
"Ibuu...!!!" Seru ketujuh naga itu dihadapan ketiga ibunya.
"Ehhh......!!????"
Lin yi, Lang xie yue, Sun ji ling sangat sangat terkejut sampai terbengong, mendengar panggilan ibu dari mulut ketujuh naga yang kini sedang menunduk dihadapannya itu.
"Si siapa yang kalian bilang ibu??" tanya Lang xie yue memberanikan diri sekaligus penasaran, karena dibelakangnya tidak ada siapa-siapa, selain mereka bertiga.
"Ha ha haa" sin tertawa gurih, yang tiba-tiba muncul dibelakang ketiga calon istrinya.
"Gege...!!" teriak ketiga calon istrinya
"Bagaimana apa kejutan ini menyenangkan kalian?" tanya sin dengan wajah tanpa dosanya
"Apa mereka bawahan gege yang baru..?" tanya Lin yi yang sebenarnya sangat kesal tapi penasaran.
Sin hanya menggelengkan kepala.
"Lalu....?" tanya mereka bertiga makin penasaran.
"Ketujuh naga ini adalah anakku dan kalian berlima...!!" seru sin keceplosan
"Ehhh,,,, berlima...???????????????????" selidik Lang xie yue yang pikirannya langsung berubah topik.
"Mmmmmmmm i itu..."
"Itu apa gegeee...??" tanya Lin yi yang sudah menjewer telinga Sin.
"Mu mulai sekarang kalian punya 2 saudari lainnya" jawab Sin sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Siapa mereka..?" tanya lang xie yue dengan sorot mata yang tajam.
.
.
.
"Boss tolong aku bosss....!!!" sahut keempat bawahannya.
"Sayangku, gege harus mengobati mereka dulu.." ujar sin beralasan, yang ingin cepat kabur.
"Awass ya gege...!!!"
Ketiga istrinya walau masih kesal, tp juga kasihan kepada guru- gurunya.
.
.
.
"Kalian,,, bermainlah bersama ibu kalian semua..!!"
"GROOOOOAAAAAAHHH" balas ketujuh anaknya
.
.
.
.
.
.
Lalu ketiga istri Sin mendekati ketujuh naga itu, walau masih takut, tapi hati mereka sangat senang bisa mempunyai anak, walaupun bukan anak biologis dan berupa binatang buas.
Ketiga istrinya mengusap satu persatu naga-naga itu, dan ketujuh naga itu pun membalas dengan jilatan manja.
.
.
.
Disisi lain, Sin sedang mengobati keempat bawahannya, setelah sembuh. Sin membawa keempat bawahannya untuk memperkenalkan anak-anaknya.
.
.
.
.
"Jadi boss, naga- naga itu adalah anakmu boss..? tanya Go kong
"Hmmmmm" balas Sin
"Bagaimana bisa boss..??"
"Ceritanya panjang, sekarang anggap saja ketujuh naga itu boss muda kalian." ujar Sin sambil berjalan kearah tiga istrinya berada.
"Apa mereka sudah mempunyai nama boss?" tanya Go kong yang bawel
"Belum, aku belum menemukan nama yang cocok buat mereka" jawab Sin
"Bagaimana kalau aku yang memberi nama untuk mereka..?"
"TIDAK USAH....!!!" balas Sin yang tahu bawahannya sangat buruk dalam hal memberi nama.
.
.
.
.
Setelah Sin berkumpul dengan ketiga calon istri dan keempat bawahannya. Sin menceritakan tentang ketujuh anaknya itu.
.
.
.
"Boss memang hebaaattt..!" puji Go kong jujur.
.
.
.
1 minggu berlalu di benua penempa.
Sin keluar dari Dunia jiwa, sedangkan ketiga calon istrinya masih berlatih fisik di benua penempa.
Berita tentang 7 naga menyebar di Dunia jiwa, para murid bintang semesta, semakin mengagumi tuan mudanya itu.
.
.
.
.
Di alam nyata...
Sin muncul diluar gerbang kekaisaran es, dan melesat terbang menuju kearah kekaisaran api.
.
.
.
1 hari kemudian, Sin memasuki perbatasan kekaisaran api.
