LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
KERJA SAMA SEKTE BANGAU PUTIH DAN KLAN WEI


__ADS_3

★Note


Untuk MC saya tidak akan memberi jurus lain, selain kitab semesta. karena dengan gerakan dasar menyerang dan bertahan yang diajarkan ayahnya itu sudah lebih dari cukup, apalagi gerakan dasar itu diajarkan oleh dewa bintang, sudah tentu gerakan kultivator daratan rendah dan tengah tidak akan bisa menandinginya.


Walaupun saat latihan dengan ayahnya tidak memakai energi qi, tapi stelah mc berkultivasi, dia memodifikasinya dengan energi qi, api putih dan elemen petir, ditambah lagi dgn segala kelebihan yang ada ditubuhnya maka daya serang dan pertahanannya sudah 100 kali lipat dr kultivator biasa.


hanya saat melawan musuh yang kuat/lawannya banyak, mc akan menggunakan jurus semestanya.


.


.


.


***


"Baiklah nyonya Niu, aku akan langsung merubah array ini, karena sekarang ini aku tidak punya banyak waktu."


"Terserah tuan muda saja, tapi menurutku juga begitu, lebih cepat lebih baik," timpal Niu ren.


"Baiklah"


Sin merapatkan kedua tangan pas ditengah dadanya, setelah selesai membaca mantra didalam hatinya lalu sin membuat banyak gerakan tangan, dengan aliran energi qi dan energi spiritualnya.


Setelah selesai, kemudian mengarahkan satu tangannya ke atas dan keluar sinar putih kebiruan, sinar itu di tembakan ke atas dan melebar jadi sebuah kubus, dan kubus itupun membesar, sebesar ruangan yang ada dibawah tanah. lalu sin menambahkan gerakan terakhir.


CLANK (Array pun jadi)


"Jadi nona ren, array tingkat master yang diluar, tidak aku hancurkan, biarkan itu tetap ada, jadi dari luar itu akan keliatan array tingkat master, tapi setelah masuk kedalam orang yang mempelajari array akan tahu, kalau array yang didalam adalah array tingkat grand master." sin tidak memasang array tingkat suci, karena harganya terlalu murah


"I ini...." Niu ren tidak banyak berkomentar, walau dia tidak tau array tingkat berapa, tapi array ini terlihat lebih kuat.


"Terima kasih tuan muda, aku akan siapkan dengan segera kamar VIP pribadi secepatnya untukmu, dan ini koin emas yang sudah kita sepakati" ujar Niu ren.


"Apa nyonya ren tidak melupakan sesuatu..?"


Niu ren yang mendengar itu sedikit mengerenyitkan alisnya sambil berpikir.


"Oh iya tuan muda aku hampir lupa, ini....!!" ujar niu ren sambil memberikan 100 koin emas bekas pembelian informasi diawal.


Sin hanya terkekeh, melihat ekspresi cemberut Niu ren.


"Baiklah nyonya Niu, urusan kita sudah selesai aku harus pergi dulu, ada sesuatu yang harus aku bereskan" ucap sin, lalu pergi.


Tanpa menunggu lagi Sin langsung keluar.


"Saatnya membereskan masalah sampah," gumam Sin.


Setelah berada diluar penginapan, Sin berjalan santai dan menikmati kota itu, karena selama berada di klan fang, sin tidak pernah jalan -jalan dikota itu, apalagi setelah ayahnya meninggal.


***


DI KLAN WEI...


"SIAPA,,,

__ADS_1


SIAPA yang berani membunuh anak semata wayangku...?" tanya patriak Wei jin sambil memeluk tubuh anaknya yang sudah hancur.


Kemudian anggota klan yang mendampingi anaknya menjelaskan kronologisnya.


Setelah patriak wei mendengar penjelasan dari anggota klannya, walaupun anaknya salah tapi Wei jin tidak bisa menerima kebenaran itu.


Suasana dirumah patriak wei jin pun hening untuk beberapa saat.


.


.


"Patriak, bagaimana kalau kita bekerja sama dengan sekte bangau putih untuk membunuh pemuda b★jingan itu? walau bagaimanapun bocah itu sudah membunuh jenius klan wei," ujar tetua pertama.


"Benar"


"Benar"


.


.


Sahut semua tetua yang hadir dalam pertemuan itu.


"Baiklah sudah diputuskan, kita dan semua anggota klan akan berangkat ke sekte bangau putih." ucap patriak dengan keputusan akhirnya.


