LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
FEIJI


__ADS_3

Yang ga suka cerita m3summm, SKIP AJA chap ini.


Selesai makan, Sin membayar 6 koin platinum untuk semua makanan dan minuman pesanannya.


Kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan..


.


.


.


***


Di kerajaan Huang..


"Jendral Sui, sudah berapa persen persiapan kita untuk berperang dengan kerajaan Ling..?" tanya raja Huang ping.


...RAJA HUANG PING...



"Secara keseluruhan, persiapan kita rata- rata sudah 70% yang mulia,


- Persiapan senjata panah 75%


- Persiapan prajurit 70%


- Bantuan pasukan dari Sekte dan klan baru 65%, dari target yang kita perhitungkan." ujar jendral Sui menguraikan rincian.


"Bagus,,, kita masih punya waktu 40 hari lagi, minimal 95% harus sudah siap pada saatnya nanti." ucap raja Huang ping.


"Hamba akan terus berusaha semaksimal mungkin yang mulia."


"Hmmmm, terus bagaimana dengan kekaisaran Jiang...?" tanya raja Huang ping lagi.


"Menurut mata- mata, sejauh ini kaisar Jiang tidak memihak kepada siapapun. Tapi jika salah satu dari kita membumi hanguskan pemukiman warga yang tidak berdosa, kaisar Jiang menyatakan akan bertindak tegas bagi siapapun yang melanggar." balas jendral Sui.


Raja Huang ping hanya menganggukan kepalanya.


.


.


.


.


.


.


***


Di kerajaan Ling


"Paman,,,,!! Bagaimna perkembangan terkini..?" tanya raja Ling sing


...RAJA LING SING...


...(Ayah Ling si)...



"Persiapan dari pasukan dan persenjataan semua sudah siap yang mulia, hanya saja untuk sekte, terutama klan besar tidak mau ikut campur dalam peperangan kali ini."


"Haiiiissshh, padahal kerajaan ini, selain sudah jadi pelindung bagi mereka. Kerajaan Ling juga tidak meminta pajak yang tinggi kepada klan-klan itu. Tapi ini balasan dari mereka...!!??" ujar Ling sing geram.


"Paman,,,! bagaimana menurutmu kalau aku menaikan pajak 10x lipat kepada klan-klan tak tahu diri itu? Dengan begitu, pendapatan pajak kita, minimal sama dengan kerajaan yang lain." tanya raja Ling.


"Boleh,,, hanya saja saat ini bukan waktu yang tepat utk menaikan pajak. karena dikhawatirkan klan- klan itu malah membelot dan membantu kerjaan Huang dibelakang kita, lebih baik kita fokus saja sama peperangan yang tidak akan lama lagi kita hadapi," balas Penasehat Ling sang.


"Benar juga apa yang paman katakan.." ucap raja Ling pasrah untuk sementara ini.


Karena walaupun mempunyai senjata tingkat suci, kalau lawannya lebih banyak dan sebagian besar kultivator itu beranah tinggi, maka akhirnya akan sangat merepotkan juga.


...LING SANG...


...(pamannya raja Ling sing)...


...PENASEHAT KERAJAAN LING...



"Suamiku,,,!! Apakah sudah ada kabar tentang anak kita, Si'er....?" tanya permaisuri Ling xia dengan mata sembabnya.


"Belum,,, tapi pasukan pengintai kita, masih terus berusaha mencari ke berbagai wilayah." balas Ling sing menunduk sedih


"Hiks hiks,,,,


Ini GARA- GARA kau suamiku, anakku hilang dan belum ketemu sampai sekarang,,,," Bentak permaisuri Ling xia, dan dia pun langsung meninggalkan ruang istana.


"Haissssshhh... ini memang salahku. Si'er dimana kau nak...?" gumam Ling sing.


Kemudian raja Ling menyusul istrinya, Ling xia. Untuk menenangkan hatinya.


...LING XIA...


...(Ibunya Ling si)...



.


.


.


.


***


Di ibu kota huang...


Sin sedang menikmati keramaian, tepatnya di taman ibu kota.


.


.


.


"Kawan, apa kau akan mengikuti turnamen keahlian jenius muda, yang akan diadakan di kekaisaran jiang..?" tanya seorang pemuda.


"kau pasti bisa bersaing dengan jenius lainnya, jadi kau harus mengikuti turnamen itu" timpal teman yang lainnya.


"Tapi aku hanya alkemis tingkat 3 tahap menengah, sedangkan yang lain sudah tahap akhir bahkan ada yang di tingkat master di usia 25 tahun." balasnya tidak percaya diri.


