
Selesai membantai para pemberontak, dan menjarah apapun yang berada disekte siluman ular.
Sin langsung berteleportasi ke kota hong, tepatnya ke penginapan.
Setelah itu Sin masuk ke Dunia jiwanya, dia muncul dimana 5 tawanan nya dipenjara, tepatnya digunung api Benua penempa.
"Tu tuan muda, a aku mohon pengampunan mu...!!!" ucap Wu tong yang sudah tidak kuat berada dipenjara.
"Cihhh,,, Anakmu sudah mencoba memperdaya calon istriku. Tidak berhenti disitu, kau bahkan membawa semua anggota klan Wu dan membantai semua anggota klan Zhu, dan salah satu yang kau bantai adalah ayah mertuaku." ucap Sin menjeda kata-katanya
"Tidak berhenti disitu, kau juga menculik ibu mertuaku. Masih tidak cukup, kau menjadikan calon istriku jadi target utamamu. Apa kau pikir sekarang ini aku bisa bermurah hati..???" ujar Sin mengakhiri perkataannya.
PLAKKKKK
Sin menamparnya cukup keras, sampai gigi dan tulang rahangnya rontok dan remuk.
Setelah itu Sin menyembuhkan lagi Wu tong dengan api putih nya, tidak berapa lama semua luka termasuk tangan dan kakinya tumbuh kembali.
Selanjutnya Sin mencelupkan seluruh tubuh Wu tong kedalam magma yang sedang mendidih, kemudian mengangkatnya dan disembuhkan lagi.
"Ampuni aku tuan muda, aku salah aku minta maaf...!!" ucap Wu tong sudah tidak kuat lagi disiksa oleh Sin.
Bukan hanya Wu tong, tapi pangeran ketiga Hong zun, Hu ping dan 2 patriak lainnya juga disiksa didalam magma yang mendidih itu.
"Aaaaaaaargggghhhh.."
"Aaaaaaaaaarggghhh.."
"Panaaaaasssss....!"
Teriakan demi teriakan menggema di gunung api, Dunia jiwa.
"Tuan muda, tolong ampuni kami, atau bunuh saja kami sekalian,," ucap Hong zun, yang sudah tidak kuat dengan siksaan.
"Cihhh, akibat ulahmu seluruh rakyat kota Hong selama bertahun-tahun menderita. Jadi hidup dan matimu ada di tangan mereka." balas Sin kejam.
"Dan kau tua bangka Wu tong, hidup dan mati mu juga, ada ditangan calon istriku, Xiang'er." ujar Sin dingin.
Kemudian kelimanya dicelupkan lagi kedalam lahar dan diangkat lagi, kulit dan daging pun meleleh. Sebelum mati, Sin menyembuhkan mereka kembali.
Sin menyiksa kelimanya, selama satu minggu waktu benua penempa, atau kurang dari satu jam di Benua lainnya/alam nyata.
Setelah puas menyiksa kelimanya, Sin mengunjungi kakeknya, ibu mertua dan semua penghuni Dunia jiwanya.
Sin berkumpul bersama kakeknya, jendral Gin, Zarco, Arco, Bajiro, Zhu huang dan petinggi lainnya.
Kemudian Sin mengeluarkan satu tong/drum arak surgawi buatannya.
"Minuman apa itu tuan muda Sin..?" tanya Zarco penasaran.
"Selain harum arak ini juga penuh energi qi." ucap kakek, Yu xiao.
"Benar sekali yang senior katakan,," timpal jendral Gin.
"Aku sudah tidak sabar ingin meminumnya.." timpal Zhu huang yang sudah akrab dengan keluarga Sin lainnya.
Zhu liang yang berada disitu, kemudian membagikan arak surgawi kesemua orang.
Setelah semuanya mendapatkan arak surgawi. mereka pun bersulang, kemudian meminumnya secara bersamaan.
GLEK
GLEK
GLEK
.
.
.
