
Perhatian...!!
Cerita ini memang sengaja sedikit dikebut alurnya, tidak banyak obrolan dari orang sekitar MC, makanya saya selalu menyingkat dengan obrolan ngaler ngidul. Alasannya cuma satu, saya takut ga bisa nulis sampai tamat, klo terlalu bnyak obrolan dan penjelasan. Tapi juga tidak terlalu cepat, yang penting secara garis besar alurnya mudah dimengerti
bahasa yang digunakan dalam menyampaikan semua hal juga sangat ringan, baik itu alur cerita, jurus, hukumΒ² tertentu dll. Alasannya jg cuma satu, karena orang cerdas itu bukan mempersulit yang mudah, tapi mempermudah yang sulit. (Bisa aaee muji diri sendiri..π€£π€£π€£π€£ππ).
Tapi aslinya bukan karena cerdas, tapi karena saya TELMI aja, jadi ga bisa bikin karya yang banyak lika likunya...πππ
jadi buat kawanΒ² yang suka teka teki dengan berbagai hal yang sangat merumitkan, karya saya ini bukan tempat yang pas buat anda.
YO LANJUT LAGI...
.
.
.
.
***
Tidak lama kemudian, Sin tiba- tiba keluar dari batu karang pinggir pantai, batu karang itu kira- kira setinggi 5 meter, yang ditengahnya terdapat hole.
Tanpa menunggu waktu lagi, Sin langsung menutup pintu masuk dan keluar alam buangan ini, yang selalu berpindah-pindah tempat.
Dengan gerakan yang sangat cepat dan rumit dibarengi energi qi dan energi spiritual yang besar.
Dan setelah beres komat kamit
CLANK
array tingkat surgawi pun jadi
"Selesai sudah,, dan selamat tinggal iblis hitam....!!" ucapnya, yang sudah terkurung di alam buangan.
"Huuuh,,, Energi qi di Daratan ini 10 kali lipat lebih padat dari pada Daratan rendah," gumamnya, dia tidak bisa membayangkan seberapa banyak orang kuat di Daratan ini.
.
.
.
Besar daratan tengah, sepuluh kali lipat lebih besar dari pada Daratan rendah.
Di Daratan tengah ini, walaupun besar, tapi hanya ada 4 benua dan 4 kekaisaran yang jadi penguasa dimasing-masing benua.
Dan sedikitnya ada 5 kerajaan di tiap kekaisaran, tapi klan besar di tiap kerajaan jumlahnya banyak sekali.
.
.
.
**
Sebelum melanjutkan perjalanan, Sin menyelam kedalam laut untuk menangkap ikan.
Baru 10 meter menyelam, Sin sudah disambut oleh ikan rhizodus.
"Ho ho hooo...
Kamu beruntung sekali kawan, akan jadi makan pertamaku di Daratan ini," ujar Sin menyeringai.
Tanpa pidato lagi, Sin menghantam mulut bagian atasnya hingga ikan rhizodus itu melesat ke dasar laut, dan mati seketika.
Sin terus melanjutkan pencarian ikan yang lainnya, terutama ikan favoritnya, yaitu ikan kakap merah dan kerapu.
Setalah 2 jam menyelam, Sin menangkap ribuan ikan besar dan kecil. Dengan cara Tarikan gravitasi, dan langsung memasukannya ke Dunia jiwa
Ikan besar diberikan kepada 7 anaknya, sedangkan ukuran kecil dia bagikan kepada penghuni Dunia jiwa, sisanya dilepas untuk di budidayakan di laut Dunia jiwanya.
.
.
.
.
1 jam kemudian, Sin sudah menyantap habis ikan bakarnya, dia pun langsung melanjutkan perjalanannya.
3 hari berlalu,,,
Sin berhenti di sebuah desa, Desa itu kecil untuk ukuran Daratan tengah, tapi besar untuk ukuran Daratan rendah.
Kemudian dia masuk ke desa itu tanpa ada penjagaan dan biaya masuk.
Setelah berjalan cukup lama, Sin melihat pelakat penginapan yang sedikit miring.