"Itu wajar saja kawan, karena usia mereka sudah 25 tahun, tapi kamu baru 19 tahun" ucapnya menyemangati.


"Baiklah, aku akan ikut dan berusaha semaxsimal mungkin." balasnya jadi semangat


.


.


.


Sin yang mendengarkan obrolan mereka sedikit tertarik, dengan turnamen itu.


Kemudian dia menghampiri 3 pemuda tidak jauh darinya.


"Maaf tuan muda sudah mengganggu waktumu....!!" tegur Sin


"Hmmm, tidak apa- apa." balasnya


"Sebelumnya saya mendengar obrolan kalian tentang turnamen, kalau boleh tahu kapan waktu pelaksanaanya?" tanya Sin ingin tahu.


"Apa kau akan mengikutinya..?"


"Sementara ini, saya hanya merasa tertarik untuk nonton saja." balasnya santai


"Hmmmm, turnamen itu akan dilaksanakan seminggu dari sekarang. Dan itu bukan hanya turnamen alkemis saja tapi juga bertarung dan turnamen array. Tapi untuk pergi ke kaisaran Jiang, kau harus menyiapkan modal yang cukup besar, karena ongkos naik Feiji lumayan mahal." ujar pemuda itu.


"Memangnya berapa ongkos naik Feiji itu? tanya Sin


"2000 koin platinum/orang."


"Hmmmm, terima kasih tuan muda atas informasinya" ucap Sin sangat sopan.


"Sama- sama" balasnya


★★★


Note: Feiji \= pesawat/kapal terbang, atau di novel lain ada disebut profound ark.


.

__ADS_1


.


.


Setelah itu Sin mencari penginapan, disekitar taman Ibu kota Huang.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Sin menemukan penginapan lumayan cukup besar.


.


.


.


"Selamat datang tuan, apa ada yang bisa kami bantu..??" tanya resepsionis penginapan.


"Saya mau pesan 1 kamar VVIP di penginapan ini, apa masih ada,,,,?"


"Kebetulan sekali tuan, karena kamar yang kosong dipenginapan ini, hanya tinggal kamar VVIP."


"Kalau begitu, saya sewa untuk satu malam saja" ucap Sin.


"Baik tuan, dan untuk biayanya 100 koin platinum/malamnya."


"Tidak masalah,,," ucap Sin


"Dan satu lagi, tidak usah mengirimkan makanan apa-apa dan jangan biarkan seorang pun masuk,,!" seru Sin


"Baik, saya mengerti tuan muda," balas resepsionis, seolah tahu apa yang akan dilakukan sepasang kekasih ini.


Sin hanya menggelengkan kepalanya, melihat resepsionis cengengesan,


"Dasar mesum.." gumam Sin.


Kemudian Sin membayar 100 koin platinum, setelah itu Sin langsung diantar ke kamarnya.



«author: Sebelum membaca lebih lanjut, persiapkan sabun lux atau minyak jelantah, oli juga gpp,,,🤣🤣🤣»


.


.


.


.


"Kamarnya bagus dan cukup luas," ujar Ling si sembari menuju tempat tidur.


Apa Si'er suka..?"


"Hmmmm,," Ling si mengangguk senang, karena sudah 4 tahun ini dia selalu tidur ditempat yang sangat sederhana.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Sin mengusap lembut kepala Ling si dan langsung menggendongnya.


"Gegee.....!" teriak Ling si kaget, karena tiba- tiba menggendongnya



Sebelum melanjutkan aksi, Sin menjentikan jarinya, untuk memasang array juga merubah waktu 1:100


Tanpa pidato yang lama, Sin langsung menerkam telinga Ling si, dia menjilati dan menggigit kecil telinganya


Dan jilatan itu terus turun ke lehernya.


"Aaaaaaaaahhhh" d3s4h Ling si


Tangan kanan Sin langsung meraba buah melon, dia ingin tahu, apa masih mentah atau sudah matang.


Dan ternyata buah itu sudah waktunya panen.



Dengan perlahan, Sin membuka pakaian Ling si, dan hanya menyisakan array penghalang dada dan segitiga bermuda.


Untuk membuka array itu, Sin memerlukan strategi jitu, kemudian Sin mengalihkan perhatian Ling si, Dia m3ngulum bibir Ling si.



Setelah Ling terbawa suasana, benang array pun terlepas seketika, tanpa disadari olehnya.



Mmmmmmmmmuacch


Hmmmmmmmmhhh


Sin bahkan langsung memetik put1n9 melon yang sudah tidak ada penjaganya itu.


Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhh


Euuuuuuuuuuuuuuhhhh


"Gegeee.....!!!" lirih Ling si, yang tak kuat melonnya diusap dan diplintir- plintir.


