
Kini Sin dikepung dari berbagai sisi di arena turnamen itu.
Sin kemudian menjentikan jarinya, seketika muncul array penghalang, array itu sama sekali tidak disadari oleh semuanya, baik yang ada didalam arena ataupun diluar arena.
.
.
Di tribun VVIP...
"Yang mulia bagaimana ini,,,? ini sudah diluar perjanjian yang sudah disepakati oleh pemuda itu dan Wong fei hung. Di dalam surat perjanjian itu sudah jelas. Jika salah satunya kalah dan mati, maka masalah ini ditutup tanpa ada lagi balas dendam,,,," ucap jendral Tsu khawatir.
"Patriak semua, aku minta bantuannya, agar bisa menyelamatkan pemuda itu dari kepungan sekte Tombak langit dan klan Wong. Jika tidak, kita sendiri akan ikut terkena imbasnya dari kemarahan kaisar Jiang..." seru kaisar Feng meminta dukungan semua pihak.
"Baik,,," balas nya serempak.
Feng lau, jendral Tsu dan semua patriak langsung melesat menerobos jendela kaca tribun VVIP didepannya. Mereka semua langsung terjun bebas menuju arena turnamen.
Tapi sayang, belum sampai ke lapang arena, mereka semua terpental karena menabrak array.
BAAMMM
Kaisar dan yang lainnya terpental hingga menabrak tribun penonton.
BRUUAKK
BRUAAKK
BRUAAKK
"Patriak Chu, apakah itu array buatan mu..? tanya kaisar Feng.
"Aku belum memasang array sama sekali di arena ini yang mulia..," balas patriak Chu ikut terkejut.
"Apa saudara Chu bisa membuka array ini..?" tanya kaisar Feng.
"Maaf yang mulia, sepertinya tidak bisa, jangankan membuka array nya, ditingkat apa array yang terpasang ini pun, saya tidak mengetahunya.." ujar patriak Chu.
"Lalu siapa yang memasang array tingkat tinggi ini...?? setahuku patriak King su ann, bukanlah seorang ahli array, bahkan untuk tingkat 1 pun dia tidak bisa..." ujar kaisar Feng.
"Ja jangan-jangan..!!??"
kaisar Feng dan patriak Chu mempunyai tebakan yang sama, kalau Sin lah yang memasang array di arena pertarungan.
"Haiissshh, apa yang guruku katakan dulu memang benar,,, Jika kamu hanya menilai seseorang dari penampilannya saja, maka kamu akan kehilangan kesempatan bertemu dengan orang hebat. Dan dengan kejadian ini, kini aku bisa bertemu salah satu orang hebat itu..." ucap jendral Tsu, sambil melihat seorang pemuda tampan sedang berdiri ditengah arena dengan gagahnya.
"Pribahasa itu benar sekali jendral Tsu,,,
Jadi kita jangan pernah sekali-kali menilai orang dari sampulnya.." balas patriak Chu.
"Memangnya kenapa patriak Chu..??" tanya jendra Tsu
"Ya karena dia bukan buku.." balas patriak Chu.
"Ciihhh,,," jendral Tsu mendecih, karena disaat seperti ini, bisa-bisanya patriak Chu mengajaknya bercanda.
.
.
***
Di arena pertarungan...
"B4jin9an alas,,, kau sudah membunuh kakakku juga dua keponakanku. Aku pastikan, kau akan..."
CRESSHHH
Wong chai terhenti bicara, karena Sin tiba-tiba muncul dihadapannya dan meninju hidung Wong chai, hingga tembus ke belakang kepalanya.
"Kau terlalu banyak omong..." ucap Sin kepada Wong chai, adik dari Wong fai ing itu.
"Kita serang secara bersama- sama, manusia sampah ini..!!!" seru patriak King su ann.
"Semburan naga api,," teriak Wong lai, yang merupakan adik bungsu Wong fai ing.
Dia memakai jurus yang sama dengan kakanya, hanya saja penguasaan jurus pamungkasnya itu baru tahap awal.
