
Sebelum melanjutkan perjalanannya,,,
Saat ini Sin berada didalam cincin semestanya.
Dia mengisi waktu dengan membuat arak surgawi, membuat cincin artefak, membuat pil.
Sin juga membuat senjata, baik itu pedang, tombak dan panah, dari senjata rampasannya selama ini. Senjata- senjata itu ditingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Setelah selesai membuat semuanya,,,
Sin melanjutkan kegiatan dengan membaca kitab semesta nya, dia berhenti saat membaca batu kristal teleportasi.
Sin terus membaca, sampai dia benar- benar mengerti.
Setelah Sin menguasai ilmunya, Sin pergi ke gunung Ying tu, dan mengambil 6 bongkahan kristal biasa, yang terdapat di gunung itu.
Sin hanya mengambil 6 bongkahan kristal yang cukup besar.
Keenam bongkahan kristal itu masing-masing berbeda warna, ada yang hijau, merah, kuning emas, ungu dll.
Kemudian sin memotong kecil-kecil bongkahan kristal itu menjadi sebesar bola golf. Setelah dipotong kecil, kristal itu kini berjumlah puluhan ribu.
Sin berniat membuat batu kristal teleportasi, sekali pakai.
Langkah awal, Sin membuat array teleportasi dan menyimpan 6 batu kristal berbeda warna diatas array itu.
Sebenarnya tidak harus berbeda warna untuk membuat kristal teleportasi. Hanya kebetulan saja, Sin mendapatkan bongkahan kristal itu berbeda- beda warnanya.
Sin menyimpan keenam kristal itu hanya di titik-titik tertentu.
Sedangkan batu kristal yang ditengah, adalah untuk menekan titik pusat, agar array tetap seimbang dan tidak hilang, saat Sin menyimpan satu- persatu keenam batu kristal lainnya.
Dengan energi spiritualnya Sin memasukan tulisan-tulisan mantra yang ada didalam array itu kedalam batu kristal diatasnya.
Dalam waktu 1 menit, tulisan- tulisan yang ada didalam array itu masuk kedalam batu kristal.
Tapi tidak sampai menghilangkan tulisan asli dalam array itu
"Berhasil..." gumam Sin senang.
Karena belum tahu batu kristal teleportasi itu sukses atau gagal, dia pun mempraktekannya sendiri.
Sin mengambil salah satu kristal yang berwarna hijau, lalu dia mengalirkan 2% energi qi dan energi spiritualnya kedalam batu kristal itu.
Kemudian dia membayangkan kebun herbal miliknya, yang berada jauh dari tempat berdirinya sekarang, sampai lokasi itu benar-benar terbayang dengan jelas dan terkunci.
Tiba-tiba kristal itu bersinar, tapi warna sinar yang terpancar, tidak sehijau warna kristalnya aslinya
Karena lokasi kebun herbal sudah terkunci dari awal, Sin pun memecahkan kristal itu.
PRANK
WUSSSHH
Seketika Sin pun menghilang dari gunung ying tu, tapi dia tidak muncul dikebun herbal tujuannya. Melainkan dipertengahan antara gunung ying tu dan kebun herbal tujuannya.
"Kenapa muncul dipertengahan...?" gumam sin tidak mengerti.
Dia pun kembali lagi ke gunung ying tu dan mengambil batu kristal lainnya yang berwarna merah
Sin mencoba kembali, tapi kali ini dia mengalirkan 10% energi qi dan energi spiritualnya. lalu dia membayangkan kembali kebun herbal miliknya, sampai terbayang jelas dan terkunci.
Tiba-tiba kristal itu bersinar merah, tapi kali ini pancaran sinar itu semerah warna kristal aslinya.
kemudian sin memecahkan kristal itu.
PRANKK
WUSSSHHH
Sin menghilang dan kali ini, dia muncul dikebun herbal miliknya, sesuai lokasi yang dia bayangkan.
"Berhasil,,," gumamnya senang.
