
"Klan Wu...!!??
Pangeran ketiga..!!??" gumam Sin menyeringai kejam
.
.
Keesokan harinya..
Sin akan memulai aksinya dengan membumi hanguskan klan Wu, karena menurut informasi yang dia dapatkan dari Faviliun Xinxi.
Saat ini ibu mertuanya sedang ditahan di klan itu.
Tidak mau menunggu waktu lagi, Sin langsung melesat keatas langit dan mengedarkan kesadaran spiritualnya, untuk mencari plakat gerbang pintu Klan Wu.
.
.
Beberapa saat kemudian...
"Ketemu..." ucap nya dingin.
Sin kemudian mengedarkan lagi spiritualnya, untuk mencari keberadaan ibu mertuanya.
Setelah merasakan aura yang mirip dengan calon istrinya Zhu xiang.
Sin langsung menghilang dari atas langit dan muncul tepat didepan bangunan, yang dijadikan penyandraan ibu mertuanya, dan langsung membuka pintu masuk ruangan itu.
Sin melihat seorang wanita, dimana kedua tangannya dirantai dari atas kiri dan kanan. Dia juga melihat satu orang di ruangan itu, yang ditugaskan untuk mengawasi ibu mertuanya.
Sin melemparkan api putih ke penjaga dari klan Wu itu, dalam seperskian detik menguap jadi asap dan melebur jadi abu.
Kemudian Sin mengibaskan tangannya, tiba- tiba Zhu ling nie menghilang dan muncul dirumah pribadi Sin, di Dunia jiwanya.
Sin menempatkan ibu mertuanya itu dikamar tamu rumahnya.
Keadaan ibu mertuanya sangat memprihatinkan, terutama jiwanya. Selain sudah kehilangan suami tercinta, dia juga terpisah dari ketiga anaknya. Dan terombang ambing kesana kemari selama bertahun-tahun.
"Ibu mertua, maaf aku telat datang...!" gumam Sin, yang melihat Zhu ling nie masih dalam keadaan tak sadarkan diri.
Kemudian Sin memberinya pil penyembuh luka luar dan dalam, juga memberinya pil penguat jiwa, dan terakhir pil aura kecantikan.
Sin membantu ibu mertuanya itu untuk menyerap ketiga pil yang baru saja diberikannya.
Dengan kontrol yang baik, ketiga pil didalam tubuh ibu mertuanya pun melebur dengan sempurna.
.
.
Setelah ketiga pil itu terserap habis, Zhu ling nie membuka kedua matanya.
"Eh,,, di dimana ini...?
Dan siapa kau..?" tanya Zhu ling nie saat melihat seorang pemuda yang sedang berdiri tidak jauh darinya.
"Ibu mertua, tidak usah takut dan khawatir lagi, karena aku adalah calon menantumu..." balas Sin dengan senyum ramah nya.
"Me menantu...!!!!???" ucap Zhu ling nie heran,
Mana mungkin anak lelakinya yaitu Zhu huang berhubungan dengan sesama lelaki, begitulah kira-kira kemelut dalam pikiran Zhu ling nie.
Sin yang melihat ibu mertuanya kebingungan, hanya terkekeh.
"Aku adalah calon suami Xiang'er,," ucap Sin membangunkan Zhu ling nie dari lamunannya.
"Ehh,,,, Bukankah Xiang'er ku ada di reruntuhan kuno dan belum kembali,,,!??" pikir Zhu ling nie masih berpikir keras
Pasalnya sebelum masuk Hole waktu itu, kedua anak gadisnya ini, tidak pernah keluar rumah kecuali ditemani olehnya atau kakaknya, Zhu huang. Jadi mana mungkin tiba-tiba punya calon suami.
Dan sekalinya keluar rumah, Zhu xiang langsung akan diperdaya oleh Wu ting, anak bungsu dari klan Wu.
"Ibu mertua, bersihkanlah tubuhmu terlebih dulu, aku juga sudah menyiapkan pakaian untukmu dilemari ini, setelah itu aku akan memberi kejutan besar untukmu..!!" seru Sin kepada ibu mertuanya. Lalu dia pun keluar dari ruangan itu.
