LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
KEASINAN


__ADS_3

Sementara itu di wilayah pantai selatan, kerajaan Xu.


Pasukan kekaisaran Gong sudah mendirikan tenda, sembari menunggu pasukan lainnya, yang masih berada ditengah lautan.



Di salah satu tenda...


"Sesuai instruksi dari putra mahkota, Gong du. Kita jangan bergerak dulu, sebelum putra mahkota dan panglima jendral Meng datang. kecuali ada pergerakan yang mengharuskan kita untuk bertindak." ucap jendral lei, yang merupakan salah satu jendral kekaisaran Gong.


"Jendral,,, apa kau tahu tujuan sebenarnya penjajahan ini? kalau hanya menjajah mungkin sangat mudah dipahami. Tapi kenapa kita harus mengumpulkan banyak bayi dan gadis?" tanya patriak sekte gagak hitam.


"Entahlah, untuk pastinya aku tidak tahu. hanya saja aku pernah mendengar obrolan putra mahkota dan panglima jendral Meng. Kalau semua bayi dan para gadis ini, dipersembahkan untuk memperkuat jiwa yang lemah," balas jendral lei


"Jiwa siapa itu..?" tanya patriak gagak hitam penasaran


Jendral Lei hanya menggelengkan kepala, tanda tidak tahu.


.


.


***


Di kerajaan Xu...


Kaisar jiang mengadakan pertemuan lanjutan di kerajaan Xu, dengan semua raja dan panglima jendral dari masing- masing kerajaan.


Kaisar Jiang membagi pasukannya menjadi tiga regu.


barat, timur dan tengah.


Regu barat dipimpin oleh raja Xie dan raja Mo beserta para jendralnya.


Regu timur dipimpin oleh raja Qian, dan raja Min beserta para jendralnya.


Sedangkan regu tengah dipimpin oleh kaisar Jiang sendiri bersama raja Ling dan raja Xu beserta para jendralnya. Sekaligus, menjadi regu dengan pasukan terbanyak.


Karena wilayah tengah dari pantai laut selatan adalah jalan satu- satunya yang bisa dimasuki dengan banyak pasukan,


Sedangkan arah barat dan timur dari pantai laut selatan, hanya tersedia jalan bertebing dan curam. Bisa dipastikan tidak banyak prajurit kekaisaran Gong yang akan melewati jalan itu.


Tapi untuk antisipasi, kaisar Jiang tetap harus menempatkan pasukan diwilayah barat dan timur


.


.


***


Di ibu kota Huang..


sehari sebelumnya,,,


Sin memutuskan tidak akan mengikuti 2 turnamen sisanya. Yaitu turnamen chen fa dan pertarungan.


Dia akan membiarkan dirinya di diskualifikasi oleh panitia, atas ketidak hadiran, saat turnamen array dimulai.


Karena keikut sertaannya diturnamen itu, seolah- olah hanya menyombongkan diri, bahwa dirinya yang paling ahli disegala bidang.


Walaupun niatnya hanya hiburan semata, terutama tentang taruhan.


Dan mungkin para bandar tidak akan melipat gandakan pemenang taruhan sampai 10x lipat lagi. Kalau tahu dirinya mengikuti turnamen.


Oleh karena itu, Sin lebih memilih, masuk ke Dunia jiwanya.


Terlebih dia juga sudah cukup lama tidak bertemu dengan 7 calon istri lainnya.


Di dunia Jiwa...


Sin melayang jauh diatas awan, Dia melihat salah satu istrinya, yaitu Zhu xiang. Sedang bermain dengan Long xie dipinggir sungai .



Sedangkan Lang xie yue, sedang rebahan dipinggir kolam rumahnya.



Puas melihat beberapa aktifitas sebagian istrinya.


.


.


Kemudian Sin tiba-tiba muncul di dapur rumahnya.


Dia melihat Lin yi sedang belajar memasak, karena diantara calon istri yang lainnya, Lin yi lah yang paling tidak bisa memasak.


.


.