Ternyata sebelum memecahkan kristal, harus dipastikan terlebih dahulu warna sinar itu sesuai dengan warna kristal aslinya.
Kalau pancaran sinar sudah sama sesuai warna kristalnya, artinya energi qi dan energi spiritual yang disalurkan kedalam batu kristal itu sudah pas sesuai lokasi yang dibayangkan penggunanya.
Dan semakin jauh lokasi yang dituju energi yang harus disalurkan pun lebih besar lagi.
Memang sedikit merepotkan kalau dipakai untuk dirinya sendiri.
Tapi tujuan utama Sin membuat kristal teleportasi itu adalah Untuk bisnis, atau hanya sebagai hadiah bagi orang-orang yang dikenalnya.
Setelah berhasil dengan percobaan pertama, kini Sin membuat array yang sama tapi jauh lebih besar lagi
Kemudian dia menyimpan ratusan batu kristal diatas array teleportasi itu.
dalam satu menit tulisan- tulisan itu masuk kedalam ratusan batu kristal diatasnya.
"Berhasil,,," gumamnya makin senang.
Sin terus melakukan itu bahkan dengan array yang jauh lebih besar lagi, sehingga bisa memuat ribuan batu kristal diatasnya.
Dalam 1 jam, Sin berhasil membuat puluhan ribu batu kristal teleportasi, sekali pakai.
Setelah potongan kristal itu habis,,,,
Sin keluar lagi dari cincin semestanya, dan muncul di kamar khusus, yang disediakan raja Hong zi untuk dirinya.
Bahkan kamar itu lebih besar dan lebih bagus dari kamar pribadi raja Hong zi.
.
.
Keesokan harinya...
Sin sarapan bersama dengan raja Hong zi, Hong zian dan permaisurinya, yaitu Chi ran ran.
Setelah selesai sarapan, mereka pun ngobrol santai di meja makan itu.
.
.
"Yang mulia, bukankah kau mempunyai 3 putra, dimana putramu yang satu lagi...?? karena selama disini, aku belum pernah melihatnya..." tanya Sin penasaran.
"Putra kedua ku sudah meninggal, sesaat setelah dilahirkan..." balas raja Hong zi.
"Ternyata begitu..." gumam Sin sambil menganggukan kepalanya.
"Tuan muda Sin, apakah tidak bisa tinggal lebih lama lagi....?" sahut raja Hong zi membujuk Sin,
Karena 2 hari sebelumnya Sin sudah mengatakan akan melanjutkan perjalanan hari ini juga.
__ADS_1
"Maaf yang mulia, sepertinya tidak bisa, hari ini juga aku akan melanjutkan perjalanan..." balas Sin
"Baiklah,,,,!! kalau begitu, orang tua ini tidak bisa memaksa dan menahan tuan muda lagi...
Tapi kapan pun tuan muda ada waktu, pintu istana ini selalu terbuka untukmu..." ucap Hong zi
"Hmmmmm,,,," angguk Sin
.
.
Siang harinya,,,
Hampir seluruh rakyat kota Hong berkumpul di halaman istana, mereka rela berdesak-desakan sampai jauh keluar pintu gerbang istana kerajaan Hong.
.
.
"Tuan muda Sin, kemarin aku memanen anggur, aku sengaja memetiknya untuk bekal perjalanan mu," ucap wanita paruh baya
"Tuan muda Sin, aku sudah memasakan ikan kakap merah dan kerapu kesukaan mu, bawalah ini juga untuk perbekalanmu..." ucap wanita lainnya.
Tidak hanya satu atau dua orang saja, bahkan mencapai ribuan orang yang membawa segala macam makanan olahan masing-masing.
Karena tidak tega kalau sampai ditolak, Sin pun mengedarkan spiritualnya, seketika semua makanan yang ditawarkan pun hilang dari tangan mereka semua.
Sin bahkan sampai meneteskan air matanya, dia tidak menyangka, antusias dan kecintaan rakyat kota Hong begitu besar pada dirinya.