Dari tangan Wong lai, keluar semburan api. Dia bersiap menyerng Sin, karena sudah membunuh 2 kakaknya, dan 2 keponakannya.
Begitupun dengan patriak King su ann. Dia juga langsung menggunakan jurus terbaiknya.
"10 srigala bayangan.." ucap King su ann,
Tiba-tiba muncul 10 srigala yang terbuat dari energi qi nya.
Bukan hanya patriak King su ann dan Wong lai yang mengeluarkan jurusnya, tapi semua orang mengeluarkan jurusnya masing-masing.
Disaat semua orang sudah siap menyerang Sin.
Sin menjentikan lagi jarinya. Kini bukan lagi hanya ada array penghalang, tapi juga array ilusi.
CLANK
Semua orang yang ada didalam arena pertarungan terkena ilusi, termasuk patriak King su ann.
Masing-masing dari mereka merasa seperti berada ditempat lain, entah itu di dalam hutan, di tengah gurun pasir, di dalam goa yang gelap, dll...
Dan ketika mereka melihat temannya sendiri, seperti melihat musuhnya yang sekarang lagi dihadapi, yaitu Sin.
Alhasil mereka pun saling menyerang satu sama lain. Dan sudah dapat dipastikan semua murid dan anggota klan Wong, yang pertama tumbang dan mati,
Karena ranah kultivasi mereka paling rendah dibanding patriak King su ann dan para tetua.
.
.
15 menit kemudian..
Semua murid Tombak langit dan anggota klan Wong sudah mati tak bersisa.
"Membosankan...!!" gumam Sin
Kemudian Sin mengibaskan tangannya, seketika King su ann dan semua tetua, baik tetua sekte Tombak langit dan tetua dari klan Wong, hilang dari arena pertarungan.
Sin langsung melempar mereka kedalam magma di gunung api Benua penempa, yang ada di Dunia jiwanya.
"Aaaaaaaaaarrgghhh, panaaaaasss,,,"
"Aaaaaaaarrgghhh"
"Aaaaaaaaarrrgghh"
Teriakan memilukan terdengar menggema di gunung api.
Kurang dari satu menit, mereka semua hanya tersisa tulangnya saja, satu menit kemudian tulang itupun sudah melebur menjadi lahar.
Sin sendiri tidak ikut masuk ke Dunia jiwanya, dia masih berdiri tepat ditengah arena pertarungan.
Setelah mengambil semua cincin penyimpanan, dan senjata yang berserakan, Sin tidak serta merta menghilangkan array di arena turnamen itu,
Sin hanya membuat pintu khusus untuk keluar masuk.
Dia sengaja melakukan itu, agar pertarungan 3 peserta finalis, tidak mengancam keamanan para penonton yang ada ditribun.
Walaupun para penonton tidak mengerti kenapa murid Tombak langit dan anggota klan Wong saling menyerang satu sama lain. Terlebih patriak King su ann dan para tetua yang hilang begitu saja.
Tapi para penonton sangat menikmati pertarungan diantara para tetua dan murid/anggota klan Wong itu.
Karena di ibu kota Feng sendiri, sekte tombak langit dan klan Wong, sudah terkenal dengan kearoganannya.
__ADS_1
Bukannya merasa kasihan, para penonton justru bersorak sorai melihat mereka saling membantai.
Sesaat setelah Sin keluar dari array penghalang,,,,
Kaisar Feng beserta yang lainnya, menghampiri Sin dan mengajaknya ke tribun VVIP.
"Jendral Tsu, perintahkan prajurit yang ada untuk membereskan mayat yang ada di arena turnamen..!" seru Feng lau kepada jendral Tsu
"Baik yang mulia.." balas jendral Tsu.
"Tuan muda Sin, maaf kalau sebelumnya saya sudah menyepelekan kemampuanmu..!" ucap kaisar Feng mengawali pembicaraannya dengan Sin.
"Tidak masalah yang mulia, tidak usah dipikirkan.." balas Sin
Begitupun dengan para patriak, secara pribadi mereka semua menyalami Sin dan meminta maaf.
