LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
HARI YANG SIAL


__ADS_3

"Anakku yue'er,,, kamu sudah tumbuh besar nak dan sangat cantik. Ibu berharap kamu selalu diberkahi oleh surga," ucap siu lin sembari memeluk putri sulungnya.


"Ibu,,, aku sangat merindukanmu" lirih lang xie yue balas memeluk ibunya


"Apa yue'er tidak merindukan ayah" tanya lang xie ji


"Hmmmm" lang xie yue hanya mengangguk


Ayah, ibu dan anak itu pun berpelukan cukup lama.


Sin yang melihat keluarga calon istrinya saling melepas rindu, dia terharu melihat keluarga yang masih lengkap dari calon istrinya, lebih tepatnya sin merindukan orang tuanya. hanya saja, air matanya dia tahan dengan mengalihkan pandangannya ke area lain.


Setelah acara melepas rindu selesai. Sin dan sun ji ling dibawa ke ruang tamu istana.


"Haaaaiiissssss, maafkan yang tua ini belum menyapamu dari tadi nona muda," ucap lang xi ji kepada sun ji ling.


"Tidak apa- apa yang mulia kaisar, hamba mengerti dan memakluminya," balas sun ji ling memahami kerinduan keluarga kaisar.


"Kalau boleh tahu, nona muda ini siapa dan berasal dari mana?" tanya permaisuri siu lin penasran.


"Nama saya sun ji ling"


"Apa nona muda berasal dari sekte mutiara salju?" tanya kaisar lang xie ji, yang tahu asal muasal klan sun


"Ayah, seminggu yang lalu saudari sun ini masih matriak sekte mutiara salju, tapi karena memutuskan akan menikah, jadi saudari sun mengundurkan diri lebih awal," timpal lang xie yue, membantu sun ji ling yang terlihat canggung.


"Hebaaaaat, kamu masih muda, tapi sudah menjadi pemimpin sekte." puji lang xie ji


"Apa calon suamimu berasal dari wilayah ibu kota ini?"


"I ituu...." sun ji ling gugup tidak tahu harus menjawab apa


"Ayah,,,, Saudari sun ini, juga salasatu calon istri sin gege." timpal lang xie yue lagi


"Ehhhh,,, baru sebulan yang lalu kakeknya mengatakan kalau sin hanya memiliki 2 calon istri, salasatu diantaranya adalah anaknya sendiri, dalam sebulan sudah bertambah 1 lagi" ucap lang xie ji dalam hatinya.


Sin hanya cuek mendengar percakapan mereka berempat.


Lang xie yue pun menjelaskan lebih detail, perihal asmaranya dan 2 saudari lainnya dengan sin.


Siu lin yang mendengar penjelasan anaknya, lantas berdiri dari kursinya dan menghampiri sun ji ling, kemudian memeluknya erat.


"Kalau yue'er, dan ling'er sudah memutuskan untuk menjadi saudara, berarti mulai sekarang ling'er adalah bagian dari keluarga ini," ucap permaisuri sembari memeluk sun ji ling.


Sun ji ling yang diperlakukan seperti itu, merasa sangat bahagia, kemudian dia pun balas memeluknya.


"Te terimakasih yang mulia permaisuri" ucap sun ji ling yang makin gugup.


"Haiiiisssshh,, tidak usah sungkan dan formal begitu, mulai sekarang panggil aku ibu dan ayah..!!!" seru siu lin sembari melihat suaminya


"Benar, mulai sekarang kamu adalah putri keduaku," timpal lang xie ji.


Sun ji ling mendengar pengakuan siu lin dan lang xie ji, tidak bisa untuk tidak bahagia.


Obrolan pun terus berlanjut dan kecanggungan yang menimpa sun ji ling pun sedikit demi sedikit menghilang.


.


.


.


.


Malam harinya, sin dan lang xie ji ngobrol berdua di taman belakang istana. Sedangkan lang xie yue dan sun ji ling, asyik ngerumpi bersama permaisuri dikamarnya.


.


.


.


"Sin'er,,, kapan kalian akan menikah" tanya lang xie ji sembari mengusap janggutnya yang hanya 3 lembar itu.


