LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
RUMAH MAKAN LIU


__ADS_3

PERMISI,,,


Brand Ambasador dari ceritaku numpang tenar



Kalau hanya komen (MC T0L0LLL, MC PAYAH, MC GOBLOK), saya masih baik-baik saja, itu berarti para readers benar² membaca.


karena Komen seperti itu, saya anggap wajar.


Bisa jadi krn tidak mengerti alur cerita


Atau mungkin lupa alur cerita dibelakangnya.


Bisa juga, krn alur cerita tak sesuai harapannya


.


.


.


TAPI klo caranya seperti yang kemaren dan diatas,,,,


sorry kawan, gw bukan seorang penulis yg sabar dan baik hati, gw hanya seorang penikmat yg sedang memuaskan diri sendiri dan mereka yg satu hati.


lu merasa pinter,


Sana, Bikin Novel Sendiri...!!


Mudah²an do'i mau bikin novel,,,!


Klo baca tiap komennya,


Harusnya sih do'i bisa bikin novel yang bagus,,,


MINIMAL NOVELNYA SE-KEREN shujinkouron....


salam dr bocil..


.


.


Sebelum lanjut baca,,,


☕ dulu,,,,,!! biar tenggorokannya adem..✌️😁😁


.


.


yo lanjuuut....!!


***


"Kalian cari tahu pelakunya, dan jangan pulang sebelum penyelidikannya beres..!!!"


"Baik ketua..."


.


.


***


5 jam kemudian setelah menghancurkan 2 feiji milik para perompak.


Sin tiba di perbatasan Benua Barat, dia turun cukup jauh dari gerbang masuk perbatasan itu.


.


.


Saat sedang mengantri, Sin membaca plakat di gerbang perbatasan, "kota shangren."


.


.


"Tanda pengenalnya tuan..!" seru penjaga gerbang


Sin kemudian mengeluarkan tanda pengenal dari desa daun wangi. Desa yang pertama kali dikunjungi di Daratan tengah ini.


Walaupun dia mempunyai 3 plakat lainnya bahkan plakat itu berwarna emas, yang artinya Sin adalah bagian dari keluarga besarnya. Yaitu plakat dari kekaisaran Jiang, kerajaan Ling dan plakat emas dari faviliun Yaopin.


.


.


"10 koin platinum..!!" seru penjaga gerbang.


Setelah membayar 10 koin platinum, Sin langsung masuk ke kota itu lebih dalam lagi.


Kota shangren ini, kota teramai yang pernah dia kunjungi seumur hidupnya.


Pasalnya hari sudah mulai senja saja, para pedagang bahkan ada yang baru menjajakan barang dagangannya.


Dan bukan hanya para pedagang, para pembeli pun ada yang baru datang, mereka hilir mudik kesana kemari, memilih dan memilah baik di pedagang emperan atau memasuki toko yang lebih besar.


Walau tidak ada satupun barang yang menarik hatinya. Beberapa kali Sin membeli cemilan ringan, entah itu kue kering atau yuan doufu (tahu bulat).


...Suasana kota shangren di malam hari....



Bahkan sampai dini hari, kota shangren masih sangat ramai.


.


.


Keesokan paginya...


Sin sedang menikmati hangatnya sinar mentari ditemani secangkir teh, ditaman kota shangren.


.


.


"Kakak tampan,,,!!! apa kakak mau membeli kue kering buatan ibuku..?" seru seorang anak kecil tiba-tiba menawarkan barang dagangannya.


"Kamu masih kecil, tapi sudah pandai berdagang," ujar Sin memuji


"Apa kakak tampan mau membeli kue jualanku,,,,?" tanya nya sekali lagi.


"Baiklah, kakak borong semuanya.." balas Sin


"Apa itu benar..?"


"Hmmmm.." angguk Sin


"Jadi berapa semuanya...?" tanya Sin


"Sebentar, aku hitung dulu..!" timpal anak kecil itu.


.


.


"Kakak, Semuanya jadi 3 koin platinum.." ucap anak kecil berusia 9 tahun itu.