"KOTA BAMBU" gumam sin membaca plakat di gerbang masuk.
.
.
.
__ADS_1
.
"Tanda pengenalnya...!" seru penjaga gerbang yang terlihat sombong.
Sin memberikan tanda pengenalnya dari kota pedang wilayah kekaisaran bintang.
"20 koin emas,,,,!" seru penjaga dengan senyum serakahnya
"Ini..." ucap sin menyodorkan 20 koin emas
Tapi saat tangan penjaga menerima 20 koin emas, tangan penjaga itu hangus terbakar sampai sikunya
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaarrrgghh
panaaaaaaaaas, panaaaaaas.!" teriak penjaga gerbang.
BUAKKKK
Sin menampar kepala penjaga sampai pecah. Lalu pergi begitu saja
Orang- orang yang melihat itu banyak yang puas karena penjaga gerbang itu memang suka memeras, tapi tidak sedikit juga yang menyayangkan sikap Sin yang sudah membuat masalah dengan prajurit kota. Menurut mereka membuat masalah dengan prajurit artinya sama dengan bunuh diri.
Sin terus berjalan tanpa menghiraukan pandangan orang lain kepadanya.
Setelah berjalan cukup lama, Sin mampir disalah satu rumah makan. kemudian memesan makanan terbaik dirumah makan itu.
.
.
.
.
"Apa kau tahu, kenapa sekte seribu pedang, sekte pedang iblis, sekte tengkorak iblis dan beberapa sekte kecil lainnya, dipanggil kaisar Zu?"
"Mungkin mau mengadakan pesta," balas temannya
"Tidak mungkin, kalau mengadakan pesta, pasti yang diundang bukan hanya sekte itu saja, tapi yang lainnya juga, terutama sekte rubah putih yang merupakan sekte terbesar di kekaisaran api." timpal teman yang lainnya.
"menurutku, kaisar Zu ingin menyelidiki pembantaian 500 prajuritnya dan kematian orang kepercayaannya." balas yang lainnya lagi.
"Itu lebih masuk akal," ujar yang memberikan pertanyaan.
Obrolan empat sekawan itu terus berlanjut, sampai makanan dan minuman mereka habis.
.
.
.
.
Sembari mendengarkan obrolan mereka, sin dengan tenang menyantap habis hidangannya.
Setelah membayar dikasir, Sin langsung melanjutkan perjalanannya.
.
.
.
.
Sin hanya berjalan santai dikota perbatasan itu.
.
.
.
"Tolooong, tolooooong...!!!" seru seorang wanita cukup muda berlari sambil menarik tangan anak kecil dibelakangnya.
Keduanya dikejar oleh kereta kuda dikeramaian jalan, disitu juga terlihat beberapa penunggang kuda yang mengawal kereta itu.
"Ha ha haa,,, Mau lari kemana kau cantik?" ucap seseorang yang berdiri diatas kereta kuda yang tak beratap itu.
"Tolooong, tolooooong,,,!!
Wanita dan anak kecil itu hanya berteriak minta tolong, berharap ada seseorang yang mau menolongnya.
Dari kejauhan Sin melepaskan surikennya.
"SURIKEN" ucap sin dalam hati
Suriken melesat sangat cepat.
SLASH
SLASH
.
.
.
PLUK PLUK PLUK....
Tidak membutuhkan waktu yang lama, suriken memenggal kepala tuan muda serta memotong tubuh para pegawalnya. Kemudian suriken itu terbang keatas dan menghilang.
Semua orang bergidik ngeri, bahkan sampai ada yang muntah, karena melihat jeroan manusia terurai dijalanan. Tapi mereka tidak ada yang tahu, siapa yang melakukan pembantaian super cepat itu.
Setelah masalah beres, Sin melanjutkan perjalanannya.
Saat sudah keluar gerbang, Sin hanya lari dan lompat dari dahan ke dahan lainnya.
.
.
.
5 hari kemudian,,,,
Sin tiba di ibu kota kekaisaran api.
"Tanda pengenalnya..!!"
Setelah Sin memperlihatkan tanda pengenalnya.
"20 koin emas..!!" pinta penjaga gerbang itu.
