
Nang feng berjalan tenang di dalam desa Kemuning, seperti tidak ada yang terjadi ,padahal baru saja dia membantai Ciu Wang anak kepala desa. Tanpa ada rasa takut dan penyesalan, seakan dia baru saja membunuh hewan monster. Dari belakang, terlihat seorang gadis cantik yang mengikutinya secara diam-diam. Nang Feng tahu akan keberadaannya, namun dia rasakan tidak ada aura membahayakan di persepsi wanita itu. Dia pun tetap berjalan pelan ke depan.
Akhirnya wanita itu sampai di samping Nang Feng, dia kemudian mensejajarkan langkahnya.
''Tuan..., Saya sangat berterima kasih karena pertolongan anda di warung tadi, nama saya Lin Mei..' Gadis cantik itu menangkupkan tangan sambil memperkenalkan diri.
Nang feng berhenti sebentar menatap gadis di depan nya, kemudian tersenyum polos dan mengangkat tangan sebagai salam perkenalan.
''Namaku Nang Feng.., Saya tidak menolong kamu, cuma saya tidak senang mendengar orang itu begitu sombong dan hanya mengandalkan ayahnya..' Balas nampak tersenyum ramah.
Melihat senyum itu, Tubuh Lin Mei terasa hangat dan sedikit panas, wajah sangat tampan di depan nya telah membuat pipinya merah merona. Sekejap otaknya berhenti berpikir oleh pesona Nang Feng, Tanpa dia sadari kepalanya tertunduk malu malu.
''Tuan.., Sekali lagi ku ucapkan terima kasih karena telah menyelamatkanku. Saya ingin menyampaikan, bahwa yang Tuan bunuh tadi adalah anak kepala desa, kuharap Tuan segera meninggalkan desa ini, karena pasti keluarga Ciu Wang akan membalas dendam pada tuan..' Lin Mei terlihat khawatir pada Nang Feng.
''Berhentilah menyebut Tuan, aku bukan tuanmu dan aku tidak takut jika kepala desa itu mau balas dendam..' Jawab Nang Feng menatapnya.
Deg..., Tatapan Nang Feng menghipnotis Lin Mei, perasaannya sangat ketar ketir, baru kali ini dia merasa sangat nyaman dengan seorang lelaki. Kembali dia tertunduk malu.
Seketika Nang Feng berhenti, di jarak 30 meter terlihat 8 orang lelaki berdiri menutupi jalan. Aura ke semuanya mengeluarkan tekanan membunuh ke arahnya.
Nang feng hanya diam memperhatikan orang itu.
''Tuan..,eh..Nang feng, Orang yang berdiri paling depan adalah Ciu Hong, ayah dari orang yang anda bunuh tadi, dan di belakangnya, adalah para ketua pengawal desa. Kuharap anda berhati hati,karena mereka semua merupakan kultivator tahap Raja puncak...''Lin Mei menjelaskan dengan penuh rasa khawatir.
Nang feng hanya melirik, dia tidak paham apa itu tingkat raja atau kultivator.
Malah dia semakin bingung mendengar Lin Mei berbicara.
Ketika jarak mereka semakin dekat, kepala desa itu berhenti di ikuti oleh ke tujuh orang di belakangnya.
''Sesuai petunjuk.., Kamu kah yang telah membunuh di penginapan tadi..?' Tanya Ciu Hong dengan suara keras.
''Iya benar.., Saya tadi yang telah membunuh 4 orang sampah di penginapan, apa ada masalahmu dengan itu..? Nang Feng bertanya balik pada Ciu Hong.
''Kurang ajar.., yang kamu bunuh adalah anakku, dan saya akan membunuhmu sekarang juga..,' Tubuh Ciu Hong melesat menghantam Nang Feng, namun dengan santai, Nang feng sempat menarik tangan Lin Mei untuk menghindar dari sasaran pukulan . Setelah Lin Mei aman, Nang feng segera melesat ke atas untuk menghindari serangan Tiba-tiba itu. Namun belum sempat dia turun menjejakkan kaki, tendangan dari Ciu Hong sudah mengarah ke wajahnya. Nang Feng segera menarik badan ke belakang dan mendarat di tanah agak jauh dari Lin Mei. Ke 8 orang itu mengejarnya,mereka pikir, Nang feng akan melarikan diri. Dan akhirnya mereka mengepungnya.
