LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
HIBURAN


__ADS_3

"Gege apa itu tidak berlebihan..?" tanya Ling si


"Si'er,,, sabar itu bukan berarti harus diam, dan lembut itu bukan berarti tidak boleh keras. Seperti halnya terong gege, terong itu sangat lembut karena hanya segumpal daging tanpa tulang, tapi ketika sudah bertemu lawannya, terong itu jadi keras dan mengamoook..!!"


Perkataan Sin, membuat Ling si malu dan hanya menunduk. Bagaimana tidak, dia mengingat betul, dengan rakusnya mengemut terong itu sampai dia sendiri tersedak.


"Perumpamaan macam apa itu,,,!!??" gumam Ling si pelan sambil menunduk malu.


Sin yang mendengar gumaman Ling si hanya terkekeh.


.


.


.


Tadinya Sin, akan menuju ke kerajaan huang dan menghancurkan langsung istana kerajaannya.


Tapi setelah dia berpikir lagi, masalah 2 kerajaan ini, Sin belum benar- benar mengerti.


Lagi pula, pada awalnya dia tidak mau ikut campur atas peperangan kerajaan huang dan kerajaan Ling.


Mau perang, perang saja...!!


Mati konyol juga terserah mereka. Ga ada urusan dengan dirinya.


Jika peperangan 2 kerajaan ini, TIDAK ADA HUBUNGAN dengan CALON ISTRINYA, Ling si.


Sin lebih memilih chu-x bebek saja.


Karakter calon PENGUASA sudah mulai tumbuh dihati dan otaknya. bukan berarti harus membantai dan membantai. Tapi juga melindungi yang benar,


Jangan sampai karena raja Ling sing adalah calon mertuanya, kalau ternyata dalam hal ini kerajaan Ling sendiri yang melakukan kesalahan, tidak mungkin Sin membantai kerajaan huang.


Jadi sebelum bertindak lebih jauh, Sin mengeluarkan murid pengintai dari sekte bintang semesta Dunia jiwanya. Untuk menyelidiki lebih lanjut permasalahan 2 kerajaan yang sedang berseteru ini.


"Gege sekarang kita akan kemana..?


"ke kaisaran Jiang" jawabnya singkat.


Setelah itu Sin, pergi dari wilayah ibu kota huang,


Setelah berada jauh dari ibu kota, Sin melesat keatas langit dan mengeluarkan Feiji nya.


WUSSSSSSHHHHH


Feiji muncul dihadapan mereka berdua.


"Gege itu apa...?" tanya Ling si penasaran, sembari menunjuk Feiji milik Sin.


"Itu Feiji milik gege juga milikmu."


Untuk sesaat Ling si tidak percaya, kalau itu adalah Feiji. Karena setahu dia, feiji itu terbuat dari kayu, sebagian ada yang pakai layar, ada yang pakai baling- baling kecil, ada juga yang seperti tabung gas diatasnya.


Walau masih bingung dan banyak pertanyaan, Ling si hanya bisa ngekor.


Ketika sudah berada didalam Feiji, Ling si lebih terpukau lagi, dengan interior Feiji milik suaminya itu, furniturenya sangat lengkap, mulai dari perabotan rumah, kamar tidur dan dapur.


Semuanya lengkap, bahkan barang- barang itu lebih bagus dari pada di penginapan dan istana kerajaannya.


Feiji milik suaminya itu juga 20 kali lipat lebih besar dari pada Feiji pada umumnya.


"Apa Si'er suka..??" tanya Sin membangunkan keterpukauan calon istrinya itu.


"Sangat suka,,,,


Gege, sekarang tujuan kita mau kemana..?" tanya Ling si bergelayutan manja.


"Bukannya tadi gege sudah bilang, kita akan pergi ke kaisaran Jiang."


"Hmmmmm.." angguk Ling si, yang akhir- akhir ini banyak terbengong.


.


.


.


Sin bukan tidak mau terbang menuju kekaisaran Jiang, hanya saja sensasinya berbeda dan ada kepuasan tersendiri jika naik Feiji.


Di daratan tengah sendiri, melihat kultivator bisa terbang lalu lalang kesana kemari bukan hal aneh.


Tapi untuk beberapa kultivator, terbang jarak jauh, itu sangat menguras energi qi.