"Baiklah,,," balas Sin, kemudian membayar sesuai harga yang disebutkan anak kecil itu.


"Terima kasih kakak tampan"


"Oh iya adik kecil, siapa namamu..? tanya Sin, sambil menikmati kue yang baru dibelinya.


"Namaku Liu cheng,"


"Berapa usiamu adik Cheng..?" tanya Sin lagi.


"9 tahun" balasnya


Setelah itu Sin dan Liu cheng terus ngobrol cukup lama.


Ternyata disaat anak sebayanya asyik bermain kesana kemari dan mulai berkultivasi, tapi Liu cheng tidak bisa melakukan itu. Sebab dia harus membantu perekonomian keluarganya.


.


.


Tidak berapa lama....


"Hai sampah,,,! ternyata kau ada disini..." ucap seorang anak berusia 12 tahunan, bersama 2 anak lainnya.


"Siapa mereka adik cheng..?" tanya Sin


"Dia tuan muda dari klan Yong, namanya Yong bin. sedangkan 2 orang lainnya, adalah pengikutnya." balas Liu cheng.


.


.


"Heh sampah, mana uang keamanan hari ini...!!??" tanya Yong bin


"Adik cheng, Apa mereka suka memeras kepada semua para pedagang disini..?" tanya Sin


"Tidak, mereka hanya suka menggangguku saja, bahkan sampai memukuliku, kecuali jika aku memberinya sejumlah koin, mereka akan pergi begitu saja," balasnya.


"Hmmmmm,,,, Mulai sekarang, lawanlah dan jangan takut lagi..!!" seru Sin sambil menepukan tangannya ke pundak Liu cheng.


"Ta tapi...." timpal Liu cheng ketakutan.


"Lawanlah...!!" ucap Sin sekali lagi.


Yong bin mulai marah, karena merasa disepelekan oleh Liu cheng.


"Beraninya kau...!!" teriak Yong bin


Liu cheng pun memberanikan diri dan berjalan 10 langkah kearah Yong bin, dengan menunjukan ekspresi percaya diri, walau hatinya masih takut.


"Ho hoooo,,, lihatlah anak sampah ini mulai berani.." ejek Yong bin


"Kalian pegang kedua tangannya, biar ku tunjukan, bagaimana rasa sakit, saat kedua tangannya dipatahkan." seru Yong bin memberi perintah.


Kedua anak buah Yong bin pun berjalan menghampiri Liu cheng dengan sombongnya.


"Kali ini, habis sudah kau sampah,," ucap salah satu anak buah Yong bin.


Saat kedua tangan Liu cheng akan dipegang, Liu cheng menangkap tangan mereka lebih dulu, dan membantingnya kebawah.


BRUUUUUKK


KRAAKK


"Aaaaaaarrgghhh" teriak kedua anak buah Yong bin kesakitan, karena beberapa tulangnya patah.


Jangankan Yong bin, Liu cheng sendiri terkejut, karena tenaganya lebih dari 100 kali lipat dari sebelumnya.


Padahal kultivasinya hanya baru pembentukan tubuh tingkat 2, Sedangkan anak buah Yong bin sudah berada di ranah pejuang emas tingkat 9, Yong bin sendiri sudah berada di ranah pendekar raja tahap awal.

__ADS_1


"Sejak kapan si sampah ini mempunyai kekuatan seperti ini..??" gumam Yong bin sangat tidak percaya.


Yong bin pun melihat kearah Sin, tapi dia tidak bisa merasakan energi qi didalam tubuh Sin.


Karena masih setengah tidak percaya.


Yong bin pun melesat kearah Liu cheng dengan mengeluarkan energi qi penuh dari seorang pendekar raja tahap awal.


"pukulan tangan besi" teriak Yong bin,


Walaupun Liu cheng belum mempunyai jurus apapun. Tapi kali ini dia percaya diri.


Liu cheng pun mengepalkan tangan kanannya dan mengalirkan energi qi keseluruh tangannya, dia mencoba peruntungan beradu pukulan dengan Yong bin.


