
Setibanya di wilayah ibukota kerajaan huang. Sin langsung melesat ke arah istana kerajaan itu.
Tidak berapa lama, dia sudah melayang tepat di istana kerajaan huang.
"HUANG PING, KELUAR KAU...!!!" ucap Sin menggema di istana kerajaan huang.
Perajurit yang sedang berjaga disekitar istana pun berdatangan menuju arah suara.
"Siapa kau baangsaaatttt,,,?" teriak prajurit istana, yang mulai berkumpul.
"Tekanan 500 ton"
KRAAKK
KRAAKKK
CRASSH
CRASSH
CRAATT
Tidak terdengar teriakan di halaman istana itu, hanya suara retakan tulang dari ratusan prajurit, retakan itu sangat terdengar renyah, hingga tubuh para prajurit itu gepeng seperti di press.
Sebelum beraksi lebih jauh, Sin mengedarkan kesadarannya terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian setelah mengetahui hanya ada beberapa puluh orang yang tidak mempunyai aura kultivasi, itupun kebanyakan anak- anak dan perempuan paruh baya.
Dengan sangat cepat, dia meneleportasikan mereka semua, ke lokasi yang cukup jauh, agar tidak terkena dampak dari pembantaian yang akan dia lakukan.
Setelah itu, dengan sangat elegant Sin turun tepat dihalaman istana kerajaan huang.
.
.
.
***
Di kekaisaran Jiang...
Kaisar Jiang dan semua raja, termasuk keluarga dari para raja sedang berkumpul di ruang istana kekaisaran.
.
.
.
"Saudara Ling, dimana menantu mu itu, kenapa tidak ikut kesini..? tanya kaisar Jiang, yang dari awal ingin bertemu.
"Maaf yang mulia, hamba juga tidak tahu. Sejujurnya setelah hamba menceritakan masalah kerajaan Ling dan kerajaan Huang. Menantuku itu langsung hilang begitu saja..."
"Maksudmu hilang..?? tanya kaisar Jiang penasaran
"Menantuku itu hilang secara tiba- tiba dari hadapan kami bertiga"
DEG - DEGH...
Jantung kaisar Jiang langsung berdegup kencang.
"Mu mungkinkah anak itu menguasai hukum ruang..??" gumam Kaisar Jiang tapi terdengar jelas oleh raja Ling sendiri
.
.
.
"Ho hormat hamba yang mulia kaisar, dan yang mulia para raja.." ujar salah satu komandan pengintai kerajaan Xu, yang tiba- tiba masuk ke ruang istana kekaisaran
"Ada apa komandan..?" tanya raja Xu lang, karena komandan itu adalah bawahannya.
"Ga gawat, yang.. yang mulia...!!!"
"Gawat kenapa prajurit" tanya kaisar Jiang menyambar.
"Kekaisaran Gong datang dengan ribuan kapal besar di laut Selatan..." ucap komandan pengintai kerajaan Xu
"APAAAA ..........!!???" Kaisar Jiang langsung berdiri dari singgasana kebesarannya.
"Apa kau yakin komandan..?" tanya raja Xu lang.
"Sangat yakin yang mulia raja.." balasnya.
"Saudaraku semua,,, tolong bantuan dan dukungannya, persiapkan prajurit kerajaan masing- masing, untuk menghadapi perang besar. Dan secepatnya informasikan situasi darurat ini ke wilayah kerajaan masing- masing." seru kaisar.
"Dan saudara Xu lang, karena penyerangan ini datang dari arah wilayahmu, informasikan segera kepada bawahanmu disana, untuk mengevakuasi rakyat dan bawa ke tempat yang lebih aman,,,!! Termasuk kepada raja yang lainnya. Karena kekaisaran Gong terkenal dengan sifat menjajahnya. Aku khawatir dia akan mengobrak abrik seluruh wilayah yang berada di kekaisaran Jiang." seru kaisar
"Baik yang mulia" jawab para raja serempak.
"Jendral Ji, informasikan segera kepada kerajaan Huang tentang situasi darurat ini, suruh dia kesini dan bawa pasukan semampu yang dia bisa."
"Baik yang mulia,"
Jendral Ji pun langsung pergi dari ruangan itu, dan memasuki ruangan prajurit pengintai, untuk berkomunikasi dengan pasukan khusus pengintai kekaisaran, yang ditempatkan diwilayah kerajaan Huang.
.
.
15 menit kemudian, Jendral Ji kembali lagi ke ruangan istana.
"Bagaimana jendral Ji,,,,? tanya kaisar.
