
"Bagaimana kalau tuan muda Sin, ikut bersamaku ke wilayah ras manusia..??"
"Baiklah,, lagi pula aku juga belum tahu wilayah disini."
Mereka pun pergi ke wilayah Ras manusia.
Sin menikmati perjalanannya sembari ngobrol ngaler ngidul.
.
.
.
Setelah ngobrol panjang lebar dengan Sho zun, kini Sin tahu, bahwa ternyata keberadaan Sho zun dkk di hutan kematian, adalah untuk menjemput Ras manusia yang akan datang ke alam buangan.
Biasanya Ras manusia muncul, tepat dimana Sho zun hampir di bantai oleh Gollem pohon itu.
Sho zun sendiri sudah lebih dari seminggu menunggu dihutan itu, tapi yang ditunggu tak kunjung tiba.
Dan yang datang malah Gollem pohon yang menyerang membabi buta.
Sampai kemudian, Sin datang menolongnya dari serangan para gollem.
Dia pun menyimpulkan, bahwa Ras manusia yang datang kali ini hanya Sin seorang.
.
.
.
3 jam kemudian..
Lagi-lagi diperjalanan, Sin melihat peperangan dua Ras yang berbeda, dia hanya melihat dari atas bukit.
"Senior Zun, Apa kita harus membantu salah satu Ras itu..?" tanya Sin, yang melihat peperangan.
"Tidak tuan muda, benar dan salah masih abu-abu, jadi kita tidak tahu mana yang harus ditolong. Hidup di alam buangan ini, jangan terkejut dengan peperangan seperti itu, hari ini mereka yang berperang, beberapa hari kemudian Ras lain lagi yang saling bantai, begitulah adanya di alam buangan ini." balas Sho zun panjang lebar.
"Hmmmm" sin hanya mengangguk.
"Tuan muda Sin, perlu tahu,,!! Ras yang paling gampang tersinggung adalah Ras iblis hitam, orc dan elf hitam. Jika tuan muda Sin bertemu salah satunya, jangan sekali- kali menatap matanya," ujar Sho zun
"Kenapa...?" tanya Sin penasaran.
"Karena mereka akan langsung mencabut pedangnya, lalu menebas leher orang yang melihatnya." balas Sho zun
"Sesombong itukah..???"
"Mereka hanya merasa derajatnya lebih tinggi dari pada Ras lainnya.
"Hmmmmm,,," Sin mengangguk faham. tapi dibarengi seringai kejam.
.
.
.
.
.
Kemudian mereka berlima melanjutkan perjalanan menuju wilayah Ras manusia.
.
.
.
.
.
1 hari kemudian, mereka semua sampai di wilayah Ras manusia.
...Wilayah ras manusia...
"Selamat datang di kota Ras manusia tuan muda Sin,,,,!!" ucap Sho zun
"Senior, kalau bisa panggil saja aku Sin, jangan panggil aku tuan muda,,,!! apalagi disini aku bukan siapa-siapa." ujar Sin
"Baiklah kalau begitu, aku akan panggil nak Sin saja,,,, Sebaliknya, kamu cukup panggil aku, paman saja,,!!"
"Hmmm, baiklah paman zun" balasnya santai
"Nak Sin, sebaiknya kita laporan terlebih dulu kepada yang mulia ratu..!" seru Sho zun.
" Untuk..??" tanya Sin
"Tentu saja untuk melaporkan penambahan anggota Ras manusia, walaupun kali ini hanya 1 orang,"
"memang biasanya berapa banyak yang datang ke alam buangan ini?" tanya Sin lagi
"Sedikitnya 10.000 orang/100 tahun," balas Sho zun.
"Sebanyak itu....!!??"
"Ya.." balas Sho zun singkat
.
.
.
30 menit kemudian
Sho zun dan Sin tiba di istana Ras manusia.
.
.
.
.
.
"Salam yang mulia ratu..!!" ucap Sho zun
"Hmmmmmm,,,, bagaimana paman zun, apakah penambahan Ras kita kali ini bertambah banyak...??" tanya ratu Zhu xiang.
"Yang mulia ratu, sepertinya kali ini kita hanya mendapatkan 1 orang tambahan saja" balas Sho zun.
"Sa satu orang...!!!!!!????" Zhu xiang terkejut bukan maen
"Apa paman tidak salah tempat?" tanya zhu xiang memastikan lagi
"100% benar yang mulia ratu" balas Sho zun sangat yakin
"Apa orang itu ada disini?