"Terima kasih banyak, atas semua masakan yang telah kalian buat khusus untukku. Aku janji akan memakan semua masakan ini." ucap Sin
Setelah berpamitan kepada semuanya, Sin langsung melesat keatas langit dan kemudian mengeluarkan feijinya untuk melanjutkan perjalanan. Menuju kekaisaran Feng, penguasa Benua barat.
.
.
5 hari kemudian,,,
Sin tiba di ibukota kekaisaran, dia turun cukup jauh dari gerbang masuk ibu kota itu.
"IBU KOTA FENG," gumam Sin membaca plakat gerbang, saat dirinya sedang ikut mengantri.
.
.
"Tanda pengenalnya tuan..!" seru penjaga.
Seperti biasa, Sin hanya menunjukan plakat kecil dari desa Daun wangi, Benua utara.
Karena Sin berasal dari Benua lain, Sin dimintai pajak sebesar 10 koin platinum, bagi mereka yang merupakan bagian dari Benua barat, hanya dimintai 5 koin platinum.
Tidak jauh dari pintu gerbang, dia melihat ada rumah makan, Sin pun masuk ke rumah makan itu.
"Selamat datang tuan,,,,!! Apa anda ingin memesan makanan atau hanya ingin pesan minuman saja..?" tanya seorang pelayan restoran
"Keduanya, dan aku pesan yang terbaik." balas Sin
"Baik, silahkan tuan muda tunggu sebentar, kami akan siapkan pesanan anda..!" ujar pelayan.
"Hmmm,,," angguk Sin
Kemudian Sin mencari kursi dan meja yang masih kosong.
.
.
"Siap tidak siap, kita harus siap..." balas yang lainnya.
"Fenomena Ri shi (gerhana matahari), akan terjadi 3 bulan lagi, kita mempunyai waktu cukup panjang untuk melakukan perjalanan ke Benua timur. Jadi sebelum terjadi gelombang serangan dari binatang monster, kita sudah sampai di Benua itu," timpal yang lainnya.
"Penguasa benua timur, Kaisar Liong. akan memberi imbalan 100.000 koin platinum dan senjata tingkat langit, bagi siapapun yang ikut mempertahankan dari serangan binatang monster itu." sahut yang lainnya.
"Sepertinya tida heran kalau kaisar Liong memberi imbalan sebesar itu, karena taruhannya juga nyawa kita sendiri." timpal yang lainnya
"Tapi selain kita mendapatkan imbalan besar dari kaisar Liong, kita juga dibebaskan untuk mengambil inti energi dari binatang monster yang kita bunuh, kalau kita berhasil membunuh 100 binatang monster saja, lalu kita dijual. Kita bisa hidup dengan bergelimang harta." balasnya senang dan tidak peduli dengan kematian.
"Iya benar, aku sudah lelah hidup miskin terus, dan untuk menjadi kaya, kita harus berusaha, walau nyawa taruhannya." sahut yang lainnya
Obrolan mereka terus berlanjut,,,
Orang-orang itu duduk tepat dimeja sebelah Sin.
Tidak lama kemudian, makanan dan minuman yang dipesan oleh Sin pun sudah tersaji.
Sin menikmati makanan itu, sambil mendengarkan obrolan dari 6 orang di meja sebelahnya.
.
.
15 menit berlalu...
Sin sudah menghabiskan semua makanan yang dipesannya. Kemudian dia menghampiri keenam orang yang ada dimeja sebelahnya.
"Maaf senior kalau saya mengganggu waktunya...!" ucap Sin sopan.
"Tidak masalah, apa ada sesuatu yang kau butuhkan dari kami..?"
"Tepat sekali..." balas Sin singkat.
"Baiklah, apa yang tuan muda butuhkan...?" tanya nya,
Karena melihat pakaian yang dikenakan Sin sangat bagus, mereka pun menyimpulkan sendiri, kalau pemuda yang ada dihadapannya ini, berlatar belakang klan atau sekte yang besar.
