
tingkat kultivasi di daratan rendah dibatasi sepuluh tingkatan
pembentukan tubuh (1-3)
pembentuka jiwa (1-3)
pejuang perunggu (1-10)
pejuang perak (1-10)
pejuang emas (1-10)
pendekar raja (awal - menengah - akhir)
pendekar kaisar (awal - menengah - akhir)
pendekar bumi (awal - menengah - akhir)
pendekar langit (awal - menengah - akhir)
pendekar suci (awal - menengah - akhir - puncak)
★TINGKATAN ALKEMIS - ARRAY - TABIB ★
- Tingkat 1
- Tingkat 2
- Tingkat 3
- Master
- Grand master
- Suci
- Dewa
- Surgawi
- Semesta
★ TINGKATAN JURUS - PIL - SENJATA ★
perunggu
perak
emas
berlian
bumi
langit
suci
kuno
dewa
Surgawi
semesta
di semesta ini terbagi tiga daratan
- daratan rendah
__ADS_1
- daratan tengah
- daratan atas
Di alam rendah terbagi 5 benua, urutan terkuat sampai terlemah
benua tengah (kekaisaran api)
benua utara (kekaisaran es)
benua selatan (kekaisaran angin)
benua barat (kekaisaran chen)
benua timur (kekaisaran lin)
alat bayar
- 1 koin platinum \= 100 koin emas
- 1 koin emas \= 100 koin perak
- 1 koin perak \= 100 koin perunggu
Tiap benua dikuasai oleh 1 kekaisaran, dan sedikitnya ada sepuluh kerajaan dibawah kekuasaan tiap kekaisaran.
.
.
.
***
Di klan fang kerajaan xuan, benua timur.
Mau tidak mau Fang sin hanya bisa menurut, dia mengembala kambing yang jumlahnya hampir 100 ekor, dan membawanya ke ladang rumput di belakang klan Fang, ladang rumput itu langsung berbatasan dengan hutan larangan bagian terluar, tapi dibatasi benteng setinggi 5 meter.
Fang xian sendiri adalah sepupu fang sin. Ayah fang sin merupakan adik bungsu patriak Fang liu (ayah Fang xian), ayah Fang sin bernama Fang lin.
Fang lin sudah mati saat menjalankan misi klan, karena dia adalah jenius klan Fang, di usia 30 tahun Fang lin sudah menembus pejuang emas bintang 3.
Saat Fang lin menjalankan misi untuk membantu mempertahankan kerajaan Xuan, walaupun kerajaan Xuan mampu mempertahankan kerajaan, tapi sayangnya dalam pertempuran itu Fang lin mati ditangan musuh, yaitu ditangan Zhong yuan yang merupakan patriak Tengkorak hitam yang berada di ranah pendekar raja tahap awal.
Saat itu Fang sin baru berumur 4 tahun dan sekarang dia sudah berumur 7 tahun.
Dan menurut cerita ayahnya, Ibu Fang sin sendiri sudah meninggal saat melahirkan dirinya, ibunya bernama Yu mei sin.
Nama Fang sin sendiri diambil dari kedua orang tuanya (Fang lin - Yu mei sin)
Bahkan kedua pamannya tidak tau rupa dan nama ibunya Fang sin, Karena perkenalan antara Fang lin dan yu mei sin terjadi saat Fang lin berpetualang selama 5 tahun.
Singkat cerita...
Saat Fang lin pulang dari petualangannya dia membawa seorang bayi yang diakui sebagai anaknya, tapi Fang lin tidak serta merta membawa istrinya ke klan Fang.
Awalnya kedua kakak Fang lin, yaitu patriak Fang liu dan Fang zi mengakui Fang sin sebagai keponakannya dan menjadi bagian klan Fang. tapi setelah kematian Fang lin di medan perang, Fang sin hanya dianggap sebagai babu di klan Fang.
Ke 2 pamannya tidak menganggap fang sin bagian dari klan Fang, karena Fang sin merupakan sampah yang tidak bisa berkultivasi, bahkan untuk pembentukan tubuh bintang satupun tidak bisa.
Akhirnya mereka memanfaatkan tenaga Fang sin untuk mengerjakan berbagai hal, memasak, mencuci baju dll...
.
.
.
***
Selama hampir 3 bulan terakhir Fang sin hanya mengurus kambing- kambing milik patriak Fang liu, dia tidak diberi imbalan apapun oleh patriak selain diberi makanan sisa keluarga patriak.
Suatu hari kambing-kambing itu memasuki hutan larangan terluar, kambing-kambing itu semakin dalam memasuki hutan larangan, hasilnya kambing itu ludes dimangsa kawanan srigala dan binatang buas lainnya.
__ADS_1
Saat itu Fang sin tidur lelap diatas pohon, dia tidak menyadari apa yang terjadi sama hewan ternak yang digembalanya.
Sore hari, Fang sin bangun dari tidur lelapnya, saat melihat ke ladang rumput, fang sin kaget karena semua kambing tidak ada.
"Haappp" Fang sin loncat dari batang pohon setinggi 3 meter yang dipakai alas tidurnya, dia terus mencari keberadaan kambing kesana kemari, tapi hasilnya nihil.