Nang feng menatap Ciu Hong, perlahan Aura membunuhnya keluar. Ciu Hong merasa tertekan, tapi karena sudah sangat emosi, dia kembali menyerang dengan cepat.
Serangan Ciu Hong datang dengan sangat cepat, tapi Nang Feng hanya berdiri tenang, bahkan dia merasa gerakan kepala desa itu sangat lambat,bahkan tidak bergerak samasekali .
''Daaaar....bruukk..
Tinju dari Ciu Hong telak mengenai dada Nang Feng, tapi yang terjadi, malahan tubuhnya terlempar jauh ke belakang. Bagai memukul gumpalan baja, tangan Ciu Hong langsung bergetar sakit sampai di lengannya. Dengan cepat dia bangkit menatap bengis ke Nang Feng.
''Pengawal.., serang dan bunuh bocah sialan ini..' Ciu Hong berteriak keras memberi perintah.
Ke tujuh pengawal yang daritadi telah bersiap langsung menerjang, dengan berbagai macam senjata mengarah ke tubuh Nang Feng.
Dengan santai Nang Feng memutar badan dan membalas serangan itu. Secara serentak tujuh senjata dari pengawal langsung berjatuhan di tanah. Dengan menghentakkan kedua telapak tangan kedepan,serangkum angin panas melesat dan mengenai tubuh ke tujuh pengawal itu.
''Blaaaaarrrr...
Seiring suara ledakan, tubuh para pengawal yang menyerang nya langsung hilang menjadi kabut darah. Nang Feng pun sangat terkejut melihat efek dari serangan itu. Sungguh tidak di sangka, dengan Zent Qi yang sekecil itu dia keluarkan, bisa membuat lawanya langsung musnah.
Ciu Hong gemetaran dengan wajah ketakutan, kini dia sadar telah menyinggung orang yang kuat. Ketika dia berbalik hendak melarikan diri, Tiba-tiba Nang Feng telah berdiri di hadapanya. Dengan satu tangan, dia mencengkram leher kepala desa itu, kemudian dia alirkan Qi nya dan membuat leher beserta kepala Ciu Hong langsung meledak tak bersisa.
Para penduduk desa yang melihat kejadian itu langsung menjatuhkan diri di tanah, dengan serempak mereka memohon ampun kepada Nang Feng. Mereka berpikir desa Kemuning akan di bantai setelah menyaksikan kepala desa mereka terbunuh.
__ADS_1
Nang feng segera berbalik mencari Lin Mei, Dia dapati gadis itu berdiri seperti patung dengan mulut terbuka. Lin Mei sebagai kultivator tahap Jenderal telah melihat beberapa pertempuran, tapi baru kali ini, dia menyaksikan pendekar tahap Raja puncak di bantai hanya dalam satu kali serangan.
''Hai Lin Mei..,kenapa kamu seperti patung..? Nang Feng mengibaskan tangannya di depan wajah gadis itu.
''Tidak tuan, eh tidak, saya hanya sangat takjub melihat anda membunuh semua lawan..' Lin Mei menjawab dengan gugup.
Melihat Nang Feng telah berjalan ke depan, dia pun segera mengikutinya. Sambil berjalan Lin Mei bertanya .
''Nang Feng..,kultivasi anda berada di tinggkat apa? saya sangat ngeri melihat kekuatan anda..'
Nang feng Tiba-tiba berhenti. Dia menatap tajam ke arah Lin Mei.
''Daritadi saya selalu dengar kamu bilang kultivasi, sebenarnya apa itu? dan ada juga tingkat yang kamu bilang, bisa kah Nona Lin Mei menjelaskannya,..? Tanya Nang Feng dengan sangat penasaran.
Lin Mei malah menatap bengong seperti orang bodoh, dia sungguh tidak percaya akan pertanyaan dari Nang Feng .
''Lin Mei.., Saya orang baru turun dari gunung, dan saya samasekali tidak tahu dan mengerti apa itu tinggkat kultivasi, jadi tolong jelaskan padaku..' Nang feng sangat serius.
Lin Mei yang telah paham akan kondisi Nang Feng segera menariknya ke pinggir jalan yang teduh , kemudian dia menjelaskan secara panjang lebar tentang kultivator dan berbagai tingkatannya.Tidak lupa dia jelaskan juga tentang Alkhemist dan Penempa. Hampir 2 jam lamanya Lin Mei dengan penuh semangat bagai seorang guru yang menceramahi muridnya. Nang Feng hanya bisa mengangguk tanda mengerti.
