
Maaf ya wan -kawan, saya lagi sakit, kemaren malam pulang kerja khujanan, lanjut begadang buat nulis, dan itu terjadi 2 malam berturut².. Al-hasil teparrr...he
walau otak kurang fokus, hari ini author maksa'in buat nulis.
***
Sin melayang diatas hutan larangan bagian luar dengan baju compang camping, lalu turun secara perlahan dengan elegant.
Sin berlari ke arah selatan, karena dia merasakan banyak binatang berkelompok.
.
.
1km dr tempat berdirinya ternyata itu adalah sarang kawanan srigala, Sin melihat ada lebih dari 200 ekor srigala, tingkat 2 dan 3
"BUSUR" gumam sin dalam benaknya, muncul busur ditangannya.
Sin menarik tali busurnya, dan mengalirkan sedikit energi qi dan energi spiritual untuk mengontrol target.
SHUUUUUTTT
Sesaat setelah dilepaskan anak panah yang awalnya satu terbagi menjadi 215, sesuai jumlah kawanan srigala.
CLEB
CLEB
CLEB
CLEB
.
.
Anak panah menusuk tembus tepat dileher kawanan srigala itu, 215 srigala mati seperskian detik. Lalu sin mengambil smua intinya dan tubuhnya untuk dijual.
Tidak jauh dari lokasinya, Sin melihat rumput berwarna merah terang. "rumput darah" gumamnya senang, dia pun langsung mencabut semua rumput itu.
GRROOARRRRRRRR
Harimau taring perak, tanpa aba- aba langsung menerkam leher sin
KRAAAKKK
KRAAAAKK
Cakar dan gigi harimau itu patah tak bersisa, padahal harimau taring perak terkenal dengan cakar kuku dan taring giginya yang sangat tajam dan kuat, gigi dan taring itu setara dengan senjata tingkat berlian.
"Huh dasar kucing ompong"
Buuuuuuuuuuk
Sin memukul harimau tepat ditengkorak kepalanya, harimau itu tidak melayang, karena ternyata tinjuan Sin tembus ditengkorak harimau saking kerasnya kepalan dan cepatnya pukulan sin.
"Huuuuh sayang sekali taring dan cakarnya hancur, padahal bisa dibuat senjata tingkat berlian. kalau sdikit dicampur batu meteor akuamarium, maka bisa menjadi senjata tingkat bumi." gumam Sin menyesali sudah menghancurkan taring dan cakarnya.
"Hanya inti energi nya yang masih utuh," ujar Sin sambil memasukan inti energi tak lupa memasukan tubuh harimau itu ke cincin penyimpanan kedua (cincin pemberian ayahnya)
★★★Note
inti binatang/inti siluman saya ganti dengan inti energi.
.
.
Matahari sudah hampir terbenam, Sin istirahat didahan pepohonan sekitar, walaupun dia tidak kelelahan.
Malam harinya,,,
Sin turun dari pohon, dia mengeluarkan tubuh harimau, kemudian sin mencabut salasatu pohon dan meremukannya jadi serpihan sebesar betis untuk dijadikan kayu bakar.
Dia malas untuk cari ranting pohon kesana kemari. Setelah beres membersihkan harimau itu, sin langsung memanggangnya.
Beberapa saat kemudian,,,
Harimau panggang sudah matang, sesaat sin akan memakannya.
KRESEEEEK
Terdengar ranting dan dedaunan kering yang terinjak.
Sin sebenarnya tau ada 2 orang yang sedang mengintipnya, tapi dia membiarkannya.
"Kesinilah dan makanlah kalau lapar...!!!" seru sin kepada seseorang yang masih sembunyi dibalik pohon.
Kemudian kedua orang itu keluar dari balik pohon.
__ADS_1
"Salam tuan muda" ucap seorang pria tua bersama pria yang lebih muda, keluar dari balik pohon.
"Salam senior," balas sin sambil menundukan sedikit kepalanya,
"Kalau senior lapar, ambilah,,,!! daging harimau ini terlalu besar untuk ku habiskan sendiri,,," seru sin menawarkan daging panggangnya.
