
★★★
NOTE...
Semakin tinggi kultivasi semakin luas lautan qi, semakin luas lautan qi daya serang dan bertahan semakin kuat.
contoh: saat sin berada di tahap pendekar kaisar, sin bisa menghancurkan batu ukuran 100m² dgn hanya 5% Qi nya.
maka saat sin sudah berada dipendekar langit, sin bisa menghancurkan batu sebesar 1000m² dgn hanya 5% Qi nya.
Apalagi klo sudah tahap tertinggi 5% qi nya setara dgn ledakan yg dilakukan li tian saat melawan Yama.
ITU PUN KARENA SIN MENGGUNAKAN JURUS DARI KITAB SEMESTA, KLO YANG DIGUNAKAN JURUS TINGKAT EMAS DENGAN QI 5% YA PALING HANYA BISA MENUMBANGKAN POHON.
.
.
"Sin'er, sebelum kamu melebarkan sayapmu mengelilingi seluruh daratan, saat ini hanya ini yang bisa ayah berikan" ucap Li tian sambil memberikan cincin penyimpanan.
"Apa ini ayah" tanya sin penasaran
"periksa saja...!!" seru Li tian singkat
Sin langsung mengedarkan kesadaran spiritualnya, dia terkejut karena didalamnya terdapat gunungan koin emas, platinum, batu roh dan batu mistik. Selain itu ada banyak kitab tingkat berlian s/d kuno, dan ada 2 kitab tingkat dewa.
"Ayah ini.....!!!" sin senang tapi juga terkejut, dengan isi cincin penyimpanan yang diberikan ayahnya.
"Ambilah,,,!!! dan itu belum seberapa" seru Li tian
"Nanti saat kamu sudah naik ke Daratan atas, ayah akan memberikan hadiah yang special". ujar Li tian
"Apa itu ayah...??" tanya Sin
"RAHASIA, he he....." jawab Li tian sambil terkekeh melihat sin yang penasaran.
Sin tidak membalas lagi ucapan ayahnya karena takut disangka serakah, PADAHAL IYA... Dia hanya menunduk malu.
"Sin'er,,, bergeraklah seperti angin, berbentuklah seperti pohon, menyeranglah seperti api, dan berdiamlah seperti gunung. itu yang harus kamu lakukan saat kamu berada didunia nyata, yang lemah akan di injak yang kuat akan berdiri kokoh." ujar Li tian melengkapi wejangannya.
"Baik ayah, sin'er akan selalu mengingat ajaran ayah" balas Sin sambil mengangkat kepalanya tegap.
"Sin'er ambil ini,,,!!" seru Li tian menyodorkan sebuah senjata trisula.
"Ayah, pemberian yang tadi saja itu sudah lebih dari cukup" balas Sin berasa malu..
"He he he"
Li tian hanya terkekeh melihat raut muka anaknya.
"Itu adalah trisula milik Yama, walaupun trisula ini dibawah senjata artefakmu, setelah kamu mendapatkan tungku penempa senjata, poleslah sedikit hilangkan aura jahatnya dan ganti dengan auramu..!!
"Baiklah ayah, dengan trisula ini akan ku pastikan yama mati dengan senjatanya sendiri" geram sin memegang erat trisula yama.
Lalu Sin memakai cincin pemberian ayahnya tepat dijari yang ada tatto nya.
"Sin'er, ayah yakin di Daratan rendah ini, tidak akan ada seorangpun yang bisa mengalahkan mu, bahkan dengan kekuatan fisikmu saja mereka bukan lawan yang kuat untuk kamu hadapi. Tapi walaupun begitu, ASAH SEMUA KETERAMPILAN JURUSMU...!!!
Baiklah sin'er, sudah waktunya ayah pulang, ayah juga sudah merindukan Xiang'er" ujar Li tian
"Apa dia istrimu ayah..?" seloyor Sin bertanya lagi.
"Bukan, bukan,,, dia gadis kecilku" jawab Li tian sambil tersenyum
"Apa ayah tidak merindukan istri ayah..?
"Kalau itu tidak usah ditanyakan lagi anak bodoh" gerutu Li tian sesikit kesal karena menanyakan sesuatu yang sudah sangat dirindukanya..
"He he he,,,"
sin hanya tersenyum kecut mendengar gerutuan ayahnya....
.
.
"Hati -hatilah Sin'er dan jaga dirimu baik -baik..!! seru Li tian memeluk anaknya lembut.
Sin balas memeluk erat Li tian.
"Sampai bertemu di daratan atas Sin'er...!!"
__ADS_1
Kemudian Li tian melayang perlahaan keatas.
Tiba -tiba
WUSSSSHH
Li tian melesat cepat keatas langit, dia merobek dimensi dan hilang ditelan langit.
Sin yang melihat itu terlihat kagum sekaligus sedih
"Sampai jumpa lagi ayah" gumam Sin mengeluarkan air matanya.
...LI TIAN...
...LI XIANG...
...(Putrinya Li tian)...
KITAB SEMESTA (Jurus)
Jurus tangan kosong
- Tiupan semesta
- Tapak semesta
- 1000 tapak penghancur
Jurus Pedang
- pedang Menusuk Gunung
- pedang Membelah alam
Sin melesat ke arah dimana goa pertama kali masuk, setelah diberi tahu ayahnya goa itu termasuk alam dimensi ini.
Sin berdiri dimana dulu dia berbaring diatas batu. dia melihat ke sekeliling, setelah diperhatikan sin melihat ada ukiran tulisan disalasatu dinding.
Masuklah ke pintu goa 1,2,3.
