
RANAH KULTIVASI AWAL
pembentukan tubuh (1-3)
pembentuka jiwa (1-3)
pejuang perunggu (1-10)
pejuang perak (1-10)
pejuang emas (1-10)
pendekar raja (awal - menengah - akhir)
pendekar kaisar (awal - menengah - akhir)
pendekar bumi (awal - menengah - akhir)
pendekar langit (awal - menengah - akhir)
pendekar suci (awal - menengah - akhir - puncak)
Ranah kultivasi lanjutan Daratan tengah
raja bumi 1-9
raja langit 1-9
raja suci 1-9
raja surgawi. 1-5
kaisar bumi 1-9
kaisar langit 1-9
kaisar suci 1-9
kaisar surgawi 1-5
setengah dewa (awal, menengah, akhir, puncak)
Ranah kultivasi lanjutan Daratan atas
Alam dewa
Prajurit dewa
Jendral dewa
Raja dewa
Kaisar dewa
Dewa bumi
Dewa langit
Dewa suci
Dewa surgawi
(semuanya hanya ada 3 tingkatan. tingkat awal, menengah, akhir)
*sementara itu dulu ranah kultivasi untuk daratan atas*
TINGKATAN JURUS - PIL - SENJATA
perunggu
perak
emas
berlian
bumi
langit
suci
kuno
dewa
surgawi
semesta
TINGKATAN ALKEMIS - ARRAY - TABIB
- Tingkat 1
- Tingkat 2
- Tingkat 3
- Master
- Grand master
- Suci
- Kuno
- Dewa
- Surgawi
- Semesta
.
.
.
.
***
"Gunung Yanjiang..." Gumam Sin tersenyum merekah.
Karena Sin sudah menemukan lokasinya, dia langsung berteleportasi ke gunung itu.
.
.
Sin tiba tiba muncul tepat dihadapan pintu goa, yang merupakan markas dari para perompak udara.
"Siapa kau,,?" tanya penjaga
"Sampaikan pesanku pada ketua mu, ada tamu yang akan berkunjung...!!" seru Sin
"Gravitasi dorongan.." ucap Sin
SHUUUUUUUTTTTTT
Sin mengirim Penjaga itu jauh kedalam goa,,
0,2 detik kemudian...
BOOOMMMM
Aaaaaaarrgggh
Aaaaaaarggghh
Penjaga yang dilempar itu menghantam jendela aula pertemuan, sekaligus menubruk 2 anggota perompak didalamnya.
Karena didalam bangunan itu sedang diadakan pertemuan antara 3 komandan dan seluruh anggota perompak udara.
"Le ui...!!! apa yang terjadi.." tanya salah satu komandan, pada penjaga yang terlempar itu
"Di,, di,, di,, de,, pan pin,, pin,, tu ma,, mas-suk, a ada..."
"Ada pencabut nyawa,," sahut Sin, meneruskan perkataan penjaga yang dilempar nya itu, karena mulutnya penuh dengan darah, sehingga susah untuk bicara.
"Siapa kau..?" tanya komandan Wo yun
"Apa kau tuli,,? tadi sudah kubilang, aku adalah pencabut nyawa,,," balas Sin, yang menekan sebagian ucapannya.
"Bangs....!!"
Belum selesai komandan itu berbicara, Sin tiba- tiba muncul tepat dihadapan Wo yun.
PLAAAKKKK
KRAKK
CRAASSSHH
Sin langsung menamparnya cukup keras, hingga kepalanya terlepas dari lehernya.
2 komandan lainnya dan seluruh anggotanya bergidik ngeri.
Seorang komandan yang sudah berada diranah raja surgawi, mati mengenaskan hanya dengan sekali tamparan.
.
.
.
Tidak lama kemudian...
BAAAMMM
"Apa yang terjadi,,,,?" teriak Ju long, tiba- tiba muncul dihalaman aula pertemuan itu, karena mendengar keributan.
"Salam ketua...!" ucap semua bawahannya serempak.
"Lapor ketua,,, Pemuda itu tiba- tiba datang dan membuat ulah di markas kita, bahkan membunuh komandan Wo yun.." ucap salah satu komandan lainnya memberi laporan.
"B4ngsaaattttt, beraninya kau mengacau dimarkasku, ?" teriak Ju long, sangat marah.
Belum 2 minggu komandan Ju lung, yang sekaligus adiknya sendiri yang mati.
Sekarang komandan lainnya yang mati.
Ini adalah kerugian besar bagi kelompok perompak udara.
"Bukankah kau sedang mencariku..? aku adalah orang yang sudah membunuh manusia yang bernama JU - LUNG dan aku juga yang sudah menghancurkan 2 feiji milik mu." balas Sin, sambil mengeja nama Ju lung
Urat marah langsung menonjol dipelipis ketua perompak itu.