.


.


***


"Patriak, patriak gawat...." ucap salasatu murid penjaga tergesa-gesa


"Ada apa..?


"Mutiara jiwa tetua ketiga dan keempat hancur..." balas penjaga mutiara jiwa.


BRUAAAAKKK


"BANGS★T,,,, siapa yang berani membunuh tetua ketiga dan keempat..??" Ujar patriak sambil memukul meja didepannya hingga hancur.


Kemarahan patriak jue wenjing terus berlanjut hingga 1 jam kemudian 5 murid yang ikut dengan tetua ketiga dan keempat kembali.


"Hormat patriak" Ucap 5 murid membungkuk dan mengepalkan tangannya.


Patriak Jue wenjing tidak menjawab dan hanya melambaikan tangan.


"JELASKAN APA YANG TERJADI...!!??" seru Jue wenjing sambil menahan amarah


Salasatu murid senior diantara 5 murid lainnya maju dan menjelaskan kronologisnya.


.


.

__ADS_1


.


"SET★N ALASS,,,, bocah kemaren sore berani membunuh dan menantang sekte bangau putih kita, akan kupastikan anak muda bau kencurr itu diberi pelajaran 1000 kali lipat dari apa yang dia lakukan." ujar patriak sangat marah.


"1 jam dari sekarang kumpulkan tetua dan semua murid di halaman sekte..!" seru patriak jue wenjing


"Baik..." balas semua yang hadir diruangan itu.


.


.


.


1jam berlalu, para tetua dan semua murid sudah berkumpul di halaman sekte bangau putih. Patriak jue wenjing langsung memberi arahan dan menyuruh beberapa murid yang bertugas sebagai mata- mata untuk mencari keberadaan pemuda yang sudah menewaskan 2 tetua sekte bangau putih.


Tak berselang lama datang rombongan klan wei, dipimpin langsung patriak klan yang datang dengan semua anggotanya.


Walaupun patriak sekte sedikit marah karena awal dari semua ini adalah ulah anak dari patriak klan Wei.


Tapi patriak Jue wenjing tidak bisa menyalahkan secara langsung, walau bagaimanapun yang membunuh bukanlah Wei bin, terlebih lagi sebagian anggota klan wei juga banyak yang sudah menjadi murid di sekte bangau putih.


"Salam patriak" ucap Wei jin penuh hormat.


Patriak jue wenjing yang yang melihat Wei jin sangat menghormatinya, kemudian dia menyalami dan merangkul wei jin. Mereka pun membahas masalah yang dihadapi.


Walaupun menurut patriak Jue wenjing, pembalasan ini sedikit berlebihan, hanya untuk menghadapi bocah ingusan sampai mengerahkan semua muridnya ditambah pasukan dari klan wei.


"Patriak,,, sungguh saya tidak meragukan kekuatan dari sekte bangau putih, tanpa bekerja sama pun sekte bangau putih pasti akan mudah membinasakan bocah kepar★t itu, saya hanya ingin ikut andil dalam membalaskan dendam anakku saja," ujar Wei jin jujur.


"patriak Wei jin, saya mengerti dengan tujuan dan perasaanmu. jadi tidak usah terlalu sungkan," ucap Jue wenjing mengerti maksud kedatangan Wei jin ini.


"Patriak Wei tidak usah khawatir, setelah lokasi pemuda bereng5ek itu ditemukan, kita akan langsung membantainya." ujar patriak Jue wenjing percaya diri.


.


.


***


Siang hari sin masih berjalan menyusuri kota xuan, menikmati keramaian kota xuan.


Saat sin sedang melihat-lihat acesoris, sin mendengar obrolan para pejalan kaki."


"Tadi pagi aku melihat klan Wei dan semua anggota klannya pergi menuju sekte bangau putih" ujar seorang pemuda


"Apa mungkin mereka mau membahas dan membalaskan dendan kematian anak dan tetua sekte bangau putih.." timpal temannya


"Bisa jadi seperti itu,


HAISSSSH,,,, naas sekali nasib pria itu, berani berurusan dengan klan Wei, terlebih sekte bangau putih, ini sudah bisa dipastikan pemuda itu akan menderita 100 kali lipat dari apa yang dia lakukan" ujar pemuda itu panjang lebar.


Sin yang mendengar itu menyeringai seram " TERNYATA KALIAN MENCOBA MENGUBUR KLAN DAN SEKTE KALIAN SENDIRI" gumam sin dalam benaknya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2