Dan kecepatan terbang para kultivator tidak secepat Feiji.


.


.


.


***


Di kerajaan Ling...


"Hormat yang mulia,"


"Ya,, ada apa komandan....?"


"Hamba baru saja mendapatkan informasi terbaru melalui kristal komunikasi. Kalau prajurit pengintai, menemukan seorang gadis yang sangat mirip dengan tuan putri Ling si di wilayah ibu kota kerajaan Huang, dia bersama seorang pemuda." ujar komandan prajurit pengintai memberi laporan.


"Apa kau yakin..?" tanya raja Ling sing langsung berdiri.


"Menurut informasi dari para prajurit, 90% bisa dipastikan bahwa gadis itu tuan putri Ling si.."


"Kenapa 90%...?" tanya raja Ling.


"Mohon maaf sebelumnya yang mulia, prajurit pengintai itu mengatakan, kalau gadis yang mereka lihat lebih cantik dari tuan putri Ling si, hanya saja, aura kultivasinya sama persis seperti tuan putri Si."


"Apa mereka berdua masih berada di wilayah kerajaan huang..?"


"informasi terakhir, gadis yang mirip dengan tuan putri Si dan pemuda itu, menuju kekaisaran Jiang." balas komandan prajurit.


"Apa ada informasi tambahan..?" tanya raja Ling


"prajurit pengintai mengatakan, kalau Kekasih dari gadis itu baru saja membantai klan Zong dengan 2 gollem yang sangat mengerikan, semuanya terbunuh karena mereka semua tidak bisa kabur dari array penghalang buatan pemuda itu." balas komandan panjang lebar.


Raja Ling terkejut, sejak kapan di Daratan tengah ada Gollem...


Tapi dia tidak mau berpikir lebih jauh lagi, Ling sing pun langsung pergi dari singgasananya, untuk memberitahu kabar gembira ini kepada istrinya, Ling xia.


.


.


.


.


***


Di ibu kota Huang,,,


Berita tentang dibantainya klan Zong oleh 2 gollem, telah menyebar dan menggemparkan ibu kota itu.


Semua klan, bahkan sekte mulai waspada atas kejadian ini. Dan masing- masing patriak menginstruksikan agar jangan mempropokasi siapapun diluaran sana.


.


.


.


***


Didalam Feiji..


"Si'er, dari sini ke kaisaran Jiang, terbang ke arah mana...?"


"Gege tinggal lurus saja ke arah selatan," balasnya


Kemudian Sin menjalankan Feiji nya, karena Feiji miliknya 10 kali lebih cepat dari pada Feiji pada umumnya, jadi Sin menjalankan dengan kecepatan sedang.


Sambil berjalan, Sin memasang inti energi binatang tingkat 7-9 sebagai senjata Feijinya.


Inti energi yang dibeli dari toko herbal, hanya yang berelemen api, es, dan petir.


Untuk inti energi yang berelemen api dan es, Sin menambahkan sedikit api putihnya. Sedangkan inti energi yang berelemen petir, Sin menambahkan petir semestanya.


Dan untuk mengunci target, Sin menyimpan sedikit energi spiritualnya, agar saat ditembakan bisa tepat sasaran (anggap saja seperti peluru/rudal yang bisa dikendalikan dari jarak jauh).


.


.


.


.


Bagi para kultivator yang ingin menonton atau mengikuti turnamen, tapi tidak memiliki uang cukup banyak. Mereka berangkat 2 bulan sebelumnya.


Sedangkan orang yang punya banyak harta, mereka memilih naik Feiji, selain tidak menguras energi qi, juga tidak memakan waktu.


Di sepanjang perjalanan, Sin banyak melewati Feiji yang lain. Mereka juga sama, sedang melakukan perjalanan menuju kekiasaran Jiang.


.


.

__ADS_1


.


3 hari kemudian, Sin sampai di kekaisaran Jiang.


Dia pun langsung turun cukup jauh dari gerbang ibu kota kekaisaran itu, tentu saja Sin memasukan Feijinya ke cincin semesta terlebih dahulu.


.


.


Sin dan Ling si melanjutkan dengan berjalan kaki, saat mendekati gerbang ibu kota kekaisaran, Antrian di gerbang itu sangat panjang.