Lagi-lagi sin merasa dirampok, walaupun secara hitung-hitungan harta kekayaannya tidak akan habis 7 turunan, tp sifat merampok itu yang tidak disukai oleh Sin.
"Kekaisaran api ini sudah tidak beres" gumam Sin yang sudah sangat kesal, karena dari awal masuk diperbatasan dan 2 kota lainnya, semua penjaga gerbang ditiap wilayah meminta lebih dari yang seharusnya.
BUAAKK
Tanpa banyak bicara lagi Sin memukul kepala sang penjaga gerbang hingga hancur.
Tak ayal kejadian itu membuat heboh orang yang ada disekitar gerbang. Tidak lama kemudian datang komandan penjaga.
"Siapa yang sudah berani mencari keribu.."
Ucapannya tertahan, setelah melihat kepala penjaga gerbangnya, hancur berantakan.
"Kur4ang 4j4rrrr....!!! B4j1ngan mana yang sudah berani membun.."
SLASH
komandan penjaga tidak bisa meneruskan kalimatnya, karena Sin sudah memotong kepalanya.
Keributan digerbang pun makin ramai, lebih dari 100 prajurit berdatangan ke lokasi keributan, dan melihat seorang pemuda berdiri dihadapan 2 mayat prajurit kekaisaran.
.
.
.
"Apa kau sudah bosan hidup b4j1ngan kecil..?? berani membunuh di ibu kota kekaisaran api." tanya salah satu prajurit yang baru datang.
"S3T4N 4L4SSS... tangkap dia dan bawa kehadapan kaisar..!!" seru parjurit senior.
Semua prajurit mengacungkan senjata pedangnya, sebagian lagi menyiapkan busur dari kejauhan. dan ada dua prajurit yang sudah menyiapkan rantai untuk mengikat.
Sin kemudian ditangkap, tangan dan kakinya dirantai, dan langsung dibawa ke istana kekaisaran.
__ADS_1
.
.
.
30 menit kemudian...
"Hormat yang mulia,,!!" ucap prajurit senior.
"Lancang,,,, apa kau tidak bisa melihat situasi? yang mulia sedang mengadakan pertemuan besar..!!??" ucap panglima jendral kekaisaran api, marah.
"ADA APA..?" tanya kaisar Zu go, pelan tapi berkharisma
.
.
KAISAR ZU GO
"A ampun yang mulia, kami menangkap seorang perusuh dan membunuh penjaga gerbang dan komandan penjaga, tepat digerbang masuk ibu kota." ujar prajurit senior memberikan laporannya.
"Ho ho hoo, ternyata ada yang berani membuat kerusuhan diwilayah kekuasaanku. Sebelum DIPENGGAL, bawa masuk TIKUS KECIL ITU .!!" seru kaisar Zu dengan menekankan sebagian kalimatnya.
Sin pun dibawa kehadapan kaisar Zu go yang sedang mengadakan pertemuan dengan beberapa sekte aliran hitam dan putih, hadir juga beberapa raja dalam pertemuan itu.
Awalnya tidak ada yang aneh saat Sin berdiri diruang istana.
Tapi beberapa saat kemudian.
Salah satu jendral dan beberapa patriak, mengenali wajah Sin, saat menonton tarung di arena persahabatan dihalaman istana kekaisaran es.
Kemudian jendral yang mengenali jati diri Sin, membisikan sesuatu kepada kaisar Zu go.
Setelah mendengar sedikit penjelasan dari salah satu jendralnya, kaisar Zu go senang bukan maen. Karena Sang calon menantu dari 2 kekaisaran, 2 sekte juga menantu Paviliun angsa, kini ada dalam genggamannya.
"HA HA HAA...TANGKAPAN BESAR," ucap kaisar Zu go tertawa gurih.
Kemudian sang kaisar turun dari tahtanya dan mengeluarkan pedang api tingkat langit kebanggaannya.
"Sungguh malang nasibmu anak tampan, ha ha ha..." seru kaisar Zu go tertawa lebar.
"Akan ku potong tubuhmu menjadi 5, dan ku kirimkan tiap potongan tubuhmu ke semua calon mertuamu."
"Ide yang mulia kaisar memang BRILIAN," sahut salah satu patriak.
