LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
MENJEMPUT ZHU HUANG


__ADS_3

Darah Wu tang langsung naik, saat melihat Zhu liang. Karena target kedua setelah Zhu xiang adalah adiknya.


Wu tang langsung mencabut pedang dengan mengalirkan 90% energi qi nya, dan melesat sangat cepat, kearah Zhu liang.


"Tang'er berhenti...!!" teriak Wu tong kepada anaknya, yang tidak bisa melihat situasi dan tak sadar dengan kekuatan diri sendiri terutama kekuatan lawan.


Tapi seruan ayahnya itu tidak didengar, karena amarah sudah berkumpul di ubun-ubun Wu tang.


Zhu Liang pun sudah mengepalkan tangannya, bersiap untuk menahan serangan pedang Wu tang.


Saat pedang Wu tang akan menusuk jantung Zhu liang.


"Gravitasi dorongan.."


SHUUUTTTTT


Tubuh Wu tang melesat menghantam kerumunan anggota klan dibelakangnya.


BUAAKKK


BUAAKKK


KHUUUUKKKHH


Wu tang sampai mengeluarkan seteguk darah.


Wu tong pun berlari menghampiri anaknya itu, "Tang'er, apa kau tidak ap......?"


Belum selesai bertanya, Sin sudah menariknya kembali.


"Gravitasi tarikan,," ucap nya.


SHUUUUUUUT


Wu tang melesat kembali dimana Sin berada.


KREK


"Aaaaargghhhh.."


Leher WU tang sedikit patah, karena menghantam cengkraman tangan Sin.


"Liang'er,, mau kau apakan lelaki sampah ini...?" tanya Sin


Zhu liang tidak menjawab, tapi kemudian dia mengeluarkan 2 belati kecilnya. Lalu berjalan dua langkah kedepan dan menusuk kedua mata Wu tang dengan kedua belatinya itu.


CRATT


CRATT


"Aaaaaaaaaarrrgghh..


"Aayaaaahhh, tolong akuu..!!" teriak Wu tang kesakitan.


"B4JIN94AANNN..." teriak Wu tong marah, melihat anaknya disiksa didepan matanya.


Saat akan maju untuk menolong anaknya.


"Tekanan 20 ton.."


BRUUKKK


BRUKKKK


BRUUUKK


"Uhhhhh tekanan apa ini..?" tanya Wu tong dalam benaknya.


Semua anggota klannya ambruk ditempat, kecuali Wu tong dan para tetua, mereka masih bisa berdiri, tp tidak bisa bergerak bebas.


"Liang'er, lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan...! seru Sin.


Zhu liang pun mengeluarkan besi cukup panjang, kemudian dia beralih kesamping kiri Wu tang, yang masih dalam cengkraman kakak iparnya.


Tanpa aba-aba lagi, Zhu liang langsung menusuk telinga kirinya sampai tembus ke telinga kanan.


KRACKKK


CRASSS


"Aaaasrrggghhhhh,,,, no nona Liang, tolong ampuni aku...!! Aku mengaku salah, aku berjanji tidak akan mengula....."


"Aaaaaaaarrgghhh..."


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Zhu Liang langsung menjambak rambut WU tang, dan menggusurnya kearah pohon tidak jauh darinya.


Kemudian Zhu liang mengikat besi ujung kiri dan kanan, yang menancap ditelinga Wu tang terus menggantungnya dipohon itu.


Teriakan Wu tang makin menggema di area klan Wu. Darah dari kedua kelopak mata dan kedua telinganya terus mengalir.


"Tuan muda, tolong ampuni anakku...!!!" ucap Wu tong, sambil mengeluarkan darah sedikit demi sedikit, karena tekanan gravitasi masih menimpanya.


"Tenang saja pak tua, nanti kau juga akan kebagian,," balas Sin dingin.


"Ibu,,, Apa kau mau melakukan sesuatu pada si tua bangka itu..?" tanya Sin kepada Zhu ling nie.

__ADS_1


"Biar Huang'er atau Xiang'er saja yang melakukannya nanti..." balasnya.


"Hmmmm,," angguk Sin.


"Suriken..."


SEUNGGGGG


Sin melemparkan suriken dan memotong kedua lengan dan kedua lutut Wu tong.


SLASH


SLASH


SLASH


SLASH


BRUUUKKK


"Aaaararrrrrgghh.." teriak Wu tong kesakitan, sambil berguling kekanan dan kekiri,


setelah itu, Sin memasukan Wu tong ke penjara, di Dunia jiwanya.


Penjara itu berada di tengah kawah magma, di gunung api benua penempa.


Kemudian Sin menghilangkan kembali tekanan gravitasinya.


"Liang'er, jangan sisakan satu pun..!" seru Sin


"Busur..." ucap Zhu liang, tak banyak bicara, karena dari awal dia sudah sangat marah.


Muncul busur ditangannya, kemudian Zhu liang menarik tali busurnya menggunakan energi qi.


Seketika muncul anak panah yang siap dilepaskan.



SHUUUUUUUUUUUTTTT


Anak panah melesat dan membagi diri menjadi 100 anak panah lainnya.