"Ayah mertua, usiaku saat ini belum genap 18 tahun, mungkin kalau usiaku sudah lebih dari 20 tahun, aku akan memikirkan waktu yang tepat"


Lang xie ji hanya mengangguk tanda mengerti dan setuju dengan pemikiran menantunya itu.


"Oh iya ayah mertua, dimana kakek lang bian dan adik ipar..? tanya sin penasaran yang tidak melihat keduanya


"Kakek mu sekarang masih latihan tertutup, mungkin 1 bulan lagi baru selesai. Sedangkan adik iparmu masih berada disekte tempatnya menimba ilmu," balas lang xi ji panjang lebar.


"Hmmmmmm" sin mengangguk


"Sin'er apa kamu akan mengikuti turnamen muda terbuka??


"Turnamen muda terbuka..!!??" sin tidak menjawab pertanyaan ayah mertuanya.


"Sin'er, Turnamen muda terbuka diadakan setiap 10 tahun sekali. Para peserta maksimal berusia 20 tahun. Dan kali ini yang akan jadi tuan rumah adalah kekaisaran api?" ujar lang xie ji menjelaskan lagi.


"Hmmmm, nanti aku pikirkan, karena aku pun baru tahu masalah turnamen ini? balas sin santai


"Apa kakekmu tidak memberitahu?


"Tidak" balas sin singkat.


"Hmmmmmmmm, pantas saja" lang xie ji pun hanya manggut- manggut.


"Dan Sebulan lagi akan di adakan lelang di paviliun angsa. Paviliun angsa yang ada di kekaisaran ini walaupun cabang kedua, tapi bangunannya lebih besar dari pada paviliun angsa di kekaisaran api, jadi bisa dipastikan akan banyak yang mengikuti acara itu." ujar lang xie ji


"Apa ayah mertua berencana mengikuti acara lelang itu?"


"Ayah tidak tahu, kita lihat saja nanti, ayah hanya berharap jangan sampai pil aura kecantikan yang dilelang di paviliun cabang wilayah kekaisaran lin, dilelang juga disini. Walaupun waktu itu orang- orang di 4 kekaisaran lainnya tidak tahu rupa pil itu, tapi berita yang disebarkan oleh paviliun angsa, membuatku pusing 7 keliling. Pasalnya permaisuriku dan ke 20 selirku memaksaku untuk membeli pil itu lewat jalur belakang, untung saja pil itu tidak ada." gerutu lang xie ji panjang lebar.


Sin menanggapi gerutuan ayah mertuanya dengan senyum serakah. Mereka asyik ngobrol sambil menikmati teh panas khas istana kekaisaran


.


.


.


1 jam kemudian sin istirahat dikamarnya


"Qillin,,,,!" seru sin memanggil bawahannya melalui telepati.


"Ya boss,"


"bagaimana perkembangan sekte bintang semesta?"


"Semua berjalan baik bos, saat ini ranah kultivasi yang paling tinggi sudah berada di ranah pendekar langit tahap menengah," balas qillin jauh disana.


"Bagus,,,, kalau murid yang usianya dibawah 20 tahun ada berapa orang dan diranah apa kultivasinya?" tanya sin lagi


"Kalau murid yang usianya dibawah 20 tahun, hampir semuanya baru mendaftar sebulan yang lalu boss, ranah kultivasinya baru di pembentukan jiwa." balas qillin


"Apa murid peninggalan dari sekte bangau putih dan klan wei dulu, tidak ada yang dibawah 20 tahun?"


"Tidak ada boss, rata- rata usianya 25-30 tahun." balas qillin


"Haiiiisssshhh, Baiklah kalau begitu. kamu teruskan lagi tugasmu sampai tuntas..!!" seru sin


"Baik boss" balas qillin semangat.


"Huuuhh, sekte bintang semesta tidak bisa mengikuti turnamen muda kali ini, kalau dipaksakan mungkin saat naik ke atas arena akan langsung disapu seperti sampah. Tapi ini adalah kesempatan bagus bagi sekte BINTANG SEMESTA untuk mencatatkan nama besarnya di 4 benua lainnya" gumam sin sembari berpikir.


"Lebih baik aku tanyakan saja besok sama ayah mertua" gumamnya lagi.


.


.


.


Keesokan harinya pagi- pagi sekali, sin keluar istana. Dia pergi sendiri untuk mencari dimana paviliun angsa.


