LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
Chap 3. Masuk goa dan mendapatkan guru


__ADS_3

Satu jam kemudian,,,,


Mata sin sedikit terbuka,


"Ayah, ibuuu - ayah ibuu,,," bibir sin bergumam dengan menyebut kedua orang tuanya terus menerus sambil menangis bercampur air hujan yang deras, hanya nama itu yg keluar dari mulutnya.


Selama dua jam, Sin merutuki nasibya sambil mengeluarkan air mata yang sudah bercampur air hujan.


Tak henti - hentinya sin bergumam menyebut ayah ibunya.


Beberapa saat kemudian Sin memaksakan diri dengan tenaga yang tersisa, untuk berdiri dan memasuki hutan larangan terluar.


Bahkan Sin keluar dari benteng pembatas yang sudah hancur itu, sambil memegang potongan tangannya yg sudah terputus.


Sesampainya di hutan terluar, sin melihat dahan pohon, dahan itu dijadikan tongkat untuk membantunya berjalan menyusuri hutan terluar.


.


.


.


Hutan larangan terbagi 5 wilayah


- Wilayah terluar (hewan biasa)


- Wilayah luar (binatang tingkat 1-3)


- Wilayah tengah (binatang tingkat 4-6)


- Wilayah terdalam (binatang tingkat 7-9)


- Wilayah inti (raja dan ratu binatang buas)


.


.


.


Sudah lebih dari 12 jam, sin menyusuri hutan,,,


Dia tidak tahu sudah berapa puluh km dia berjalan. Tapi Sin masih terus berjalan walau tanpa tujuan dan tanpa arah.


Berharap tidak bertemu binatang buas, walau bintang buas biasa sekalipun dihutan terluar ini.


.


.


.


Beberapa jam kemudian,,,


Masih dibagian hutan terluar, Waktu hampir pagi. Tidak lama, sin menemukan lubang di pinggir tebing,


Lubang itu tidak terlalu tinggi, kira-kira 2m dari pijakan kakinya. Dan lubang itu sebesar 60cm².


Tanpa pikir panjang, Sin masuk ke lubang itu, walau sempit dan butuh usaha yang keras, akhirnya Sin bisa masuk kedalam lubang kecil itu, walaupun rasa sakit disekujur tubuhnya makin bertambah.


Dia hanya tidak ingin mati dimakan hewan buas yang berkeliaran, dan itu akan menambah rasa sakit saat kematiannya.


Sin yang sudah bisa masuk ke dalam lubang, terus masuk lebih dalam. Makin dalam lubang itu makin besar lobang goa nya,


Setelah 500 meter sin berjalan didalam gua, itu sin berhenti. Dia memperkirakan luasnya ±100m².


Di dalam gua itu, Sin melihat bnyak cabang pintu goa, setidaknya ada 4 pintu berjejer.


Tapi Sin tidak menghiraukan itu, karena dia sudah sangat kelelahan dan ingin cepat tidur dengan nyenyak, disisa akhir hidupnya.


Ditengah - tengah gua, dia melihat ada batu giok berbentuk persegi panjang, tanpa pikir panjang, sin naik ke batu itu dan kemudian tidur diatas batu giok itu.


Sebelum tidur, lagi - lagi Sin menyebutkan ayah dan ibunya, air matanya terus menetes sambil memeluk potongan tangan kirinya, yang sudah terlepas.


"Ayaaaahhhh, ibuuuu,,,!!!"


Berkali- kali sin mengucapkan kedua org tuanya, karena hanya mereka lah yang benar - benar menyayanginya, tak lama kemudian Sin tertidur pulas.

__ADS_1


Saat tertidur, batu giok itu mengeluarkan asap putih dan menyelimuti sin.


Tanpa diduga asap itu menyembuhkan semua luka luar dan dalam, termasuk menyembuhkan racun kalajengking merah.


Bahkan tangan yang terputus sudah tersambung seperti sebelumnya.


.


.


.


.


.


.


Satu bulan kemudian,,,,


Sin bangun dari tidur panjangnya, dengan memakai baju compang camping yang penuh darah kering itu, dia tidak tahu sudah berapa lama tidur diatas batu giok itu.


Tapi yang lebih membuat Sin terkejut, saat bangun dari tidurnya, dia bukan berada diatas batu giok yang berada didalam goa saat itu. Tapi berada di alam terbuka dengan pemandangan yang menakjubkan.


Sin berdiri tanpa kesakitan, dia meraba seluruh tubuhnya yang dulu terluka parah dengan kedua tangannya.


Tanpa sadar, sin mencari potongan tangan yang terputus.


"Ehhh ini.....!!!" Sin kaget, saat melihat tanganya sudah tersambung lagi.


"Tapi dimana ini?...


Apakah aku sudah mati?...


Apakah ini di neraka?...


Tapi kenapa di neraka pemandangannya bisa seindah ini....?"


Rentetan pertanyaan muncul dibenaknya.


Sin tidak mau ambil pusing dengan semua yang dialaminya, dia berjalan kemana kaki melangkah, sesekali sin memetik buah - buahan yang melimpah, buah itu berjejer sepanjang perjalanannnya.


