Bentak ular besar itu dengan mengeluarkan aura membunuhnya.


Tubuh Nang feng sedikit bergetar menerima serangan bathin itu. Ular ini sangat kuat, Nang feng yang sudah mengeluarkan auranya untuk menekan, tidak bisa memberi efek apa apa pada mahluk itu.


Dan malah dadanya yang terasa berdenyut sakit ketika dia berusaha menekan balik Aura Ular itu.


''Karena kau telah berani mengeluarkan aura mu untuk menekanku, maka tidak ada jalan lain untukmu selain mati..' Bentak ular raksasa itu.


Seketika selarik cahaya melesat dengan sangat cepat menuju ke arah Nang Feng. Untung daritadi dia sudah siap siaga. Tubuh Nang feng berjumpalitan ke udara menghindari cahaya itu.


''Blaaaaarrrr....


Cahaya yang berhasil di hindarinya tadi membentur tebing batu di belakang Nang Feng.


Nang Feng terbelalak melihat tebing itu roboh dan meledak menciptakan lubang yang dalam di dinding tebing.


Dia bisa merasakan betapa mengerikan nya kekuatan monster ini.


Kini Nang Feng tidak berani main main lagi. Sekarang dia bertemu dengan musuh yang sangat kuat.


Dengan mengerahkan 80 persen Qi nya, tubuh Nang Feng melesat ke arah kepala ular itu..


''Buukkkk...


Tinju yang di lapisi cahaya itu telak menghantam leher dari ular raksasa itu. Tapi bagai menghantam sebuah karet besar, malah tubuh Nang Feng terpental ke belakang dengan deras menabrak beberapa pohon lalu berhenti. Terlihat darah segar keluar dari sudut bibirnya. Dengan cepat dia berdiri, melihat ular raksasa itu menatap ke arahnya sambil membuka mulut. Nang Feng sudah tidak berdaya, luka akibat benturan pohon membuat gerakan nya sangat lambat. Tidak ada pilihan lain, dia segera mengeluarkan pedang Dewa semesta untuk menahan ular raksasa itu. Tapi di saat tinggal beberapa centi meter lagi, mulut ular yang hendak menelan nya bulat bulat Tiba-tiba berhenti. Ular itu menatap pedang yang ada di tangan Nang feng. Seketika seluruh tubuhnya bergetar hebat, matanya yang berwarna merah, Seketika redup seiring jatuhnya kepalanya di depan Nang Feng.


''Maafkan Hamba Tuan..,tidak bisa mengenali tubuh tuan yang baru ini..' Suara penuh rasa takut dari ular raksasa itu terdengar pilu di telinga Nang Feng. Sedang kan Nang Feng sendiri berdiri mematung tidak bisa mencerna situasi yang ada saat ini.


Suasana menjadi sangat hening, baik ular raksasa itu,maupun Nang Feng masing-masing terdiam. Ular itu terdiam karena rasa takut,sedangkan Nang Feng terdiam karena tidak paham karena Tiba-tiba monster itu tunduk dan memanggilnya tuan.


Setelah beberapa saat, mereka saling diam, Ular raksasa itu Tiba-tiba bersuara.


''Maafkan aku yang bodoh ini tuan, terlambat mengenali raga tuan yang Agung.., Kepala ular itu makin tenggelam ke dalam tanah karena penuh rasa takut.


''He ular besar., maksudmu apa ini? ,Tuan siapa yang kamu maksud..,? Nang feng menguasai dirinya untuk bertanya.


''Pedang Dewa semesta.., tidak ada mahluk yang bisa membawa pedang itu kecuali tuanku yang mulia atau titisan darah dari Yang Mulia Dewa Agung Gun Luo..' Ular raksasa menjelaskan dengan penuh ketakutan. Sesekali matanya melihat ke arah langit, yang membuat Nang Feng semakin bingung. Entah hal apa yang sangat di takutkan oleh monster raksasa ini dari langit.


Melihat situasi itu, Nang Feng sedikit telah mengerti situasi yang di hadapanya. Dengan memberanikan diri, dia segera menghampiri kepala ular raksasa itu.


'' Ular besar..,ceritakan yang jelas, di mana kamu mengenal Dewa semesta..? Ucap Nang Feng dengan tatapan menyelidiki.


Dengan patuh dan mata yang masih penuh ketakutan, Ular besar itupun mulai Bercerita.


[ 5000 tahun yang lalu ketika Dewa Gun Luo masih penguasa di alam bawah ini,Ayahku Dewa Naga Long thian adalah bawahan atau Hamba dari Sang agung Dewa semesta itu.kelahiranku ke dunia ini,berkat pertolongan dari dewa Gun Luo. maka hari itu juga, saya bersumpah Langit akan ikuti jejak ayahku untuk mengabdikan diriku pada sang Dewa Agung, sampai akhir hayatku di dunia bawah ini. Begitu melihat pedang Dewa, saya langsung bisa merasakan Aura tuanku bangkit kembali].

__ADS_1


''Begitulah ceritanya tuan, meski kebersamaan saya dengan sang Dewa Agung hanya sekitar 1000 tahun, tapi saya akan tetap mengabdikan diri bagi penerus atau reinkarnasi dari yang mulia..' Tutur Ular raksasa itu.