Tidak berselang lama, energi qi meluap-luap didalam tubuh mereka secara serempak.
mereka pun langsung duduk smedi.
Beberapa jam kemudian...
BLUP
BLUP
BLUP
.
.
Puluhan orang langsung naik tingkat kultivasinya.
Kakeknya sendiri yang awalnya berada diranah raja langit tingkat 7, naik 3 tingkat, jadi raja suci tingkat 1.
Setelah 5 jam, semuanya sudah naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
"Terima kasih banyak tuan muda Sin,," ujarnya serempak.
Kemudian mereka pun melanjutkan minum, sambil ngobrol ngaler ngidul.
"Oh iya, Apa kakak ipar akan tinggal disini atau di Dunia luar..?" tanya Sin
"Sebenarnya aku ingin tinggal disini bersama ibu juga kedua adikku. Tapi aku ingin sepertimu berpetualang di alam luar, menolong mereka yang harus ditolong, dan membantai mereka yang pantas dibantai. Walaupun mungkin level kejahatan yang aku berantas hanya gerombolan-gerombolan kecil.." balas Zhu huang.
"Baiklah kalau itu pilihanmu,"
Kemudian Sin menempelkan jarinya di kening Zhu huang, tapi bukan untuk mengikat jiwanya, tapi memberi tanda jiwa. Jika sewaktu-waktu kakak iparnya dalam bahaya, Sin bisa merasakan hal itu.
Dengan tanda jiwa, Sin bisa langsung memasukan kakak iparnya ke Dunia jiwanya, atau Sin sendiri yang langsung berteleportasi ketempat dimana kakak iparnya berada.
"Sebelum kakak ipar berpetualang, ada baiknya kakak latihan dulu dibenua penempa, untuk memperkuat tubuh juga jiwamu..!" seru Sin.
"Terima kasih adik ipar, karena itu juga rencanaku saat ini.."
"Hmmmm,,,," angguk Sin
.
.
Keesokan harinya..
Karena kesembilan calon istrinya belum selesai dalam latihan tertutupnya.
Sin keluar dari Dunia jiwanya dan muncul dikamar penginapan kota Hong.
Kemudian Sin turun dari kamar penginapan, yang berada dilantai paling atas.
"Selamat pagi nona,,,!" ucap Sin kepada resepsionis.
"Selamat pagi juga tuan muda..! Apa ada yang bisa saya bantu..?" tanya resepsionis.
"Tidak terima kasih, aku hanya ingin jalan-jalan saja,," balas Sin, lalu keluar dan langsung menuju kerajaan Hong.
Kabar pembantaian pangeran ketiga dan para kroni-kroninya sudah sampai ke telinga putra mahkota Hong zian.
Tapi kali ini tidak ada satupun prajurit pengintai, baik itu dari kerajaan, sekte atau klan di kota Hong yang mengetahui siapa pelaku membantaian pangeran ketiga dan sekutunya.
.
.
__ADS_1
Di istana kerajaan Hong..
"Paman penasehat, siapa kira-kira yang bisa membantai pangeran ketiga dan sekutunya..?? Apa mungkin Zhu liang dan pemuda itu..?" tanya Hong zian.
"Saya kira itu tidak mungkin tuan muda.
Yang pertama, klan Zhu tidak punya masalah pribadi dengan pangeran ketiga apalagi dengan sekte-sekte aliran hitam itu.
Yang kedua, sangat tidak mungkin nona Zhu liang dan pemuda itu, mampu melawan pangeran ketiga dan sekutunya, selain jumlahnya puluhan ribu, ranah kultivasi mereka jauh lebih tinggi dari pada klan Wu yang sebelumnya mereka bantai..." balas Zo min memberi opini nya.
"Apa yang paman utarkan masuk akal. atau mungkinkah yang melakukan pembantaian itu adalah bantuan dari kekaisaran Feng..?" ujar Hong zian berpendapat lain.