Tidak lama kemudian, putra mahkota Zu yuan datang.
"Ayah siapa dia..?" tanya Zu yuan yang langsung bertanya tanpa salam kepada ayahnya, raja dan para patriak yang hadir.
Kaisar Zu go pun menjelaskan secara singkat kepada anaknya.
Zu yuan yang mendengar penjelasan ayahnya, ikut tertawa senang.
Sin hanya diam, bahkan memberi ekspresi menyedihkan diruangan istana itu.
.
.
"Ayah, apa aku boleh memotong kedua tangannya..!?" Pinta Zu yuan
"Ha ha ha.. Tentu saja boleh yuan'er, ini pakailah pedang ayah,,!!" Seru Zu go kepada anaknya
Tangan Sin ditarik kedepan dengan kedua rantai yang memborgolnya.
Zu yuan mengangkat pedangnya keatas, dan langsung disabetkan kelangan Sin.
saat pedang mengenai lengan Sin.
PRANKKK
Pedang langit kebanggaan kaisar Zu go patah dan pecah berantakan.
Kaisar Zu, panglima jendral, para raja dan patriak terbengong.
Untuk sesaat mereka melihat keajaiban didepan matanya. Bahkan Kaisar Zu dan anaknya menjauh karena takut.
"Ha ha haa, Apa ini yang disebut kekaisaran terkuat,,??" ejek sin sembari tertawa renyah.
"Anakku Long xin, keluarlah..!!!" Panggil Sin melalui telepati.
Tiba- tiba muncul Naga yang sangat besar diruangan istana, bahkan atap istana hancur karena tidak cukup tinggi, dibanding Naga api (Long xin).
"GROAAAAAAAARRHH
"Anakku, kalau kamu ingin bersenang senang, hancurkan istana ini dan bantai semua orang, terutama yang berada didalam ruangan ini...!" perintah Sin kepada anaknya.
"GROOAAAAARRRH"
SHUUUUUUUUUUSSSSSSS
SHUUUUUUUUUUSSSSSSS
Long xin langsung menyemburkan api merahnya yang sangat panas, dan langsung membakar apapun yang dilihatnya.
BAAAAMM
BOOOOOMMM
Tak ayal cakar dan ekornya pun menghancurkan bangunan disekitarnya.
Hanya tinggal beberapa bangunan istana yang tersisa, tapi tidak lama setelah itu, Long xin langsung memberishkan dengan api, cakar dan ekor.
Aaaaaaaaaaahhhhh
Aaaaaaaaaahhhhh
TOLOOOOOOONG....!!!
TOLOOOOOONG
"Ampuni aku.....!!!
Teriakan kesakitan, kepanasan, dan teriakan minta ampun menggema disekitar istana.
Sementara itu, Sin sudah meneleportasikan anak-anak dan wanita yang berada di lingkup istana, dan memindahkannya ke luar ibu kota kekaisaran.
Sebelum Istana kekaisaran api benar- benar hancur, Sin sudah membabat habis ruang harta di istana itu.
Ada ribuan batu mistik, puluhan ribu batu roh, ratusan juta koin platinum dan emas. Herbal dan senjata, walaupun kebanyakan senjata tingkat emas dan berlian.
Sin juga merampas semua cincin penyimpanan kaisar, jendral, mentri, raja, patriak dan petinggi lainnya yang hadir diruangan itu.
.
.
.
1 jam kemudian,,,
Kini istana kekaisaran api yang disebut- sebut paling besar dan megah, sudah hancur porak poranda.
"Long xin, kembalillah..!!" perintah sin.
"Ayah,,, aku belum puas bermainnya.." keluh Long xin.
Sin tersenyum kecut, mendengar ucapan anaknya.
"Iya nanti kalau ada mainan yang lebih seru, ayah pasti mengajakmu lagi..!!" ujar Sin tersenyum masam.
"Benarkah..?"
"Hmmmm"
WUSSHH
Dengan kibasan tangan Sin,
Long xin sudah kembali ke Dunia jiwa.
BERSAMBUNG...
YANG MASIH SATU FREKUENSI
__ADS_1
JANGAN LUPA SELALU LIKE HADIAH DAN VOTE