Saat ini keselamatan dan kesehatan ibu mertuanya adalah nomor satu dibanding yang lainnya. Walaupun Sin bisa menghancurkan klan Wu dalam sekejap, tapi itu terlalu ringan, kalau tanpa disiksa terlebih dahulu.
Sin juga sudah memasang array diarea klan Wu, jadi sudah dipastikan, tidak ada satupun yang bisa kabur dari array buatannya.
Sedangkan Zhu xiang sendiri sudah 1 minggu yang lalu, baru selesai meningkatkan tulangnya, dan langsung melanjutkan latihannya di gunung batu bersama lima calon istri Sin lainnya.
.
.
20 menit kemudian...
Zhu ling nie keluar dari kamarnya dan menghampiri Sin di ruang keluarga.
Walaupun usianya sudah cukup tua, sekitar 350 tahunan, tapi wajahnya tetap masih terlihat muda, apalagi sekarang saat sudah menelan pil aura kecantikan, wajahnya makin cantik.
.
.
"Se sebenarnya tuan muda ini siapa..?" tanya Zhu ling nie masih berpikir keras tidak mengerti.
Sin tidak menjawab pertanyaan ibu mertuanya itu, tapi langsung membawa Zhu ling nie ke gunung batu.
Setibanya di gunung batu..
Dia melihat anaknya sedang merangkak sedikit demi sedikit bersama calon istri Sin lainnya.
"Xiang'er ku...." gumam Zhu ling nie senang sambil mengeluarkan air matanya.
Sin membuat 2 array di gunung batu, dengan tekanan berbeda dimasing-masing array.
__ADS_1
.
Ketika Zhu ling nie akan menghampiri anaknya,
"Maaf ibu mertua, untuk saat ini biarkan Xiang'er menyelesaikan latihannya terlebih dahulu," seru Sin
"La latihan apa...?" tanya Zhu ling nie heran, karena dia hanya melihat anaknya jalan merangkak sedikit demi sedikit.
Sin pun menjelaskan secara ringkas tentang latihan yang sedang dilakukan Zhu xiang kepada ibu mertuanya itu.
.
.
"Lebih baik ibu mertua menemui adik ipar Liang'er, sambil menunggu Xiang'er selesai berlatih."
"Hmmmmm.." angguk Zhu ling nie
Sebenarnya ibu mertuanya itu masih linglung, melihat situasi semua ini, muncul banyak pertanyaan dikepalanya.
Kemudian Sin membawa ibu mertuanya ke benua ras manusia, di benua lainnya.
Setibanya diatas langit benua ras manusia...
Zhu ling nie terheran saat melihat ada ras lain, yaitu elf dan ras iblis putih yang baru dilihatnya kali ini. Tapi dia tidak berani bertanya.
Ras elf, iblis dan manusia yang berada di Dunia jiwa, Mereka saling mengunjungi, baik hanya sekedar bermain, ataupun menambah wawasan masing-masing.
Setelah melihat kesana kemari, mata Zhu ling nie fokus kepada satu titik, dimana disitu ada putri bungsunya bersama dengan seorang pemuda tampan, yang bertelinga runcing.
"Liang'er ku..." gumam Zhu ling nie, yang melihat putri bungsunya sedang asyik ngobrol berdua bersama Arco, tuan muda dari ras elf putih.
"Ibu tunggu disini,," seru Sin.
Kemudian Sin menghilang dan muncul didepan Zhu liang dan Arco.
"Adik ipar,,!!" sahut Sin mengganggu dua sejoli itu.
"Kakak ipar, sejak kapan berada disini..?" tanya Zhu liang malu.
"Baru saja,," balasnya tersenyum menawan.
"Salam tuan muda Sin..!" ucap Arco
"Hmmmmm.." angguk Sin
"Tumben kakak ipar datang kesini,,,!!??"
"Kakak punya kejutan yang sangat besar untukmu. Coba kamu tebak,,,!!" seru Sin
"Apa kakak ipar akan segera menikah dengan kakak xiang..?"