Karena 1 bulan sebelumnya dia sudah memberi surat pada kekaisaran Feng, agar membantunya menangani masalah pemberontakan pangeran ketiga dan sekutunya.
"Saya kira itu lebih masuk akal tuan muda..." timpal salah satu jendral.
"Hmmmmmm,,,, Baiklah, untuk memastikan kebenarannya. Seminggu lagi aku akan berkunjung kekaisaran Feng," ujar Hong zian.
Tidak berapa lama..
"Hormat hamba putra mahkota,,!" ucap prajurit tiba-tiba masuk.
"Hmmmm, Ada apa...?"
"Didepan gerbang ada seorang pemuda, yang ingin bertemu dengan putra mahkota.." balas prajurit.
"Kalau begitu persilahkan masuk..!" seru Hong zian.
"Tunggu tuan muda,,! saat ini situasi belum benar-benar aman, biarkan salah satu jendral memeriksanya terlebih dahulu.,," sahut penasihat kerajaan, Zo min
"Baiklah terserah paman penasehat saja..."
"Jendral Ong, tolong periksa siapa pemuda itu dan ada keperluan apa..!" seru Zo min
"Baik.." balasnya singkat
Kemudian jendral Ong pun berdiri, dan pergi ke depan gerbang masuk kerajaan.
.
.
"Salam senior,,,!" ucap Sin sopan.
"Anak muda, siapa yang kau cari...?" tanya jendral Ong tanpa basa basi
"Aku ingin bertemu dengan putra mahkota Hong zian." balas Sin
"Ada keperluan apa,,?"
"Maaf senior, masalah ini aku harus menyampaikannya langsung kepada putra mahkota."
"Kalau begitu kau tidak bisa masuk istana..." timpal jendral Ong
"Huh merepotkan,,," gumam Sin.
Tidak ingin membuat masalah, kemudian Sin mengeluarkan kakak iparnya, Zhu huang.
"Tu tuan muda Zhu..." kejut jendral Ong, karena tiba-tiba muncul Zhu huang disamping pemuda yang sedang di introgasinya.
"Eh adik ipar, sedang apa kau berada didepan gerbang kerajaan Hong...?" tanya Zhu huang.
"Ada sesuatu yang ingin aku berikan kepada putra mahkota, sekaligus ada sesuatu yang ingin ku sampaikan.." balas Sin.
"Ternyata begitu,,,"
"Paman Ong, tolong izinkan adik iparku masuk kedalam istana, aku jamin dia tidak akan membuat masalah."
"Ternyata pemuda ini, adalah adik iparmu tuan muda Zhu..!!??" ujar jendral Ong
"Baiklah kalau begitu, masuklah...!!" seru nya
Akhirnya mereka berdua pun dibawa masuk oleh jendral Ong.
Sesampainya di ruang istana..
Hong zian langsung berdiri dari kursi kebesarannya, saat melihat sahabat dekatnya Zhu huang.
"Saudarakuu....!!" sapa Hong zian langsung merangkul Zhu huang sambil menepuk-nepukan tangannya ke punggung sahabatnya itu.
Setelah puas saling melepas rindu karena lama tidak bertemu, Hong zian duduk kembali dikursi kebesarannya.
Sedangkan Zhu huang dan Sin, disuruh duduk di kursi kehormatan yang tersedia di istana kerajaan Hong itu.
"Saudaraku,,, atas nama kerajaan dan pribadi aku minta maaf kepadamu juga kepada keluarga besarmu. Sungguh aku tahu, permasalahan apa yang terjadi antara klan Zhu dan klan Wu. Bahkan aku tahu pembantaian yang dilakukan klan Wu, sehingga menewaskan paman Zhu, Tapi sebagai penguasa sekaligus sahabatmu... A aku....!" ucap Hong zian berhenti karena sudah mulai mengeluarkan air mata,
Hong zian merasa malu dan bersalah, sebagai sahabat dirinya tidak berguna, untuk menolong klan sahabatnya itu.