"Ga gawat yang mulia,
ke.. kerajaan huang sedang di obrak abrik dan saat ini istananya hampir luluh lantah" balas Jendral Ji setelah mendapatkan informasi dari bawahannya.
"APAA...!!?? Bagaimana mungkin,,, bukankah kekaisaran Gong menyerang dari laut selatan, kenapa sudah sampai ke utara...???" ujar kaisar Jiang bingung 7 keliling.
"Mo mohon maaf yang mulia, menurut informasi, yang mengobrak abrik istana Huang hanya seorang pemuda tampan."
DEGGGGHHH
"Mu mungkinkah...!!??"
Kaisar Jiang dan raja Ling saling berpandangan, tebakan mereka sama, bahwa pemuda yang dimaksud adalah menantunya sendiri.
"Raja Ling, aku yakin itu menantumu, sekuat apa dia sampai berani menghadapi kerajaan huang sendirian ..?"
"Hamba tidak tahu yang mulia, Aku belum mengenalnya secara keseluruhan. Yang aku tahu, Sin hanya calon menantuku." balas raja Ling apa adanya.
"Baiklah, lupakan masalah kerajaan huang..!! sekarang informasikan terlebih dahulu situasi darurat ini ke wilayah masing- masing, setelah itu kita akan mengadakan pertemuan terbatas, untuk membahas strategi menghadapi TAMU TAK DIUNDANG dari kekaisaran Gong." seru kaisar Jiang.
Semua raja pun membubarkan diri dari ruangan istana, mereka memasuki ruang tamu yang sudah disediakan oleh kaisar, agar para raja bisa mempersiapkan diri dan menginformasikan situasi darurat, kepada para mentri dan jendral yang berada di istana kerajaan masing-masing.
.
.
.
.
"Xia'er, Si'er.... kalian berdua tetaplah disini, karena hanya istana kekaisaran yang paling aman saat ini. Disini sudah terpasang array pertahanan tingkat suci, jadi ayah tidak khawatir kalau pergi ke medan perang," ucap Ling sing kepada anak dan istrinya.
"Tidak ayah, aku akan ikut mempertahankan kekaisaran Jiang bersama ayah.." balas Ling si
"TIDAK BOLEH..!" sahut Ling xia langsung menyambar dengan ucapan yang tegas.
"Si'er, ayah hargai dan sangat bangga dengan tekadmu. hanya saja, dengan kemampuanmu saat ini, belum saatnya kamu berbuat lebih jauh" ucap Ling sing sambil mengusap lembut anaknya
"Iya Si'er, yang ayahmu katakan itu benar. Pokoknya Ibu tidak mau kehilangan mu untuk yang kedua kalinya." ujar Ling xia.
"Ayah, ibu... apa kalian percaya, jika pedang tingkat suci milik ayah bahkan pedang tingkat dewa sekalipun, tidak akan bisa melukaiku sedikitpun..??"
"Si'er, sangat tidak lucu becanda disaat darurat seperti ini. Tentu saja ayah tidak percaya, ranah kultivasimu saja baru pendekar suci tingkat menengah, bahkan belum memasuki ranah lanjutan. Sejak kapan anak gadisku mempunyai kepercayaan diri seperti ini..?" tanya balik Ling sing sembari terkekeh, karena dianggap anak gadisnya sedang bergurau.
"Sejak memakai ini..!!" balas Ling si menunjukan cincin artefak di jarinya.
"Bukankah itu hanya cincin penyimpanan, yang bentuknya sudah dimodifikasi..!!??" ujar Ling sing
__ADS_1
Ling si menggelengkan kepala, tanda bahwa ayahnya salah menduga.
Kemudian Ling si menunjukan kehebatan cincin artefak pemberian calon suaminya itu, dia memperlihatkan cincin artefaknya jadi pedang tingkat dewa, busur tingkat dewa, dan menjelaskan perisai yang tak terlihat.
Bahkan untuk membuktikan, Ling si menyuruh ayahnya, untuk menusukan pedang tingkat suci miliknya.
Tak ayal apa yang sudah diperlihatkan oleh anaknya itu membuat Ling sing dan Ling xia terkejut dan terkagum.
Ling sing yang awalnya meyakini, bahwa di kekaisaran Jiang ini, hanya pedang milik kaisar Jiang dan pedang miliknya yang tertinggi.
Ternyata pedang milik anaknya, tingkatannya jauh lebih tinggi dari pedang miliknya.