"Apa gege sudah boleh mencoba masakannya,,,? ucap Sin mengagetkan Lin yi, karena tiba- tiba muncul dan memeluk dari arah belakang.



"Gege,,,!!!! kapan gege masuk kesini..???"


"Baru saja" balas nya singkat


"Yi'er sedang memasak apa?? keliatannya enak sekali..!" tanya Sin memuji sekaligus penasaran


"Mmmmm ini namanya masakan Lengdong mogu (oseng jamur beku). Karena sekarang ada gege. Gege yang harus pertama kali mencoba masakan yi'er....!!" pinta nya


"Hmmmmmmm" angguk Sin sambil mencium pucuk kepala Lin yi


.


.


30 menit kemudian...


masakan lengdong mogu pun jadi.


Sin juga sudah memanggil 6 calon istri lainnya.


Dan kini mereka berkumpul di meja makan, untuk makan bersama, hasil masakan Lin yi.


.


.


Saat Freza akan mengambil makanan..


"Saudari ketujuh,, tidak boleh mengambil makanan terlebih dulu, sebelum gege...!!" seru Lin yi melarang Freza mendahului Sin.


Walaupun Lin yi bisa dibilang yang paling muda diantara semua calon istri Sin.


Tapi semuanya mengakui, kalau Lin yi adalah saudari pertamanya.


Sin hanya tersenyum masam, melihat tingkah calon istri pertamanya itu.


"Gege cobalah hasil masakanku..!!" seru Lin yi


Tanpa ragu lagi, Sin menyantap masakan itu, Sin terkejut karena rasanya sangat asin sekali. Untungnya dia bisa menahan ekspresi keasinan itu dan bersikap biasa saja.


"Bagaimana gege, apa masakanku enak..?"


Sin tidak menjawab dan hanya mengangguk sambil tersenyum manis.


"Kalau begitu, cobalah yang ini," ujar Lin yi, lalu pergi kedapur dan membawa masakan lainnya.


"Yang ini namanya Gongniu dangdang (rendang banteng), gege harus mencobanya juga..!" seru Lin yi dengan percaya diri.


Karena tidak mau mengecewakan istrinya itu, Sin pun menyantapnya, sedikit demi sedikit, karena rasa masakan itu sama asinnya.


"Bagaimana gege, apa yang ini juga enak..?"


"Hmmmmm" angguk Sin dengan senyum menawannya.


"Nah sekarang, silahkan saudari semua mencobanya...!"


"Hmmmm.." balas semuanya semangat


Keenam istri lainnya pun mengambil hidangan di meja itu.


Baru saja sesuap, mereka berenam menunduk dan tersenyum masam, saat merasakan masakan itu.


Lin yi mulai curiga dengan sikap keenam saudarinya itu. Dia pun mencicipi masakannya.


Saat masakan itu sampai dimulutnya, Lin yi sampai nyengir karena keasinan.


Dia bahkan pergi ke kamar mandi dan memuntahkannya.


.


.


3 hari kemudian di Dunia jiwa.


Sin berencana mengajak ketujuh calon istrinya itu ke Daratan rendah, untuk mengenalkan mereka kepada Ling si dan Yao gong zhu beserta kedua calon mertuanya.


Dia pun langsung berteleportasi ke kaisaran Jiang.


Sin tiba-tiba muncul di penginapan terakhir dia ngobrol bersama Ling si, ayah dan ibu mertuanya.


.


.


"Gege dimana ini..?" tanya Zhu xiang


"Ini berada di kekaisaran Jiang" balasnya.


"Oh berarti ini berada di benua utara, aku sendiri berasal dari benua barat" ujar Zhu xiang


"Kalau sudah waktunya kita akan pergi kesana.." balas Sin sambil mengusap lembut pucuk kepala Zhu xiang


"Hmmmmmmm..."


Tidak lama Kemudian, Sin turun dari kamar penginapan itu.


.


.


"Eh tuan muda Sin, anda sudah kembali..?" seru resepsionis, walau dia terkejut karena Sin keluar dari kamar bersama 7 wanita yang baru dilihatnya.