"Dia sedang menunggu didepan istana yang mulia ratu," balas Sho zun.
"Suruh masuk..!!" seru Zhu xiang
.
.
.
.
...Zhu xiang...
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Sin masuk keruangan istana Ras manusia.
DUG DUG, DUG DUGG..
Jantung Zhu xiang sedikit berdegup kencang setelah melihat Sin.
.
.
.
"Anggun.." gumam Sin, saat melihat sosok Zhu xiang
.
.
"Haiiiissssh, Bukan hanya satu, tapi dia juga hanya seorang pemuda yang sangat lemah" keluh jendral Mao, karena tidak merasakan aura sedikit pun.
.
.
.
.
...JENDRAL MAO...
"Jaga bicaramu jendral Mao..! walau bagaimana pun, dia bagian dari Ras kita." ujar Zhu xiang membela Sin
.
.
.
"Salam yang mulia ratu,,,!" ucap Sin sedikit membungkukan kepalanya.
"Hmmmmm" angguk Zhu xiang
"Siapa namamu tuan muda.?" tanya Zhu xiang
"Sin" balasnya singkat
"Apa benar tuan muda Sin hanya datang sendiri ke alam buangan ini?"
"Persis seperti itu yang mulia ratu" balas Sin santai.
"Kalau boleh tahu, tuan muda Sin berasal dari mana?" tanya Zhu xiang dengan sopan
"Aku berasal dari Daratan rendah"
"Pantas saja lemah..!" ejek jendral Mao.
"JENDRAL....!!!" sahut ratu Zhu xiang mengingatkan jendralnya agar bisa menjaga sikap.
Sin yang yang mendengar dirinya dicemooh hanya diam cuek, tapi kemudian hatinya senang karena merasa dibela oleh ratu Zhu xiang.
"Tuan muda Sin, apa pekerjaanmu dulu di Daratan sana..?" tanya ratu Zhu xiang.
"Aku hanya seorang pelancong" jawab Sin cuek.
Sho zun yang mendengar jawaban Sin sangat terkejut, tapi dia hanya bisa tutup mulut. mungkin pemuda disampingnya ini, tidak mau membuka jati dirinya.
"Baiklah kalau begitu,,,, karena pekerjaan tuan muda Sin sebelumnya seperti itu. Sekarang pilihannya hanya ada 2.
Jadi petani atau pedagang..!?Karena tidak mungkin, aku menempatkan mu jadi salah satu prajurit Ras manusia, Apalagi melancong kesana kemari. Sekarang tuan muda Sin tidak berada di Daratan rendah sana lagi, tapi berada di alam buangan. Keluar wilayah tanpa sepengetahuan kami, maka kami tidak bisa melindungimu lagi dari kejamnya alam buangan ini," ujar ratu Zhu panjang lebar.
Sin mendengar ceramah Zhu xiang. Hatinya senang, karena merasa keselamatannya diperhatikan oleh ratu Zhu xiang.
"Keputusan yang mulia ratu sangat tepat, pemuda seperti ini kalau dibawa ke medan perang hanya akan menjadi beban." sahut jendral Mao
Walaupun Zhu xiang merasa kasihan kepada Sin, karena selalu di ejek oleh jendralnya. Tapi perkataan jendralnya memang benar, hanya saja jendralnya ini tidak bisa memilih kata yang pas saja.
"Baik yang mulia ratu."
.
.
.
.
Beberapa saat kemudian...
Sin dibawa ke rumah kosong oleh Sho zun, untuk menempati rumah itu.
Rumahnya terlihat sederhana, tidak kecil juga tidak besar, tapi lebih dari cukup kalau hidup sendiri.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya...
"Ah Nak Sin, baru saja paman ingin mengajakmu pergi untuk mencari herbal," ujar Sho zun melihat Sin yang baru keluar dari rumahnya.
"Baiklah, silahkan pimpin jalannya,,,!" seru sin tidak banyak tanya lagi.
Mereka berdua langsung pergi untuk mencari herbal.
.
.
2 jam kemudian...
Sin dan Sho zun tiba di pinggiran hutan yang jadi tujuannya.
.
.
.
...Hutan bagian luar...