1 jam kemudian sin baru menemukan paviliun itu, sembari menikmati keindahan dan keramaian ibu kota dipagi hari.


.


.

__ADS_1


"Selamat datang tuan muda dan selamat berbelanja.." ucap penjaga paviliun sopan


"Hmmmmm" sin mengangguk, dan kemudian masuk kedalam paviliun.


"Selamat datang tuan, apa anda ingin membeli sesuatu?" tanya seorang wanita


"Tidak, aku justru ingin menjual sesuatu untuk dilelang 1 bulan yang akan datang, bisakah aku bertemu dengan manager paviliun ini? balas sin balik bertanya.


"Baik tuan, mohon tuan muda tunggu sebentar" balas pelayan sembari naik ke lantai atas.


10 menit kemudian pelayan itu datang lagi,


"Tuan mari ikut saya, nona manager sedang menunggu anda diruangannya...!!"


Sin pun dibawa ke lantai atas.


TOK TOK TOK


"Masuk" seru manager


"Salam nona,,!!" ucap sin sembari sedikit membungkukan kepala...


Manager paviliun angsa langsung terpana melihat ketampanan sin.


"Apa aku tidak dipersilahkan duduk?" tanya sin membangunkan lamunan sang manager.


"Ehhh, si silahkan duduk tuan tampan...!!" seru manager setelah buyar dari lamunannya.


"Perkenalkan, namaku Bing xiao, manager paviliun angsa cabang kekaisaran es." ucap Bing xiao memperkenalkan dirinya.


BING XIAO



"Kalau boleh tahu, siapa tuan muda ini, dan apa yang mau tuan lelang?" tanya Bing xiao.


"Nona cantik, perkenalkan namaku SIN." ucap sin, balik menggoda.


DEGHHH


.


.


"Apakah orang ini adalah SIN TIAN?? sang pahlawan di kekaisaran lin dan kekaisaran bintang" ucap Bing xiao dalam hatinya


.


.


.


"Dan aku ingin melelang pil- pil ini," ucap sin sembari mengeluarkan 10 botol.


"Kalau boleh tahu, ini pil apa tuan muda sin? tanya Bing xiao mengambil salasatu botol.


"Itu adalah pil aura kecantikan tingkat bumi" balas sin cuek


"I ini....???" Bing xiao tidak bisa untuk tidak terkejut


"Nona bing, setiap botolnya itu berisi 10 pil, lelang saja salasatu botol itu dan sisanya jual di toko paviliun ini dengan harga yang sama saat dipelelangan."


"Baiklah,,, Apa tuan muda sin yang membuat semua pil ini" tanya bing xiao penasaran


"Hmmm" sin hanya mengangguk


"Apa tuan muda sin juga yang sudah melelang pil aura kecantikan di cabang kekaisaran lin?" tanya Bing xiao lagi


"Bisa dibilang begitu" balas sin santai


"Huuuuuuuuuuhhh" Bing xiao mengambil nafas panjang, karena bisa bertemu juga dengan pembuat pil aura kecantikan yang menghebohkan itu.


Tapi yang membuatnya lebih terkejut, usia alkemis dari pembuat pil ini, masih sangat muda dan sangat tampan.


Bing xiao semakin mengagumi pemuda yang ada di depannya ini.


"Apa aku boleh membeli salasatunya sekarang?" Bing xiao sudah tidak sabar ingin menelannya.


"Tapi, kalau pil ini sudah terjual habis, aku akan memberimu satu pil yang lebih bagus dari pada pil yang ada didepan mu," ujar sin menenangkan hati bing xiao.


"Pil yang lebih bagus?? pil apa itu tuan muda??" tanya bing xiao yang makin penasaran


"Pil yang sama, hanya saja tingktannya lebih tinggi dari pil yang ada di meja mu itu." balas sin cuek.


"Huuuuuuuuuhhh,,, apa itu benar tuan muda sin?"


" Hmmmmm.." balas sin mengangguk.


"Baiklah" balas bing xiao percaya dan jadi lebih semangat.