"Saudara Zian....!! Aku ini sahabatmu, tentu saja aku tahu posisimu dan aku memaklumi hal itu. Wu tang adalah sahabat dekat pangeran Hong zun, dan sekarang kau sedang mengalami masalah yang lebih besar dari pada apa yang aku alami saat itu. Jika aku dan klan ku yang runtuh. Maka tidak ada yang dirugikan di kota Hong ini. Tapi jika kau dan kerajaan ini runtuh, Berapa puluh juta rakyat yang jadi korbannya...." balas Zhu huang sangat bijaksana.
Hong zian pun turun dari kursinya dan kembali memeluk sahabatnya itu.
"Terima kasih, terima kasih banyak atas pengertiannya saudaraku,,,," ucap Hong zian tulus.
"Tidak usah sungkan dan jangan dipikirkan lagi, terlebih masalah ku dengan klan Wu sudah beres.."
"Hmmmmm,,, Aku sudah tahu masalah pembantaian di klan Wu 2 hari yang lalu, yang dilakukan oleh adik Liang dan seorang pemuda. Jujur saja aku merasa lega mendengarnya." ujar Hong zian
Beberapa saat kemudian, komandan dari prajurit pengintai membisikan sesuatu ke telinga putra mahkota.
Hong zian pun seketika terkejut mendengar informasi itu.
"Ada apa saudara Zian...?" tanya Zhu huang penasaran, karena ekspresinya berubah 180° sesaat setelah dibisikan sesuatu oleh bawahannya.
"Eh a anu...!!"
Putra mahkota mendadak gagap, dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Anu apa...?"
"Apa benar pemuda yang ada disampingmu adalah orang yang ikut membantai klan Wu...???" tanya Hong zian.
"Haissshhh,,, aku bahkan sampai lupa mengenalkan calon adik iparku ini, Saudara Zian, perkenalkan, ini adalah adik iparku, namanya SIN TIAN panggilannya Sin. Dan benar apa yang saudara Zian katakan, kalau saudara Sin ini yang ikut membantai bersama adikku bungsuku, Zhu liang...."
"Salam putra mahkota..!" ucap Sin menundukan sedikit kepalanya.
Para jendral dan mentri, tersinggung dengan cara Sin menghormati putra mahkota, sekaligus calon raja selanjutnya.
Tapi mereka hanya diam karena ada Zhu huang, yang merupakan sahabat dekat dari Hong zian.
"Saudara Zian, sebenarnya yang mengajakku kesini adalah adik iparku." ucap Zhu huang.
"Eh benarkah..!!??" tanya Hong zian terkejut, karena dia tidak mengenal Sin sebelumnya.
"Adik ipar, katakanlah apa yang ingin kau sampaikan...!! seru Zhu huang.
"Hmmmmmm.." angguk Sin
"Hal penting apa itu saudara Sin..?" tanya Hong zian penasaran.
"Yang pertama, aku minta segera cabut situasi darurat di kota Hong, karena itu sangat menyengsarakan rakyatmu..." ujar Sin tidak banyak basa basi.
"LANCAANGG...! Siapa kau berani mendikte putra mahkota..?? Aku tidak peduli jika kau adalah adik ipar dari tuan muda Zhu, tapi disini kau bukan siapa-siapa. Jika kau berani mendikte putra mahkota, aku pastikan kau tidak bisa lagi menghirup udara segar esok hari." sahut penasehat kerajaan sangat marah.
"Yang kedua, segera lakukan perbaikan dalam hal pelayanan dari semua prajuritmu, terutama dibagian penjaga gerbang kota Hong. Karena hampir semuanya suka memeras pelancong yang datang ke kota ini..." ujar Sin tidak peduli dengan ancaman dari penasehat kerajaan.
"Bangsaaattttt,,,!"
Merasa disepelekan, penasehat Zo min langsung melesat kearah Sin, dengan kepalan tangan yang siap menghantam wajah nya.