"Roh pembunuh,,,," teriak Ju long
Roh Ju long keluar dari tubuhnya, dan melesat kearah Sin.
Jurus ini merupakan jurus pamungkasnya, karena jurus ini, bisa memukul lawan tapi tak bisa dipukul lawan.
Roh Ju long melesat dan langsung menusukan senjatanya tepat kearah jantung Sin.
TRANK
TRANK
TRANK
.
.
.
10 menit kemudian..
Sudah ratusan kali roh Ju long menusukan senjatanya ke semua bagian tubuh Sin.
Tapi sayang, serangan dari roh Ju long tidak ada satupun yang menembus tubuh pemuda yang jadi lawannya ini.
Jangankan bisa menembus tubuh Sin, lecet saja tidak.
"Apa kau sudah puas..???
SEKARANG GILIRANKU UNTUK BERMAIN, Tekanan 100 ton" teriak Sin. Dia hanya menargetkan tekanan itu kepada roh Ju long saja.
BAAAMMM
Seketika roh Ju long ambruk terkena tekanan gravitasi.
Jangankan bisa berdiri, Roh itu bahkan tidak mampu untuk menggerakan satu jarinya.
Kemudian Sin menembakan sedikit api putihnya.
Dalam hitungan detik Roh Ju long menguap jadi asap tanpa abu.
Karena api putih adalah satu-satunya api, yang bisa membakar fisik juga membakar jiwa seseorang.
Tubuh asli Ju long pun tiba- tiba ambruk karena jiwanya sudah musnah.
Kemudian Sin menembakan sinar kristal kehidupan ketubuh Ju long,
DRAK
DRAK
DRAK
Tubuh Ju long pun berubah jadi gollem. Karena tubuh itu sudah tidak mempunyai jiwa, jadi Sin sendiri yang mengontrol dengan energi spiritualnya.
Sin membuat gollem dari tubuh Ju long tidak terlalu besar, karena dia menyesuaikan dengan tinggi bangunan aula.
Kemudian Sin menjentikan jarinya, dan muncul array, untuk mengurung semua orang di aula pertemuan itu.
Gollem itu langsung melayangkan pukulannya kesana kemari.
2 komandan dan puluhan anggota perompak itu hanya berlari kesana kemari di sekitaran gedung itu.
"TOLOOOOONG..."
"TOLOOOOONG..."
BAAAMMM
BAAAMMM
BAAMMMM
Aaaaarrggghhh
Aaaaarrgghhhh
CRASSHH
CRASSHH
.
.
.
Gollem itu terus mengejar dan menangkap satu persatu anggota perompak, kadang dipukul hingga tubuhnya hancur berantakan, atau hanya sekedar diremukan kepalanya saja.
15 menit kemudian,,,
2 komandan dan puluhan anggota perompak, mati dengan tubuh atau kepalnya yang remuk.
Lalu Sin menarik kembali sinar dari kristal kehidupan di tubuh Ju long. Tak lupa dia mengambil semua cincin penyimpanan yang ada.
Kemudian Sin masuk lebih dalam di goa yang jadi markas para perompak itu.
500 meter dari aula pertemuan, Sin menemukan feiji cukup antik,
"Seleranya bagus juga, Mungkin ini feiji milik si Ju long" gumam Sin.
Dia pun langsung memasukan feiji itu kedalam cincinnya.
Sin terus masuk lebih dalam, sambil mengedarkan kesadaran spiritualnya.
__ADS_1
Dia menemukan banyak wanita ditiap bangunan yang ada di goa besar itu. Dia mengumpulkan semua wanita itu disatu tempat, ternyata jumlahnya lebih dari 200 orang.
.
.
"Apa kalian istri dari para perompak itu..?" tanya Sin
Mereka pun hanya menggelengkan kepala.
"Lantas...!?' tanya Sin
"Kami semua korban penculikan pria- pria bejat itu," jawab salah satu wanita memberanikan diri.
"Hmmmm,,," angguk Sin.
"Tunggulah sebentar..!" seru Sin.
Kemudian Sin masuk lebih dalam lagi untuk mencari gudang harta para perompak.
Tepat dibangunan terakhir, Sin merasakan ada ruang bawah tanah, dia pun langsung masuk keruang bawah tanah itu.
"Bukannya goa ini berada dibawah tanah, kenapa harus membuat ruang bawah tanah lagi." gumamnya tidak habis pikir.
Setelah menuruni 100 anak tangga, dia pun cukup puas melihat hasil jarahan kali ini.