"MATI KAUUU...!!!" teriak Yong bin.


Saat kedua pukulan itu beradu..


KRAKKKKK


BOOOMMM


Tubuh Yong bin melesat dan menghantam pohon sekitar taman kota shangren. hingga tulang tangan dan beberapa tulang rusuk bagian belakangnya patah.


"Waaaaahhh hebat, jadi begini rasanya punya kekuatan.." gumam Liu cheng sangat senang.


.


.


.


Liu cheng kembali duduk, dimana Sin sedang menikmati kue buatan ibunya.


Walaupun banyak yang melihat, tapi keduanya cuek bebek. Karena kebanyakan dari mereka adalah pelancong dan kultivator bebas yang sedang berkunjung di kota Shangren.


.


.


"Terima kasih kakak, aku tahu kakak yang sudah memberiku kekuatan, karena saat tangan kakak memegang pundaku, ada aliran energi sangat besar masuk kedalam tubuhku" ucap Liu cheng.


"Hmmmmm, kalau begitu ayo kita pergi kerumahmu,,!!" ajak Sin.


"Ehh,, apa kakak ingin berkunjung kerumahku..?" tanya Liu cheng.


"Tapi bagaimana dengan mereka,,,?" tanya Liu cheng lagi, sambil menunjuk Yong bin dan anak buahnya.


"Tidak usah khawatir, mereka belum mati, keluarganya pasti tahu kemana mereka harus mencari pelakunya..." balas Sin.


"Maaf kakak, tapi aku tida bisa membawamu kerumahku. Klan Yong pasti akan mencariku kesana. Dan aku tidak mau menyusahkan kedua orang tuaku." balasnya menunduk sedih.


"Justru kalau kau tidak pulang sekarang. Patriak klan Yong pasti mendatangi rumahmu dan mengacau disana. Apa kau yakin tidak mau melindungi kedua orang tuamu...??"


"Benar juga apa yang kakak bilang," balasnya.


Liu cheng langsung lari sekuat tenaga menuju rumahnya.


Sin terkekeh melihatnya, kemudian mengikuti liu cheng dari belakang.


.


.


30 menit kemudian,,,


Kakak, itu rumahku,,, Apa aku harus menceritakan masalah tadi kepada ibuku..?" tanya Liu cheng, sambil menunjuk rumahnya dari kejauhan.


"Tugasmu sudah selesai, sisanya biar kakak yang urus...." ucap Sin mengusap lembut kepala Liu cheng.


"Hmmmm,,," angguk Liu cheng.


.


.


"Oh iya, siapa nama kakak?" tanya Liu cheng, sambil berjalan menuju rumahnya


"panggil saja kakak Sin, Apa adik Cheng ingin menjadi kultivator yang kuat dan hebat..?"


"Hmmmm,," angguknya semangat.


"Kalau begitu kau harus menjadi murid pertamaku terlebih dahulu.."


Tanpa pikir panjang, Liu cheng langsung bersujud 3x


"Hormat murid pada guru.." ucapnya semangat.


"Baiklah, sekarang kau sudah resmi menjadi murid pertamaku." Sin tidak banyak tanya lagi, karena dia pun dulu seperti itu kepada Li tian.


Kemudian mereka berdua terus berjalan menuju rumah kedua orang tua Liu cheng.


.


.


Sesampainya dihalaman rumahnya, Liu cheng masuk kedalam, sedangkan Sin menunggu diluar.


"Cheng'er kau sudah pulang nak,,?" ucap seorang wanita berusia 35 tahunan.


"Iya bu, aku baru saja pulang.."


"Tidak biasanya pagi-pagi sekali sudah pulang? dan mana keranjang daganganmu nak..?" tanya ibunya penuh kasih


"Haiiisss,,,, maaf ibu, sepertinya keranjang kuenya ketinggalan ditaman kota. Tapi ibu jangan khawatir, karena kue buatan ibu sudah habis terjual.."