"Maaf senior, kalau sebelumnya saya menguping pembicaraan senior semua...! Kalau tidak keberatan, saya ingin tahu informasi sedikit lebih rinci, tentang gelombang serangan binatang monster di Benua timur itu,,,," ujar Sin.
"Kalau begitu, silahkan tuan muda duduk bersama kami...!" seru nya.
"Terima kasih senior..." balas Sin.
"Apa yang ingin tuan muda tanyakan..?"
"Seberapa banyak binatang monster yang akan menyerang benua timur itu..?" tanya Sin
"Jujur saja kalau tepatnya kami tidak tahu, tapi menurut cerita, terakhir kali serangan binatang monster mencapai miliaran." balas nya
"Di tingkat berapa binatang monster itu..?"
"Paling rendah binatang itu berada di tingkat 7-9, ada juga binatang tingkat suci dan mistik, sedangkan untuk pemimpinnya sendiri kami tidak tahu berada ditingkat apa..?" timpal yang lainnya.
"Hmmmm,,,," angguk Sin.
"Berasal dari mana binatang monster itu..?" tanya Sin lagi
__ADS_1
"Binatang monster itu berasal dari Gunung Loyi,,," balasnya
"Bukankah gunung Loyi itu berbatasan langsung dengan jurang kehampaan..?" tanya Sin, yang pernah mendengar obrolan ayah mertuanya, Yao gong zhu bersama kaisar Jiang dan Zarco.
"Benar sekali apa yang tuan muda katakan, gunung itu berbatasan langsung dengan jurang kehampaan.." timpal nya.
"Apa ada hal lain lagi yang ingin tuan muda tanyakan...?" tanya nya.
"Saya ingin tahu tentang kota Feng ini. Tapi senior tenang saja, saya akan membayar tiap informasi yang senior berikan..." ujar Sin
"Informasi terkini yang bisa saya berikan adalah, Saat ini kekaisaran Feng sedang mengadakan turnamen muda berbakat, turnamen ini diikuti oleh 20 sekte yang ada di ibu kota ini. Dan kebetulan besok adalah pertarungan semi final dan finalnya."
Obrolan Sin dan mereka berenam terus berlanjut, mereka saling bergantian memberi informasi umum kepada Sin, baik itu informasi kekaisaran, sekte dan klan besar yang ada di ibu kota Feng.
Sedangkan tentang permasalahan yang sedang berkembang, mereka memilih tidak menceritakan, karena mereka sendiri baru mendengar KATANYA, jadi permasalahan itu belum bisa dipastikan kebenarannya.
Sin pun mengapresiasi sikap mereka berenam, yang tidak mudah menyebarkan isu yang belum jelas kebenarannya.
"Terima kasih banyak senior, atas semua informasinya,,,,!" ucap Sin.
Kemudian dia mengeluarkan satu kantung dan 6 batu kristal teleportasi.
"Senior, terimalah ini..!" seru Sin memberi mereka 10 batu roh tingkat rendah atau setara 10.000 koin platinum.
"Sejujurnya kami malu untuk menerima pemberian tuan muda ini, karena informasi ini sangat umum sekali. Tapi jujur saja, kami memang sedang sangat membutuhkan biaya untuk ongkos naik feiji ke benua timur, jadi kami tidak akan sungkan menerima pemberian berharga dari tuan muda ini."
"Tapi tuan muda, batu apa ini..??" tanya yang lainnya penasaran.
Kemudian Sin pun menjelaskan lebih rinci penggunaan batu kristal teleportasi sekali pakai itu, sampai mereka benar-benar mengerti.
"Senior,,,!! pergunakanlah dengan bijak batu kristal teleportasi ini. Karena kemanapun senior mencari, saya pastikan senior tidak akan mendapatkan harta seperti ini. Senior juga bisa memakai satu batu kristal itu untuk meneleportasikan senior berenam sekaligus. Caranya senior saling berpegangan tangan, cukup satu orang saja yang mengalirkan energi nya kedalam batu kristal itu.." ujar Sin panjang lebar.