Sin tertarik karena ada aura yang cukup kuat tapi aura itu juga sangat menyejukan, dia pun berjalan kearah penginapan bobrok itu.
.
.
.
"Ternyata ada juga yang mau singgah di penginapan jelek itu" ujar seorang pemuda.
"Mungkin dia orang miskin, dari pada diusir dari penginapan yang mewah, jadi orang itu menyesuaikan diri dengan kemiskinannya" timpal yang lainnya.
"Ha ha ha haa...." para pemuda itu tertawa gurih, mendengar celotehan temannya.
Sin mendengar cemoohan dari para pemuda itu, tidak menggubrisnya, dia terus berjalan kearah penginapan bobrok itu.
TOK TOK TOK
Sin mengetuk pintu penginapan itu. tidak lama pintu pun terbuka.
Sin terkejut karena yang membuka pintu adalah seorang wanita buruk rupa juga ada bau menyengat dari kulitnya yang sudah membusuk.
"Tuan muda, apa kau ada keperluan,,,,??" tanya wanita itu,
"Tentu saja, bukankah ini penginapan, jadi aku ingin menginap di penginapan milikmu nyonya." balas Sin, yang mengira wanita dihadapannya sudah berusia paruh baya.
"Tapi penginapan ini sudah tutup dari 1 tahun lalu, dan lagi apa kau tidak merasa jijik melihat wajahku..?"
.
.
.
"Lihatlah wanita itu, berani juga dia memperlihatkan wajah buruknya"
"Sayang sekali anak muda itu, apa dia tidak laku,,!? sampai- sampai wanita menjijikan seperti itu dirayu juga."
"Biarkan saja mungkin dia sudah kebelettt ingin meraskan gurihnya terasi bakar" ujar seorang pemuda lainnya, karena membayangkan tubuhnya saja sudah busuk apalagi anu nya.
"Ha ha ha ha..."
.
.
.
Mendengar penghinaan yang dilontarkan para pemuda kepada wanita yang didepannya, darah Sin langsung naik.
"Tekanan gravitasi 100 ton" ucap Sin dalam hatinya.
KRAKK
CRAAAT
BAAAAAMMM
Seketika tulang para pemuda itu remuk, darahnya muncrat, dan kemudian seluruh tubuhnya jadi tipis seperti baru di press.
.
.
Aaaaaaaaaaaahhhhh
Para wanita sampai menjerit melihat kengerian itu, dan pingsan saat itu juga.
.
.
.
"Nyonya, apakah aku boleh masuk, masalah menginap dan lainnya nanti saja kita bicarakan didalam," ucap Sin yang tidak mau lagi mendengar penghinaan kepada wanita didepannya ini.
"Apa tuan muda yakin..?"
__ADS_1
"Hmmmmm" Sin mengangguk.
Kemudian Sin dibawa masuk ke rumah yang sangat sederhana tapi dalamnya sangat terawat.
.
.
.
"Tuan muda silahkan diminum teh nya, mumpung masih hangat..!!" seru wanita paruh baya itu.
Tanpa sungkan lagi, Sin meminum teh yang sudah tersaji itu.
"Nyonya, kalau boleh tau, ini berada di kota apa?" tanya sin ingin tahu.
"Apa tuan muda baru datang kesini..?"
"Hmmmm.."
"Ini bukan kota, tapi hanya sebuah desa. Desa ini bernama, Desa daun wangi."
Sin sangat terkejut, pasalnya ketika dia melihat dari atas, luas desa ini sama besarnya dengan kota xuan di Daratan rendah.
"Nyonya, perkenalkan namaku SIN TIAN. Dan jujur saja, aku bukan berasal dari Daratan tengah ini, tapi berasal dari Daratan rendah," ucap Sin jujur.
Wanita paruh baya itu lebih terkejut mendengar perkenalan Sin, yang berasal dari Daratan rendah.
Kemudian wanita itu memperkenalkan dirinya, yang bernama Ling si.
...LING SI...
Hampir 3 jam, Sin dan Ling si ngobrol ngaler ngidul.