Setelah mengambil semuanya, Sin kembali dimana 200 wanita berada.
Kemudian mereka diberi 10.000 koin platinum tiap orangnya,
"Te terima kasih banyak tuan muda,,,! ucap mereka serempak.
"Hmmmmm,, mulai lah dengan hidup baru, dan pergunakan koin itu sebijak mungkin..! seru Sin.
"Ta tapi tuan muda, sebagian besar dari kami, sudah tidak mempunyai siapa- siapa lagi dan tidak punya tempat tinggal." ucap salah satu wanita memberanikan diri.
Mendengar hal itu, Sin membagi 2 kelompok, bagi mereka yang tidak punya tempat tinggal dan tidak punya keluarga lagi, Sin memasukan ke Dunia jiwanya.
Sedangkan sisanya, di teleportasikan tepat dihutan dekat gerbang kota Shangren.
.
.
.
keesokan harinya..
"Bagaimana pengunjung rumah makan hari ini paman?" tanya Sin
"Semuanya berjalan baik tuan muda, bahkan 3 kali lipat jauh lebih ramai dari pada dulu." balas Liu chong.
"Syukurlah kalau begitu,,,,
Oh iya paman Liu, aku akan melanjutkan perjalanan, dan ini untuk paman dan bibi.." ujar Sin, sembari mengeluarkan cincin artefak dan memberikannya kepada Liu chong.
Liu chong pun menerimanya, kemudian mengedarkan spiritualnya, tapi sekuat apapun mencoba melihat isinya, Liu chong tidak bisa melihat isi cincin itu.
"Maaf tuan muda, kenapa paman tidak bisa melihat isi cincin ini..??" tanya Liu chong.
Lalu Sin menjelaskan secara rinci tentang cincin artefaknya kepada Liu chong.
.
.
Setelah mengerti, Liu chong pun langsung melakukan apa yang di instruksikan oleh Sin.
"Sekali lagi terima kasih banyak, entah bagaimana paman bisa membalas semua kebaikan tuan muda," ujar Liu chong.
"Tidak usah dipikirkan, tolong menolong itu adalah keharusan, jadi paman tidak usah merasa berhutang budi. Terlebih paman adalah orang tua dari murid pertamaku," balas nya.
"Baiklah tuan muda, untuk yang terakhir kali, paman titip Cheng'er..!!" ucap Liu chong
"Untuk masalah itu, paman Liu tidak usah khawatir, aku pastikan akan memberikan yang terbaik untuk murid pertamaku. Baiklah paman, aku akan langsung melanjutkan perjalanan." ujar Sin
"Selalu hati- hati tuan muda..!"
"Hmmmmm..."
Sin keluar dari rumah makan liu, dan menghilang begitu saja.
.
.
Dan muncul jauh diatas langit, dia langsung mengeluarkan feiji miliknya.
Kemudian menjalankan feijinya kearah barat dengan kecepatan lambat.
Sambil menunggu, Sin membuka kembali kitab semestanya.
...KITAB SEMESTA...
...(dalam pikiran)...
Dia terus membaca, halaman demi halaman. Sin berhenti dalam bab pengetahuan.
"Cara membuat arak surgawi" gumamnya.
Setelah membaca berulang kali agar setiap detailnya bukan hanya hafal tapi mengerti.
Kemudian Sin masuk kedalam cincin semestanya. dan langsung pergi ke perkebunan buah- buahan surgawi milik nya, ternyata buahnya semakin banyak dan matang.
Kemudian Sin memetik buah anggur suci yang benar- benar sudah matang.
Sin memanen anggur suci sebanyak 100 keranjang besar. Dan melanjutkan dengan memanen herbal, yaitu daun bratawali hitam.
Sin menghabuskan waktu 1 jam untuk memanen 2 bahan pokok arak surgawi itu.
Dalam pembuatan arak surgawi, perbandingan anggur suci dan daun bratawali hitam adalah, 80% anggur suci dan 20% daun bratawali hitam.
Langkah awal, Semua anggur suci dan daun bratawali hitam dimasukan kedalam drum kayu berukuran tinggi 1,5 meter, diameter 1 meter. dengan komposisi 80:20 %.
Ternyata dari 100 keranjang anggur suci dan 20 keranjang daun bratawali hitam, hanya menjadi 50 drum.
Setelah itu, Sin menumbuk anggur suci dan daun bratawali hitam di tiap drum nya.
Dia tidak perlu menambahkan gula dan madu sebagai rasa pemanis, karena anggur suci ini adalah buah surgawi. Juga tidak memerlukan ragi, karena diluar kulit anggur itu terdapat ragi alami.
