
Keesokan harinya,,,
"Sin'er, cepat bangun,,,! karena pagi ini kita akan mulai latihannya," seru li tian sambil menyiapkan sarapan ditengah ruangan gubuk reyot itu.
"Huuuuuuam," Sin menguap sambil merentangkan kedua tangannya khas bangun tidur.
"Sudah lama sekali tidak merasakan tidur yang nyenyak dan nyaman seperti ini" gumam sin, yang teringat kebersamaan dengan ayahnya dulu.
Lagi - lagi sin mengeluarkan air matanya mengingat kenangan bersama ayahnya dulu.
Li tian yang melihat itu bisa merasakan, mungkin sin merindukan seseorang yang disayanginya.
Di sisi lain, dalam hatnya, Li tian merasa sangat bangga, karena dirinya sudah menjadi guru bagi sin, yang merupakan CALON PENGUASA SEMESTA KUNING.
Walaupun semesta ini yang terlemah, tapi sampai saat ini belum ada satupun yang jadi penguasa dari 3 daratan yang ada di alam semesta kuning.
Tak lama kemudian, Sin pun bangun dan membersihkan diri, lalu sarapan sebelum latihan bersama gurunya.
"Guru, latihan apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya sin pada gurunya.
"sin'er latihan pertama mu adalah menempa fisikmu terdahulu, yaitu kamu harus berlari mengelilingi gunung yang ada dihadapanmu itu," suruh Li tian pada muridnya.
GLEKKKKK
Sin menelan ludahnya karena terlihat betapa luasnya gunung yang ada dihadapannya.
Walaupun 2 bulan terakhir dia selalu berlari di ladang rumput dibelakang klan Fang, tapi itu hanya seluas 5km², dan ini bisa dibilang 100 kali lipatnya dibanding ladang rumput itu.
"Dan ingat sin'er, kamu tidak boleh berhenti terlalu LAMA dan dilarang keras MAKAN/MINUM sebelum latihannya beres....!!!" seru Li tian dengan sedikit tekanan, agar sin tidak banyak berulah saat latihan.
"Baik guru, murid akan melakukan apa yang guru perintahkan dengan baik," jawab sin dengan penuh tekad.
Sebab selain ingin menjadi kuat dia juga ingin membalaskan dendam terhadap klan Fang, yang sudah memanfaatkan dan menyiksanya berulang kali Sewaktu berada di klan Fang.
Kehidupan sin berubah 180°, di umur 4-7 tahun, Sin tidak lagi bisa bermain layaknya anak kecil seusianya, apalagi bermanja- manjaan, terlebih tidak ada satu orang pun yang menyayanginya.
Tapi sin tidak patah semangat dan menjalani kehidupannya dengan sabar. Karena memang sin tidak bisa berbuat apa-apa selain menurut kepada kedua pamannya.
Dia hanya berharap bisa diterima dan diakui di klan fang, tapi yang ada malah selalu sebaliknya, bahkan sin selalu dihina dan disuruh seenaknya oleh semua anggota klan fang. Alasannya hanya satu, karena sin tidak bisa berkultivasi.
Sehingga keadaan itu menambah citra buruk klan Fang yang sedari awal sudah menjadi klan termiskin dan terkecil, ditambah dengan keadaan sin yang menjadi sampah klan.
Berbanding terbalik dengan kejeniusan ayahnya yang cukup terkenal di kerajaan Xuan. Sehingga sin disebut anak sampah dari sang jenius klan Fang.
Apalagi mengingaat kejadian terakhir yang hampir membuatnya mati. Mengingat hal itu, sin mengepalkan tangan, sampai kuku-kuku jarinya menancap ditelapak tangannya, hingga berdarah.
Li tian tahu, muridnya ini pasti sedang teringat kejadian yang membuatnya marah, atas kejadian di masa lalunya.
Sedetik kemudian li tian memeluk sin dengan penuh kasih sayang.
"Sin'er, tenangkan hatimu..!!! ucap Li tian memeluk Sin sambil mengusap lembut kepalanya.
Sin tidak menjawab hanya mengangguk kepalanya pelan,
"Sin'er, mau kah kau jadi anakku...? tanya Li tian mendadak
Sin bengong dengan pertanyaan gurunya itu, dia tidak menjawab.
Sebenarnya sin senang, tapi dia kaget dengan permintaan gurunya yang lebih pantas menjadi kakek buyutnya, tapi malah menawarkan jadi ayah angkatnya.
__ADS_1
"Sin'er kenapa malah bengong? mau kah kamu menjadi anaku..???" tanya Li tian sekali lagi.
Lagi- lagi Sin tidak menjawab pertanyaan gurunya.
Tapi beberapa saat kemudian, Sin langsung memeluk erat Li tian dengan sangat bahagia.
Tanpa sin sadari Li tian merubah wajahnya, yang tadinya berwajah kakek peot sekarang berwajah sangat tampan.
Kharisma seorang dewa bintang terpancar dan terlihat dari tubuh Li tian.
Saat Sin melepaskan pelukannya, dia terpukau melihat ayah angkatnya itu.
"A apakah ini wajah ayah yang sebenarnya?" tanya Sin gugup.
"Benar sin'er, inilah wajah ayah yang sebenarnya," balas Li tian..
"Ayah...." ucap li tian bahagia karena ada orang yang mengakuinya bahkan sampai mengakat dia jadi anaknya.