Setengah meter kepalan tangan Zo min mengenai wajah Sin.
__ADS_1
Sin menangkap kepalan tangan Zo min dan membanting tubuhnya ke lantai istana.
BRUAKKKKK
Kepala penasehat Zo min tersungkur dibawah, sampai menghancurkan lantai istana kerajaan.
Melihat itu, para jendral dan prajurit langsung siaga dengan senjatanya masing-masing. Tapi saat akan bergerak, putra mahkota mencegahnya.
"Berhenti, dan kembali ketempat kalian masing-masing..!!" teriak Hong zian kepada semua bawahannya.
Para jendral dan prajurit itupun berhenti dan kembali ketempatnya.
Kemudian jendral Ong membantu penasehat Zo min untuk berdiri dan memberinya pil penyembuh, walaupun lukanya tidak parah, tapi keluar darah dari mulutnya cukup banyak.
Setelah situasinya tenang kembali,,,
Putra mahkota pun ingin mendengarkan lebih lanjut perkataan adik ipar dari sahabatnya itu.
"Maaf saudara Sin, bukannya aku tidak mau membuka kembali situasi darurat ini, tapi keadaan kota Hong belum dipastikan aman 100%. Jadi aku harus memastikan keamanannya terlebih dahulu sebelum mencabut kembali," ujar Hong zian panjang lebar.
"Yang ketiga, ada hadiah dariku untukmu, semoga ini menjawab kekhawatiran mu selama ini,,," ucap Sin, kemudian mengeluarkan pangeran ketiga Hong zun, dan ketiga patriak yang merupakan sekutunya.
WUUUUSHHHH
Tiba-tiba muncul Hong zun dan 3 sekutu lainnya, yang merupakan patriak dari 3 sekte aliran hitam.
Kemunculan Hong zun dan sekutunya, sangat mengejutkan semua orang yang berada diruang istana, tanpa terkecuali.
"Pa pangeran ketiga..." gumam Hong zian sangat terkejut.
Sin mengeluarkan Hong zun dan sekutunya, karena dia sendiri sudah cukup puas menyiksa mereka berempat di penjara miliknya.
"Ampuni aku tuan muda,,,!!" ucap keempat pemberontak itu sambil bersujud dihadapan Sin.
"I ini...???" Hong zian mendadak gugup dan keluar keringat sebesar biji jagung.
GLEKKK
Penasehat Zo min dan para jendral, menelan air liurnya kembali, karena sebelumnya mereka sok jago dihadapan abang jago yang sebenarnya.
"Bagaimana putra mahkota, apa hadiahku cukup berguna untuk kerajaan Hong,,?? Aku berharap hadiahku ini ditukar dengan 2 permintaanku yang tadi, dan lakukan sesegera mungkin..!!" ucap Sin
"Aku pastikan 2 permintaan dari saudara Sin akan dilakukan sesegera mungkin, dan mulai sekarang semua prajurit bagian pajak diberhentikan secara tidak hormat (tanpa pesangon). JENDRAL Ong, lakukan segera 2 permintaan yang baru saja saudara Sin sampaikan...!!" ucap Hong zian tegas.
"Baik tuan muda..."
Karena belum resmi menjadi raja, dan sekaligus permintaan Hong zian sendiri, agar semua petinggi istana tidak memanggil dirinya yang mulia. Sebelum dirinya sah menjadi seorang raja di kerajaan Hong.
Hari itu juga, Jendral Ong dan jendral lainnya dibantu oleh para mentri, untuk langsung melakukan 2 perintah dari putra mahkota Hong zian. yaitu mencabut kembali situasi darurat kota, dan memecat semua prajurit bagian pajak.
.
.
1 hari berlalu...
Kebijakan itupun disambut baik oleh semua lapisan masyarakat yang ada di kota Hong.
Selain merdeka dari para pemberontak, mereka juga merdeka dari perpajakan yang sangat tinggi.
Dimana selama ini banyak sekali pemerasan yang dilakukan oleh oknum para prajurit di kota Hong.