Sin hanya mengangguk mendengar pertanyaan resepsionis itu.


"Maaf tuan muda Sin, saya diberi amanat oleh yang mulia raja Ling. Kalau tuan muda Sin sudah kembali, tuan muda harus segera menyusul ke istana kekaisaran." ucap resepsionis.


"Nona, apakah turnamen chen fa sudah memasuki babak final?" tanya Sin


"A apakah tuan muda belum tau apa yang sedang terjadi di kekaisaran Jiang??" resepsionis itu malah bertanya balik


Sin hanya menggelengkan kepala tanda tidak tau.


"Memangnya ada apa..?" tanya nya penasaran.


"Saat ini kekaisaran Jiang diserang pasukan penjajah dari benua Selatan, yaitu dari kekaisaran Gong." balas resepsionis itu


DEGGHHH


Sin sangat terkejut mendengar informasi dari resepsionis didepannya ini.


"Ini ambilah,,," seru Sin memberi sekantung koin kepada gadis resepsionis itu


Setelah itu, Sin langsung menghilang dari penginapan, dan muncul dihalaman kekaisaran Jiang.


Setibanya di halaman kekaisaran, Sin melesat jauh keatas, kemudian dia membuat beberapa gerakan tangan dan setelah komat kamit, Sin menjentikan jarinya


CLAAANKKK

__ADS_1


Array pertahanan dan pembalik serangan tingkat dewa pun jadi.


Bukan hanya area istana yang dilindungi tapi seluruh ibu kota kekaisaran terlindungi array tingkat dewa buatannya, (anggap saja wilayahnya sangat luas, gambar dibawah hanya ilustrasi array nya saja)



Setelah beres memasang array, Sin turun kembali.


Istri kaisar Jiang dan ibu mertuanya, juga istri dari raja-raja lainnya sudah siap menyambut Sin di halaman istana kekaisaran.


"Selamat datang kembali menantuku..!" ucap Ling xia sambil memeluk Sin, tapi hatinya sangat cemas, karena suami dan anaknya berada di medan perang.


"Ibu, maaf aku telat datang,,,! untuk masalah kerajaan Huang sudah aku bereskan, jadi ayah mertua tidak perlu khawatir lagi. Walaupun kini timbul masalah baru, yang jauh lebih besar." ucap Sin menjeda ucapannya


Karena tidak ingin membuang waktu lagi, Sin Kemudian meminta para istri raja yang ada dihadapannya, untuk membantunya berteleportasi ke wilayah kerajaannya masing-masing, melalui ingatan mereka.


Sin berniat memasang array di masing- masing wilayah kerajaan, agar situasi buruk tidak menimpa semua kerajaan.


Sin kemudian menempelkan telapak tangannya di kepala salah satu istri raja,


setelah lokasi terkunci.


WUSSSSHHH


Sin hilang dari hadapan mereka, dan muncul di kerajaan Xie, Dia langsung melesat keatas langit wilayah kerajaan Xie, dan membuat array yang sama.


.


.


Sin terus melakukan itu di lima kerajaan lainnya, termasuk di wilayah kerajaan Huang, yang baru beberapa hari dia luluh lantakan istana kerajaannya.


.


.


Terakhir Sin akan berteleportasi ke Kerajaan Xu, yang menjadi area peperangan antara 2 kekaisaran.


Sin sendiri meninggalkan kekaisaran Jiang sudah hampir 4 hari.


Dan saat ini, di luar benteng wilayah ibu kota Xu sendiri, sedang terjadi peperangan yang sengit.


.


.


****


Kilas balik,,,


1 hari sebelum Sin tiba di kekaisaran Jiang,


Sebelum pasukan kekaisaran Gong melangkah lebih jauh


Kaisar Jiang berinisiatif menyerang lebih dulu, agar pasukan kekaisaran Gong tidak menyebar ke semua wilayah kerajaan, yang ada dibawah kekuasaannya.


.


.


Saat ini terjadi pertarungan dimana-mana, baik antar pasukan, maupun antar jendral, patriak dari 2 kekaisaran.


.