Selain karena Sin berlatar belakang dari kekaisaran Jiang. ternyata, Sin juga mempunyai kekuatan yang mumpuni, bahkan kekuatannya diluar ekspektasi para patriak itu.
Setelah arena turnamen bersih kembali, Turnamen muda berbakat pun dilanjutkan kembali.
Tapi sayang, turnamen itu seperti kehilangan ruh nya.
Para penonton tidak seantusias sebelumnya, karena pertarungan yang disuguhkan sangat tidak seru, jika dibandingkan dengan pembantaian yang dilakukan oleh Sin.
Dalam 1 jam, turnamen muda berbakat pun sudah selesai.
Juara pertama dimenangkan oleh Teng xie dari sekte Pedang bumi, dan mendapatkan 100.000 koin platinum, juga 1 pedang langit.
Juara kedua Yun wei, dari sekte Dua pedang. dan mendapatkan 75.000 koin platinum juga 1 pedang langit.
Juara ketiga dimenangkan oleh Di ren, dari sekte tangan besi. Dia mendapatkan 50.000 koin platinum dan satu set sarung tangan dari baja dengan kualitas yang sama tinggi seperti pedang tingkat langit.
Dan sebagai tambahan, Sin memberi hadiah lain kepada ketiga juara itu.
Mereka bertiga mendapatkan 1 batu kristal teleportasi. Sin pun menjelaskan secara ringkas kegunaan batu kristal teleportasi itu.
Hadiah tambahan dari Sin itupun, membuat iri semua orang.
Jangankan para penonton, Para patriak termasuk kaisar Feng sendiri, dalam hati kecil mereka sangat menginginkannya.
Karena itu bisa dijadikan nyawa kedua, disaat dalam keadaan kritis dan darurat.
Setelah acara turnamen muda berbakat selesai.
Secara khusus kaisar Feng mengajak Sin ke istana kekaisarannya.
Sedangkan para patriak hanya ngekor dibelakang kaisar Feng dan Sin, yang sedang berjalan beriringan didepan mereka semua.
Sesampainya di istana,,,
"Istriku, perkenalkan ini adalah Nak Sin dari kekaisaran Jiang..." ujar Feng lau kepada istrinya Xing xie.
"Salam tuan muda Sin," ucap Xing xie
"Salam juga yang mulia ratu.." balas Sin membungkukan sedikit kepalanya.
"Istriku, dimana putri kita..?" tanya Feng lau
"Seperti biasanya,,, anak itu selalu menghabiskan waktunya di perpustakaan,,," balas Xing xie
"Hmmmmm...." angguk kaisar Feng.
"Sudahlah, nanti sore juga keluar sendiri..." ujar Xing xie,
Kemudian Sin dibawa keruang perjamuan bersama para patriak. Mereka makan dan minum bersama diruangan itu sambil ngobrol ngaler ngidul.
.
.
Sore harinya...
"Ayah,, kata ibu kau mencariku..!" ucap seorang gadis cantik, yang tiba-tiba datang.
...FENG QUE...
"Que'er,,, perkenalkan ini adalah nak Sin, dan nak Sin dia adalah putriku satu-satunya, namanya Feng que," ujar Feng lau memperkenalkan mereka berdua satu sama lain
Mereka berdua pun berjabat tangan.
Feng que ini seperti halnya Lin yi saat pertama kali bertemu dengan Sin, hanya manusia biasa tanpa aura kultivasi,
"Dingin..." gumam Sin, saat berjabat tangan dengan Feng que.
"A apanya yang dingin..?" tanya Feng que menunduk malu.
"Haiiisssshhh,,, ternyata putri ayah ini sudah besar dan dewasa..." goda kaisar Feng kepada putri semata wayangnya.
Sontak perkataan Feng lau membuat Feng que jadi tambah malu.
Feng que pun lari dari ruang perjamuan, dia lari menuju kamarnya.
Kaisar Feng dan para patriak hanya terkekeh melihat tingkah putri Feng que itu.
.
.
keesokan harinya...
Kaisar Feng kini tahu, kalau secara silsilah. Sin bukanlah bagian dari keluarga besar kaisar Jiang, tapi hanya ikatan berdasarkan pengakuan dari Sin dan sebaliknya.