.


.


.


.


Beberapa saat kemudian,


Dari kejauhan, datang kereta kuda dengan beberapa pengawal berkuda didepannya.


"Minggir, minggir...!!!" seru pengawal kereta kekaisaran.


Bahkan para penjaga gerbang sudah memberikan jalan untuk kereta rombongan tuan muda Fang yi, yang merupakan anak dari salah satu mentri di kekaisaran Jiang.


Orang-orang yang sedang mengantri pun mengalah, baik itu pedagang, pelancong bahkan para kultivator, termasuk Sin dan Ling si ikut minggir.


Tapi naas beberapa pelancong dan pedagang yang tidak keburu minggir, ada yang terinjak kuda bahkan sampai tergilas roda keretanya.


"Aaaaaaaaarrrrggghhh...."


"Aaaaaaaaatrrgghhh..."


Teriak pedagang dan pelancong yang terinajak-injak.


Rombongan kereta kuda itu bahkan tidak peduli dan terus berjalan.


"Gravitasi dorongan" ucap Sin dalam hatinya.


WUUUUUNNGGGG


CRAAATTTTT


BRUUUUUUAAAAKKK


BOOOOOOOOMMM


Sin melemparkan rombongan itu dengan sangat keras kearah benteng pertahanan kekaisaran.


kepala para pengawal itu pecah, kerete kuda juga hancur, termasuk tuan muda Fang yi yang ada didalamnya mati seketika. Karena Sin melempar mereka dengan sangat keras.


Melihat kejadian ini, semua orang bergidik ngeri, mereka tidak tahu siapa yang bisa melakukan itu,


Bahkan prajurit gerbang lebih ketakutan lagi. Bagaimana cara mereka menjelaskan kejadian ini kepada pihak istana.


Pasalnya, pekerjaan mereka saat ini jadi taruhannya, lebih buruk lagi nyawanya sendiri bisa melayang.


Tapi Sin tidak peduli, kemudian dia menghampiri orang yang terinjak- injak kuda itu dan memberinya pil penyembuh.


"Telanlah pil ini..!!" seru Sin


Orang itupun tidak banyak tanya dan langsung menelannya, kurang dari 1 menit luka fisik ketiga orang itu sudah sembuh total.


"Terima kasih tuan muda" ucap ketiganya


"Hmmmmm..."


.


.


.


Kemudian ketua penjaga dan sebagian anggota penjaga lainnya ikut pergi ke istana untuk membawa jasad Fang yi dan pengawalnya, sekaligus melaporkan kejadian tersebut.


Bahkan ketua penjaga membawa semua orang, yang sedang mengantri sebelumnya, untuk diperiksa dan di introgasi lebih lanjut oleh pihak istana.


.


.


.


Sesampainya di halaman istana kekaisaran.


Ketua penjaga pun masuk keruang istana.


"Hormat hamba yang mulia kaisar.." ucap ketua penjaga yang sudah mengeluarkan keringat dingin dari awal masuk ruangan istana.


...KAISAR JIANG MIN...



"Ada apa...? tanya nya.


Ketua penjaga pun menjelaskan apa adanya...


Setelah mendengar apa yang terjadi, mentri perdagangan Fang yu (ayah Fang yi), langsung berdiri dan berjalan kearah ketua penjaga gerbang


PLAKKK


Tanpa aba- aba, mentri fang yu langsung menampar prajurut itu, sampai keluar banyak darah dari mulutnya.


"MENTRI FANG...!!!!" bentak kaisar Jiang.


"Bukankah kau sudah mendengar penjelasannya. Aku mengerti perasaanmu, tapi disini kau tidak bisa bertindak seenaknya..." ujar kaisar Jiang sedikit emosi.


"Ma maafkan saya yang mulia, Fang yi adalah anakku satu- satunya, dan kini saya sudah kehilangan dia untuk selamanya."


"Penjaga, dimana sekarang jasad Fang yi..? Dan apa ada saksi lain yang melihat kejadian ini..?" tanya kaisar Jiang


"Jasad tuan muda ada didepan istana. Dan untuk saksi yang lain, hamba membawa semua orang yang sedang mengantri diluar gerbang," balas ketua penjaga


Kemudian kaisar Jiang beserta jajarannya keluar istana.