Tidak puas memelintir poet1n9 melon, tangan kiri menyelusup ke balik segi tiga bermuda.


Saat jari tengahnya sudah menyeruak kedalam kebun kacang, jari itu langsung dihimpit oleh kedua dinding pintu masuk goa, seolah jangan dikeluarkan lagi.


Aaaaaaaaaaaaaahhhhh


Ling si mendongak keatas, saat jari Sin berputar- putar diwilayah kebun kacang merah miliknya.


Melihat leher Ling si mendongak keatas, Sin langsung m3ny3d0t leher jenjang itu.


Euuuuuuuuuuhhhhhhhh


Ling si terus m3nd3s4h


belahan b0k0n9 Ling si pun sudah menghimpit terong Sin yang sudah matang, sambil digesek- gesekan.


"Gegeee......" lirih Ling si


Setelah puas olah raga sambil duduk, Sin membaringkan Ling si, posisi ini membuat Sin makin leluasa memanen buah melon dan ladang kacang merahnya.


tak ayal bekas c1p0k4n pun memenuhi dada dan leher Ling si.


Setelah lahan c1p0k4n hampir habis.


kemudian bibir Sin turun ke perut Ling si,


Ling si sedikit menegang karena geli.


Jilatan Sin makin turun kebawah lagi.


Saat bibirnya sampai di rumput yang berwarna hitam doff, Lidah Sin melaju ke arah p4h4 dan terus turun ke betis, terakhir sin menjilati jari kaki Ling si yang manis.


Kemudian bibir Sin, pindah ke telapak kaki yang satunya lagi, dan terus naik keatas betis dan p4h4. Akhirnya lidah Sin mendarat diladang kacang merah milik Ling si.


Lidah itu berputar- putar di dinding goa, sesekali dinding goa itu diterkam dengan kedua bibir Sin.


Aaaaaaaaahhhhhhh


Euuuuuuuuuuuuuuhhhhh


"Gege..." lirih Ling si sambil menekan kepala Sin agar lidahnya menancap lebih dalam.


Mengerti apa maunya Ling si,,,


Sin menjepit kecil kacang merah itu dan lidahnya menelusup masuk lebih dalam lagi.


Uuuuuuuuuuuuuuuuuuhhh


Sin yang sudah tidak kuat, kemudian membalikan badannya, dengan gaya free style anam sembilan nya,


Tapi kali ini posisi Sin masih diatas.


Mengerti dengan kemauan Sin, Ling si pun menjilat terong matang itu, sedetik kemudian terong itu dimasukan semuanya kedalam panci.


dengan Suhu yang sedang, Ling si terus meny3d0t terong itu, bahkan 2 telurnya pun sesekali di masukan kedalam panci, sampai kuning telurnya matang.


Tidak tahan dengan cara Ling si mengolah terongnya. Sin langsung memompa b0k0ngnya dengan cukup kencang, sampai Ling si tersedak karena saking panjang dan besar terong milik Sin.


Begitupun dengan Sin, dia terus menggoreng kacang garuda Ling si, sebelum kacang itu dijadikan bumbu sate daging, yang berwarna pink itu.


Gegeeeeeeeeee,,,,!! teriak ling si


CR0++++++++


Ling si keluar lebih dulu


Sin pun menjilati cairan bening itu sampai bersih.


Setelah itu Sin duduk diantara kangkangan p4h4 ling si.


"Sayang,,, masukin yaaa..?" pinta Sin

__ADS_1


"Takuuut,,,,," balas Ling si pelan.


"Ya sudah kalau begitu terong gege dihimpit saja pake p4h4 yi'er. untuk memanen kacang merah, cukup ditusuk pake jari tengah saja.." ujar Sin.


"Hmmmmm," angguk Ling si.


Kemudian Sin m3n1nd1h Ling si, Setelah lumayan lama, akhirnya masuk juga.


SREEETTTT


"Gegeee,,,,! teriak Ling si kesakitan, karena anu nya robek.


"Gege,, kenapa jarinya besar begitu? Ladang kacang yi'er jadi terasa sakit,,," keluh Ling si


"Sebentar gege lihat dulu..."


"Eh, Maaf sayang, ternyata tertukar," balas Sin pelan.


"Apanya yang tertukar gegeee,,??" tanya Ling si pelan


"I itu,, ternyata yang masuk ke ladang kacang bukan jari, tapi terong." ucap Sin merasa bersalah, tapi b0k0ngnya masih terus memompa, walau sangat pelan.


Untuk menyesuaikan ladang kacang merah, Sin mendiamkan terongnya selama 10 menit.


Sambil menunggu waktu, Sin asyik memakan melon.