Jangankan anggur suci, anggur biasa saja suka ada bercak putih diluar kulit anggur, itu adalah ragi alami.
Setelah itu Sin menutup rapat tiap drumnya dan memfermentasikan selama mungkin, makin lama makin bagus.
Karena tidak mau menunggu lama, Sin merubah waktu didalam cincin semestanya jadi 1:100.000.000,
setelah itu Sin keluar dari cincin semesta.
.
.
Keesokan harinya, Sin masuk lagi kedalam cincin semestanya.
Artinya arak surgawi itu telah difermentasi selama ± 273.973 tahun.
Sin membuka drum dan langsung menyaring ampas kulit dari anggur suci dan daun bratawali hitam di tiap drum nya.
Ternyata setelah ampasnya disaring, arak di setiap drum nya berkurang 30%.
Kemudian Sin memindahkan tiap 1 drum ke 2 drum arak lainnya, agar penuh.
Setelah penuh semuanya jumlah arak menjadi 33 drum.
Penasaran dengan hasilnya, Sin mengeluarkan 1 kendi dan mengisinya.
Tanpa ragu lagi, dia mencoba satu tegukan arak surgawi buatannya.
GLUKKKK
"Aaahhhhhhhhhhh... ini benar- benar LUAARRRRR BIASA." ucap nya sangat puas.
"Kakek, Ayah angkat, dan semua calon mertuaku harus mencobanya.." ucapnya senang.
Tidak membutuhkan waktu lama, arak sebanyak 1 guci sudah habis dalam beberapa menit.
Beberapa saat kemudian, energi qi meluap- luap didalam dantianya.
Sin pun duduk bersemedi,,,
1 jam
2 jam
.
.
BLUP
BLUP
BLUP
Terjadi 3 kali letupan didalam tubuhnya.
Tidak lama kemudian..
"Setengah dewa tingkat akhir.." gumam Sin sangat puas, ranah kultivasinya naik 3 tingkat.
Ternyata arak surgawi buatannya ini, selain rasanya mantap, juga penuh dengan energi qi, dan bahkan sampai menaikan beberapa tingkatan kultivasinya, tanpa harus menghabiskan waktu untuk bersmedi.
"Mungkin ini karena kandungan dari anggur suci, dan herbal bratawali hitam," pikir Sin.
Sin pun membaca kembali kitab semestanya, dan ternyata dugaannya benar ada yang belum terbaca, tepat di halaman terakhir bab arak surgawi.
Tapi sayang, kenaikan kultivasi itu hanya berlaku pada saat pertama kali meminumnya saja, Jika minum untuk yang kedua kalinya, maka tidak ada kenaikan kultivasi lagi, tapi bisa mengisi energi qi kembali dengan sangat cepat.
.
.
.
.
1 minggu kemudian...
Sin tiba di kota berikutnya, yaitu kota Hong. Dia pun turun jauh dari gerbang masuk.
Tidak banyak yang mengantri di gerbang kota itu.
"Tanda pengenalnya..!" ujar penjaga gerbang sedikit arogan
Sin pun mengeluarkan plakat dari desa daun wangi, benua utara.
"25 koin platinum....!" pinta penjaga gerbang itu.
"Kota Shangren saja, sebagai kota perbatasan benua Barat hanya meminta 10 koin platinum. Harusnya disini lebih murah, kenapa malah lebih mahal 2 kali lipatnya. Apa kau ingin memerasku...?" tanya Sin kesal.
"Jika iya memangnya kenapa.? Apa yang bisa dilakukan oleh pria lemah sepertimu..? ejek penjaga.
WUUUSSHHH
Penjaga itu tiba- tiba menghilang dari hadapan Sin. Karena Sin meneleportasikan penjaga itu ke alam buangan.
"Eh kemana penjaga itu,,?" tanya seseorang yang mengantri dibelakang Sin.
"Entahlah, aku juga tidak tahu.." balas Sin pura- pura bego.
2 penjaga lainnya pun tidak sadar, kalau temannya sudah tidak ada ditempat, karena mereka juga sama sedang memeriksa dan memeras kepada pelancong lainnya.
Para penjaga itu tidak segan- segan meminta biaya masuk dengan sangat besar, terutama kepada mereka yang lebih lemah kultivasinya.
Melihat itu Sin cukup geram, dia pun meneleportasikan 2 penjaga lainnya ke alam buangan, biar jadi makanan ras iblis hitam di alam sana.
WUSSSHH
WUSSSHH
Beberapa orang yang sedang mengantri pun terkejut bukan main, karena satu persatu para penjaga gerbang itu hilang begitu saja.
Tidak mau ambil pusing, para pelancong dan kultivator bebas pun berbondong- bondong masuk kota Hong tanpa pemeriksaan.
