LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
MENUJU KOTA XUAN


__ADS_3

"Cih, lebih baik aku mati dari pada berkhianat," balas tetua itu.


"Ho ho hoooo apa kau yakin dengan pilihanmu itu..?" tanya sin yang masih mencengkram lehernya. Kemudian sin menempelkan jari jempolnya di tengah alis tetua itu.


"Baiklah tua bangka, siapapun namamu aku tidak peduli, aku akan melepaskanmu, karena saat ini hatiku sedang bahagia. Katakan pada patriakmu, tidak akan lama lagi aku akan berkunjung ke sekte tengkorak hitam, Dan tolong sampaikan salam 5 jariku pada patriak tengkorak hitam."


PLAAAKK


Sin menampar tetua tengkorak hitam, selain giginya rontok, pipinya juga hangus sampai bercap 5 jari.


setelah itu sin melemparnya jauh keatas dan tak tahu akan mendarat dimana.


"Terima kasih tuan muda,,,!" ucap seseorang sambil menangkupkan tinjunya.


"Sama- sama senior, sudah seharusnya kita saling menolong." balas sin santai


"Sin, Apa kamu tidak apa- apa..?" tanya seorang wanita dari arah belakangnya.


Sin yang mendengar pertanyaan itu sedikit mengerenyitkan keningnya, sudah jelas dia sendiri yang sudah membunuh smuanya, tp malah dia yang dikhawatirkan.


"Aku tidak apa- apa nona cantik, seharusnya bukan aku yang kau khawatirkan tapi orang -orang yang ada didepanku"


Jendral yao wen terkejut apakah putri lin yi mengenal pemuda yang ada didepannya.


Sang jendral tersenyum kecut mendengar dan melihat perhatian putri lin yi kepada pria yang menolongnya.


Pasalnya selama ini putri Lin yi ini terkenal dingin kepada semua orang bahkan kepada dirinya, kecuali kepada orang tua dan kakaknya Lin zhang (putra mahkota).


"Eh i itu..... huh dasar pria mesum yang menyebalkan" ujar Lin yi sambil memalingkan wajahnya karena sudah merah padam


Sin yang melihat itu hanya terkekeh kecil.


"Perkenalkan tuan muda, namaku Yao wen, saya adalah ketua pengawal perjalanan putri lin yi menuju kerajaan xuan," ucap Yao wen memperkenalkan dirinya.


"kalau boleh tau, siapa nama tuan muda ini..?" tanya jendral yao wen dengan sopan.


"Namaku sin tian, panggil saja aku sin" balas sin memperkenlan dirinya.


"Maaf tuan muda sin, kalau boleh tau tuan muda mau kemana? siapa tau kita satu arah." tanya jendral Yao wen yang berharap bisa satu arah.


Lin yi yang mendengar pertanyaan jendralnya kepada sin, juga sama berharap kalau tujuan Sin sama dengannya.


"Aku hanya seorang kultivator bebas, tidak terikat sekte atau klan manapun. Skarang ini aku akan menuju kota terdekat" balasnya santai.


"Kalau begitu berarti tujuan kita sama tuan muda sin, karena kota terdekat dari hutan ini adalah kerajaan xuan." ujar jendral Yao wen sumringah.


"Baiklah kalau begitu aku ikut dengan rombongan kalian."


Lin yi yang mendengar ucapan sin, sumringah bukan kepalang.


Setelah membereskan semua mayat pasukan yang mati, jendral yao wen memberi pil penyembuh luka tingkat perak kepada seluruh pasukannya, 3 jam kemudian luka pasukan pengawal dan luka dirinya sembuh.


"Mmmm tu tuan muda maaf saya mau bertanya lagi," ujar jendral Yao wen gugup


"Tanyakan saja, tidak perlu sungkan begitu,,,!" seru Sin santai.


"Kenapa tuan muda melepaskan tetua dari tengkorak hitam? jika dia melapor kepada patriaknya sudah pasti akan jadi masalah besar" tanya jendral yao wen yang terlihat gelisah.


"Senior tidak usah khawatir, karena sekarang ini, sekte tengkrlorak hitam menjadi urusan pribadiku, akan ku pastikan tidak akan yang tersisa dari sekte itu." balas sin dengan penuh niat membunuh.


GLEEKK


Sang jendral menelan ludah mendengar ucapan sin. karena dia sudah melihatnya sendiri, jadi jendral yao wen sangat percaya dengan kemampuan sin

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan perjalanan, sin berada didalam kereta bersama putri Lin yi.


Walaupun saat ini sin tau kalau ternyata lin yi adalah putri kaisar Lin, dia tidak terlihat sungkan dan terkesan sedikit cuek.


Ditengah perjalanan, mereka 2 kali istrahat untuk memulihkan tenaga para pasukan dan tentunya sambil mengisi perut mereka.


Putri Lin yi sebenarnya terkejut melihat sikap sin yang biasa saja terhadap kebesaran dan kekuasaan kekaisaran Lin.