Saat mendekati hutan terluar Fang sin kaget, karena benteng pembatas jebol, setelah dilihat dari jarak dekat, Fang sin melihat banyak jejak kaki kambing yang memasuki hutan larangan bagian terluar, Fang sin pun mengikuti jejak kaki hewan itu.
Satu jam kemudian dia melihat banyak sekali bercak darah dan tulang belulang. Walaupun Fang sin tidak tau pasti apa yang terjadi, tapi dia yakin semua kambing sudah mati tanpa tersisa satu ekor pun.
Tanpa pikir panjang lagi, Fang sin lari sekencang-kencangnya, ditengah perjalanan menuju rumah pamannya, Fang sin bertemu 2 anggota klan Fang, mereka adik kakak yaitu Fang lian dan Fang luan.
"hai sampah kenapa kamu lari pontang panting seperti bertemu setan," tanya Fang lian
"A anu,,,," jawab Fang sin terbata-bata.
"anu apa? ANU mu mau di cincang? hahahaha.." cibir Fang lian tertawa gurih.
"Terus mana hewan ternak milik patriak?" tanya Fang luan.
"i i itu masalanya, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, setelah aku cari kesana kemari dan menemukan jejak, kambing-kambing itu memasuki hutan larangan bagian terluar, dan disana banyak bercak darah dan tulang belulang, dan tidak ada satu ekor kambing pun yang tersisa."
"Apa...????" kaget keduanya.
"habis sudah sisampah ini" ucap Fang luan.
"Ya benar" timpal Fang lian
"Ayo kita bawa si sampah tidak berguna ini kehadapan tuan muda dan patriak Fang liu...!"
kemudian kedua anggota klan itu memegang kedua tangan Fang sin dengan paksa, dan menyeretnya ke hadapan patriak, sesampainya didepan aula tempat patriak dan para tetua mengadakan pertemuan,
"Tok tok tok" Fang lian mengetuk pintu aula klan Fang.
"Siapa..??" tanya patriak Fang liu.
"Saya Fang lian, patriak." jawabnya,,
"MASUK....!!" bentak patriak Fang liu, karena kesal saat pertemuan dengan para tetua diganggu sama anggota klan. Patriak beserta para tetua sedang membahas persiapan pertunangan anaknya Fang xian dan nona muda dari klan Bing, yang bernama Bing rurue, yang akan dilaksanakan 3 hari mendatang.
"cepat katakan ada apa? awas klo tidak penting, lidahmu akan aku potong, karena berani mengganggu pertemuan penting ini". ancam patriak kepada Fang lian.
"Gleekkkk,,,, A anu patriak, i ini si sampah Fang sin menghilangkan semua hewan ternak milik patriak," ucap Fang lian sambil melihat Fang sin yang sedang dipegang Fang luan
"Apaaaa......!!!?? Fang liu langsung beridiri dari kursinya, dan berjalan cepat kehadapan Fang sin.
"Set4n alas, apa yang terjadi sama semua hewan ternaku..??" bentak patriak sambil memelototi Fang sin.
Fang sin dengan gemetar menjelaskan semua apa yang dia lihat kepada patriak.
"DASAR ANAK SAMPAH TIDAK BERGUNA..." marah patriak dengan suara menggema, yang hampir terdengar keseluruh penjuru klan.
"Ma maafkan saya paman" ucap Fang sin jujur sambil menangis, fang sin benar- benar merasa bersalah karena teledor.
"Memangnya apa saja yang kamu lakukan s3tan alas..??" tanya patriak dibarengi penindasan aura pejuang emas bintang 1.
Fang sin yang sudah bertekuk lutut bahkan keluar darah dari bibirnya, karena tidak tahan dengan penidasan patriak Fang liu,
"Ma maafkan aku paman Liu" ucap Fang sin sambil menyeka darah disudut bibirnya.
"Paman, paman,,,, saya bukan paman mu, anak sampah." bentak patriak lagi.
"Maafkan saya patriak, saya ketiduran karena kelelahan sehabis latihan fisik di ladang rumput," ujar Fang sin menjelaskan kenapa dia bisa sampai teledor.
karena memang selama 2 bulan terakhir, Fang sin melatih fisiknya dengan berlari mengelilingi ladang rumput sesuai batasannya, walaupun tidak ada peningkatan yang signifikan dari fisik Fang sin. Tapi saat latihan terakhir Fang sin memaksakan diri dari batasanya, sehingga dia benar - benar kelelahan.
"Saya tidak peduli apa yang kamu lakukan, kamu tahu berapa harga 100 ekor kambing itu? itu saya beli 1000 koin emas. 20 tahun kamu bekerja mungkin baru bisa lunas..." bentak patriak.
klan fang merupakan klan terkecil yang berjumlah 250 orang, terdiri dari satu patriak, 5 tetua dan sisanya anggota klan. pendapatan klan fang secara keseluruhan tidak lebih dari 5000 koin emas/tahunnya.
Bersambung...
Maaf tulisan dan alur ceritanya acak"an, selain karena ini novel pertamaku, dan jujur nulis satu chap ini saja sambil bersibuk ria didunia kerja nyata. jd hampir satu hari satu malam cuma utk nulis 1 chap saja, karena waktunya berebut dengan kerjaan.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA..
Jangan lupa dukung ya kawan..!!
__ADS_1