LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
CHAP 6. LATIHAN 3


__ADS_3

Keesokan harinya sin pergi ke puncak gunung batu, untuk menelan 3 pil sisanya.


sin mengeluarkan pil berwarna putih susu dan langsung menelannya.


awalnya hanya berasa ngilu di tiap sendi tulangnya, 1 jam kemudian bukan hanya sendi yang ngilu tapi hampir semua tulangnya merasakan sakit, tulang tengkorak terasa mau pecah, tulang leher berasa patah.


Akhirnya tulang Sin dihancurkan di mulai dari tulang kaki, lanjut tulang betis dan terus naik keatas sampai tulang tengkorak yang diremukan tak bersisa.


"AAAAAAAAAAAKHH..


AAAAAAAAAAAKHH.."


Sin berteriak keras, meraung tak tertahankan, menggema disekitar puncak gunung batu, bahkan sampai terdengar ke gubuk reyot tempat ayahnya bersmedi.


Li tian yang mendengar teriakan anaknya, langsung membuka mata dan terbang ke gunung batu dimana Sin berteriak.


Dalam hitungan detik Li tian sudah melayang di puncak gunung batu.


Li tian yang melihat Sin meraung kesakitan, langsung duduk dibelakang punggung anaknya dan mengalirkan energi qi miliknya.


7 hari kemudian tulang sin masih ditempa dan sudah dihancurkan puluhan kali..


.100 hari...


.1 tahun...


. 10 tahun


. 100 tahun kemudian, sin baru membuka matanya


"TULANG SEMESTA" gumam sin senang...


Li tian saat mendengar gumaman anaknya


DEEEEEGGGGGGHHH


Lagi lagi Li tian hampir dibuat gila, dirinya saja yang terkenal dengan TULANG BINTANG di Daratan atas sangat dihormati kawan disegani musuh.


Li tian juga sebenarnya baru mengetahui bahwa tulang bintangnya bukanlah yang terkuat, tp sekarang bisa dikatakan tulangnya adalah no 2 terkuat di alam semesta.


FYUUUUUUUUHHHH


Li tian menghela nafas panjang.


"Selamat Sin'er, kamu berhasil menempa tulangmu menjadi tulang tertinggi. Tapi walau begitu diluaran sana masih banyak yang lebih kuat," ucap Li tian sedikit memberi wejangan, agar sin tidak cepat puas.


"Baik ayah, aku akan mengingat apa-apa saja yang ayah ajarkan padaku," balas Sin kepada ayahnya.


Selama seminggu, Sin hanya membiasakan diri dengan tulang barunya, dia merasa lebih ringan dan sangat jauh lebih kuat.


Esok harinya, Sin pergi lagi ke puncak gunung untuk menyerap pil berikutnya, sama seperti saat menempa tulang dia kesakitan meraung sampai menggetarkan gunung batu.


Ratusan kali, ribuan kali darah Sin berasa mendidih lalu diperas sampai habis.


Darah panas keluar dari setiap lubang ditubuhnya bahkan pori pori ikut mengeluarkan darah.


Li tian yang melihat itu bergidik ngeri, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa, karena itu demi melancarkan tugas yang bakal di embannya di masa depan.


.


.


100 tahun kemudian Sin berhasil menempa darah dan jiwanya


NOTE:


TINGKATAN TULANG


- TULANG SRIGALA


- TULANG HARIMAU


- TULANG PHOENIX


- TULANG NAGA


- TULANG DEWA NAGA

__ADS_1


- TULANG BINTANG (li tian)


- TULANG SEMESTA (sin tian)


Kenapa menempa tulangnya sampe menghabiskan 100 tahun? karena awalnya tulang sin hanya tulang srigala. untuk menaikan dari tulang srigala ke tulang harimau saja itu rata-rata menghabiskan waktu 20-25 tahun.


Klo ingin menaikan lagi ke tulang phoenix, maka waktu yang dibutuhkan makin lama.