Sin menggelengkan kepalanya, kemudian menjentikan jarinya, tiba- tiba muncul Zhu ling nie tepat dibelakang Zhu liang.
"Liang'er,,,,!!!" sahut Zhu ling nie
DEGGGGHHH
Sebelum membalikan badan, Zhu liang sudah meneteskan air matanya cukup banyak banyak, karena dia tahu, itu adalah suara ibunya.
Sedikit demi sedikit, Zhu liang membalikan badannya.
Tepat saat kedua matanya melihat mata ibunya yang sudah nanar sejak awal. Sontak Zhu liang langsung berlari dan menghamburkan tubuhnya ke pelukan ibunya itu.
"IBUUUUUU...!" teriak Zhu liang
"Liang'er ku...!!!" ucap Zhu ling nie yang sudah berderai air matanya.
Mereka pun berpelukan sangat lama.
.
.
15 menit kemudian..
"Ibu mertua, tunggu saja disini bersama adik ipar, tidak lama lagi Xiang'er akan menyelesaikan latihannya. Dan sekalian aku izin pamit, untuk membereskan cecunguk WU itu." ujar Sin.
"Menantuku, Tolong selamatkan Huang'er ku...!!" pinta Zhu ling nie, agar Sin mau menyelamatkan putra pertamanya, Zhu huang.
"Apa ibu tahu, Kakak ipar sedang berada dimana sekarang..?" tanya Sin.
Karena menurut informasi dari Faviliun Xinxi, klan Zhu selalu berpindah- pindah tempat persembunyian.
"Harusnya sekarang berada di gunung Zhuzi." balas Zhu ling nie.
Sin pun mengangguk dan langsung menghilang.
Setelah kepergian Sin, Zhu liang pun bertanya tentang ayah dan kakak laki- lakinya itu.
"Apa maksud ibu, SELAMATKAN kakak Huang...?? tanya Zhu liang sangat penasaran.
Zhu ling nie pun menceritakan, semua kejadian. Dimulai setelah perpisahan dirinya dengan kedua putrinya itu.
Setelah selesai bercerita..
"AYAAAAAAAHHH...!!!" teriak Zhu liang menangis sejadi-jadinya. Dia sangat marah kepada klan Wu.
Zhu ling nie pun menenangkan putri bungsunya itu.
Beberapa saat kemudian, Zhu liang pun bisa sedikit tenang.
"Ibu tenang saja, jika kakak ipar sudah bertindak, jangankan hanya klan Wu, bahkan seluruh daratan tengah bukan lawannya jika mereka menyerang secara bersamaan," ujar Zhu liang dengan mata yang masih merah sembab.
Untuk menghilangkan kesedihan putri bungsunya, Zhu ling nie pun mengalihkan fokus Zhu liang.
"Liang'er,,,!! Apa pujian mu terhadap kakak iparmu itu tidak berlebihan, ...? dan apa benar pemuda tampan tadi adalah calon menantu ibu.? Dan sejauh mana hubungan mereka berdua..?"
Zhu ling nie sengaja memberi banyak pertanyaan, agar putri bungsunya tidak bersedih lagi, sekaligus dirinya pun penasaran tentang Sin, dan apa saja yang sudah dialami oleh kedua putrinya.
__ADS_1
Kini giliran Zhu liang yang menjelaskan semua kejadian yang di lalui kepada ibunya.
Dimulai sesaat setelah memasuki hole waktu itu, hingga saat dirinya berada di Dunia jiwa saat ini.
Ekspresi Zhu ling nie saat mendengar cerita putri bungsunya itu berubah-ubah, kadang bersedih hingga jantungnya berdegup kencang, tapi saat mendengar cerita tentang Sin, dia pun senang dan bangga.
"Seandainya ayahmu masih ada, pasti akan sangat bahagia dan bangga sekali mendengar kabar baik ini.." lirih Zhu ling nie kemudian memeluk putrinya.
.
.
.
***
Di klan Wu.