"Gege, jangan yang kiri terus, yang kanan juga," keluh Ling si menyodorkan melon yang sebelah kanan.


Pelan tapi pasti, Sin mulai memompa lagi,


Aaaaaah


Aaaaahh


Aaaaaaaaaaaaaahhhh


.


.


20 menit kemudian, Ling si keluar lagi.


Sin pun memberikan jeda sebentar,


setalah itu, Sin memompa lagi dengan lebih kencang dari sebelumnya.


Uh uh uh uh uh....


Kaki ling si pun menekan b0k0ng Sin, agar terongnya masuk lebih dalam, walaupun sakit. Tapi dia ingin memuaskan calon suaminya itu.


Setelah memompa 30 menit,,,


"Aaaaaaaaahhhhhhhh"


CR00000000+++++++


Sin berteriak sedikit lebih keras,,


Kemudian Ling si pun membersihkan terong Sin dengan mulutnya.


Setelah itu mereka berdua membersihkan diri di tong air yang cukup lebar.



Lagi- lagi mereka melanjutkan sampai menghabiskan waktu 2 jam di tong air itu.


Setelah puas bermain, mereka pun menyudahi mandinya.


Kemudian tidur pulas sambil berpelukan.


.


.


setiap hari dan setiap waktu mereka berdua terus melakukannya, mereka hanya istirahat saat mandi, makan dan tidur.


.


.


.


.


1 minggu kemudian


"Gege,,!! apa gege akan mengikuti turnamen itu..? tanya Ling si


"Entahlah, kita lihat saja nanti,," balasnya.


Tiba- tiba, Sin Teringat tentang Feiji, lalu dia membuka kembali kitab semesta BAB ARTEFAK. Sin terus membaca cara membuat Feiji.


Feiji itu ada yang terbuat dari kayu, ada yang terbuat dari logam besi/baja.


Di Daratan tengah sendiri bahkan di Daratan atas, Feiji hanya dibuat dari kayu terbaik, dengan bahan bakar batu roh dan batu mistik.


Feiji juga dipasangi array untuk menyelimuti badan pesawat.


Array itu berguna untuk menahan terpaan angin dan serangan, yang biasanya dilakukan oleh para perompak udara.


Setelah membaca cukup lama, akhirnya dia mengerti dan tau cara membuatnya,


Sin kemudian masuk ke dalam cincin semestanya. Karena semua bahan mentahnya ada disana.


Dia berencana, untuk eksterior Feijinya dari baja, batu meteor mata air dan terakhir bahan yang paling bagus yaitu meteor kondrit karbon.


Sedangkan untuk interiornya, di desain dari kayu.


Langkah pertama, Sin mengumpulkan besi dan baja mentah, lalu dia menempanya, menjadi lempengan- lempengan kecil.


Setelah itu, Sin menambahkan batu meteor kondrit karbon dan batu meteor mata air, kemudian ditempa lagi bersamaan dengan lempengan baja tadi.


Lempengan demi lempengan body sudah ditempanya, bahkan sampai ribuan lempengan. Dan beberapa lempengan ukurannya tidak sama dan bentuknya berbeda.


Setelah selesai, Sin menyatukan lempengan itu satu sama lain, dengan menggunakan api putihnya (bayangkan saja seperti Las listrik).


Setelah menghabiskan 1 tahun di dalam cincin semesta, akhirnya pembuatan Feiji selesai.


...FEIJI...


...(Buatan Sin, bahan bakar batu energi surgawi)...



.


.


.


...FEIJI UMUM...


...DARATAN TENGAH DAN DARATAN ATAS...


(Bahan bakar, batu roh/ mistik)



Langkah terakhir, Sin memasukan batu energi surgawi tingkat tinggi, batu yang dia temukan di goa keempat.


Batu energi surgawi itu selain jadi bahan bakar, juga bisa jadi energi penerangan dll.


Setelah itu Sin memasang array tingkat surgawi, untuk membantu pertahanan Feijinya.


Sebenarnya tanpa dipasang array pun, Feiji milik Sin dipastikan tahan banting, karena terbuat dari baja, batu meteor mata air dan batu meteor kondrit karbon, bahan terbaik dari yang terbaik. Bahkan senjata tingkat dewa tidak akan bisa menggoresnya.


.


.


.


"Huuuuuh, akhirnya beres juga." ucapnya senang.


Setelah selesai, Sin kembali ke kamar penginapan.


Dia melihat calon istrinya masih tertidur pulas.


Kemudian Sin menghilangkan array dan waktu seperti semula.


.


.


.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


2000 kata yah...


jangan lupa VOTE dan HADIAH...


__ADS_2