"Benarkah...?" tanya ibunya senang bukan kepalang.


"Maafkan ibu ya sayang...!! waktu bermainmu, kau habiskan untuk membantu ibu.." ucap nya sambil memeluk anaknya itu.


"Tidak apa- apa bu, aku sangat senang melakukan semua ini untukmu.." ucap Liu cheng.


"Sekarang waktu masih pagi, bermainlah bersama teman- temanmu...!" seru ibunya


Liu cheng hanya menggelengkan kepala sebagai jawabannya.


"Oh iya Ibu, ada seseorang yang ingin aku kenalkan kepada ibu dan ayah..." ujar Liu cheng.


Kemudian Liu cheng keluar dan membawa Sin masuk rumahnya, sekaligus mengenalkan mereka satu sama lain. Liu cheng juga mengatakan, kalau Sin adalah gurunya.


.


.


"Salam bibi,,," ucap Sin sedikit menundukan kepalanya.


"Tidak usah sungkan tuan muda, apalagi kau adalah guru dari anakku. Untuk itu, bibi ucapkan terima kasih banyak atas kemurahan hati Tuan muda Sin."


.


.


10 menit kemudian...


"Bibi, apa aku boleh melihat keadaan paman Liu..!?" tanya Sin


"Tentu saja boleh,,,"


Sin pun dibawa ke sebuah kamar. Didalam kamar, terlihat seorang pria berbaring tak berdaya diatas kasur.


Jangankan untuk menggerakan tangan dan kaki, menggerakan tulang rahangnya saja tidak mampu.


Kemudian Sin memeriksa tangannya.


"zhongfeng (stroke)," gumam Sin


Tapi penyakit zhongfengnya itu akibat kesengajaan, tepatnya diracuni, sehingga otot yang harusnya bisa menggerakan tulang, kini otot itu seperti tidak berfungsi sama sekali.


Lalu Sin memberinya pil penyembuh tingkat dewa, dalam hitungan detik, otot-otot yang yang sangat lemah itu kini berjalan seperti semula, sehingga Liu chong (ayah Liu cheng), bisa menggerakan sendi- sendi tulangnya kembali.


Istri dan anak Liu chong pun menghamburkan tubuhnya untuk memeluk orang terkasihnya itu.


beberapa saat kemudian..


"Terima kasih guru sudah menyembuhkan ayahku..!' ucap liu cheng sangat tulus.


.


.


.


.


2 jam kemudian,,,,


Sin sudah ngobrol panjang lebar bersama keluarga kecil itu,,,


Ternyata, Liu chong sendiri adalah seorang pelancong dari benua utara, ketika dia dan istrinya tiba di kota shangren, dia memutuskan untuk berbisnis kuliner. Dan usahanya itu membuahkan hasil dan maju dengan sangat pesat.


Hingga suatu ketika, Yong bian (ayah Yong bin), datang dan mengajaknya bekerja sama.


Baru 1 bulan bekerja sama, Liu chong diracuni oleh Yong bian, saat itu mereka berdua minum arak bersama, dan ternyata arak Liu chong sudah dicampur racun.


Karena sehari setelah minum arak itu, keesokan harinya Liu chong sudah tidak bisa menggerakan seluruh tubuhnya.


Tidak membutuhkan waktu lama, rumah makannya diambil alih sepenuhnya oleh Yong bian.


Istrinya sendiri, yaitu Liu Jie sudah memanggil beberapa tabib, tapi setelah diobati lebih dari 10 kali. Suaminya itu tak kunjung sembuh juga, sampai dimana semua koin simpanannya habis tak tersisa.


Liu jie pun menjual rumah besarnya, untuk memulai usaha lainnya.


Dan sisa uangnya dipake untuk membeli rumah sederhana dipinggiran kota.


Tapi naas, toko kecil-kecilan milik Liu jie pun dihancurkan oleh anggota klan Yong.


.


.


**


Siang harinya...


"Anak sampah, keluar kau...!!!" teriak Yong bian, dari luar rumah Liu cheng.