.
.
1 minggu kemudian...
Kota Hong kembali ramai, tidak kalah dengan keramaian kota Shangren.
Bukan hanya kemerdekaan yang mereka rasakan, tapi juga kebahagiaan atas kesembuhan raja mereka, yaitu raja Hong zi.
Karena sehari setelah kedatangan Sin. Keesokan harinya, Sin menyembuhkan raja Hong zi dari keracunan yang dilakukan putra ketiganya, Hong zun.
Dan tepat hari ini, akan dilakukan hukum pancung kepada 4 pemberontak. yaitu pangeran ketiga Hong zun, patriak Hu ping dan 2 patriak lainnya.
***
Di alun- alun kota Hong...
Sang penjagal sudah sudah bersiap memenggal kepala patriak Hu ping.
Satu persatu para pemberontak dipenggal kepalanya dihadapan semua rakyat kota Hong.
Dan Yang paling ramai sekaligus yang paling ditunggu, adalah saat pangeran ketiga yang akan dipenggal.
"Penjagal,,, iris tubuh manusia b3rengs3k itu jadi 100 bagian..!" teriak salah satu warga kota Hong
"Penjagal, sisakan jantungnya untuk makanan anjing kecilku...!!" teriak yang lainnya.
Hampir semua warga meneriakan kekesalan dan kebenciannya kepada Hong zun.
Sin sangat puas melihat kebahagian rakyat kota Hong, yang sebelumnya seperti mati suri.
Sedangkan raja Hong zi dan Hong zian sendiri tidak peduli lagi dengan permintaan maaf dari anaknya Hong zun, yang beberapa saat lagi akan dipenggal kepalanya.
"Penggal, penggal, penggal penggal.......!!!" teriak semua orang, agar sang penjagal segera memenggal kepala pangeran ketiga, Hong zun.
SLASH
Kepala pangeran ketiga pun lepas dari tubuhnya, saat pisau besar mengiris lehernya.
Hong zi dan Hong zian, meneteskan air matanya, walau bagaimana pun, Hong zun adalah putra bungsunya, dan adik bungsu Hong zian.
Tapi kesedihan itu tidak ditunjukan di muka umum, karena pasti akan menyakiti hati rakyatnya, karena selama bertahun-tahun rakyat kota Hong dibuat sengsara akibat pemberontakan yang dilakukan pangeran ketiga, Hong zun.
Walaupun begitu keempatnya bisa mati dengan tenang, dari pada dipenjara di gunung api dan disiksa oleh Sin, itu jauh lebih mengerikan.
.
.
2 Hari kemudian,,,
Sin sudah membagikan seluruh harta rampasan dari sekte siluman ular dan 4 sekte lainnya.
Karena 2 hari sebelum dilakukan hukum pancung, Sin mengambil semua harta di empat sekte lainnya.
Dari hasil rampasan itu rakyat kota Hong mendapatkan 50.000 koin platinum/keluarga
Raja Hong zi, semua petinggi dan seluruh lapisan masyarakat kota Hong SEPAKAT. untuk membuatkan patung dari pemuda yang jadi pahlawan kota nya.
...PATUNG PAHLAWAN MUDA...
...SIN TIAN...
BERSAMBUNG...
Karena perjalanan Sin masih sangat panjang, maaf saya sllu menyingkat bagian² tertentu.
Kenapa disingkat??
rencana awal cerita ini paling mentok 70-75 chap saja, itupun Sin sudah naik ke Daratan atas dan menyelesaikan tugasnya disana.
tapi karena ceritanya keluar dari schedule, dan berkembang kemana².
jngankan 75 chap, 100 chap saja belum tentu beres di Daratan tengah..hee
Alhasil saya pusing sendiri.🤣🤣
__ADS_1
tp gpp, selama kalian suka dan mendkung, saya lanjutkan sampai tuntas.
Ditunggu VOTE/HADIAHnya...!!