.
.
.
.
2 bulan kemudian.....,
Sin sudah berada di kekaisaran Feng selama 2 bulan.
Dan Selama 2 bulan itu, Sin menemani kaisar Feng mengunjungi 6 kerajaan yang ada dibawah kekuasaan nya.
Dan kini istana kekaisaran Feng dan 6 kerajaan dibawahnya sudah dibuatkan array teleportasi dimasing-masing istananya. Jadi satu sama lain, bisa saling mengunjungi kapan pun mereka mau.
Saat melakukan kunjungan, terutama ke kerajaan yang belum pernah dikunjunginya.
Sin tidak menemukan masalah yang berarti selama melakukan perjalanan itu, yang ada hanya masalah kecil dan sepele, itupun langsung disikat habis oleh para jendral dan prajurit kekaisaran Feng.
Dan selama 2 bulan itu, Feng que selalu menemani kemanapun Sin melakukan kunjungan bersama ayahnya, Feng lau
Bahkan, kaisar Feng tidak lagi sungkan mengenalkan Sin sebagai calon menantunya kepada semua orang.
Dan setelah satu bulan turnamen muda berbakat,,,
kesembilan calon istri Sin juga sudah menyelesaikan latihan tertutupnya.
.
.
.
***
Saat ini di istana kekaisaran Feng..
Sin beserta 10 calon istrinya, juga kakek Yu xiao, Zarco, jendral Gin, Arco dan Bajiro dari ras iblis putih, berkumpul bersama diruangan keluarga kekaisaran Feng.
Dan diantara semua calon istrinya, Lin yi adalah yang paling manja. Dia bahkan tidak sungkan duduk dipangkuan Sin, saat sedang berkumpul dengan yang lain.
Jendral Tsu beserta petinggi lainnya, hanya bisa tersenyum masam melihat kebersamaan Sin dengan 10 calon istrinya yang makin hidup makmur.
__ADS_1
"Tuan muda Sin, calon istrimu seperti akar pohon.." ucap jendaral Tsu
"Maksudnya apa jendral Tsu,,,,??" tanya Sin tidak mengerti
"Semakin tinggi pohon, semakin terlihat banyak akarnya..." balas jendral Tsu.
Sontak obrolan Sin dan jendral Tsu ini membuat ketawa semua orang didalam ruangan itu.
Bagaimana tidak, jumlah istri Sin diibaratkan akar pohon, disaat makin besar dan tinggi, akar pun makin bertambah banyak.
Bukan hanya keluarga Sin dari Dunia jiwanya, Sin juga mengundang 6 raja yang ada diwilayah Benua barat, para raja itu datang beserta keluarga dan petinggi ditiap kerajaannya.
Keenam raja itu datang melalui array teleportasi, yang sudah dibuatkan oleh Sin, di istananya masing-masing..
Dalam pertemuan itu, Sin bahkan mengeluarkan 4 drum arak surgawi untuk menemani obrolan santai mereka.
Akibat minuman arak surgawi itu, lebih dari 100 orang, kultivasinya naik 3 tingkat.
.
.
Esok harinya...
"Sin'er, 1 hari lagi akan terjadi fenomena Ri shi (gerhana matahari). Menurut cerita, saat fenomena itu terjadi, akan ada gelombang serangan monster di benua timur..." ujar kaisar Feng, membuka obrolan pagi hari.
"Eh benarkah, bukannya Ri shi masih akan terjadi 1 bulan lagi..?" tanya Sin
"Harusnya memang seperti itu, tapi menurut ahli suanming xiansheng (ahli nujum), fenomena itu akan terjadi 1 bulan lebih cepat dari yang seharusnya.."
"Kenapa bisa begitu..??" tanya Sin penasaran.
"Entahlah, bahkan ahli Suanming xiansheng sendiri tidak mengerti akan hal itu..." balas kaisar Feng.
"Ayah mertua, Kalau begitu aku tidak bisa tinggal lebih lama lagi disini, aku sudah berjanji kepada seseorang, akan pergi ke benua timur, saat serangan binatang monster itu terjadi..." ujar Sin.