''Tapi kenapa kamu hanya seekor ular? bukan Naga..? Nang Feng penuh selidik.


''Tuan..,Di dunia bawah ini saya tidak bisa menjadi Naga seutuhnya, karena faktor Qi alam dan hukum primordial. Jika saya berubah menjadi Naga utuh, maka secara otomatis tubuhku akan di tarik paksa naik ke Alam Atas. Sementara ini saya di suruh menjaga Bunga Lotus Suci oleh Sang Agung Dewa Gun Luo. Jadi saya tidak bisa meninggalkan perintahnya...' Tutur Ular raksasa itu.


''Jika saya hendak mengambil Lotus Suci itu, apakah kamu akan melarang ku juga..?Nang Feng menatap tajam.


''Oh tentu tidak tuan.., malahan saya sangat senang sekali. Sesuai perintah yang Agung, agar menjaga Bunga Lotus Suci sampai pada waktunya akan datang penerusnya untuk mengambil bunga itu. Dengan demikian,tugasku akan selesai dengan sempurna..' Ular tersebut mengucapkan dengan mata penuh harap dan permohonan pada Nang Feng.


''Katakan..,Apa manfaat dan khasiat Bunga itu..?


''Bunga itu dapat di serap dengan penggunaan Qi yang sudah mencapai tahap sempurna, dengan kata lain,kultivator baru bisa menggunakan nya setelah dia berada pada tingkat Dewa ke atas..' Kata ular raksasa itu.


Nang feng pun terdiam..,dia tidak paham masalah tingkat kultivasi. Namun yang dia pahami adalah,bahwa Bunga itu nanti bisa di serap jika kekuatan seseorang benar benar sudah sangat tinggi. Begitulah pemahaman nya.


''Baiklah..,aku akan mengambil bunga itu, kamu harus tunjukkan bagaimana caranya..' Kata Nang feng.


''Caranya sangat mudah tuan..,ambil dengan batu tempat dia tumbuh, dan masukkan ke dalam cincin penyimpanan. Jika pada masa itu tiba, tuan bisa memakainya untuk bertambah kuat..


Nang feng pun mengangguk mengerti. Kemudian dia berjalan ke arah batu besar tempat di mana Lotus Suci tumbuh.


Kemudian dia mengalirkan Qi ke cincin semesta untuk memasukkan batu besar itu. Sekali kibasan tangan,batu besar melayang masuk ke dalam cincin penyimpananya. Di balik tempat batu besar tadi, terlihat Goa yang cukup besar.


''Itulah tempat tinggal ku selama menjaga Bunga itu tuan..' Kata ular raksasa sambil menunjuk goa itu.


Kemudian ular itu membawa Nang Feng masuk ke tempat tinggal nya. Mata Nang Feng terbelalak heran, melihat begitu banyak harta di situ. Tumpukan herbal yang sangat banyak, koin emas puluhan peti, ratusan senjata tingkat Dewa dan ribuan inti monster tingkat Saint. Nang Feng sungguh tidak menyangka, jika ular ini sangat kaya raya dan sangat kuat.Nang Feng hanya bisa berdiri terpaku di tempat nya.


''Tuan..,semua harta ini adalah peninggalan ayah saya, sewaktu ayahku masih berpetualang bersama Yang Agung Gun Luo,Dia juga ikut mengambil harta yang terlupakan oleh Dewa semesta itu. dan akhirnya harta itu bisa sampai disini. ku harap tuan mengambil seluruh yang ada di dalam ruangan.


Nang feng dengan segera maju kedepan, kemudian dia memasukkan seluruh yang ada di dalam ruangan itu. Sekejap tempat itu telah bersih. kemudian dia berbalik dan keluar dari dalam goa.


''Apakah kamu punya nama..? tanya Nang Feng pada ular raksasa.


''Namaku Jing long tuan ,dan saya adalah pemegang tertinggi kekuasaan para Naga jika berada di dunia atas nanti.


''Baiklah Jing long.., Saya akan segera pergi, sekarang bagaimana keputusanmu..? Tanya Nang Feng dengan tatapan tajam.


Jing long seketika menundukkan kepalanya serata dengan tanah.


''Jika tuan mengijinkan.., bolehkah saya mengikuti anda..? sebagai bawahan dan sebagai Hewan kontrak tuan..' Kata Jing long penuh harap.


''Baiklah Kalau begitu.., Saya akan kabulkan permintaan mu.


Kemudian Nang Feng membuat sedikit luka di ujung jarinya, dan meneteskan darah di atas kepala Jing long. Tubuh ular raksasa itu bergetar hebat di penuhi cahaya warna warni. Setelah semua selesai Nang Feng menatap Jing long.


''Apakah kamu bisa mengecil? karena akan menimbulkan masalah jika kamu terlihat seperti itu..'


''Tidak masalah tuan..


Perlahan asap tipis memenuhi seluruh tubuh Jing long. Kemudian dia pun mulai mengecil seiring dengan hilangnya asap tersebut, makin lama semakin mengecil, dan akhirnya, tubuh Jing long tinggal sebesar jari kelingking saja. Nang Feng sangat takjub melihat perubahan diri Jing long. Setelah berbincang sedikit, Nang feng memasukkan Jing long ke dalam cincin penyimpananya. Kemudian tubuhnya Tiba-tiba menghilang dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2