"Sekarang tusukan pedang tingkat suci milik ayah ke tubuhku" ucap Ling si menantang
Walaupun masih ragu tentang perisai yang tak terlihat itu, tapi dia berusaha mempercayai perkataan anaknya, sekaligus dia sendiri penasaran.
Kemudian Ling sing menusukan pedang tingkat suci miliknya, kearah lengan anaknya, itupun tanpa memakai energi qi.
Saat pedang itu menusuk lengan Ling si
TRANKKK...
Suara dentingan terdengar jelas ditelinganya.
"Hebaaatt..!" kagum Ling sing dan istrinya Ling xia.
Kemudian untuk lebih meyakinkan hatinya, Ling sing menusuk dan menyabetkan pedang miliknya ke perut dan ketubuh bagian lain anaknya, bahkan kali ini memakai sedikit energi qi, dari mulai 5% dan terus betambah sampai 50% energi qi nya.
TRANK
TRANK
TRANK
.
.
.
.
Setelah puas, Ling sing pun berhenti menusuk dan menyabetkan pedang ketubuh anaknya. Bahkan dia sedikit menyesal, karena pedang tingkat sucinya, jadi sedikit retak.
"Anakku,,, kamu memang beruntung mendapatkan calon suami seperti nak Sin. Tapi kenapa ayah tidak bisa merasakan aura kultivasi dari suamimu itu..?" ucap Ling sing terheran.
"Untuk masalah itu, aku juga tidak tahu ayah, tapi gege beberapa kali menunjukan kemampuannya dihadapanku, saat membantai klan Zong."
Ling si kemudian menjelaskan lebih detail pengalamannya beberapa waktu kebelakang bersama calon suaminya itu.
.
.
.
Setelah mendengar penjelasan anaknya, Ling sing dan istrinya terkagum-kagum dengan keahlian dan kekuatan menantunya itu.
.
.
.
"Baiklah, sekarang ayah tidak mempunyai alasan lagi untuk melarangmu ikut ke medan perang. Sekecil apapun bantuanmu saat ini, itu sangat dibutuhkan untuk mempertahankan negri kita.
.
.
.
***
Di laut selatan perbatasan kerajaan Xu...
Rombongan dari pasukan kekaisaran Gong, sedikit demi sedikit sudah tiba dibibir pantai, Laut Selatan kerajaan Xu.
.
.
.
.
***
Di kerajaan Huang...
Sin saat ini sedang meluluh lantakan kerajaan Huang dengan gollem buatannya, gollem itu dibuat dari berbagai material gunung Ying tu.
Tidak ada seorangpun yang bisa kabur dari sana, karena Sin sudah memasang array diwilayah istana kerajaan huang.
BOOOMMM
BOOOOMMM
BOOOOMMM
.
.
.
Bahkan Sin ikut membantai satu persatu jendral dan mentri kerajaan huang. Hanya dengan sekali pukulan dan tendangan tanpa energi qi,
"Huuuhhh sudah lama aku tidak bersenang - senang seperti ini" guamam nya senang.
.
.
.
Semua jendral dan mentri pun terbantai tanpa sisa. kemudian Sin menuju gudang harta milik kerajaan Huang.
.
.
.
Setelah memasuki halaman gudang harta, Sin dihadang seorang wanita paruh baya.
"Siapa kau sebenarnya???
Dan apa masalahmu hingga menghancurkan istana suamiku..?" tanya seorang wanita paruh baya, yang ternyata permaisuri raja Huang ping.
"Siapa aku...??? aku hanya menantu dari kerajaan Ling.." balas nya dingin
"B4jingan,,,," teriak permaisuri itu, yang kini mulai mengerti.
Kemudian dia membuat gerakan tangan dan membaca mantra, setelah selesai.
WUSSSSHHHHH
Tiba-tiba disamping wanita itu muncul lingkaran berwarna biru langit.
Dari lingkaran itu keluar kepala ular cukup besar.
"Lan she..!! Hari ini kamu mendapatkan makanan lezat, habisi anak k3par4t itu dan jangan sisakan sedikitpun.
"Baik ibu..." balas Lan she
Ular itu melesat dengan tubuh panjangnya. mulut sudah menganga dari kejauhan, tanda siap menerkam Sin.
__ADS_1
"Cihh,, Hanya cicak ingin menerkamku" ucap Sin mengejek.
"Siapa yang kau bilang cicak b4ngsaaatttttttttt?" tanya Lan she, sambil terus melesat kearah Sin.
"Siapa lagi,, tentu saja kau cicak rumahan" balasnya makin mengejek.