Liu chong mendengar suara yang sangat akrab itu, darahnya langsung naik, apalagi saat mendengar anaknya dipanggil sampah.


Dia berdiri dari tempat duduknya,


disaat dia akan keluar rumah,,,


"Paman Liu, biar aku saja yang urus mereka,,,,!" seru Sin


"Tapi tuan muda..."


"Aku sudah berjanji pada muridku, untuk mengurus sisanya..." balas Sin.


"Kalau begitu, terima kasih banyak tuan muda Sin.." ucap Liu chong.


Liu chong dan istrinya sudah diberi tahu oleh anaknya, Liu cheng. Tentang masalahnya tadi pagi dengan Yong bin.

__ADS_1


.


.


Yong bian sendiri datang bersama 1 tetua dan 5 anggota klannya.


"Siapa kau..?" tanya Yong bian, saat melihat Sin keluar dari pintu rumah Liu Chong.


"Suriken.." ucap Sin


SEUUUNGGGGGG


Suriken berputar cepat diatas telapak tangannya, kemudian Sin melemparnya kearah Yong bian dan gerombolannya dengan sangat cepat.


SEUNGGG


SEUNGGG


SEUNGGG


.


.


Dalam hitungan detik, kepala Yong bian dan enam lainnya terlepas dari lehernya.


Kemudian Sin memasukan semua tubuh itu kedalam cincin penyimpanannya. dan masuk kembali kedalam rumah.


"Bagaimana tuan muda, apa mereka masih berada diluar atau sudah pergi..?" tanya Liu chong penasaran.


"Apakah orang ini yang paman maksud..???" tanya Sin mengeluarkan kepala Yong bian, sambil tersenyum gemas.


GLEKKK


Liu chong beserta istri dan anaknya hanya bisa menelan air ludah mereka kembali, sebagai respon atas pertanyaan Sin.


Liu chong sangat terkejut, karena tidak terdengar pertarungan sedikitpun diluar rumahnya.


"Paman Liu, ayo kita pergi kerumah Yong bian,,,!!" ajak Sin


"Tuan muda Sin, Untuk apa kita kesana,,,??" tanya Liu chong


"Tentu saja untuk mengambil kembali hak mu.." balasnya santai.


"Baiklah... Cheng'er, kau jagalah ibumu disini..!" seru Liu chong


"Hmmmm..." angguk Liu cheng.


"Tidak usah, karena sekarang Cheng'er adalah muridku, kau harus ikut, biar tahu bagaimana kejamnya dunia kultivator." Ujar Sin.


"Baik guru,,," ucap Liu cheng semangat.


Sebelum pergi, Sin membuat array terlebih dahulu untuk menjaga Liu jie, agar pikiran ayah dan anak itu menjadi tenang.


Sin menjentikan jarinya, seketika muncul array, dengan radius 1000m² dari rumah Liu chong.


"Apa paman sudah tenang..?" tanya Sin


"Terima kasih banyak tuan muda.."


"Ayo kita berangkat.,,!!"


Sin membawa keduanya terbang dengan kecepatan sedang.


dalam 15 menit,,,


Sin, Liu chong dan anaknya sudah melayang diatas klan Yong.


Kemudian Sin mengedarkan kesadaran spiritualnya ke area klan Yong, dan langsung meneleportasikan mereka yang tidak mempunyai aura kultivasi, keluar gerbang kota Shangren.


Setelah itu...


"Tekanan 1000 ton" ucapnya


BAAMM


BOOOOOOOMMMM


BOOOOOOMMMMM


BOOOOOOMMMMM


BOOOOOOMMMMM


.


.


Sin bukan hanya menekan tubuh dan jiwa dari tetua dan anggota klan Yong saja, Bahkan dalam seperskian detik, seluruh bangunan yang berdiri kokoh di area klan Yong, semua hancur berantakan terkena tekanan gravitasinya.


"Mengerikan..." gumam Liu chong, saat melihat aksi guru dari anaknya ini.


