LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
KUNJUNGAN RAJA XUAN JING


__ADS_3

Di kota xuan sekte terbesar hanya ada satu yaitu sekte bangau putih yang sekarang sudah menjadi sekte bintang semesta, sementara sekte lainnya hanya sekete tingkat 2 dan 3, tidak ada sekte aliran hitam di lingkungan kerajaan xuan, karena biasanya sekte aliran hitam mendirikan sektenya didalam hutan.


Urutan sekte aliran putih terbesar diwilayah kekaisaran lin




sekte tapak suci yang berada di gunung awan, wilayah kekaisaran lin, (patriak chu an shi)




sekte tombak naga yang berada diwilayah kerajaan gong (patriak long yan)




sekte bangau putih berada dikota xuan. (patriak jue wenjing)




Tapi sekarang, Sekte bintang semesta menjadi sekte terbesar di kekaisaran Lin, bukan hanya besar tapi juga terkuat.


Urutan sekte aliran hitam terbesar di kekaisaran lin




sekte siluman rubah, berada di gunung gede wilayah kekaisaran lin (patriak - jing sa)




sekte gagak hitam berada dihutan gelap wilyah kerajaan shi (patriak - wu san)




***


Sin melesat cepat kearah timur tepatnya ke arah Sekte bintang semesta, 10 menit kemudian Sin melayang diatas sekte bintang semesta, dia melihat taman mulai dibuat dan pepohonan sudah ditanam


SEKTE BINTANG SEMESTA



Saat Sin masih melayang diatas langit, Sin melihat Lin yi sedang berjalan kesana kemari di area sekte, tidak tahu apa atau siapa yang dia cari.


Sin terus memperhatikan kelakuan gadis cantik itu dari atas langit, sampai akhirnya Lin yi diam berdiri dibawah pohon sambil menikmati pemandangan sekitar.


sampai tiba- tiba


"Aaaahhh...."


Lin yi menjerit kecil karena dari arah belakang ada yang melingkarkan tangan ke perutnya


"Bangs......" suaranya tertahan saat melihat yang memeluknya ternyata Sin.

__ADS_1


"Ka ka kamu apa yang kamu lakukan..?" tanya Lin yi dengan wajah merah seperti tomat.


"Apa kamu mencariku??"


"Ti tidak, kata siapa..?" balas lin yi gugup


"Apa kamu merindukanku.." tanya Sin yang terus menggoda Lin yi.


"Si siapa yang bilang, dasar mesum..!" balas Lin yi dan sudah tidak tau harus berkata apa.


"Apa yi'er yakin..?" tanya Sin terus maju sampai punggung Lin yi ke pentok pohon yang ada dibelakangnya.


Sin yang terus maju kemudian memegang kedua tangan Lin yi terus diangkat keatas.


"A a apa yang mau kau laku...?"


ucapannya tertahan karena sin sudah menyambar bibir Lin yi dan terus ******* bibir Lin yi.


Lin yi yang disergap begitu, bukannya berontak malah membuka jalan, birahi mereka berdua sudah mulai terbang, kemudian tangan Sin memegang pinggang bagian belakang Lin yi dan ditekan kearah depannya. Lin yi pun reflek melingkarkan tangannya di leher Sin, Suara gemericik air ludah, sudah hilir mudik kesana kemari. karena birahi terus memuncak bibir Sin terus menjalar ke telinga turun ke leher, bahkan tangan Sin sudah sangat aktif meremas kedua b0k0n9 Lin yi, keduanya melakukan itu sudah hampir 30 menit.


Saat mau memasuki teritori 2 gundukan yang masih ranum.


"Bo bo boss...!!!" sahut Qilin gugup, melalui telepati.


"Cihhh, dasar bawahan tidak punya moral" ujar Sin menggurutu kesal, tentu saja dalam hatinya


"Yi'er nanti kita lanjutkan lagi, disini banyak orang yang lewat" ucap sin berbohong


"Eh,, a apa nya yang dilanjutkan Sin gege..???" tanya Lin yi dengan polosnya


"Ini..." Mmmmuach


Sin mencium bibirnya sekali lagi


Lin yi hanya diam dan menunduk malu


"Tu tunggu dulu..!! seru lin yi


"Ada apa..?" tanya sin


Kemudian Lin yin membersihkan bibir sin yang blepotan dengan warna merah muda, sin yang melihat itu tersenyum kecut, seandainya dia datang ke aula pertemuan dengan bibirnya yang berwarna merah blepotan, akan ditaruh dimana mukanya.


Setelah mereka berdua membersihkan dan merapikan diri masing- masing, Sin dan Lin yi berjalan ke aula pertemuan.


"Apa Sin gege mau mengadakan pertemuan..??" tanya Lin yi


"Tidak, hanya saja ada Raja Xuan jing datang berkunjung" balas sin santai.


"Apa paman jing ada disini..?" tanya lin yi


"Ehh,,, Paman...?"


"Iya, istri paman jing itu adalah bibiku, namanya Lin jia ying" balas Lin yi terkekeh kecil melihat sin yang terkejut.


"Mmmmm,,, Pantas saja sudah 1 bulan ini Yi'er masih belum pulang ke kaisaran Lin"


"Apa Din gege berharap aku cepat- cepat pulang?? Hmmmmh menyebalkan..." gerutu Lin yi sambil berjalan lebih cepat dan meninggalkan Sin dibelakang.