.
.
.
***
Di kediaman klan Zhu..
Zhu huang (kakak Zhu xiang) dan beberapa tetua, sedang mengadakan pertemuan, untuk membahas strategi penjemputan ibunya, yang kini sedang ditawan oleh klan Wu.
Awalnya Zhu huang akan menerobos sendiri ke markas klan Wu dan menyelamatkan ibunya. Saat mendapat surat bahwa ibunya sudah di tawan oleh musuhnya itu.
Tapi niat Zhu huang itu berhasil dicegah oleh sisa tetua klan Zhu yang ada.
Karena dilihat dari sisi manapun pihak musuh jauh lebih kuat.
Kalau bertindak secara gegabah, itu tidak akan merubah apapun selain hanya menyetor nyawa sendiri. Alhasil ibunya tetap tak terselamatkan dirinya pun mati konyol.
Setelah kepalanya sedikit tenang, Zhu huang pun bisa berpikir dengan jernih kembali.
Klan Wu sendiri adalah klan terbesar kedua setelah klan Hong. Sedangkan klan Zhu adalah klan kecil.
.
.
.
.
*Kilas Balik Cerita Dimulai*
Awal permusuhan Klan Zhu dan klan Wu dimulai, saat putra bungsu patriak Wu, yaitu Wu ting. Akan memperdaya Zhu xiang.
Ternyata Zhu xiang, selain bisa menyelamatkan diri, dia juga berhasil membunuh putra bungsu dari klan Wu itu.
Saat mendengar dan tahu bahwa Zhu xiang adalah pelaku atas kematian anak bungsunya.
Patriak Wu tong dan anak pertamanya Wu tang, beserta seluruh anggota klannya, menyerang klan Zhu dengan kekuatan penuh.
Untungnya, jauh sebelum klan Wu datang ke klan Zhu.
Zhu huang, ibunya dan beberapa tetua dari klan Zhu, membawa kedua adiknya, yaitu Zhu xiang dan Zhu liang, kedalam hutan dan menyembunyikan mereka berdua di dalam goa.
3 hari kemudian..
Saat Zhu huang, ibunya, 3 tetua dan 75 anggota klan kembali ke kediamannya. Rumah dan seluruh bangunan klan Zhu sudah hancur berantakan.
Bahkan ayahnya sendiri Zhu guang, 5 tetua klan dan 350 anggota klan Zhu dibantai tanpa sisa oleh klan Wu.
Sadisnya kepala ayahnya dan semua anggota klan Zhu itu digantung tanpa tubuh dihalaman utama klan.
Zhu huang pun mengamuk dan akan pergi sendiri ke klan Wu untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya, tapi berhasil dicegah oleh ibunya Zhu ling nie.
Setelah berhasil dibujuk, Zhu huang pun sadar, saat ini dia punya ibu dan 2 adik perempuan yang harus dilindunginya.
Mereka pun pergi kembali ke hutan, dimana kedua adiknya berada.
Tapi sesampainya di goa persembunyian kedua adiknya, Zhu huang tidak menemukan kedua adik perempuannya itu.
Mereka pun mencari kesana kemari disekitaran hutan itu.
Sampai disuatu tempat, Zhu huang dan yang lainnya melihat Hole yang sangat besar.
Zhu huang meyakini, kedua adiknya pasti masuk kedalam Hole itu.
Karena Hole seperti itu sudah jadi rahasia umum, didalamya pasti ada reruntuhan kuno yang berisi macam- macam sumber daya dan senjata.
Zhu huang, ibunya, 3 tetua dan 70 anggota klan, memutuskan akan ikut memasuki kedalam Hole itu, menyusul kedua adik perempuannya
Tapi mendekati 100 meter dimana Hole berada, Hole itu dalam sekejap mengecil dan hilang.
Setelah kepergian 2 adiknya ke dalam hole itu, Zhu huang dan seluruh sisa anggota klan yang ada, selalu berpindah- pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Itu mereka lakukan selama bertahun- tahun
.
.
.
Sampai suatu saat,,,
Zhu huang, 2 tetua dan 5 anggota klannya, pergi berburu binatang buas.
Dan meninggalkan Ibunya beserta 1 tetua dengan ranah kultivasi yang paling tinggi. Zhu huang pun menyuruh 70 anggota klannya untuk ikut menjaga ibunya.
.
.
Disaat Zhu huang kembali dari perburuan, persembunyian klan Zhu nya itu, sudah habis terbakar.
1 tetua dan 70 anggota klan yang bertugas menjaga ibunya mati tak bersisa.
__ADS_1
Tapi kemana pun Zhu huang mencari, dia tidak menemukan keberadaan jasad ibunya.