Setelah mendengar curhatan Ling si, Sin benar- benar terkejut.
Karena wanita yang ada didepannya ini adalah putri dari kerajaan Ling.
Dia di usir 4 tahun yang lalu oleh ayahnya raja Ling sing, karena berhubungan dengan seorang pemuda dari kalangan biasa.
Sesaat setelah diusir dari kerajaannya, wajah Ling si bahkan ditaburi racun perusak kulit oleh orang suruhan saudarinya sendiri, bahkan bubuk racun itu dimasukan kedalam mulutnya.
Saudarinya itu tidak terima kalau Ling si lebih cantik dan lebih dipuja oleh para tuan muda, bahkan jadi idaman seorang pangeran dari kerajaan tetangga.
Yang lebih menyakitkan bagi Ling si, pemuda yang dicintainya juga langsung meninggalkannya, karena wajah Ling si berubah jadi buruk rupa.
Setelah perjalanan yang cukup panjang, Ling si pun membeli sebuah rumah sederhana di pojok desa daun wangi, bagian kerajaan Huang.
Dan Untuk keberlangsungan hidupnya, Ling si merubah rumahnya jadi penginapan.
Tapi sayang, sejak pertama kali dibuka, penginapannya ini belum ada satupun tamu yang menginap, hingga Sin datang berkunjung.
Dan selama ini, untuk memenuhi kebutuhan makannya, Ling si suka berburu dihutan terdekat.
.
.
.
.
"Nona Yi, berbaringlah...!!" seru Sin.
"Tu tuan muda mau apa..?" Ling si gugup, takut pemuda didepannya ini berbuat yang tidak- tidak.
Tapi sedetik kemudian dia sadar, bagaimana mungkin pemuda setampan dia mau berbuat aneh pada wanita buruk rupa seperti dirinya.
"Tenang saja, aku tidak akan berbuat yang aneh- aneh. Percaya atau tidak, aku bisa menyembuhkanmu."
"Be benarakah tuan muda bisa menyembuhkanku..?
"Hmmmmm, percayalah..!"
Tanpa pikir panjang lagi Ling si langsung berbaring.
Sin kemudian memasukan api putih dan energi spiritualnya, dia terkejut karena Ling si masih mampu bertahan, padahal sel-sel syaraf didalam tubuhnya sudah ikut membusuk. Bahkan Sum-sumnya juga membusuk.
Sin juga terkejut, karena Ling si mempunyai tipe tubuh Phoenix. mungkin karena itu, Ling si masih sanggup bertahan.
Sedikit demi sedikit api putih menyebar di tubuh Ling si, hingga semua kulit, organ, tulang dan sum-sumnya terbungkus api putih.
20 menit kemudian, racun diseluruh tubuh Ling si dilahap habis oleh api putih, dan sedikit demi sedikit sel-sel yang mati dan hancur dan metabolisme nya kembali seperti semula.
Beberapa saat kemudian Ling si pun sembuh, wajahnya cantik kembali. Sin sendiri terkejut, yang awalnya mengira Ling si ini wanita paruh baya ternyata masih sangat muda, kira-kira 2-4 tahun diatasnya.
"Wajahku...! tubuhku....!
sudah sembuh seperti semula" ucapnya senang tiada tara
"Telan lah pil ini..." seru Sin memberi pil aura kecantikan
Ling si pun hanya nurut, tanpa menanyakan pil apa yang ditelannya.
Tidak lama kemudian aura itu hilang kembali.
BRUUUKKK
Tiba-tiba Ling si menghamburkan tubuhnya kepelukan Sin.
"Te terima kasih banyak tuan muda,,,!"
"Jangan sungkan, Setelah ini kau bisa membalaskan dendammu kepada semua orang yang telah membuat mu seperti ini...!"
"Tidak tuan muda, yang lalu biarlah berlalu, aku hanya mau menjalani sisa hidupku dengan damai."
TUKKK
"Aduh, ke kenapa tuan muda mengetok kepalaku.."