Dan masuklah ke pintu yang ke 4 disaat kamu akan naik ke daratan yang lebih tinggi.
sin masuk ke pintu yang pertama, sin melihat ada sebuah bejana, setelah dilihat lebih dekat ternyata itu tungku penempa senjata, bentuknya persegi panjang, panjangnya 2m lebar 1m.
Tidak jauh dari tungku ada banyak batu meteor akuamarin dan batu hitam ametis, kedua batu itu adalah bahan terbaik untuk membuat senjata.
"KEBERUNTUNGAN" gumam sin, tanpa menunggu lama tungku dan kedua batu masuk ke cincin semesta.
.
.
Masuk ke pintu yang ke 2, Sin terperanjat karena betapa luasnya goa yang kedua ini, dia melihat bnyak harta yang melimpah, koin emas, platinum, batu roh, batu mistik. dan itu lebih banyak dari pada pemberian ayahnya.
Bahkan pemberian ayahnya tidak sampai 1%nya. tanpa ragu sin menyikat habis smua harta didepannya.
Pemberian ayahnya hanya jutaan koin, sedangkan yang didepannya saat ini lebih dari triliunan, bahkan mungkin quadraliun, kuantaliun atau lebih.
"HUUUUUUH,,, KEBERUNTUNGAN KEDUA" ucap sin menghela nafas..
"Apa ayah Tian tidak mengetahui harta- harta disini..?" Sin bertanya dalam benaknya.
"Ah sudahlah keberuntungan tidak boleh di sia- siakan dan tidak boleh diambil pusing"
Sin masuk ke pintu goa yang ketiga, dia melihat banyak kitab jurus, alkemis dan array tapi semuanya tingkat 1 s/d tingkat dewa, jauh lebih rendah dari pada yang dia pelajari. Walaupun begitu sin membabat habis isi ruangan.
__ADS_1
"KEBERUNTUNGAN LAGI, HE HE....." ucap Sin terkekeh
Saat dia melihat pintu yang ke 4, pintu itu terpasang array tingkat surgawi.
"HUUUUH,,,, Padahal aku tidak akan mengambilnya, kenapa juga harus dipasang array tingkat tinggi," gerutu sin yang berniat melihatnya saja.
semua harta yang ada di goa adalah warisan bagi SANG PENGUASA SEMESTA. Li tian dan Zhi-ma sendiri tidak tahu apa yang ada didalam goa itu.
Karena Zhi ma hanya memindahkan saja, dari inti semesta kuning ke dimensi ini.
.
.
Sin keluar dari goa dan muncul di hutan larangan bagian terluar, tujuan pertama adalah hutan larang bagian luar, tengah, dalam dan bagian inti.
Sin melesat cepat menuju hutan lebih dalam, sesampainya di bagian luar hutan larangan, tiba- tiba langit menghitam dan itu terjadi diseluruh daratan, baik daratan rendah, tengah dan daratan atas (daratan para dewa).
"Ada apa ini...? gumam sin mengerutkan kening.
Awan berkumpul diatasnya
JEDEEEERRRRR
UUUUUHHHHH
Tiba- tiba Sin disambar petir dan tubuhnya melesat kebawah sampai menciptakan kawah 100m².
BOOOOOOOOM
"PETIR SIALAN" gerutu sin yang marah tiba tiba diserang.
JEDEEEEEERRR
JEDEEEEEEERR
JEDEEEEEERRR
.
.
Sin yang disambar petir yang sangat besar sebanyak 9 kali tidak terluka sama sekali, yang ada dia malah menyerap petir itu.
setelah petir itu diserap habis, sin mempunyai elemen baru, elemen PETIR SEMESTA.
Dari tubuhnya keluar percikan- percikan kecil dari petirnya.
"KEBERUNTUNGAN LAGI, HA HA HA HA" ucap sin tertawa menggema diseluruh hutan terlarang...
.
.
Di tiap klan, kerajaan, bahkan di istana kekaisaran tidak ada yang berani keluar dari istana. Mereka hanya ribut mendiskusikan tentang apa yang akan terjadi, apakah itu hal baik atau buruk.
kalau hal baik, mereka berharap bisa bersahabat, kalau hal buruk maka jangan sekali- sekali menyinggungnya.
Karena hasil dari diskusi yang mereka lakukan, sebagian kekaisaran menyimpulkan bahwa kaum iblis turun ke alam rendah. sedangkan sebagian lainnya para dewa yang turun ke alam rendah.
Begitupun di Daratan tengah dan Daratan atas, mereka punya kesimpulan sendiri- sendiri atas penomena adanya petir semesta ini.
.
.
Di alam kehampaan Li tian yang masih dalam perjalanan menuju daratan atas melihat apa yang terjadi diseluruh daratan.
"Akhirnya semesta pun menyambutnya"
Li tian tau itu adalah petir semesta, karena dulu diberi tahu oleh Zhi-ma, ketika orang terpilih itu keluar dari alam dimensi ini, maka dia akan disambut dengan petir semesta"
petir semesta itu adalah petir no wahid, Sin disambar petir itu sebagai penobatan atau juga bisa dibilang petir penyambutan.
Dan petir itu menyambar di semua daratan bukan hanya di hutan larangan dimana Sin berada.
Tapi walau begitu tidak ada yang terluka apalagi sampai ada yang mati.
Petir semesta seolah memberitahu kepada semua penghuni 3 daratan, BAHWA SANG PENGUASA TELAH TIBA.
"Saatnya PEMANASAN, HA HA HA.." gumam Sin tertawa menggema.
__ADS_1
yang baca lumayan banyak, tp like komen dikit amat...🤯🤯😜
BERSAMBUNG....