Anak panah itu menyerang semua anggota klan Wu satu persatu.


"Lariiiii...!!" teriak salah satu tetua klan Zhu.


Tapi kemanapun mereka pergi, anak panah terus mengejarnya.


Semua anggota klan Wu terkejut termasuk para tetua, saat melihat anak panah bisa membagi diri dan menyerang sesuai kemauan sang pengguna.


Zhu liang terus menarik tali busurnya, untuk membunuh semua anggota klan Wu yang ada.


SHUUUUTT


SHUUUUTT


SHUUUTTT


.


.


.


"Aaaaargggghhh.."


"Nona Zhu ampuni ak...!"


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, anak panah sudah menusuk tepat dikening salah satu anggota klan itu.


Tidak mau pasrah begitu saja, salah satu tetua mencoba melawan. Karena dirinya tahu, walau ribuan kali meminta ampun, Zhu liang tidak akan mengampuni mereka.


"Semburan jari api..." teriaknya.


Keluar api yang sangat besar dari jari tetua Wu cang.



Api itupun membakar Zhu liang.


Anggota klan yang tersisa, mencoba membantu tetua Wu cang dengan senjata panah ditangannya.


SHUUT


SHUUT


SHUUT


Bukannya menembus, anak panah itu malah penyok sebagian lagi patah, saat mengenai tubuh Zhu liang.


Bahkan api itu tidak mampu membakar tubuh Zhu liang, padahal terlihat jelas, Zhu liang dibakar seperti daging panggang.


"Apa benar dia putri bungsu dari klan Zhu..?" gumam Wu cang tidak percaya


Kemudian Sin menembakan sinar dari kristal kehidupan, ke reruntuhan bangunan.

__ADS_1


DRAK


DRAK


DRAK



"Apa lagi ini..???" tanya salah satu tetua tidak mengerti, karena salah satu bangunan yang roboh kini berubah jadi monster mengerikan.


"Siapkan senjata kalian masing-masing...!" seru tetua Wu ding


Anggota klan yang tersisa pun mengeluarkan tombak dan pedang, berharap bisa bertahan dari serangan gollem dihadapannya.


DUAAAK


DUAAKKK


BAAAMMM


BAAMMM


"Aaaaaaaaaarrgghhh,,,,"


Gollem itu menghantam apapun yang ada didekatnya.


"Serang secara bersamaan..!" teriak tetua Wu ding


Anggota klan Wu menusukan Tombak dan pedang. Walaupun senjata itu berhasil menembus tubuh gollem.


Tapi gollem itu terus melancarkan serangannya tanpa merasakan sakit, karena itu memang hanya sebuah tembok bangunan.


Sedangkan gerakan gollem, Sin yang mengontrolnya dari kejauhan.


Zhu ling nie walau sudah mendengar tentang gollem ini dari Zhu liang, tapi saat melihat dengan kepalanya sendiri, dia sangat kagum.


"Gege,,, seandainya kau melihat kehebatan calon menantumu ini..!" Gumam Zhu ling nie sedih sekaligus bangga.


9 tetua dan lebih dari 3000 anggota klan Wu, sudah habis terbantai akibat serangan panah dari Zhu liang dan dibantu gollem.


"Adik ipar, ambilah semua cincin dan semua harta yang ada di klan Zhu...!" seru Sin


"Hmmmmm.." angguk Zhu liang.


Sin sendiri hanya mengambil senjata, baik itu pedang ataupun tombak yang berserakan disekitanya.


.


.


1 jam kemudian..


Semua harta sudah diambil oleh Zhu liang.


Sedangkan anggota dan tetua klan Wu, dipotong kepalanya termasuk Wu tang. Kemudian digantung seperti yang mereka lakukan kepada klan Zhu


Sin mengibaskan tangannya, Zhu ling nie dan Zhu liang pun kembali ke Dunia jiwanya.


Kemudian Sin langsung melesat kearah gunung Zhuzi, untuk menjemput kakak iparnya.


10 menit kemudian,,,


Dengan mengedarkan kesadaran spiritualnya, Sin merasakan ada 8 orang yang sedang bersembunyi disebuah goa.


Dia pun turun tepat didepan mulut goa itu.


"Siapa kau..?" tanya salah satu anggota klan langsung siaga.


"Tidak usah khawatir, aku adalah bagian dari klan Zhu," ucap Sin ramah.


"Eh benarkah,,? Tapi aku baru pertama kali melihatmu...!" balas anggota itu.


"Percayalah...!" ucap Sin, sambil tersenyum


Melihat keramahan dari pemuda dihadapannya, anggota itupun pergi kedalam dan melapor kepada tuan mudanya.


.


.


"Tuan muda, didepan goa ada orang yang mengaku bagian dari klan kita..." ujar anggota itu.


"Berapa orang,,? tanya Zhu huang.


"Hanya satu orang..." balasnya


Zhu huang dan yang lainnya pun keluar dari dalam goa, tapi tangan mereka sudah siap siaga memegang senjatanya masing-masing.


.


.


.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2