"Bangs44ttttttt.... Bagaimana mungkin, wanita tua itu bisa melepaskan diri??" teriak Wu tang saat mendengar laporan, bahwa Zhu ling nie sudah tidak ada di ruang tawanan.
Bahkan anggota yang bertugas mengawasi Zhu ling nie juga tidak ada ditempat.
Abu penjaga yang dibakar oleh Sin juga sudah tidak terlihat, karena berterbangan kesana kemari.
Wu tang pun mengintrogasi penjaga pintu gerbang klan Wu, tapi hasilnya nihil. Karena tidak ada siapapun yang masuk lewat pintu depan.
Dia pun menyuruh 100 anggota klan terbaiknya untuk menyelidiki kejadian ini.
Tapi sayang saat keluar 10 meter dari gerbang pintu klan, ke 100 orang itu tidak bisa pergi, karena terhalang oleh array.
Mereka pun memberitahu langsung patriak klan Wu, Wu tong.
"APAA...??? area klan kita terkurung array...?" kejut patriak Wu tong tidak percaya.
Wu tong, wu tang dan semua tetua klan Wu keluar ruangan, mereka berkumpul dihalaman, untuk melihat array yang dimaksud anggotanya.
Tapi mereka semua tidak bisa melihat array penghalang itu.
Wu tong pun terbang keatas, dan benar saja, tubuhnya tidak bisa terbang lebih tinggi, karena terhalang array.
.
.
"Menjauhlah kalian semua..!" seru Wu tong.
Semua anggota klan pun menjauh termasuk tetua dan anaknya Wu tang.
kemudian Wu tong mengeluarkan pedang miliknya, yaitu pedang tingkat suci.
"Amukan pedang petir,,," teriaknya
Keluar petir dari pedang miliknya, petir itu melesat keatas, bahkan petir itu menyambar ke sisi kiri kanan, sampai menghancurkan area 50 meter² disekitarnya.
Saat petir itu menghantam array buatan Sin.
BOOOOOOOMMMMM
Terjadi ledakan sangat besar.
Tapi sayang, amukan petir itu bahkan tidak membuat array retak sedikitpun.
.
.
"Apa diantara kita sudah menyinggung orang yang salah..?" tanya Wu tong, kepada seluruh anggota klan yang berkumpul dihalaman utama klan Wu.
Tapi pertanyaannya itu tidak ada yang menjawab, karena satu-satunya yang bermasalah dengan mereka adalah klan Zhu.
Tidak lama kemudian..
BAMMM...
Ledakan kecil itu terjadi tepat dihalaman klan Wu, sekaligus mengejutkan semua orang.
Setelah kepulan debu menghilang, terlihat sosok pemuda yang sangat tampan.
"Siapa kau...??" tanya Wu tong.
"Aku hanya orang yang akan membantai kalian semua," balas Sin masih santai tapi menindas.
"Bagaimana kau bisa berkata seperti itu, sementara kami tidak mengenal mu...?" ujar Wu tong,
Walau tidak bisa merasakan energi qi dari pemuda dihadapannya ini, tapi adanya array, dan kemunculan Sin secara tiba-tiba, itu bukti pemuda dihadapannya bukan orang biasa.
.
.
"Kalian memang tidak mengenalku, tapi kalian sangat mengenal keluarga calon istriku, bahkan kalian sudah membunuh seluruh anggota klan dari calon istriku itu," balas Sin mulai panas
"Pertama kau sudah membunuh calon ayah mertuaku. Dan terakhir, kalian sudah menyandra seorang wanita lemah. Dia adalah IBU MERTUAKU..." ujar Sin semakin panas.
Kemudian dia menjentikan jarinya, tiba-tiba muncul Zhu ling nie dan Zhu liang disamping kiri kanan Sin.
DEGGGHHH
Semua orang terkejut, sekaligus mengerti, kenapa pemuda dihadapannya ini membuat keributan di markas klan Wu nya.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Maaf selain sibuk, sudah seminggu ini, mood ku jg lagi ngga asyik,,,🙏🙏