
Tiga bulan berlalu.., sejak Nang Feng di angkat menjadi kaisar di Wilayah Selatan, Raja raja kecil yang berada di wilayahnya kini mulai berdatangan menghadap Kaisar, mereka datang untuk mengucapkan selamat dan mempererat hubungan baik. Nang feng menerima semua pemberian mereka dan meminta para raja itu untuk memperkuat kekuatan tempurnya. Nang feng memerintahkan agar seluruh pemuda yang ada di dalam kerajaanya, untuk menjadi kultivator, agar pertahanan dan keamanan mereka bisa terjamin. Untuk masalah kesejahteraan Rakyatnya, Bing cia yang di tunjuk olehnya. Karena Bing cia terlihat sangat mahir dalam bidang itu. Sementara Hua Long, di tunjuk menjadi penasehat istana, karena dia sangat menguasai seluk beluk dari semua sekte,paviliun obat,dan Serikat dagang. Nang feng pun merekrut beberapa pemuda terpelajar untuk menjadi pejabat istana, mulai dari pekerja kekayaan, sampai pengaturan tata kota. nang Feng pun mendirikan beberapa gedung untuk belajar bagi anak-anak, Dan yang paling utama bagi dia, adalah kesejahteraan rakyatnya. Nang feng benar-benar membangun semua lini di wilayah Selatan, yang membuat dia cepat terkenal di kalangan rakyat biasa.
Hari itu.., Nang feng keluar berjalan jalan di sekitar istana, Dia memakai pakaian biasa dan terlihat seperti kultivator biasa. Hanya wajah tampan dan kulit bersihnya menandakan kalau dia bukan rakyat kebanyakan .
Nang feng kemudian berjalan masuk di gedung paviliun obat.
Para kultivator mondar mandir dan ramai di dalam gedung yang luas itu. Mereka datang untuk mencari sumber daya atau pil ,yang bisa membuat tingkat kultivasi nya menerobos.
Tanpa sepengetahuan Nang Feng, sepasang mata cantik mengawasinya dari jarak jauh.
Nang feng kemudian berjalan kearah petugas yang melayani tamu. Seorang lelaki botak sedikit gemuk yang selalu tersenyum ke setiap orang yang masuk di dalam paviliun.
'' Petugas.., apakah ada herbal begini yang di jual oleh paviliun obat..? Tanya Nang Feng sambil menyodorkan beberapa contoh herbal.
Petugas itu memeriksa sebentar,kemudian tertawa kecil..
'' Ada tuan muda.., bahkan bahan untuk pil tingkat 5 banyak tersedia dsini, apakah anda seorang Alkhemist..? Petugas itu balik bertanya.
Nang feng mengeluarkan token pemberian Lin cong dari paviliun cabang di desa Kemuning dulu. Melihat token itu petugas langsung bersemangat.
''Aah..,Saudara, rupanya anda adalah dari pihak cabang, Mari, saya akan temani mencari bahan bahan pil itu..' Petugas yang bernama Jong Li tertawa senang.
Namun ketika mereka hendak melangkah, masuklah 4 orang pemuda yang se umur dengan Nang Feng.
'' Petugas Li..., layani dulu tuan kami, atau kalau tidak, kami akan menghajarmu..' bentak salah satu pengawal tuan muda itu.
'' Maaf tuan .., Saya kedatangan tamu, silahkan anda mencari petugas lain di sana, mereka akan melayani anda dengan baik..'' Jong Li merendah sambil menujuk petugas lain nya.
'' Jong Li.., kamu telah berani menolak permintaan ku, saya Bai lung adalah putra dari wali kota di sini, kalau tidak menurut, saya akan membuatmu babak belur..' Bai lung mengacungkan tinju di depan wajahnya.
Nang feng menatap pemuda dan ke tiga pengawalnya, kemudian dia ikut berbicara.
__ADS_1
'' Apakah karena ayahmu seorang wali kota jadi kamu seenaknya memaksakan kehendak mu..'' Tanya Nang feng.
'' Diam kau ..,Apakah kamu mau di hajar juga..? Jika ayahku tahu hal ini, dia akan membuat kalian berlutut di lantai..' Bentak Bai lung melotot pada Nang feng.
''Oh..,jadi kamu anak dari Bai Wang ya..,pantas saja kamu berani membentak di paviliun obat ini..' Nang Feng maju kemudian menampar Bai lung sampai gigi nya copot.
Salah seorang Pengawal Bai lung berlari keluar dari ruangan itu, dan dua lainya segera mengangkat tubuh Bai lung yang terjerambat di lantai. Dia memberontak dan akan menghajar Nang Feng, tapi seseorang berteriak dengan gusar.
'' Kalian jangan bertarung di sini, ini peraturan paviliun obat, kalau tidak,kalian akan menyesalinya se umur hidup..' Bentak seorang pria berumur yang telah berdiri di antara mereka.
''Ketua Ziao Dai.., pemuda itu telah menamparku ,kalau tidak menghukum nya, Ayahku akan memberimu hukuman..'Bentak Bai lung.
''Ketua.., Bai lung sendiri yang memulai masalah, dia memaksa saya untuk melayaninya, sementara saya akan mengantar pemuda ini untuk melihat lihat..' Jong Li memberi keterangan.