Sebenarnya penempaan tulang yang saat ini Sin lakukan terbilang super cepat, itu karena ke 4 pil yang sin telan adalah PIL PENOBATAN yang tingkatannya jauh diatas pil tingkat semesta.


Beda sama Li tian dengan tulang bintangnya, itu adalah tulang bawaan sejak lahir.


begitupun dengan kultivator yg lain, walaupun sebagian mempunyai tulang phoenix atau tulang naga itu adalah tulang bawaan, hanya beberapa kultivator yang mau melakukan penempaan tulang ke lebih tinggi, selain sakit yang tiada tara, salah sedikit kematianlah yang jadi finishnya.


.


.


Hari hari pun cepat berlaluberlalu...


Setelah menyelesaikan penempaan dari 2 pil terakhir yaitu pil darah dan pil jiwa. Kini wajah Sin makin tampan dan bercahaya (berkharisma).


Sin tidak menyadari bahwa batu semesta yang pertama kali sin temukan di goa, yang dianggap batu giok itu ternyata sudah menyatu dengan daging dan kulit nya waktu itu juga.


Makin tinggi kultivasi Sin, maka kulit Sin makin keras, sekeras batu semesta.


Panyatuan batu semesta dan kulit sin saat ini masih 0% itu karena sin blm berkultivasi, tapi saat sin sudah berkultivasi, walau baru masuk pembentukan tubuh maka kekerasan kulit sin naik 1%, naik ke pembentukan jiwa kekerasan kulit sin meningkat lagi dan seterusnya.


Maka ketika kultivasi sin sudah berada di tingkat tertinggi, kekerasan kulit sin akan sekeras batu semesta karena sudah 100% menyatu sepenuhnya, bahkan senjata trisula milik yama tidak akan mampu menggoresnya.


***


"Sin'er, kapan kamu akan mulai berkultivasi nak..?" tanya Li tian


"Secepatnya ayah" balas sin


Sin sebenarnya bukan menunda untuk berkultivasi, tapi dia hanya ingin ada waktu bersama ayahnya. Karena selama ini sin hanya fokus berlatih fisik, jadi jarang ada waktu untuk berdua.


.


.


Selama 10 tahun ini selain meluangkan waktu dengan ayahnya. Sin juga membaca kitab satu persatu, bab per bab, dan itu dilakukan berulang kali, agar lebih memahami maknanya.


Sesekali Sin berlatih tanding dengan ayahnya, hanya latihan gerakan dasar tangan kosong. walaupun kalah jauh dari segi pengalaman, tapi kalau sudah beradu pukulan, tangan Li tian sampai meras kebas.


Ayah dan anak itu rutin melakukan latih tanding hampir seminggu sekali,


Waktu pun berlalu cepat...


"Ayah hari ini aku akan mulai berkultivasi" ujar Sin pada ayahnya.


"Bagus sin'er, kamu memang sudah waktunya berkultivasi," balas Li tian..


Seperti biasanya Sin pergi ke gunung batu, kemudian dia duduk smedi setelah melakukan beberapa gerakan dan membaca beberapa kalimat dari kitab metode kultivasi miliknya


WUUUUUUSSSSHHHH...


Muncul lingkaran diatas kepalanya seperti hole, dan menarik energi qi yang ada di dimensi itu.


Dantiannya pun muncul di tengah perutnya, energi qi yang masuk dari lingkaran langsung berkumpul di dantiannya, lalu Sin mengarahkan energi qi ke setiap meridiannya. Lautan energi qi nya pun sangat luas, bila lautan energi qi yang dimiliki Sin jika dibandingkan dengan kultivator biasa adalah 1:100


.


.


1 hari


.


1 bulan


.


1 tahun


.

__ADS_1


200 tahun kemudian..


BOOM


BOOM


BOOM


BOOM


BOOM


BOOM


.


.


.


"PENDEKAR KAISAR TAHAP AKHIR" gumam sin sambil tersenyum cerah, aura semesta merembes dari dalam tubuhnya.