.


.


"Paman, disana terdapat banyak Koin emas, platinum, batu roh dan batu mistik. Ambillah dan jangan sisakan sedikitpun, karena semua itu adalah hak mu...!" seru Sin, membangunkan keterkejutan Liu chong.


"Ta tapi tuan muda, mungkin itu lebih dari apa yang mereka ambil dariku." ucap Liu chong


"Anggap saja itu bunganya,," balas Sin cuek.


"Ba baiklah tuan muda," balas Liu chong gugup, karena masih belum percaya, dengan apa yang dilihatnya.


Sin juga menurunkan Liu cheng untuk membantu ayahnya, sekaligus membiasakan diri dengan darah dari kepala dan tubuh yang pecah.


.


.


Keesokan harinya...


Hancurnya klan Yong, menghebohkan kota Shangren, terutama klan dan sekte yang ada dikota itu.


.


.


Sementara Sin dan Liu chong mengambil kembali rumah makan miliknya dulu.


Tentu saja para pelayan itu menyambut baik kedatangan Liu chong, dan sangat senang ketika tahu bahwa, rumah makannya akan dikelola kembali tuannya yang dulu.


Setelah melihat-lihat rumah makan itu, Sin memberi saran kepada Liu chong agar merubah sedikit interior rumah makannya.


Liu chong pun mengapresiasi saran dan masukan dari tuan mudanya.


Dan langsung mencari 100 pekerja untuk merenovasi ulang beberapa interiornya.


.


.


1 minggu kemudian...


Liu cheng sendiri, sudah berada di Dunia jiwanya dari seminggu yang lalu


Untuk latihan awal, Sin menyuruh Liu cheng untuk menempa fisiknya terlebih dahulu di benua penempa, dan diawasi langsung oleh kakeknya Yu xiao, Karena kakeknya sendiri yang memintanya.


Yu xiao merasa punya cucu kedua dengan kehadiran Liu cheng.


Jadi dengan senang hati, Yu xiao menemani latihan Liu cheng setiap saat.


.


.


***


Tepat seminggu sejak mulai direnovasi, RUMAH MAKAN LIU pun dibuka kembali dengan suasana jauh berbeda dari sebelumnya.



Untuk 2 hari pertama, Liu chong menggratiskan para pengunjung rumah makan miliknya.


Semua pelayan bekerja super sibuk dibagian masing-masing, meski sangat melelahkan, tapi mereka sangat senang, melihat antusias pengunjung yang membludak.


2 hari kemudian, masa promosi sudah habis. Para pelayan mengira pengunjung akan sedikit sepi, tapi nyatanya malah dibuat makin sibuk.


Melihat semua karyawannya sedikit kelelahan, keesokan harinya Liu chong pun mencari pegawai tambahan.


.


.


.


Sin yang memperhatikan dari lantai 4, sangat puas melihat antusias pengunjung di Rumah makan Liu ini


.


.


"Bagaimana, apa sudah ada petunjuk...?" tanya salah seorang kepada teman semejanya.


"Aku belum menemukan petunjuk sama sekali," balasnya


"Haissshhh bagaimana ini, ketua melarang kita untuk kembali, sebelum menemukan petunjuk, siapa yang sudah membunuh tetua Ju lung dan menghancurkan 2 feiji milik kelompok kita."


Obrolan mereka terus berlanjut


.


.


Sin yang mendengar obrolan itu, menduga.


Kemungkinan besar orang yang sedang dicari oleh kolompok orang itu adalah dirinya.


Setelah gerombolan itu keluar dari Rumah Makan Liu,


Sin menembakan energi spiritualnya ke kepala mereka berempat dari kejauhan.


.


.


"Gunung Yanjiang..." Gumam Sin tersenyum merekah...


Karena Sin sudah menemukan lokasinya, dia langsung berteleportasi ke gunung Yanjiang.


.


.


.


BERSAMBUNG...


LIKE, KOMEN


VOTE DAN HADIAH..!!!

__ADS_1


__ADS_2