"A apa tuan muda yakin akan memberikan harta yang luar biasa ini...?" tanya nya tidak percaya.
"Ambillah...!!! Bukankah senior sangat membutuhkannya saat ini, saya masih mempunyai cukup banyak barang seperti itu, jadi tidak usah sungkan lagi. Saranku hanya satu. Pergilah dari benua timur dengan menggunakan kristal teleportasi. Disaat senior sudah tidak mampu untuk bertarung melawan para binatang monster itu." ujar Sin melengkapi penjelasan sekaligus memberi saran.
"Apa tuan muda juga akan pergi ke Benua timur..? tanya nya penasaran
"Hmmmmmmm,,," angguk Sin.
"Baiklah senior, aku undur pamit, dan terima kasih banyak atas informasinya.." ucap Sin, lalu pergi.
"Sama-sama tuan muda, dan seharusnya kami yang mengucapkan terima kasih kepada tuan muda.."
Sin hanya melambaikan tangan, tanda tidak masalah.
"Huuuuuuhhhhh,,, ini adalah nyawa kedua kita, disaat sedang kritis." ucap salah seorang, setelah kepergian Sin.
"Tunggu dulu, apakah benar ini batu kristal teleportasi sekali pakai..?" tanya yang lainnya, belum yakin.
"Bagaimana kalau kita buktikan saja langsung.." sahut yang lainnya
"Ide bagus..." balasnya
Mereka berenam pun keluar dari restoran itu dan pergi ketempat yang agak sepi.
Setelah itu mereka saling berpegangan tangan sesuai yang di instruksikan oleh Sin.
Kemudian salah satu dari mereka mengeluarkan batu kristal teleportasi berwarna kuning emas.
Dan langsung mengalirkan energi qi dan energi spiritualnya sambil membayangkan tujuannya, yaitu benua timur.
Tapi setelah mengalirkan 80% energi miliknya, pancaran sinarnya belum sama seperti warna kristalnya.
"Kenapa pancaran sinarnya belum sekuning emas kristalnya,,? tanya nya aneh.
"Itu tandanya energi nya belum cukup,,," sahut yang lainnya, karena dia benar-benar mendengarkan instruksi dari Sin.
"Kalau begitu tolong bantu aku, alirkan energi kalian masing- masing kedalam tubuhku..!!" pintanya
Kemudian kelima lainnya mengalirkan energi qi dan spiritualnya kedalam tubuh yang memegang batu kristal teleportasi.
Tidak lama setelah itu, pancaran sinar yang keluar, sudah sesuai dengan warna kristalnya.
Orang itupun memecahkan batu kristal itu
PRANKKK
WUSSSSHHHH
Mereka berenam menghilang dari ibu kota Feng Benua Barat.
BRUKK
BRUUK
BRUKK
.
.
Mereka berenam tiba-tiba jatuh dari ketinggian 2 meteran.
"Eh dimana ini..?" tanya salah seorang
"I ini benar-benar benua timur sesuai yang saya bayangkan.." ucap orang yang memecahkan kristal teleportasi miliknya.
Mereka pun sangat menyesal kenapa harus menggunakannya diwaktu sekarang, padahal mereka masih ingin menonton acara final turnamen muda berbakat di kekaisaran Feng.
"Sudahlah, nasi sudah jadi bubur. Ingat pesan anak muda itu, kita harus bijak menggunakan sisa kristal teleportasi ini. Jangan dipakai untuk bermain-main lagi, kecuali saat berada antara hidup dan mati..." ujarnya mengingatkan
"Hmmmmmm..." angguk semuanya.
.
.
***
Dibenua barat, keesokan harinya..
Saat ini Sin sedang mengantri untuk membeli tiket masuk, dia ingin nonton acara final turnamen muda berbakat di kekaisaran Feng.
.
.
.
BERSAMBUNG....
ini lebih dari 2300 kata ya
kemaren juga sama, lebih dari 2900 kata
__ADS_1
anggap saja itu 2 ato 3 chapter.
DAN JANGAN LUPA TERUS DUKUNG...