Kaisar Jiang harus menyelidiki lebih lanjut, dia khawatir mentri Fang yu bertindak sendiri dan bertindak seenaknya.


Sesampainya di halaman istana, kaisar Jiang melihat jasad Fang yi sangat mengerikan, kepalanya pecah dan sebagian tubuh lainnya juga remuk.


Dia juga melihat ada lebih dari 500 orang berkumpul dihalaman istananya.


"Mentri Fang, masalah ini biar aku yang tangani, kau bawa jasad anakmu dan uruslah dengan baik...!!" seru kaisar Jiang.


"Baik yang mulia"


kemudian Fang yu, membawa jasad anaknya dengan berlinang air mata.


.


.


.


Sedangkan Kaisar Jiang meneruskan penyelidikannya. Dia memisahkan semua orang menjadi 3 kelompok.


pedagang, pelancong dan kultivator.


"Gege bagaimana ini..?" tanya Ling si khawatir


"Si'er tenang saja, jika mereka berani menyentuh sehelai rambutmu, gege pastikan istana ini akan rata." balasnya sambil mengusap lembut pucuk kepala Ling si.


"Apa gege yang melakukan semua ini," tanya Ling si menyelidik.


"Menurut Si'er....!!" balas Sin tersenyum manis.


GLEKK


Ling si menelan air ludahnya, karena ternyata semua ini ulah calon suaminya.


.


.


Sin sendiri berada dikelompok pelancong karena tidak mempunyai aura kultivasi. Sedangkan Ling si berada di kelompok kultivator, walupun ranahnya yang paling rendah diantara kultivator lainnya.


Setelah diperiksa, para pedagang dan pelancong dipersilahkan untuk pergi, tapi tidak dengan para kultivator.


"Anak muda, kenapa kamu belum pergi juga..? tanya kaisar Jiang


"Maaf yang mulia, saya tidak akan pergi kalau istriku masih ditahan disana.." balas Sin sambil menunjuk Ling si


"Hmmmmm" angguk kaisar Jiang mengerti.


Setelah diperiksa lebih lanjut, ranah kultivasi Ling si adalah yang paling rendah dan tidak ada hal yang mencurigakan, akhirnya Ling si dibebaskan lebih awal.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan halaman istana kekaisaran.


Dan setelah melewati pemeriksaan dan introgasi yang cukup panjang, akhirnya semua kultivator itu juga dilepaskan. Karena tidak ada bukti dan hal yang mencurigakan.


.


.


.


.

__ADS_1


Di kediaman Fang yu..


Mendengar kabar semua orang yang dibawa ke halaman istana dilepaskan begitu saja, Fang yu merasa tidak puas.


Kemudian mentri Fang, menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki lebih lanjut atas kematian anaknya.


.


.


.


Keesokan harinya...


Ibu kota kekaisaran Jiang semakin ramai oleh para peserta, dan pedagang, terutama para penonton.


bahkan puluhan Feiji berjejer rapi di lapangan khusus parkir, dengan berbagai bendera masing- masing.


Baik itu bendera kerajaan, Paviliun dan Sekte besar.


.


.


.


"Suamiku cepatlah cari Si'erku..!!" seru Ling xia (ibu Ling si)


"Sabarlah Xia'er..! kita pasti akan menemukannya." balas raja Ling sing, yang baru turun dari Feiji sewaannya.


Raja Ling menyewa Feiji, khusus untuk kerajaannya. Dia membawa beberapa jendral dan 20 parjurit pengintai, untuk mencari gadis yang mirip dengan anaknya, Ling si.


.


.


.


***


Ditempat lain..


"Apa gege akan mengikuti turnamen 3 keahlian itu..?" tanya Ling si.


"Karena kita sudah berada disini, tidak ada salahnya ikut hiburan ini.." balasnya cuek


Ling si terkejut mendengar jawaban calon suaminya itu. Turnamen adalah arena untuk berunjuk kemampuan terhebatnya, dan kalau jadi juara selain dapat hadiah besar yang paling utama adalah bisa mengangkat nama baik,


Baik itu untuk klan, sekte, paviliun atau kerajaan yang diwakilinya. Tapi calon suaminya hanya menganggap hiburan semata.