Sin yang melihat itu tersenyum kecut, karena dirinya salah mengucapkan kata yang pas, saat berhadapan dengan wanita.


"Haiissss sudahlah" gumam sin pasrah dengan tingkah wanitanya itu.


Sesampainya di aula pertemuan, Lin yi menerobos masuk dan langsung duduk disamping bibinya, lin jia ying.


Tidak lama kemudian sin juga masuk ke aula pertemuan.

__ADS_1


Melihat sikap keponakannya itu raja Xuan jing dan Lin jia ying, hanya tersenyum kecut dan menggelengkan kepala.


Dan saat melihat Sin memasuki aula, raja xuan jing berdiri dari kursi tamu kehormatan dan berjalan ke arah Sin


"Salam yang mulia raja" ucap Sin sedikit membungkukan kepalanya


"Tidak usah terlalu sungkan dan formal begitu, walau bagaimanapun cepat atau lambat, tuan muda Sin akan menjadi keponakan ku." ucap Xuan jing menggoda Sin dan Lin yi


"Baiklah paman Jing, aku tidak akan sungkan lagi" balas Sin santai


Xuan jing terkejut dengan sikap sin, bahkan ke empat bawahannya sampai tersenyum kecut dan menggelengkan kepala, melihat tuannya tidak ada kata basa-basinya.


Lin yi yang mendengar ucapan sin hati kecil nya sangat bahagia, karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.Tapi karena terlanjur marah Lin yi pura- pura tidak peduli.


"Hmmmhhh siapa juga yang mau menikah dengan mu..!? bukannya Sin gege ingin aku cepat- cepat pulang kekaisaran Lin..." gerutu Lin yi dengan penuh ke pura- puraan.


Xuan jing yang melihat tingkah ponakannya itu serasa mau pecah kepala, pasalnya saat ada di istana kerajaan, Lin yi setiap hari merengkek minta diantar ke sekte semesta, bahkan jendral dan mentrinya juga tidak lepas dimintai bantuan untuk mengantarnya.


Beberapa saat kemudian drama anak muda pun selesai, mereka yang ada di aula pertemuan sekte bintang semesta tidak ada hal yang sangat penting untuk dibahas, tadinya raja Xuan jing sebagai raja di kota Xuan ingin bekerja sama dalam berbagai hal, teutama maslah pertahanan kerjaan Xuan. Tapi karena melihat kedekatan keponakannya dengan Sin, dia pun mengurungkan niatnya, karena raja Xuan jing yakin secara otomatis Sin akan tergerak dengan sendirinya jika kerjaan xuan diserang oleh musuhnya.


"Nak sin, 2 hari lagi akan diadakan lelang di paviliun dungeon, apakah nak sin berminat menghadiri lelang disana?" tanya Xuan jing


"Sepertinya aku akan menghadiri acara lelang itu paman Jing, karena 2 hari kedepan aku juga tidak punya kegiatan apa-apa.


Sore harinya raja Xuan jing, istrinya, beberapa jendral dan mentrinya berpamitan, tapi Lin yi tidak ikut pulang karena dia ingin menjadi seorang kultivator dan menjadi murid di sekte bintang semesta.


Sin menunjuk Griffin untuk menjadi guru pribadi calon istrinya itu.


.


.


.


Malam hari


Lin yi yang duduk dipangkuan sin sambil melihat pemandangan danau dibawah pohon yang cukup rimbun.


Karena si kecil sudah berontak, Sin menyibakan rambut Lin yi dan menggigit kecil daun telinganya,


"Aaaaahhhh,,,," Lin yi sedikit mendesah dan tangan kiri lin yi langsung melingkar dikepala sin sedangkan tangan kanan memegang erat tangan sin yang sudah melingkar diperutnya.


Sin terus menjelajahi leher dan bibir Lin yi, tangan Sin pun makin aktif bergriliya, yang kiri terjun bebas kebawah perut lin yi, sedang tangan kanan manjat dengan sedikit usaha karena banyaknya array penghalang yang menutupi kedua gunung kembarnya.


sesaat kedua tangannya sampai target, sin meraba dan mengelusnya dengan lembut,


"Aaaahhhh..."


Tangan kirinya pun aktif menelusuri hutan lebat, yang mulai becek seperti baru disiram air hujan


"Aaaaahhhhh..."


Kemudian Lin yi balik badan dan sekarang posisinya berhadapan, tanpa pidato yang suka memakan waktu, Sin langsung menyergap kedua buah ranum didepannya dengan lahap.


Sin memegang tangan Lin yi dan diarahkan ke belalai nya, walaupun awalanya Lin yi sedikit geli, lama kelamaan malah dipegang erat seperti diperas-peras.


Mereka berdua pun merebahkan diri dirumput yang hijau, sampai berguling kesana kemari. Kegiatan itu dilakukan sampai dini hari, walaupun begitu Sin tidak memasukan jagoan kecilnya,


******* demi ******* keluar dengan merdu dari mulut lin yi dan itu menambah daya gedor senjata Sin.


Sin tidak khawatir terdengar oleh orang lain termasuk bawahannya, karena Sin sudah memasang array kedap suara dan ilusi.


SILAHKAN KAWAN- KAWAN BELI SABUN UNTUK MELANJUTKANNYA....💪💪💪😜😜


JANGAN LUPA LIKE NYA, LEBIH DARI ITU TERIMA KASIH BANGETTTTT

__ADS_1


BERSAMBUNG...


SHI YUE BABAYYYY....


__ADS_2