.


Di area peperangan..


"MATI KAU B4NGS4TTTT..!!" teriak salah satu jendral kekaisaran Gong dari kejauhan


Jendral itu akan menyerang jendral Ji dari arah sampingnya, dengan senjata celuritnya


Naas, Sebelum serangannya mengenai jendral Ji.


Ling si meloncat keatas dengan busur tingkat dewanya.



SHUUUUUUUTTTT


Anak panah melesat dan menusuk punggungnya, anak panah itu tepat menusuk di jantung jendral dari kekaisaran Gong.


"Aaaaaaaaaarrgggghhhh...!!" teriaknya kesakitan,


Jendral Ji mendengar teriakan dari arah sampingnya.


Dan ternyata teriakan itu berasal dari salah satu jendral kekaisaran Gong, yang ingin menyerangnya.


"Terima kasih nona Ling", ucap Jendral Ji, yang mengerti situasinya


"Hmmmmm" angguk Ling si


Kemudian Jendral Ji memotong kepala jendral yang mencoba membunuhnya, walaupun sudah dipastikan musuhnya itu akan mati.


Jendral Ji, hanya ingin memastikan dan merasa puas saja.


Ling si terus meloncat kesana kemari, walaupun anak panah dari musuh, banyak diarahkan kepadanya.


Tapi sesaat anak panah itu akan mengenainya, perisai selalu melindungi tubuhnya.


.


.


Di sisi lain...


Pasukan kaisar jiang, menyiapkan 20 Busur dan anak panah yang besar, pasukan ini ditempatkan di atas tebing pinggir laut, untuk menembak perahu musuh yang baru datang



.


.


Di sisi lain...


"Api membakar langit" teriak leng mo, patriak sekte naga emas, dari kekaisaran Jiang


WUSSSSSSHHHHH


Api besar menyerang musuhnya,


Tapi beberapa meter jurus itu mengenai musuhnya.


"Ombak laut menerjang karang" teriak patriak sekte dari kekaisaran Gong.


Serangan api nya pun, tertahan oleh jurus ombak milik lawannya.


BOOOOOOOMMMM


Api dan air saling bertubrukan dan beradu energi qi.



Mereka berdua terus saling menyerang dengan jurus lainnya. Dan kekuatan mereka sama, bahkan kultivasi mereka sama, yaitu ranah kaisar bumi tingkat 9


.


.


Di sisi lainnya...


Pasukan pemanah kekaisaran Jiang, terus melancarkan anak panahnya,



SHUUUTTT


SHUUUTTT


SHUUUUUTT


SHUUUUUTT


.


.


.



Ribuan anak panah melesat kearah prajurit kekaisaran Gong.


Aaaaaaaaaarggghhh


Aaaaaaaaaarghhhhh


Aaaaaaaaaaarghhhhh


.


.


Dan serangan ini cukup efektif, karena menyerang pasukan musuh yang baru tiba di area peperangan. Walaupun tidak semuanya terkena anak panah, karena sebagian pasukan kekaisaran Gong membawa tameng.


.


.


Di sisi lain


Pasukan cadangan masih belum diturunkan kaisar Jiang.


Karena dia tau pasukan dari kekaisaran Gong, belum datang semuanya. bahkan mungkin, yang datang baru 20% nya.



"Prajurit bagai mana situasi saat ini diwilayah barat..?" tanya kaisar Jiang kepada prajurit pengintainya.


Prajurit itu kemudian menanyakan situasi terkini kepada kawannya yang berada diwilayah barat.


.


.


Beberapa saat kemudian...


"Lapor yang mulia kaisar, Situasi saat ini diwilayah barat masih aman terkendali." ucap prajurit itu memberi laporan


"Hmmmmmmm" angguk kaisar Jiang


Prajurit pengintai itu terus melaporkan keadaan di wilayah timur dan tiap sisi lainnya.


.


.


Hari pertama Pasukan kekaisaran Jiang menang besar, karena setiap prajurit yang kelelahan langsung mundur dan diganti dengan prajurit lain, yang staminanya masih segar.