"Tuan muda, apa ada lagi barang yang akan di lelang?" tanya bing xiao


"Ada" balas sin sembari mengeluarkan pedang tingkat langit


**Sejauh ini, menurut pengetahuan umum di 5 benua, senjata paling tinggi hanya pedang milik kaisar zu go, yakni pedang api tingkat langit.**


"Apa tuan muda sin yakin akan melelangnya? bahkan pedang seperti ini bisa mengakibatkan peperangan kalau ditemukan disembarang tempat." tanya bing xiao yang tidak percaya dengan keputusan sin, pedang tingkat tinggi dilelang begitu saja


"Tapi ini paviliun angsa, bukan tempat sembarangan, jadi tidak akan terjadi peperangan bukan..!!" balas sin santai


"Huhhh,,,baiklah tuan muda sin, aku akan mengusahakan yang terbaik, buat semua barang lelanganmu," ujar Bing xiao yang semakin kagum sekaligus terkejut, seolah pedang langit tidak berharga dihadapnnya.


.


.


.


Sin dan Bing xiao pun terus ngobrol ngaler ngidul. mereka berdua pun sudah pindah ke kursi tamu yang lebih panjang.


saking asyiknya ngobrol bersama bing xiao, sin sampai lupa pulang.


Bahkan Bing xiao tidak ragu menggenggam tangan Sin, dan sin pun malah mempererat genggaman bing xiao.


Sesekali sin melirik belahan p4h4nya yang terbuka, karena merasa sudah mendapat lampu hijau, sin menempelkan kakinya dibetis yang terbuka itu.


Bing xiao yang sudah mengagumi sedari awal, mengerti dengan kemauan sin. Dia pun tidak menyianyiakan kesempatan.


Saat dia akan duduk dipangkuan sin,,


TOK TOK TOK


"Huuuh,,, Hari yang sial," gerutu sin, mendengar ketukan pintu, karena bir4h1nya sudah di ubun- ubun.


Bing xiao pun kembali duduk di kursi dan meja kerjanya.


"Masuk,,,!!" seru Bing xiao


"Ma maaf nona, kalau saya sudah lancang," ucap pelayan, yang tahu kalau dirinya sudah mengganggu kebahagiaan managernya.


"Ada apa? tanya bing xiao sedikit dingin.


"A anu nona, di luar ada orang yang mau melelang barangnya lagi" ujar pelayan


"Baiklah, suruh masuk..!!" seru bing xiao.


Kemudian pelayan itu pergi lagi.


Setelah pelayan pergi, sin pun berpamitan. Tapi sebelum pergi, sin memberikan ciuman hangat selama 5 menit.


.


.


.


"Xiao'er sampai bertemu lagi" ucap sin dengan senyuman hangatnya


"Gege,,, sering- seringlah datang kesini...!!!" ucap Bing xiao penuh harap.


"Hmmmm.." balas sin mengangguk dengan senyum menawannya. Kemudian Sin keluar ruangan dan diantar pangsung oleh bing xiao sampai depan pintu paviliun.

__ADS_1


***


Di istana kekaisaran es...


"Ayah,,, apa ayah melihat sin gege?" tanya lang xie yue


"Tidak, dari tadi ayah mengadakan pertemuan dengan sejumlah mentri." balas lang xie ji


Lang xie yue pun mencari kesana kemari, tapi tak kunjung ketemu. Kemudian pergi ke gerbang depan istana.


"Apa kalian melihat suamiku?" tanya lang xie yue pada para penjaga


"Ehhh, apakah maksud tuan putri adalah pemuda yang datang kemarin?" tanya penjaga malah balik bertanya


"iya" balasnya kesal


"Tadi pagi, tuan muda pergi keluuar gerbang tuan putri" ujar penjaga


"Apa kalian tahu kemana sin gege pergi?"


"Ma maaf tuan putri, kami tidak tahu" balas penjaga gugup karena melihat tuan putrinya sedang kesal.


***


Di sekte rubah putih...


"pukulan naga"


BOOOMMM


BOOOOMM


BOOOOMM


Batu sebesar 1m² hancur berantakan.


"cakar naga"


Slash


slash


slash


Pohon pun tumbang oleh cakar tajam dari energi qi yang berbentuk cakar naga itu


"Bagus ruo'er, sekarang seranglah ayah...!!!" serung qing su


Qing ruo yang sudah berada di ranah pendekar kaisar tahap awal, mengalirkan 50% energi qi ke tangannya


"pukulan naga"


Qing ruo melesat dengan cepat, mengarahkan pukulannya ke wajah ayahnya


BOOMMM


Qing su hanya bertahan dengan perisai buatannya. Qing su sendiri sudah berada diranah pendekar suci tahap menengah.