"Maaf tuan muda, kalau yang tua ini sudah bersikap kurang sopan," ujar pria itu, lalu mengambil daging panggang yang ditawarkan oleh Sin.
"Tidak apa -apa senior, saya malah senang ada teman untuk makan dan ngobrol." balas Sin tersenyum..
.
.
Selesai makan...
"Tuan muda, Perkenalkan yang tua ini bernama Bao zun dan ini cucuku Bao zuan," ucap Bao zun memperkenalkan diri dengan sopan.
"Kalau boleh tau, siapa namamu tuan muda..?"
"Namaku Sin tian, panggil saja aku Sin...!" balasnya santai
Walaupun Bao zun tidak bisa melihat tingkat kultivasi anak muda didepannya.
Tapi Bao zun yakin anak muda didepannya ini bukan pemuda biasa, faktanya dia berani masuk hutan larangan sendirian walau hanya wilayah luar.
Bao zun tidak mau ambil resiko, salah langkah tamat riwayatnya.
Setelah ngobrol ngaler ngidul..
Ternyata Bao zun datang ke hutan larang sedang mencari inti binatang tingkat 4, untuk meningkatkan kultivasi cucunya, Bao zuan.
Karena 1 bulan lagi akan diadakan turnamen muda kerajaan xuan.
Bao zun menceritakan tentang turnamen itu, tapi Sin tidak tertarik sama sekali dengan turnamen itu, karena saat melihat Bao zuan yang dikatakan jenius klan bao, ranahnya hanya pejuang perak tingkat 9, di umurnya 18 tahun.
Sin berkesimpulan pasti peserta yang lain pun tidak jauh dari ranah Bao zuan,
"Apakah nak Sin mau mengikuti turnamen itu?.." tanya Bao zun.
"Ah tidak senior, karena dalam waktu dekat ini ada sesuatu hal penting dan tak dapat ditunda" balas Sin jujur.
Karena setelah keluar dr hutan, target sin selanjutnya adalah klan Fang.
"Ini senior....!!" seru Sin sambil menyodorkan inti energi tingkat 4 harimau taring perak
"Ambilah, saya tidak memerlukannya...!!" seru Li tian lagi.
"Pemuda misterius," gumam Bao zun.
Sin yang memberikan begitu saja inti energi tingkat 4, bahkan di paviliun angsa harganya bisa mencapai 3000 koin emas.
Tidak banyak kultivator yang mau masuk ke hutan larangan, bahkan setingkat pejuang emas tingkat 10 saja hanya berani masuk hutan bagian luar, dan tidak akan berani masuk ke bagian tengah, apalagi bagian terdalam, walaupun hutan bagian tengah kebanyakan tingkat 4,5,6. tapi selalu ada satu atau dua binatang tingka 7 atau delapan yang berkeliaran.
"Baiklah nak Sin, yang tua ini tidak akan sungkan lagi" ujar Bao zun mengambil lnti energi.
"Tidak apa -apa, terima lah...!!" ujar Sin sembari menyodorkan inti enrgi.
Malam pun berlalu..
Keesokan paginya,,,
Bao zun pulang ke klannya, sebelum pulang Bao zun memberikan lencana tamu kehormatan pada Sin.
.
.
Kemudian setelah menerima lencana dari Bao zun, Sin melanjutkan perjalanannya ke hutan bagian tengah, sin tidak terbang hanya berlari kecil dihutan itu.
.
.
Sampai di hutan bagian tengah, dia melayang 200m keatas, Sin mengedarkan kesadaran spiritualnya seluas 10km².
Sin melihat ada lumayan banyak binatang tingkat 4,5 dan 6. ±750 ekor.
Melihat itu sin menyeringai menakutkan, lalu Sin merubah cincin artefaknya jd busur lagi, karena senjata model seperti ini yang paling cocok jadi senjata pemburu.
SHUUUT
SHUUUT
SHUUUT
.
.
__ADS_1
Sesaat setelah dilesatkan, anak panah terbagi jadi ratusan, binatang lain yang melihat kawanannya mati secara tiba -tiba, lantas lari kesana kemari.