''Jadi kalau begitu, Saya kultivasi ku di tingkat apa..? Nang Feng bertanya serius.
Lin Mei menatap bodoh pemuda di depannya ini. Dia sungguh tidak menyangka akan pertanyaan itu.
''Begini Nang Feng.., karena tinggkat saya sekarang berada di Jenderal puncak, tapi saya tidak bisa melihat batas kultivasi anda, jadi kultivasi anda berada di atas saya, kemungkinan di ranah Raja atau Kaisar..' Jawab Lin Mei.
Nang feng sedikit tertunduk lesu, dia sangat ingin tahu batas kekuatannya di tahap apa. Tapi Lin Mei tidak bisa memberitahukannya.
''Eh..,Bagusnya kita temui kakekku, siapa tahu dia bisa memberitahu kekuatan anda yang sebenarnya..' Dengan wajah bersinar, Lin Mei mengajak Nang feng menemui kakeknya.
Tapi belum sempat Nang Feng berucap, serangkum angin tajam menerpa dan membawa se sosok tubuh orang tua yang mendarat di depan mereka.
''Saya mendengar berita di paviliun obat, kalau terjadi pertempuran di sini, saya langsung teringat akan Mei mei, jadi saya lansung ke tempat ini dan melihatmu bersama pemuda ini..' Jawab kakek itu sambil menatap Nang Feng.
Nang feng pun yang mendapat tatapan begitu fokus, hanya bisa tersenyum ramah.
''Nang Feng..,perkenalkan kakek guru ku, namanya Lin Cong, Dia adalah ketua Paviliun obat Cabang dari pusat kekaisaran..' Dengan semangat Lin Mei memperkenalkan guru nya.
Nang feng pun dengan hormat menjura ke kakek itu.
''Maaf tuan.., Nama saya Nang Feng, saya dari wilayah Utara,bertualang dengan seorang diri..' Nang Feng menundukkan kepalanya sebentar.
Kakek Lin Cong pun mengangguk dengan penuh rasa penasaran. Dia merasa sedikit tertekan karena aura yang sedikit merembes dari pemuda di hadapanya.
''Kakek.., Nang feng ingin bertanya, Apakah kakek guru bisa melihat kultivasi dia sudah berada di tahap apa..? Lin Mei terus cerocos dengan mata berbinar.
Lin Cong baru sadar dari tertegunnya, dia terkejut ketika menyadari hal tersebut. Kultivasi nya sekarang Lin Cong berada di tahap Kaisar 9 atau tinggkat puncak. Tapi kenapa dia merasa seolah melihat lubang hitam dalam tubuh Nang Feng ini? Melihat usianya sangat muda, Lin Cong sungguh tidak percaya.
Apakah pemuda ini telah berada di atas kultivasinya?
Lin Cong sedikit canggung mendapat pertanyaan dari cucunya Lin Mei.
''Betul sekali.., Ku harap senior Lin Cong dapat melihat tingkat kultivasi ku sampai di mana sekarang ini..' Kata Nang feng.
''Maaf.., aku yang tua ini tidak bisa melihat kultivasi anda Nang Feng, tapi saya hanya bisa menerka, karena tahapan ku saat ini berada di level Kaisar puncak 9, dan tidak menembus melihat kekuatan anda, jadi kurasa level kultivasi mu berada di tahap Saint ke atas..' Lin Cong gemetaran ketika dia sebut Saint ke atas.
Bahkan Lin Mei mendengar itu terasa mengigil sekujur tubuhnya.
__ADS_1
TINGGKAT KULTIVASI.
- Prajurit ( 1-9 )
- Panglima (1-9 )
- Jenderal ( 1-9 )-
- Raja ( 1-9 )
- Kaisar ( 1-9 )
- Saint ( 1-9 )
- Dewa ( 1-9 )
- Semesta ( 1-9 )
- Surgawi ( 1-9 )
- Abadi. ( 1-3 )
TINGKAT SENJATA.
- Bumi
- Langit
- Dewa
- Surgawi.
TINGKAT ALKHEMIST.
- Raja
- Langit
- Dewa
- Semesta.
TINGKAT ARRAY.
- Langit
-Dewa
-Semesta
-Surgawi.
BINATANG SUCI.
-Dewa
-Semesta
__ADS_1
-Abadi.
Nang feng sekarang telah mengerti akan tingkatan Kultivasi.