Karena hampir semua tuan muda dari klan dan bahkan tuan muda dari berbagai sekte, mencoba mendekatinya dengan jurus 1000 jalan menuju sorga. Tapi lin yi tidak pernah tertarik.


Tapi tidak dengan pemuda yang satu ini.


.


.


.


1 hari kemudian..


500 meter mendekati gerbang kota xuan, Sin turun karena tidak mau jadi pusat perhatian kalau turun di pusat kota.


★★★Note


Kerjaan xuan berada di kota xuan, krn pendirinya dari klan xuan.


Walaupun putri lin yi terlihat kecewa, tapi dia juga tidak bisa memaksa sin, untuk ikut bersamanya.


"Tuan putri lin yi,,, jendral Yao wen, sampai bertemu kembali" ujar sin melambaikan tangan.


Akhirnya rombongan putri lin yi melanjutkan perjalanan ke kerajaan xuan. Sin sendiri ikut mengantri cukup panjang di gerbang kota.


Tiba bagian sin, "Tanda pengenalnya tuan.?" tanya salasatu penjaga kepada sin.


"Kalau begitu silahkan ikuti aku untuk membuat tanda pengenal..!!" seru penjaga gerbang.


.


.


.


.


Walaupun sin bajunya sedikit berantakan tapi perlakuan penjaga kepadanya sangat baik, itu membuat sin merasa terharu.


"Ini tuan tanda pengenal anda sudah selesai, semuanya jadi 3 koin emas tuan.." ujar penjaga,,


Sin pun memberi 3 koin emas sebagai admninistrasi, tapi kemudian memberi lagi 1 kantung koin emas sebanyak 1000 koin emas.


"Anggap saja ini hadiah perkenalan kita" ucap sin sambil pergi menuju pusat kota untuk mencari rumah makan dan penginapan.


Penjaga yang mendapat rezeqi nomplok, merasa senang dan sangat terkejut, pasalnya selama jadi penjaga gerbang kota, dia belum pernah diberi tips, apalagi sebanyak ini.


.


.


.


RUMAH MAKAN MERAK PUTIH


"Ahh itu disana" ucap sin membaca plang nama rumah makan.

__ADS_1


"Selamat datang tuan, apa anda ingin memesan makanan atau minum? "tanya resepsionis.


"Bawakan saja keduanya dan tentunya yang terbaik di rumah makan ini..!!" seru sin


"Baik tuan, tunggu sebentar..!"


.


.


10 menit berlalu, pelayan membawakan masakan terbaik mereka.


"ini tuan selamat menikmati..!" ucap pelayan


Sin tidak menjawab dan hanya melambaikan tangan saja.


.


.


.


15 menit kemudian


BUUUK


seseorang memukul pelanggan lain karena menghalangi jalan.


"Kalian semua cepat keluar..!! tempat ini akan dijadikan pertemuan oleh tuan muda wei dan tetua sekte bangau putih" ucap seorang pengawal tuan muda wei.


Semua pelanggan yang mendengar tuan muda wei dan sekte bangau putih langsung berdiri dan keluar dari rumah makan. Tinggal sin seorang diruangan itu yang belum pergi.


sang pengawal yang melihat sin belum pergi juga.


"Hai anak ingusan, cepat keluar,,,,,!!! tempat ini akan dijadikan pertemuan penting.."


Tapi sin tetep cuek, dan terus melanjutkan makan.


"Apa kau tuli bangs★ttt??" ucap pengawal marah.


"Anak muda, apa kau tidak bisa memberi wajah pada tuan muda ini" ucap seorang pemuda, dan ternyata itu adalah tuan muda wei, wei bin.


Sin tetap diam tak bersuara, dia cukup santai menikmati makanan yang ada didepannya.


merasa terhina karena ucapannya tidak digubris oleh Sin.


Wei bin mengeluarkan pedangnya dan langsung ditebaskan ke arah leher sin. Sebelum pedang panjangnya sampai ke leher sin,,,


SLASSHHH


BRUUUKKK


Kedua kaki tuan muda wei bin terpotong halus, dan sesaat kemudian..


"Aaaaaaaaaaaaaaaarrgh..." Wei bin berteriak keras.


Para pengawal yang melihat itu bergidik ngeri, pasalnya sin tidak bergerak sedikitpun, keringat dingin keluar dari semua pengawal.


Tuan mudanya saja yang sudah berada di ranah pejuang emas tingkat 5, bisa roboh begitu saja, apalagi mereka yang hanya pejuang perunggu dan perak.


Akhirnya mereka menggotong tuan muda untuk dibawa ke klan.


Saat mau keluar, datang rombongan dari sekte bangau putih, 2 tetua dan 5 anggota murid dalam. kedua tetua sudah berada di ranah pendekar bumi tahap awal dan tetua yang satu lagi tahap menengah, sementara 5 muridnya rata -rata berada di pejuang emas

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2