Sedangkan pasukan dari kekaisaran Gong sudah lebih dari 200 ribu yang tewas di arena peperangan.


Situasi keterlambatan pasukan musuh, dimanfaatkan oleh panglima jendral untuk langsung menyerang dengan 50% pasukan yang dibawanya.


Dan keputusan panglima jendral itu sangat diapresiasi oleh kaisar Jiang.


Pasukan Kaisar Jiang terus menyerang tanpa henti sampai Dini hari. Pasukannya itu terus bergantian, disaat mereka lelah.


.


.


.

__ADS_1


Hari Kedua, pagi harinya..


Putra mahkota Gong du dan panglima jendral Meng, beserta 2,5 juta pasukan sisanya, sudah tiba dibibir pantai laut selatan.


.


.


"B4ngs4ttttttt....!!!" teriak Gong du marah nesar, sesaat setelah mendengar laporan, bahwa pasukannya diserang saat berada didalam tenda dengan sedikit persiapan, hingga lebih dari 200 ribu pasukannya mati.


Putra mahkota pun menyuruh salah satu patriak Sung, untuk membuat array tingkat suci disekitar wilayah yang dijadikan markasnya.


Kemudian Patriak Sung pun, menyimpan ribuan batu roh dan batu mistik di 4 sudut yang dijadikan markas pasukan kekaisaran Gong.


Lalu dia membuat banyak gerakan dan membaca mantra yang sangat panjang. Setelah semuanya selesai


CLANK


Array tingkat suci pun jadi.


Tak ayal, pasukan kekaisaran Gong pun bersorak sorai, karena kini markasnya memiliki aray pertahanan yang sangat kuat.


Jadi mereka tidak khawatir lagi kalau diserang mendadak, saat sedang istirahat.


.


.


***


Sedangkan kaisar Jiang sendiri hanya membawa pasukan 1,2 juta, itupun jika dijumlahkan dengan pasukan kerajaan Xu.


Karena Sisa pasukan bantuan dari kerajaan lainnya belum sampai dilokasi peperangan.


.


.


Setelah matahari memperlihatkan pesonanya, 2 pasukan Sudah bersiap untuk perang yang lebih besar.


Pasukan kekaisaran Jiang berjumlah 800 ribu, dan sisanya berada diwilayah barat dan timur.


.


.


***


Sedangkan pasukan kekaisaran Gong, menurunkan 1,5 juta pasukannya.



Dan sisanya hanya bersiap di markas, sebagai pasukan penyambung, disaat pasukan yang didepan sudah kelelahan


.


.


***


Di tempat markas kaisar Jiang,,,


"Yang mulia kaisar, bagaimana ini... Pasukan musuh sekarang, bahkan 4x lipatnya dari pasukan kita..??" tanya salah satu jendral


"Sejujurnya saja, saya sendiri tidak tahu bagaimana cara menghadapi pasukan sebanyak 4x lipat dari pasukan yang kita punya saat ini. Sekalipun regu dari barat dan timur ditarik kesini, tetap masih belum cukup. Dan lagi terlalu riskan. Bisa- bisa pasukan musuh merangsek ke barat dan timur." ujar kaisar panjang lebar


"Jendral, perbanyak pasukan pemanah, dari 2 sisi atas tebing. pasukan tombak dan tameng, berada didepan. untuk pasukan berpedang dibelakangnya. Dan ketika mereka memasuki 1km mendekati pasukan kita, Lontarkan api." ujar kaisar jiang mengakhiri pertemuannya.


"Baik.." balas para jendral serempak.


Kemudian mereka pun keluar dari tempat pertemuan di markas utama. dan pergi ke tempat masing- masing sesuai yang sudah di instruksikan sebelumnya.


.


.


***


"Pasukanku, untuk membalaskan kematian prajurit yang sudah gugur kemarin. Hari ini juga kalian harus membalas dan membumi hanguskan tanpa menyisakan satupun pasukan kekaisaran 4nj1nggg ini...