Tak ayal ular besar itu makin marah. Saat ular besar itu sudah dekat dan siap menerkam,
Sin menangkap gigi taringnya, dan membanting kesana kemari ular besar itu seperti sedang bermain cambuk.
BAAAMMMMM
BAAAAAMMM
BAAAAMMMM
.
.
.
.
.
Tiang- tiang penyangga halaman gudang harta pun hancur berantakan. Dan kini tubuh ular besar itupun sudah tidak berbentuk.
.
.
.
"Jangan senang dulu anak muda" ucap permaisuri raja huang ping.
WUSSSSSHHHHHHHHH
Tiba-tiba tubuh permaisuri itu mengeluarkan api yang sangat besar,
"Sekarang matilah manusia laknat...!!" seru permaisuri raja Huang.
Kobaran api yang sangat besar menyerang Sin.
.
.
.
.
.
.
.
Sin hanya diam, cukup lama Sin dililit dan dibakar oleh api milik permaisuri. Dia membiarkan wanita itu puas, sebelum menemui ajalnya
"HA HA HA HA...." tawa gurih sang permaisuri.
.
.
.
.
Setelah 20 menit...
"Cukup sudah main- mainnya" ucap Sin
SHUUUUSSSSS,
Sin melemparkan api putih berukuran kecil kepada sang permaisuri.
Api putih melesat dan masuk ke tubuh permasuri raja Huang ping.
"Aaaaaaaaaaaaarrrgggghh.."
Teriak sang permaisuri kepanasan.
Hanya 5 detik permaisuri bisa berteriak, setelah itu langsung menguap jadi asap.
Sin kemudian memukul pintu gudang harta kerajaan Huang.
BRUAAAKK
Setelah terbuka, dia cukup puas dengan harta zarahan kali ini. harta yang dimiliki kerajaan huang cukup banyak.
Sin juga melihat sang raja sedang duduk disalah satu kursi diruangan itu.
"Akhirnya kau sampai juga keruangan ini" ucap Huang ping menyeringai kejam, tapi sebenarnya sangat ketakutan
"BACOT.. gravitasi tarikan.." teriak Sin.
Huang ping melesat sangat cepat, karena ditarik oleh Sin.
CRAAASSSHH
Sin meninju tepat didada Huang ping, dan tinjuan itu tembus kedalam dadanya. Kemudian Sin menarik jantungnya keluar dari tubuhnya, Huang ping pun mati tanpa perlawanan yang berarti.
"Cihhh hanya dengan kekuatan seperti ini ingin berperang dengan kerjaan ayah mertuaku...!!"
Setelah membunuh Huang ping, Sin mengambil semua harta yang ada diruangan itu tanpa sisa.
Harta yang didapat kali ini cukup banyak, miliyaran koin emas dan platinum, ratusan ribu batu roh dan pululuhan ribu batu mistik. Ada juga berbagai senjata dan herbal cukup berguna.
Setelah urusan di gudang harta selesai, Sin kemudian keluar dan melesat keatas langit.
Dia melihat semua bangunan kerajaan huang sudah hancur berantakan. Lalu Sin memasukan kembali gollemnya kedalam cincin semesta.
Sebelum pergi, Sin mengedarkan kembali kesadaran spiritualnya, dan ternyata benar, masih ada beberapa yang masih hidup didalam reruntuhan bangunan dibawahnya.
Sin tidak ingin meninggalkan satupun dan berhasil selamat.
"Tiupan api putih.." teriaknya
SHUUSSSSHHH
Kombinasi tiupan semesta dicampur api putih pun melesat dari atas langit ke area reruntuhan istana kerajaan huang.
BOOOOOOOMMM
Tumpukan reruntuhan itu terbang kesana kemari tertiup jurus semestanya, tapi reruntuhan yang terlempar itu tidak samapi keluar dari array penghalang yang sudah dibuatnya.
Dan seketika prajurit yang masih hidup yang bersembunyi dibawah reruntuhan hancur lebur menjadi abu.
.
.
.
.
***
Di kekaisaran Jiang,,,
Setelah mengadakan pertemuan terbatas, Kaisar Jiang, semua raja, dan seluruh pasukan kekaisaran sudah berada di medan perang..
Panglima jendral kekaisaran, memimpin langsung ratusan ribu pasukan kekaisaran itu.
Kini pasukan kekaisaran sudah memasuki wilayah kerajaan Xu, karena kerajaan Xu adalah kerajaan terdekat dari kekaisaran Jiang.
__ADS_1
BERSAMBUNG...