Sin menemukan rumah yang keliatannya sudah sedikit reyot. Sin berharap rumah butut itu masih ada penghuninya.


Sesampainya didepan rumah itu, Sin memberanikan diri.


Tok tok tok


Sin mengetuk pintu beberapa kali,


Tidak lama kemudian pintu terbuka.


WUUUUSSSSSSHHHHHH....


Angin kencang menabrak tubuh sin yang berdiri dihadapan pintu, sampai membuat Sin melayang cukup jauh dari rumah reyot itu.


Walaupun begitu, angin kencang yang menabraknya dengan keras itu, tidak melukai dirinya sedikitpun.


"Masuk.....!!!" seru suara dari dalam rumah.


Dengan mudah Sin berdiri, karena memang dia tidak terluka sedikitpun, walaupun sudah terlempar cukup kencang.


Karena pria tua yang berada didalam rumah dengan mudah dan cepat mengendalikan angin yang menabrak Sin,


Beberapa saat kemudian, sin sudah berada didepan pintu sambil berpegang kuat ke tiang pintu. Karena dia takut tiba - tiba ada angin kencang lagi.


"Masuk....!!!" ucap pria itu lagi..


Sin celingak celinguk didepan pintu, ketika dirasa tidak ada angin yang menabrak lagi, sin masuk kedalam rumah.


Dia melihat ada seorang pria tua yang sedang bermeditasi.


"Salam kakek...!!" ucap sin sambil sedikit membungkuk.


Pria tua itu tidak menjawab, lalu dia membalikan badannya.


"Akhirnya kamu bangun juga anak muda, duduklah....!!!" suruh pria tua itu.

__ADS_1


"Ba baik kakek" balas sin


"Jangan panggil aku kakek..!!! karena umurku masih sangat muda," seru pria tua itu sambil terkekeh.


"Uhuukkk uhuuukkk" sin terbatuk mendengar ucapan pria tua reyot didepanya ini, yang dengan penuh percaya diri menyebut dirinya masih muda.


"Apanya yang masih muda..? rambut putih semua, janggut panjang, kulit reyot," cerocos Sin, tentu itu dalam benaknya.


"Siapa namamu anak muda?" tanya pria tua itu..


"Nama saya sin, senior." balas Sin dengan sedikit membungkukan kepala.


"Nama yang bagus,,,," timpal Li tian manggut-manggut sambil memegang janggutnya.


"Ma maaf kalau saya lancang senior,,,,,!!! Kalau boleh tau siapa nama senior?..." tanya Sin dengan gugup


"Perkenalkan anak muda, namaku Li Tian" jawab pria tua.


"Anak muda, mau kah kau jadi muridku..?" tanya pria tua tanpa basa basi.


Sin menohok kaget dengan pertanyaan tiba- tiba dari pria tua yang ada didepannya.


"Maukah kau menjadi muridku...??" tanya Li tian sekali lagi.


Sin tersadar dari lamunannya.


"Terimalah hormat murid ini, guru..!!"


Sin langsung bersujud 3x kepada Li tian, sebagai ritual pertama antara murid dan guru.


beberapa saat kemudian,,,


"Sin'er sekarang kamu bersihkan dirimu, lalu istirahatlah dikamar itu....!!!" seru Li tian sambil menunjuk satu ruangan kosong, seolah ruangan itu sudah dipersiapkannya untuknya dari sejak lama.


"Baik guru" jawab sin cepat.


Sin pun keluar rumah dan membersihkan tubuhnya, karena tepat 100 meter dari depan rumah gurunya, ada sungai yang sangat jernih.


Sin membuang pakaiannya yang penuh dengan darah kering itu.


Tidak lama kemudian, Li tian keluar dari rumahnya dan membawa pakaian dari kulit harimau.


"Sin'er,,,selesai mandi pakailah ini untuk menutupi tubuhmu...!!" ujar Li tian.


"Baik guru,"


Selesai membersihkan tubuh, Sin masuk kedalam rumah. Dia melihat ada beberapa makanan yang sudah siap santap.


Melihat itu perut sin berbunyi.


KRYUUUUUK...


"Hehehee..." kekeh sin.


Tanpa banyak cincong lagi, Sin langsung menyantap habis semua makanan yang disediakan, bahkan tidak menyisakan sedikitpun untuk gurunya.


"Dasar murid kurang ajar" gumam li tian yang melihat kelakuan muridnya sambil menggelengkan kepala.


Beberapa saat kemudian, Selesai makan dengan lahap, Sin ngobrol ngaler ngidul.


Sin tanpa sungkan menceritakan semua kejadian yang dialaminya.


Li tian yang mendengar itu sangat geram, tapi dengan cepat menenangkan hatinya dan langsung memeluk Sin dengan penuh kasih sayang.


.


.


.


.


.


Hari sudah malam, Li tian menyuruh sin untuk beristirahat, karena besok latihan keras akan dimulai.


"Akhirnya saat yang ku tunggu - tunggu telah tiba", gumam li tian sambil melihat muridnya yang tidur lelap.

__ADS_1


bersambung....


SEE YOU BABAAYYY


__ADS_2