SERAAAAAAAAAANG..." teriak panglima jendral Meng dari kekaisaran Gong


Seraaaaanggg


Majuuuuuu


Bunuuuuuuhh


Bantaaaaaaiii


.


.


Teriak pasukan Gong menggema di area peperangan.


Mendekati 1km...


Pasukan kekaisaran Jiang melontarkan senjata apinya...


BOOOOOOMMM


BOOOOOOOMMM


BOOOOOOOM.MM


.


.


Puluhan lontaran api menghantam pasukan kekaisaran Gong



Walaupun cukup banyak terkena lontaran api itu, tapi kemudian pasukan yang memegang tameng tingkat langit maju kedepan, untuk menahan lontaran api itu.



"Maju teruuuusssss...!!" teriak prajurit yang memegang tameng.


Mendekati 300 meter, pasukan pemanah dari kekaisaran Jiang, melepaskan anak panahnya dari 2 sisi atas tebing.


Tapi kali ini, beberapa kultivator dari sekte membantu para prajurit kekaisaran Gong, dari serangan anak panah, dengan jurus perisainya masing- masing.



Sehingga tidak terlalu banyak korban yang berjatuhan dari pasukan kekaisaran Gong


.


.


Kesal karena terus diserang, salah satu patriak, yang baru datang bersama putra mahkot.


Patriak itu menyerang balik pasukan kekaisaran Jiang dengan jurus jarak jauhnya.


Kemudian dia membuat gerakan sambil membaca mantra, dengan mengalirkan elemen apinya kedalam tombak naganya.


"Naga api menghantam bumi" teriaknya



Keluar api yang cukup besar dari tombaknya, setelah itu diarahkan kearah pasukan tameng kekaisaran Jiang.


WUUUUUUSSSSSSHHHHH



Api berbentuk naga melesat dengan cepat dan semakin besar.


BOOOOOOOOOOOMMMM


"Aaaaaaaaaaarggggghh"


"Aaaaaaaaaaarrrrggghh"


.


.


Teriakan dari pasukan kekaisaran Jiang menggema diarea itu.


Bahkan jurus dari naga api itu tidak berhenti saat mengenai pasukan tameng, tapi terus melesat kebelakangnya, bahkan sampai merobohkan benteng pertahanan ibu kota kerajaan Xu.


BOOOOOOOOOOMMMM



Pasukan dari kerajaan Xu lari tunggang langgang kebelakang, karena api semakin membesar.


Parahnya Yao gong zhu yang berdiri tepat diatas benteng itu, dan dia sedikit terkena serangan dari jurus naga api itu.


.


.


Kilas balik end


***


.


"Istriku,,, apa kalian semua mau ikut ke medan perang..?" tanya Sin, yang baru tiba, setelah membuat array terakhir.


"Hmmmmmmm" angguk mereka serempak.


Sin kemudian meminjam ingatan dari permaisuri raja Xu lang.


WUUSSSHHH


Sin menghilang dari istana kekaisaran Jiang bersama ketujuh istrinya, Dan muncul tepat dibenteng pertahanan ibu kota kerajaan Xu.


Dia mengedarkan kesadaran spiritualnya.


Dan ketika dia menemukan Yao gong zhu sedang tergeletak tepat diatas benteng yang sedikit lagi akan roboh.


Sin langsung melesat kearah dimana Yao gong zhu tergeletak.


Sin memeriksa tangan Yao gong zhu, dia bersyukur calon istrinya itu hanya sedikit terluka.


Mungkin hanya terkena radiasi serangan dari jurus naga api.


Setelah diberi pil penyembuh, kemudian Sin memangku calon istrinya itu.



Kemarahan terpancar dari wajahnya.


Setelah itu Sin memasukan Yao gong zhu ke Dunia jiwanya.


Kemudian Sin melesat keatas langit.


"HA HA HA HA HA HA...."


tawa Sin menggema di area yang dijadikan peperangan.


Bahkan kedua kubu pasukan pun berhenti saat mendengar tawa menyeramkan itu.


"MATI...." ucapnya singkat, suara itu terdengar menakutkan di seluruh area peperangan


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2