Dari luar gedung..,masuklah 10 orang lelaki, yang berjalan paling depan, Bai Wang yang merupakan wali kota di situ berjalan dengan wajah geram.
'' Siapa yang berani memukul anakku Bai lung..?? Tanya nya sambil mengepalkan tinju.
''Saya yang menamparnya...
Bai Wang langsung terjengkang ke belakang.., Matanya keluar melotot melihat wajah Kaisar Nang Feng, Dia bagai di sambar petir siang bolong, Dengan cepat dia segera bersujud minta ampun.
'' A..ampun t..ttuanku Kaisar..., Saya benar benar tidak mengenali anda..' wajah Bai lung merapat di lantai . Semua orang di ruangan itu terkejut mendengar walikota menyebut Kaisar, mereka pun segera berlutut memberi hormat.
Ziao Dai, Jong Li , gemetaran kemudian ikut berlutut, Bai lung bagai tersengat tawon, matanya melotot kemudian tubuhnya ambruk bersujud di lantai..
Tiba-tiba masuklah tetua ketiga sekte Bunga Es, kemudian langsung memberi hormat.
''Yang Mulia Kaisar.., biarlah sy yang menjatuhkan hukuman pada Bai lung..,sejak tadi, saya melihat semua yang terjadi disini..'' Kata zhie sie dengan mata melihat ganas ke arah Bai lung. Tanpa menunggu jawaban Nang Feng, kilatan cambuk merah melesat ke kedua tangan Bai lung.
'' Ctaaaarrrr....
__ADS_1
Bai lung langsung terguling ke lantai, dia tidak berani berteriak karena di depan nya ada Kaisar. Kedua tangan sampai sebatas siku telah terpotong, darah memenuhi lantai, Pengawal segera menghentikan pendarahan tersebut. Bai lung menahan sakit dengan wajah membiru.
Zhie sie mendekati wali kota yang masih bersujud di lantai, Bai Wang melihat tetua itu dengan keringat dingin bercucuran..
'' Bai Wang..,kali ini kamu ku ampuni, karena kesetiaanmu pada kaisar Nang Feng. Pulang lah dan didik anakmu supaya tidak semena mena lagi ke orang lain.
'' Terima kasih banyak Kaisar yang telah mengampuni nyawaku.., saya segera undur diri..'' Bai lung bangkit dengan celana yang basah karena ngompol.
Ziao Dai dan Jong Li masih berlutut, mereka yang tidak mengenali Kaisar Nang Feng merasa sangat malu, karena mereka pernah datang ke istana dan bertemu dengan Kaisar. Tapi karena waktu itu, kaisar tengah memakai baju kebesarannya, sedangkan yang di depannya ini,hanya berpakaian biasa seperti kultivator umumnya.
'' Ziao Dai, Jong Li..., Bawakan herbal yang saya pesan tadi ke istana.., Sambil mengeluarkan sekantong koin emas dan meletakkan di lantai, Kaisar Nang Feng pun keluar di ikuti oleh tetua zhie sie.
Sang Kaisar pun berjalan dengan tenang dan di ikuti oleh zhie sie di belakangnya, Sekali kali Nang Feng berhenti melihat bocah bocah berlarian bermain di tepi jalan. Senyuman tidak pernah berhenti di bibirnya, Nang feng senang sekali melihat anak kecil tertawa bahagia. Dan ketika ada seorang bocah berlari dan menabrak kakinya, segera Nang Feng menangkap bocah itu agar tidak terjatuh. Zhie sie di belakangnya bergerak refleks,tapi tiba-tiba berhenti melihat Nang Feng mengangkat tangannya.
Dengan pelan, Nang feng meletakkan kembali anak itu di tanah kemudian mengusap kepala bocah itu. Zhie sie hanya tertegun melihat tingkah Kaisarnya.
'' zhie sie..,Ayo temani saya makan di warung..,Nang feng berjalan tanpa melihat ke belakang, zhie sie mendengar itu wajahnya memerah bagai kepiting rebus, dalam hatinya dia sangat bahagia. Dengan mengangkat kepalanya, dia pun berjalan dengan penuh rasa bangga.
Ketika Nang Feng memasuki sebuah warung makan, para prajurit yang tengah istrahat di dalam warung tergopoh gopoh berlutut.
''Salam bagi Kaisar Nang Feng..
Semua orang di dalam warung tersentak kaget melihat kedatangannya, dengan segera se isi warung berlutut memberi hormat , bahkan yang setengah mabuk pun ikut memberi salam.
Nang feng hanya tersenyum sambil mengangkat tangannya menerima salam itu.
zhie sie segera maju ,meminta ke pelayan makanan dan arak istimewa. Kemudian dia pun duduk di depan Kaisar. Sambil malu malu sesekali mencuri pandang ke wajah bersih Nang Feng.
Setelah pesanan mereka tiba, Nang feng meminta pelayan untuk membawa lagi makanan dan minuman ke semua meja yang ada di dalam warung. Dan tidak lama kemudian, semuanya telah siap. Nang feng pun berdiri dan berteriak...
''Ayo semuanya..,kita makan dan minum sepuasnya...
__ADS_1
Serentak semua berdiri, dan kembali ke meja masing-masing, melahap dan menikmati makan minum secara ramai ramai. Sesekali suara tawa mereka terdengar nyaring sampai di luar warung. Kaisar Nang Feng sangat menikmati hal tersebut.