Perjalanan tidak terasa jauh walau hanya jalan kaki, karena mereka asyik ngobrol ngaler ngidul di sepanjang perjalanan.
.
.
.
.
"Apa tempat tujuan kita masih jauh paman..?
"kita baru sampai dibagian tengah hutan ini"
"Terus Sebenarnya herbal apa yang paman cari?" tanya Sin penasaran
"Tidak ada target untuk mencari herbal khusus, paman mengajakmu kesini, karena stok herbal kita makin menipis. Untuk jaga-jaga, kita harus mencari stok tambahan," balas Sho zun
"Hmmmmmm,,,,,,"
__ADS_1
.
.
.
...Hutan bagian tengah...
Mereka berdua terus berjalan, naik tebing turun tebing.
.
.
.
.
1 jam kemudian...
"Nak Sin kita sudah sampai ditempat tujuan, kita hanya tinggal mencari sumber daya apapun yang ada diwilayah ini."
"Hmmmmm" Angguk sin mengerti
Setelah mencari kesana kemari, mereka pun menemukan sumber daya yang cukup langka.
.
.
.
Jamur ungu sembilan tangkai
"Nak Sin, Akhirnya kita menemukan harta yang bagus, kali ini surga memberkahi perjalanan kita ." ucap Sho zun sangat senang.
"Hmmmmmm" Sin hanya mengangguk ria, karena dibanding dengan kebun herbalnya, sumber daya seperti itu, hanya sampah.
"Nak Sin, dengan sumber daya ini, Alkemis yang kita punya bisa membuat pil tingkat bumi, bahkan mungkin tingkat langit." ujar Sho zun penuh semangat
.
.
.
Dengan sangat hati-hati, Sho zun mencabut Jamur ungu sembilan tangkai.
Karena, jika satu tangkai saja lepas dari akarnya, maka 8 tangkai lainnya akan layu dan tak berguna lagi.
Setelah berhasil mengambil jamur itu, mereka terus melakukan pencarian sumber daya lainnya
.
.
3 jam berkeliling, mereka pun menemukan cukup banyak herbal lainnya, walaupun tak seberharga jamur ungu sembilan tangkai.
Setelah mendapatkan cukup banyak sumber daya, mereka berdua memutuskan untuk pulang.
.
.
.
Sesaat setelah keluar dari hutan....
"Hai hai haaiiiii.... Lihatlah, ada 2 makhluk dari Ras yang tidak berguna" ucap ketua gerombolan Ras iblis hitam
★★★NOTE
Ras iblis hitam, Ras elf hitam artinya ras yang jahat.
Sebaliknya iblis putih dan elf putih adalah ras yang baik.
.
.
.
"Nak Sin, ba bagaimana ini..!?" Sho zun gemeteran
"Apa yang paman takutkan dari makhluk rendahan seperti MEREKA..?" balas Sin sambil mengejek Ras iblis hitam
"BANGSAAAATTTT.....
Siapa yang kau maksud makhluk rendahan..?? Beraninya kau menghina Ras yang paling mulia." timpal ketua ras iblis hitam.
"KALIAN semua CINCANG makhluk kerdill ini, dan sisakan jantungnya untukku...!!!" seru ketua iblis kepada rombongannya
"BERISIKKKK...!!"
"Jari petir semesta" teriak Sin
Dari jari tangannya keluar petir semesta ukuran kecil, tapi daya serangnya sangat dahsyat.
BOOOMMM
BOOOOMM
BOOOOMM
.
.
.
lebih dari 50x terdengar ledakan
Aaaaaaaaaaaaaaaarrgh
Aaaaaaaaaaaaaaaarrgh
.
.
.
.
Teriakan kesakitan menggema di wilayah itu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, lebih dari 50 iblis hitam mati dalam sekejap. Dan hanya menyisakan kerangka tulangnya.
"I i i i ihhhhhhh"
Sho zun bergidik ngeri melihat aksi yang diperlihatkan oleh Sin.
Dia bersyukur, kalau pemuda yang ada didepannya ini bagian dari ras nya. Dan tak bisa membayangkan bagaimana kalau sebaliknya.
Jendral Mao saja, belum tentu bisa mengalahkan satu pemimpin iblis hitam yang menghadangnya ini.
Tapi Sin, bahkan membantainya dalam sekejap mata.
SELAMAT TAHUN BARU
2022 M
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA
LIKE VOTE KOMEN