"Apa kau yakin akan pergi kesana..?" tanya kaisar Feng memastikan..
"Hmmmmm,,," angguk Sin.
"Baiklah, Ayah mengerti perjalananmu masih panjang, dan ayah hanya bisa merestui perjalananmu. Dan untuk yang terakhir, ayah titip Que'er....!! Karena Ayah percaya, hanya bersamamu Que'er akan menemukan kebahagiannya..." ujar kaisar Feng, mengakhiri ucapannya.
"Soal itu, ayah mertua tidak usah khawatir, aku tidak pernah dan tidak akan pernah membedakan ke 10 calon istriku, sekarang dan selamanya..." balas Sin.
"Baiklah ayah dan ibu mertua, aku mohon pamit,,,!" ujar Sin buru-buru.
.
.
Setelah semua calon istrinya berpamitan kepada kaisar Feng dan yang lainnya.
Sin mengibaskan tangannya.
WUUUUSHHHH
ke 10 calon istri dan yang lainnya langsung hilang dan masuk kedalam Dunia jiwanya
Kemudian Sin melesat keatas langit dan mengeluarkan feijinya utk melanjutkan perjalanan ke Benua timur.
.
.
***
Di Benua timur..
Kaisar Liong sedang mengadakan pertemuan bersama 5 raja yang berada dibawah kekuasaannya.
"Yang mulia kaisar, persiapan diwilayah selatan, sudah siap.." ucap raja Tong memberi laporan
"Hmmmm, bagus,,, Bagaimana dengan wilayah mu raja Huo..?" tanya kaisar Liong
"Di wilayah utara juga sudah siap 100% yang mulia..." balas nya memberi laporan
Setiap raja, khususnya yang berbatasan langsung dengan gunung Loyi memberikan laporan persiapannya masing-masing.
Gunung Loyi adalah gunung terbesar di Daratan tengah, besarnya saja 100x lipat dari gunung Ying tu.
"Jendral Xu, bagaimana dengan bantuan para kultivator bebas, sudah berapa banyak yang mendaftar..?" tanya kaisar
"Sampai detik ini, sudah mencapai 3 juta kultivator bebas, yang mendaftarkan diri..." balas jendral Xu dong.
"Hmmmmm,,," angguk kaisar cukup puas.
Kemudian kaisar Liong para jendral dan 5 raja lainnya mengeluarkan senjata pedangnya, tanda bertahan dan bertarung siap dilakukan.
1 hari kemudian,,,,
Fenomena Ri chi pun tiba, awalnya matahari masih menampakan pesonanya.
1 jam kemudian, matahari mulai tertutup bulan sedikit demi sedikit
2 jam kemudian..
3 jam kemudian...
Burung-burung mulai keluar dari sarangnya, dan berkeliaran kesana kemari. Seolah memberi tahu, bahwa bahaya akan datang.
Saat itu matahari pun tertutup sempurna oleh bulan.
Dan biasanya Fenomena Ri chi ini berlangsung selama 5 hari.
Entah kenapa, semuoa orang dibuat bingung, bahkan ahli suanming xiansheng tidak mengerti
Kenapa fenomena Ri chi ini seperti ada yang membuatnya dengan sengaja, dengan jurus atau ritual tertentu, sehingga matahari tertutup begitu lama.
Tidak lama kemudian..
Binatang monster pun mulai keluar dan turun dari gunung Loyi.
...ROOOAARRR...
Macan kepang beracun, salah satu binatang tingkat 9, juga sudah keluar dan ikut menampakan diri.
...GRRRRRR...
TSSSSSSSSSSSSSH
Ular hijau berkaki dan berkepala 3 mulai merambat, ular itu terus merambat dari batang pohon satu ke batang pohon lainnya, sembari mendesis.
Ular besar beracun, dengan panjang 30 meter, kini sudah siap mencari mangsanya.
.
.
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA DUKUNG TERUSSSSSSS
__ADS_1
maaf beberapa alur cerita, saya skip, dan hnya diberi penjelasan kecil saja...🙏🙏