Dan hanya menemukan selembar kertas, yang berisi.
Jika ibunya ingin kembali, maka harus ditukar dengan Zhu xiang.
*Kilas Balik Cerita, End*
.
.
***
Di klan Wu...
Tetua Wu ding, apakah lokasi terbaru si Zhu huang dan kedua adiknya sudah ditemukan..??" tanya Wu tang, dengan sikap arogannya.
...WU TANG...
"Belum tuan muda, kita baru akan melanjutkan pencarian ke gunung Zhuzi," balas tetua Wu ding.
"Zhu xiang, lambat laun kau akan jatuh ke tanganku, akan ku balas 1000 kali lipat dendam ini," gumam Wu tang sambil menyeringai kejam.
.
.
***
Hari sudah senja, matahari pun sudah pergi ke upuk yang lain.
Jika di kota Shangren sangat ramai dengan pedagang dan pengunjung, maka di kota Hong adalah kebalikannya dari kota Shangren.
Kalau bukan penduduk asli kota Hong, tidak ada pendatang yang cukup berani untuk berdagang di kota itu.
Karena, dari pada ramai pembeli, lebih banyak pemerasan, baik oleh prajurit kerajaan maupun beberapa tuan muda dari klan yang ada di kota Hong itu.
...Suasana kota hong...
Hanya ada satu atau dua orang yang berjaga ditiap gang nya.
.
.
Saat ini Sin sedang jalan- jalan di kota Hong.
Sin tidak banyak mendapatkan informasi apa-apa di kota itu, karena hampir semua orang tertutup kepada orang luar.
.
.
"Anak muda, kau mau kemana..?" tanya penjaga yang merupakan tetua salah satu klan.
"Maaf senior, tadinya aku berniat jalan- jalan di kota ini, tapi suasananya sangat sepi sekali, jadi sekarang ini aku sedang mencari penginapan terdekat." balas Sin.
"Di ujung jalan ini, ada penginapan yang buka sepanjang waktu..!" seru tetua penjaga itu,
Karena tidak merasakan bahaya, jadi tetua itu membiarkan Sin pergi.
"Terima kasih banyak senior, atas informasinya..." ujar Sin, kemudian berjalan ke penginapan yang arahkan oleh tetua yang sedang berjaga itu.
"Hmmmm,,," angguk tetua.
.
.
Sesampainya di penginapan..
"Selamat malam tuan muda, apa ada yang bisa saya bantu..?" tanya resepsionis
"Saya mau sewa kamar untuk 1 minggu kedepan. Dan kalau ada, saya minta kamar terbaik..." ujar Sin.
"Baik, untuk biaya permalam nya adalah 20 koin platinum, jadi tuan harus membayar 140 koin platinum untuk 1 minggu kedepan. Dan untuk makan, tuan harus pesan sendiri, karena kami tidak ingin mengganggu tamu kami. Kecuali tuan muda memintanya dari sekarang, maka tuan harus membayar biaya tambahan 70 koin platinum untuk 2 kali makan/hari, selama 7 hari kedepan." ucap resepsionis panjang lebar.
"Baiklah, untuk makan biar nanti saya pesan sendiri..." balas Sin.
Sin pun diantar ke kamar VVIP di penginapan itu.
.
.
Setelah berada didalam kamar, Sin membuka jendelanya dan mengeluarkan satu kendi arak surgawi.
"Kota ini cukup padat tapi sepi..." gumamnya sambil meneguk arak surgawi.
.
.
.
Keesokan harinya, Sin turun dari kamarnya.
"Selamat pagi nona..." ucap Sin kepada resepsionis.
"pagi juga tuan, apa anda mau memesan makanan..?" tanya resepsionis
"Tidak, tapi apa di penginapan ini menjual informasi tentang kota ini...?" tanya Sin
"Maaf tuan muda, untuk masalah informasi kami tidak berani, seberapa besarpun tuan membayar. Tapi, jika tuan muda membutuhkannya, tuan datang saja ke Faviliun Xinxi (Informasi).!!" seru resepsionis
"Oh,, kalau boleh tau dimana Faviliun Xinxi itu?"
"Dari sini tuan jalan ke kiri ±500 meter, tuan belok kanan nanti ada bangunan yang paling besar, itu adalah Faviliun Xinxi." balas nya.
"Baik, terima kasih banyak nona,,," ujar Sin, kemudian memberikan 1 kantung koin platinum.
Setelah itu sin langsung berjalan kearah Faviliun Xinxi.
10 menit kemudian..
"Itu dia.." gumam Sin, karena tidak melihat bangunan yang lebih besar dari pada bangunan dihadapannya ini.