Tidak berhenti disitu, Qing ruo menyerang lagi


"pukulan Bayangan naga"


qing ruo menggunakan jurus jarak jauhnya, dari kepalan tangannya keluar energi qi berbentuk naga.


pukulan bayangan naga



Qing su hanya melakukan pertahanan perisai, sama seperti sebelumnya. Hanya saja kali ini Qing su lebih banyak mengalirkan energi qi nya.


"perisai,,," ucap qing su


bayangan naga terus melesat


BOOOMMM


energi bayangan naga itu pun hancur. tapi akibat ledakan itu beberapa pohon disekitarnya ikut tumbang.


"Bagus ruo'er, dengan jurus kitab naga yang berada di tingkat langit. Ayah yakin, 1 tingkat diatasmu tidak akan bisa menahan seranganmu," ujar Qing su bangga.


"Turnamen muda terbuka tinggal 2 bulan lagi, terus lah berlatih, ayah percaya kamu akan menjadi juara" ucap qing su menyemangati anaknya


"Hmmmmmm,,,,,," balas qing ruo semangat.


***


Di istana kekaisaran api...


"Tetua yong, bagaimana persiapan untuk turnamen 2 bulan lagi?" tanya Zu go


"Semua sudah siap yang mulia kaisar. Arena bertarung sudah dibagi menjadi 10, masing- masing 300m². Tempat duduk juga sudah selesai, bisa menampung lebih dari 2jt orang. Array penghalang tingkat grand master juga sudah dipasang. Jadi hamba yakin pertarungan para peserta tidak akan mengganggu para penonton." ujar tetua pertama sekte rubah putih, yong li.


"Bagus,,,, masalah jadwal pertandingan aku serahkan kepadamu, jangan lupa pertemukan anakku dengan anak sialan itu..!! urusan di arena biar aku yang urus, Kalau si lang xie ji marah, aku akan membunuhnya ditempat itu juga. Dan kamu bisa menjadi kaisar di kekaisaran es selanjutnya, yang penting kamu harus selalu tunduk padaku..!!" seru zu go


"Hamba mengerti yang mulia, hamba akan selalu patuh sampai kapanpun pada yang mulia kaisar." balas yong li penuh semangat.


.


.


.


.


***


Di tempat lain...


Setiap sekte besar di 5 benua, menyiapkan para murid jeniusnya. Begitupun dengan klan besar.


Tapi peserta dari klan, kebanyakan mereka menggabungkan 2 klan. Terutama klan yang hanya mempunyai 2 orang jenius saja, maka akan bergabung dengan klan yang mempunyai 3 jenius.


Sebenarnya tiap klan atau sekte, bebas mengirimkan jeniusnya berapapun, asal tidak lebih dari 5 orang.


Mau mendaftarkan 1 orang, 2 atau 3 orang juga tidak dilarang. Hanya saja, saat pertarungan kelompok, sudah bisa dipastikan akan kalah, jika melawan kelompok yang jumlahnya 5 orang.


.


.


.


.


.


***


Di ibu kota kekaisara...


lang xie yue dan sun ji ling mencari sin di luasnya ibu kota, penginapan, rumah makan, dan semua tempat didatangi mereka berdua.


Akhirnya mereka berdua menyerah dan istirahat di salasatu rumah makan.


"Tuan putri, anda mau memesan apa" tanya pelayan


"Berikan saja makanan terbaik 2 porsi" balas lang xie yue yang masih sangat kesal.


5 menit kemudian makanan pun tersaji. walaupun sebenarnya masakan itu enak, karena sedang kesal, rasa masakan pun terasa hambar. Tapi 15 menit kemudian makanan pun habis.


Lang xie yue pun langsung membayar makanan itu sebesar 20 koin emas. Karena mau melanjutkan pencarian,


Pas mau keluar...


"Hai..... lihatlah ada tuan putri dan temannya," ucap seorang pemuda cukup tampan.


INI LEBIH DARI 2500 KATA


JANGAN LUPA....!!!


LIKE DAN VOTE/HADIAH

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2