.


.


.


.


Setelah mengantri cukup lama ditempat pendaftaran.


"Nama....?" tanya anggota panitia turnamen


"Sin tian"


"Turnamen yang akan di ikuti..?"


"Ketiganya.." balas Sin cuek


"Apa kau yakin..?" tanya petugas itu


Sin hanya membalas dengan anggukan.


Panitia itupun mencatat, kemudian Sin diberi 3 plakat yang berbeda.


.


.


"Lihatlah pemuda itu mengikuti turnamen di semua bidang, padahal hanya orang biasa," ucap peserta yang sedang ikut mengantri


"Biarkan saja, mungkin dia lagi cari mati" timpal yang lainnya.


Celotehan dan cemoohan tertuju kepadanya.


Tapi Sin hanya bersikap calm saja, selain sudah biasa dihina, dia juga mewajarkan orang- orang mencomoohnya, karena itu resiko bagi mereka yang menyembunyikan aura kultivasi, maka akan dianggap orang biasa.


Peserta lain pun cukup banyak yang mendaftarkan diri lebih dari satu bidang keahlian, hanya saja paling banyak 2 bidang saja, entah itu pertarungan dan alkemis, atau pertarungan dan zhen fa (keahlian array)


Karena cukup banyak peserta yang mengikuti 2 bidang keahlian


Agar tidak bentrok, sang panglima jendral, membagi 3 sesi.


- Minggu pertama turnamen alkemis,


- Minggu kedua turnamen zhen fa (keahlian array)


- Minggu ketiga pertarungan.


.


.


.


.


.


2 hari kemudian


Hari yang ditunggu pun telah tiba,,,


...ARENA TURNAMEN...



Peserta yang mengikuti turnamen bidang Alkemis sebanyak 160 orang, dari berbagai wilayah di kekaisaran Jiang.


Kemudian salah satu tetua dari paviliun Yaopin (paviliun obat), naik keatas podium.


"Perkenalkan nama saya yao gung, saya adalah ketua panitia sekaligus penanggung jawab untuk turnamen bidang alkemis. Dan langsung saja saya umumkan hadiahnya


- Untuk juara pertama mendapatkan tungku alkemis tingkat langit dan 100.000 koin paltinum.


- juara kedua, mendapatkan tungku alkemis tingkat bumi dan koin 75.000 koin platinum


- juara ketiga, mendapatkan tungku alkemis tingkat berlian, dan 50.000 koin platinum.


Sorak sorai dan tepuk tangan pun bergemuruh di arena turnamen.


.


.


.


.


.


"Menurutmu siapa yang menjadi juara kali ini..?" tanya salah satu penonton


"Tentu saja tuan muda guo ren dari sekte kabut hijau," balasnya


"Kalau menurutku yang akan menjadi pemenangnya adalah nona muda Yao Gong zhu, putri dari ketua paviliun yaopin. Karena dia sudah menjadi alkemis master tingkat menengah.


.


.


.


Di tribun, sorakan dan taruhan semakin riuh


"Si'er, ambil koin ini dan pasanglah taruhan atas namaku...!!" seru Sin


Tidak banyak tanya, Ling si pun mengambil cincin penyimpanan yang diberikan Sin, kemudian dia mengecek isinya.


"100 juta koin platinum...!! Gege apa ini tidak salah..?"


"Pasanglah semuanya...!!!" seru Sin sekali lagi.


Karena sudah tidak ada waktu untuk mencari bandar, Sin hanya bisa menyuruh calon istrinya itu.


"Pantas saja hanya hiburan, bahkan hadiah turnamen tidak sampai 1% koin taruhannya.


Ling si pun mencari bandar besar yang ada di tribun penonton.


Setelah cukup lama mencari, Ling si akhirnya menemukan bandar besar, yaitu patriak dari klan wei. Yang merupakan saudagar kaya, di wilayah ibu kota kekaisaran Jiang.


"Ayo pasanglah taruhan saudara- saudari semua, jika menang akan dikali 10 kali lipatnya." ujar tetua klan wei.


Patriak wei yang duduk tidak jauh dari tetuanya, hanya tertawa sumringah.


Karena membuka taruhan seperti ini adalah cara cepat menjadi kaya.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2