"Huuhh sudah Siang saja, suasana di kota ini, masih sangat sepi..." gumamnya lagi.
Sin pun masuk kedalam Faviliun Xinxi.
"Selamat siang tuan,,,! Apa ada yang bisa kami bantu..?" tanya pelayan Faviliun Xinxi
"Saya ingin membeli beberapa informasi sekitar kota ini" ujar Sin.
"Baik, silahkan ikuti saya..!!" seru pelayan itu.
Kemudian Sin dibawa ke lantai yang paling atas.
TOK TOK TOK
"Masuk..!" ucap seorang pria didalam ruangan itu.
"Selamat datang tuan,,,! dan langsung saja informasi apa yang anda butuhkan..?" ucap manager Faviliun Xinxi, tidak banyak basa basi.
"Kenapa kerajaan Hong ini sangat sepi..?" tanya Sin
"Untuk masalah ini, tuan muda harus membayar 100 batu roh kelas tinggi..!" seru manager faviliun xinxi
"Tidak masalah.." balas Sin santai.
"Pada awalnya kota ini sangat ramai, tidak kalah ramainya seperti kota Shangren. Tapi semenjak pangeran ketiga meracuni ayahnya, dan bekerja sama dengan beberapa sekte aliran hitam. Putra mahkota pun memberlakukan situasi darurat (jam malam). Dan inilah efeknya, jangankan malam hari, bahkan siang hari pun tetap sepi. Karena setiap pendatang dicurigai bagian dari para pemberontak. Saat ini para penduduk dalam keadaan ketakutan. Dan ini juga sangat berpengaruh terhadap merosotnya ekonomi di kota ini." ujar manager memberi penjelasan secara ringkas
Sin mendengar penjelasan manager didepannya ini, mulai berpikir untuk ikut campur dalam urusan ini.
Kalau bukan karena kasihan kepada rakyat kota Hong, Sin mungkin lebih memilih tidak peduli.
Tapi melihat situasi seperti ini, dia bisa merasakan sendiri, pasti penduduk asli kota ini sangat kesepian dan ketakutan setiap saatnya, dan pemberontakan ini bisa terjadi kapanpun.
"Tuan muda, apa ada hal lain lagi yang ingin anda tanyakan..?" tanya manager
"Tentang klan...!!" seru Sin
"Klan mana yang ingin anda ketahui..? karena ada puluhan klan di kota ini.." balas manager faviliun Xinxi.
"Apa disini ada klan Zhu..?" tanya Sin.
"Apa anda bagian dari klan Zhu..?" tanya manager
"Hanya ada beberapa masalah dengan klan itu.." balas Sin santai.
'masalahnya adalah karena dia belum mendapat restu atas hubungannya dengan Zhu xiang' ucap Sin dalam benaknya.
"Haiisshh,, baiklah saya mengerti..." ujar manager
"Senior belum menjawab pertanyaanku.. Apa disini ada klan Zhu..?" tanya Sin sekali lagi.
"Karena ini bersangkutan dengan klan lain dan bahkan dengan berkaitan dengan keamanan kerajaan, maka biayanya jadi 400 batu roh kelas tinggi..." ucap sang manager.
"Tidak masalah.." ucap Sin cuek.
★★★
NOTE:
1 batu roh kelas rendah\= 1000 platinum
1 batu roh kelas menengah\= 100 bati roh kelas rendah
1 batu roh kelas tinggi\= 100 batu roh kelas menengah
.
.
.
"Tuan muda, sudah sejak lama keberadaan klan Zhu di kota ini sudah terhapus,," ucap manager menjeda kata- katanya.
Sebenarnya Sin sangat terkejut, karena klan salah satu istrinya sudah tiada.
Tapi Sin cukup pintar menyembunyikan keterkejutannya dihadapan manager didepan nya ini.
Karena manager dihadapannya ini, diam- diam pasti akan mencari tahu hubungan Sin dan klan Zhu, kemudian dia bisa menjualnya ke klan Wu.
"Lanjut..!" seru Sin santai seolah tidak ada masalah.
Karena ekspresi dari pemuda dihadapannya ini masih biasa saja, manager pun melanjutkan permasalahan antara 2 klan ini, sesuai informasi yang dia peroleh.
.
.
.
.
Setelah mendengar penjelasan masalah klan Zhu dan Wu, Sin masih bersikap biasa saja. Padahal darahnya sudah mendidih.