Setelah 200 tahun berkultivasi hanya berada di ranah pendekar kaisar, sebenarnya itu terbilang cepat, karena Sin menggunakan metode kultivasi semesta, dengan lingkaran/hole, jadi penghisapan energi qi jadi lebih banyak dan cepat.


yang membuat lambat adalah


- Lautan qi di dantianya sangat luas 100x


- Tidak dibantu sumber daya


- Dia berada di dimensi lain, dimana energi qi nya tidak semurni dan sebanyak di alam nyata.


Alam dimensi adalah alam buatan manusia. Sedangkan alam nyata, energi qi nya sangat murni dan melimpah. Itu karena alam nyata adalah alam ciptaan sang maha pencipta.


Sudah sejak lama Sin ingin mencoba salasatu jurus semestanya, dia pun mencari target serangannya.


1km dari tempatnya berdiri ada batu seukuran 100m², lalu sin merapalkan beberapa bacaan didalam hatinya.


Selanjutnya mengarahkan energi qi ke telapak tanganya, setelah itu telapaknya langsung diarahkan kepada targetnya.


Keluar bayangan telapak tangan yang asalnya kecil semakin mendekati target energi telapak tangan itu makin besar, dan..


BOOOOOOOOOM


Batu yang seperti bukit itu hancur tak bersisa bahkan jadi seperti batu krikil, padahal Sin hanya mengeluarkan energi qi nya sebesar 5%.


"DAHSYAAAAAAAT" gumam sin terkagum.


"Kalau bukan musuh yang sangat kuat, aku tidak boleh menggunakan jurus - jurus dalam kitab semesta," ucap Sin dalam benaknya.


Sin tidak perlu menstabilkan pondasi kultivasinya, karena dia mempunyai TUBUH SPECIAL yaitu tubuh semesta, jadi saat sin berkultivasi tubuh semestanya secara otomatis menstabilkan pondasibkultivasinya.


Dengan kekuatan fisiknya saja, Sin bisa mengalahkan 3 ranah diatasnya, apalagi ditambah dengan energi qi dan jurus semesta 4-5 ranah diatasnya bukanlah masalah besar.


Setelah puas melihat hasil latihannya, sin melayang dan terbang ke arah rumahnya.


Sin sudah berada di ranah pendekar langit maka dia bisa terbang seperti halnya peri tanpa sayap. karena dari ranah pendekar raja keatas para kultivator sudah bisa terbang dengan mengendalikan energi qi miliknya.


"Ayah aku pulang...!" seru Sin yang melayang diatas rumahnya.


"Selamat sin'er, kamu sudah menjadi kultivator sejati" ujar li tian yang melihat anaknya pulang.


Sebenarnya Li tian tahu sin sudah beres dalam kultivasi tertutupnya, dari seminggu yang lalu. Li tian hanya membiarkan Sin untuk membiasakan diri dengan energi qi yang ada didalam tubuhnya.


Selama pembiasaan itu, Sin bukan hanya mencoba jurus dalam kitab semestanya walau pun baru satu jurus itupun belum sempurna, sin juga melatih gerakan dasar yang diajarkan oleh Li tian, tapi kali ini dia berlatih memakai energi qi.


"Ehhh sin'er,,, kultivasimu sudah berada di tahap apa sekarang?" tanya li tian kaget karena tidak bisa melihat ranah kultivasi anaknya.


Itu karena tubuh semestanya memproteksi diri dari orang lain.


kalau sin mau memperlihatkan nya maka orang lain dapat melihat ranah kultivasi sin. sebaliknya, kalau sin menyembunyikannya maka orang lain tidak bisa melihatnya, jangankan ranah dibawahnya, dewa sekelas Li tian yang ranah kultivasinya jauh diatas sin tidak bisa merasakannya...


.


.


JANGAN LUPA LIKE, HADIAH DAN VOTE NYA ya kawan...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2