Anak panah menembus jantung, sebagian lagi menembus tubuh kepala binatang itu.
Anak panah terus memburu yang kabur dan akhirnya tidak ada satupun yang lolos dari kejaran anak panah yang sin lepaskan.
"Senjata tingkat semesta memang sangat mengagumkan dan memuaskan" gumam sin senang.
Sin memasukan semua tubuh binatang ke cincin yang kedua.
Tapi di hutan bagian tengah ini, Sin tidak menemukan herbal satupun.
Jadi sin terus berlari ke hutan terdalam, dijalan sesekali bertemu binatang tingkat 5 atau 6.
Kalau lawannya berkelompok, sin menggunakan senjata busur, sebaliknya kalau lawannya hanya beberapa ekor sin menggunakan pedang atau pukulan.
Sin tidak menggunakan api putih atau elemen petir, karna pasti binatang itu akan hancur jadi abu.
.
.
Saat akan memasuki perbatasan hutan terdalam dan bagian trngah, banyak sekali kabut beracun berwarna putih kehijauan,
Walaupun sin kebal terhadap racun, tapi ini sedikit mengganggu penglihatannya, sin menyeringai seram
Karena dia ingin mencoba jurus semesta, setelah komat kamit dalam hatinya, sin mengalirkan 10% energi qi nya melewati paru- paru
"TIUPAN SEMESTA.."
HWWUUUUUUUUHHH..
Angin menerjang dan menyapu bersih kabut asap, bahkan menerbangkan banyak pohon besar sejauh 2km, tidak sedikit binatang tingkat 7 dan 8 tubuhnya terkoyak, bahkan inti energinya hancur. Asap pun hilang berterbangan ke atas.
"Huuuuuh,,, Seharusnya aku tidak menggunakan jurus dari kitab semesta." gumam sin sambil menghela nafas.
Sin sedikit loncat untuk memasuki hutan bagian terdalam, karena antara hutan tengah dan terdalam dibatasi sungai.
Sesaat setelah masuk kedalam hutan terdalam, baru juga melangkah 100 m.
BAAAAAMMM
Tanah bergetar dengan radius 100m² dari pusat getaran, setalah kepulan debu menghilang terlihat raja kera bumi berdiri dengan gagahnya, tinggi 5 m lebar 2m.
"Manusia...!!! Apa kamu yang melakukan ini?" tanya raja kera.
"Iya, memangnya ada yang salah..? balas Sin balik nanya..
"GROAAAAAAAAAAAAAAAA"
Raja kera meraung marah sambil memukul dada dengan kedua tangannya.
"Ciiiiihh,,, hanya semut meraung seperti ayam" cibir Sin melihat kelakuan raja kera
"B4ngsaaatttt.... sejak kapan ayam meraung..? tanya raja kera makin marah
"Sejak sekarang" balas Sin cuek.
"B★JINGAN ALAS..!!" Teriak raja kera.Kemudian raja kera merentangkan kedua tanganya.
Setelah itu muncul dinding tanah dari sisi kiri dan kanan Sin, lalu kera itu menyatukan kedua tangannya.
BOOOOOMMM
Sin di hantam tanah cukup keras masing- masing setebal 3m.
"HA HA HA HA,,,, Itulah hukuman bagi manusia tak tau di...."
BOOOOOOOOOOMMM
Tanah hancur hanya dengan kibasan tangan Sin.
Raja kera yang melihat itu sangat terkejut, dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Raja kera melesat menyerang sin, setengah meter lagi pukulan raja kera mengenai wajah Sin.
Sin menangkap tinjuan raja kera dengan ringan, kemudian Sin mencengkram lengan raja kera, sampai jari sin tembus ke tulang lengannya.
Setelah itu raja kera dibanting ke kanan dan ke kiri, baru 2 kali bantingan, tulang raja kera sudah remuk.
Sin membantingnya sekali lagi,
BOOOOMMMM
Raja kera sudah tidak bisa bergerak, bahkan hanya untuk menggerakan jarinya,,,
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA...!!!!!
BERSAMBUNG...
__ADS_1