"Terus apa hubungannya dengan kerajaan Hong..?" tanya Sin
"Saya yakin putra mahkota mengetahui tentang masalah 2 klan ini, hanya saja dalam situasi seperti ini, putra mahkota memilih bersikap netral. Perlu tuan muda ketahui, Zhu huang adalah sahabat dekat dari putra mahkota, sedangkan Wu tang sahabat dekat pangeran ketiga. Jadi, jika putra mahkota ikut campur dalam masalah ini, sudah dipastikan, Klan Wu akan bergabung dengan para pemberontak, itu yang menjadi kekhawatiran putra mahkota. Sehingga dia bersikap seolah tidak tahu," ujar sang manager.
kini Sin mulai mengerti situasinya.
"Apa ada hal lain, yang mau tuan muda tanyakan..?" tanya manager faviliun Xinxi
Sin hanya menggelengkan kepala.
"Kalau begitu sebelum tuan muda pergi, silahkan nikmati dulu arak khas Faviliun Xinxi..." seru manager.
"Ah kebetulan, dari semalam aku tidak mempunyai teman untuk minum," sahut Sin,
Kemudian dia mengeluarkan arak surgawinya.
Disaat Sin membuka guci dan menuangkan ke sloki, bau harum menyeruak diruangan itu.
"Tu tuan muda, kalau boleh tahu. Arak apa itu? sepertinya enak sekali..!" tanya manager penasaran
"Apa tuan manager ingin mencobanya..?" tanya Sin.
Sang manager hanya menganggukan dengan senyum penuh harapan.
"Tapi harga untuk satu sloki ini saja, mungkin 10 kali lipat dari seluruh informasi yang anda berikan" ujar Sin santai.
"Apa semahal itu,,??" tanya manager faviliun
"Itu terbilang sangat murah, karena tuan manager sudah memberi informasi cukup berguna untuk saya. Jika tidak, jangankan 10 kali lipatnya, bahkan jika senior menawar dengan harga 100 kali lipat dari harga imformasi tadi. Percayalah,,! Saya pastikan tidak akan menjualnya dengan harga murah." ujar Sin panjang lebar.
Manager Faviliun dibuat penasran dengan perkataan pemuda yang ada didepannya, walau sedikit tidak percaya, tapi bau harum dan penuh energi qi itu membuktikan, kalau pemuda yang ada dihadapannya ini, tidak sedang membual.
"Baiklah, jujur saja saya sangat penasaran sekali. Jadi saya akan membeli 1 sloki arak itu dengan 2 informasi tadi, ditambah 1000 batu roh kelas tinggi. Bagaimana tuan muda..?" ujar manager penuh harap.
"Karena saya merasa puas dengan pelayanan sekaligus informasi yang senior berikan. Baiklah saya sepakat," balas Sin
Kemudian Sin menuangkan arak surgawi ke sloki lainnya.
"Silahkan senior cicipi arak milikku..!!" seru Sin
Sang manager pun langsung mengambil dan meminumnya dalam satu tegukan.
GLUUUKKKKK
GLUUUKKKKK
"Ahhhhhh..."
Tidak lama setelah itu, energi qi meluap- luap di dalam tubuhnya.
Sang manager pun langsung duduk smedi.
1 jam
.
.
.
4 jam kemudian
BLUP
BLUP
BLUP
"kaisar langit tingkat 2" gumam manager faviliun Xinxi.
Seandainya tidak ada Sin, mungkin pria paruh baya ini akan berloncat- loncat ria.
"Terima kasih banyak tuan muda, ternyata apa yang tuan muda katakan tidak bohong, selain rasanya enak sekali, arak itu juga penuh energi qi," ucapnya jujur.
"Kalau boleh tahu, apa nama arak itu..?" tanya manager
"Rahasia,,," balas Sin sambil terkekeh.
"Hmmm,,," Angguk manager mengerti.
Lalu sang manager Faviliun Xinxi itu, membayar Sin 1000 batu roh kelas tinggi.
"Baiklah senior, aku pamit. Karena urusanku disini sudah selesai," ujar Sin
"Saya berharap, tuan muda tidak kapok datang kesini lagi,," sahut manager
"Kalau ada waktu, saya pasti berkunjung lagi kesini.." balas Sin, lalu keluar ruangan.
Sin kemudian kembali lagi ke penginapan.
"Klan Wu...!!??
Pangeran ketiga..!!??" gumam Sin menyeringai kejam
.
.
.
.
BERSAMBUNG...
Ini 4300 kata.
semoga kalian puas...!!
maaf masih bnyak kerjaan, jd ga bs up tiap hari.
Tapi walau begitu, saya selalu menggantinya dengan isi chap yang lebih banyak.
judulnya
dari buntung jadi untung part 2
part 1 nya adalah chap 15
__ADS_1
karena judulnya sama, jd chap ini saya kasih judul part 2 nya
JANGAN LUPA VOTE / HADIAH