Li tian hanya balas meluk sin, sambil mengusap lembut kepalanya dengan penuh kasih sayang.
"Sin'er, mulai saat ini... kalau Sin'er mau, kamu boleh menambahkan nama ayah di belakang atau didepan namamu..!!" seru Li tian sambil terus mengusap kepala Sin.
Sin yang mendengar tawaran ayah angkatnya senang.
Lalu melepaskan pelukannya dan berpikir sejenak, mencerna memilih dan memilah nama yang lebih bagus.
"Sin tian, Sin li, Tian sin atau Li sin," pikir Sin dalam benaknya,
Dan akhirnya Sin memilih nama SIN TIAN.
"Baik ayah, sin'er mau menambahkan nama ayah angkat ke dalam namaku," balas Sin semangat.
"Mmmmmmmm... SIN TIAN" balas Sin dengan penuh semangat.
"Tapi ayah, Sin'er mau nama panggilanku tetap SIN,,,! karena nama itu peninggalan ayah dan ibuku" ujar Sin sambil mengeluarkan air matanya.
Li tian yang mendengar itu hanya mengangguk senang.
"Baiklah sin'er, sekarang waktunya kamu latihan, ingatlah peraturan yang ayah katakan tadi...!!" ucap Li tian.
"Baik ayah.."
Sin mulai berlari, tapi dia bisa menjaga ritme larinya, tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat. Karena pengalaman saat dia berlari di ladang rumput milik klan Fang, berlari cepat di awal itu akan cepat menguras energinya, kalau terlalu lambat itu juga tidak efektif.
3 jam kemudian,,,
Sin masih berlari tanpa henti, keringat sudah keluar dari pori- porinya dan membasahi seluruh tubuhnya.
Sinar matahari sudah menampakan pesonanya yang cukup panas, dan itu juga yang membuat sin mudah kehausan dan kelelahan.
12 jam berlalu,,,,
Sin masih berlari penuh tekad walau naik gunung turun gunung dan jalan yang dilalui pun hanya bebatuan. Karena Gunung yang dijadikan latihan adalah gunung batu, jadi disana tidak ada pepohonan satupun.
Sin beberapa kali sempat berhenti, tapi tidak terlalu lama. "Huuuuuuuh,,, matahari sudah hampir terbenam, tapi perjalanan baru setengahnya" gumam Sin sambil mengusap keringat.
Kemudian dia melanjutkan larinya, walaupun hari sudah gelap, bagusnya cuaca seperti ini tidak terlalu menguras energi, tapi buruknya sin beberapa kali tersandung batu karena jalanan sudah tidak terlihat jelas, Sampai telapak kaki, lutut, sikut dan telapak tangannya berdarah karena beberapa kali terjatuh dan terluka cukup parah.
Pas tengah malam, sin baru menyelesaikan latihan pertamanya.
__ADS_1
"Hah hah hah hah............." Nafas sin terengah engah, Saat melihat sungai didepan rumahnya, tanpa banyak acara lagi, sin langsung loncat ke sungai itu.
BYUUURRR
"Huuuuuuuhhh,,, segarnya" ucap Sin senang.
Li tian yang melihat kelakuan anaknya senyum bahagia.
"Sin'er cepat selesaikan mandimu,,,! ayah sudah menyiapkan ikan bakar untukmu" seru Li tian agar sin cepat membersihkan tubuhnya.
Sin yang mendengar ikan bakar buatan ayahnya, langsung naik dari dalam sungai, sampai dia lupa kalau pakaian kulitnya belum dipakai.
Li tian yang melihat kelakuan sin, menyeringai dan mengambil sebuah belati, dan memainkan belati itu ditangannya.
"Sin'er, apa BURUNGmu juga mau ikut dibakar seperti ikan ini...??" tanya li tian sambil melihat k3malu4n sin.
Sin tersadar kalau tubuhnya belum memakai apa-apa, langsung membekap burung dengan kedua tangannya, dia lari tunggang langgang keluar rumah dan mengambil pakaian kulitnya.
"Ha ha ha ha ha ha"
Kali ini Li tian tertawa terbahak - bahak melihat kelakuan konyol anak angkatnya ini.
Setelah memakai pakaiannya, sin kembali kedalam dan langsung makan dengan lahap.
Usai makan Sin langsung tidur. karena jadwal latihan keras esok pagi, sudah menunggunya.
.
.
.
10 tahun kemudian...
Setiap harinya Sin masih melakukan latihan yang sama, yaitu berlari mengitari gunung batu, tapi porsi latihannya meningkat sesuai pertumbuhan fisiknya.
Satu bulan pertama Sin hanya berlari satu putaran, bulan berikutnya 2 putaran, bulan berikutnya lagi nambah satu putaran lagi.
Setiap otot tubuhnya bertambah, latihan untuk mengitari gunung batu pun makin bertambah.
.
.
100 tahun kemudian, itu artinya didunia nyata umurnya sudah bertambah 1 tahun, karena perbedaannya 1:100
Saat ini Sin bisa mengitari gunung batu 100 kali dalam satu hari, kalau ditambah beban bisa 10,20,30 putaran, tergantung seberapa berat beban yang dibawanya.
.
.
.
500 tahun kemudian
BERSAMBUNG...
SEE YOU BABAAYYY
__ADS_1