"Haiiiishhhh,,, Kamu itu terlalu lembut, apa kau pikir berdiam diri dan menikmati sisa hidupmu akan menemukan kedamaian di Daratan seperti ini. Sebelum kamu sembuh, kamu tidak menemukan kedamaian, karena pasti hidupmu penuh dengan lontaran penghinaan. Dan sekarang kamu juga tidak akan mendapatkan ketenangan, karena para tuan muda, apalagi lelaki hidung belang, pasti akan melakukan apapun untuk mendapatkan mu."
"Kalau begitu bawa aku kemanapun tuan muda pergi, aku putuskan untuk menjadi budakmu disisa hidupku."
"He he he" Sin hanya terkekeh
"Kenapa tuan muda tertawa seperti itu,"
"Kamu tidak pantas menjadi budakku, tapi lebih pantas jadi calon istriku."
...LING SI...
"Pria tampan sepertu tuan muda dan dengan segala kelebihannya, pasti banyak perempuan yang berlomba-lomba mendekati tuan muda."
"Apa yang kamu katakan itu benar, bahkan aku sudah mempunyai 7 calon istri, mereka semua cantik dengan kelebihannya masing- masing. Termasuk kamu..!" ujar sin sembari memegang dagu Ling si.
Wajah Ling si seketika jadi semerah tomat, saat dagunya dipegang oleh Sin.
Mereka berdua ngobrol sampai dini hari, bertukar informasi dan pengalaman hidup. Sampai Sin tertidur dipangkuan Ling si.
keesokan harinya...
"Hoaaaam,,," sin menggeliatkan kedua tangannya.
"Eh,, apa semalaman aku tidur dipangkuanmu..?"
Ling si hanya mengangguk.
"Kenapa tidak membangunkanku..?"
"Apapun yang tuan muda butuhkan dariku, aku tidak berhak menolak. Bahkan jika tuan muda meminta nyawaku, pasti akan kuberikan."
MMMMUAAAH
Tiba- tiba Sin bangun dan langsung mengecup kening Ling si.
"Yi'er, Mulai sekarang panggil aku Sin gege atau gege saja, seperti calon istriku yang lain" seru Sin
BRUKK
Sebagai jawabannya, Ling si memeluk erat Sin.
"Yi'er tenang saja, gege akan membalas semua orang yang sudah membuat mu seperti ini."
"Tidak gege,,, walau bagaimana pun mereka adalah keluargaku,,!"
"Kalau gege hanya memberi pelajaran apa boleh..?"
"Hmmmmm.." angguk Ling si pasrah.
.
.
.
Disaat Sin sedang membersihkan diri.
Ling si memasak untuk sarapan calon suaminya itu.
Setelah matang mereka pun makan bersama, Sin terkagum dengan olahan masakan Ling si. Jika dibandingkan dengan masakan ke tujuh calon istri lainnya, hasil masakan Ling si yang paling enak.
"Terima kasih sayang atas masakannya, gege benar- benar sangat menikmatinya."
"Kalau begitu, tiap hari yi'er akan memasak untuk gege"
__ADS_1
"HMMMM..."
"Gege, sekarang kita akan kemana..?
"Yang pasti kita akan berpetualang ke semua benua di Daratan tengah ini."
Baiklah, terserah gege saja..!"
"Sebelum pergi, pakailah cincin ini..!" seru Sin sembari memasukan cincin artefak ke jari Ling si
"Cincin apa ini..?"
"Sekarang teteskan darahmu ke cincin itu...!"
Ling si pun tidak banyak tanya lagi, dia langsung menggigit jarinya dan meneteskan darahnya ke cincin artefak.
WUSSSHHHHH
Cincin itu bersinar terang, tapi beberapa saat kemudian sinar itu hilang kembali.
Sin pun menjelaskan lebih lanjut tentang cincin artefaknya.
Setelah mendengar dan mempraktekannya, Ling si dibuat terpukau dengan cincin artefak pemberian calon suaminya itu.
.
.
.
Setelah melakukan persiapan, Mereka pun akan memulai perjalanan pertamanya.
Disaat keduanya keluar dari penginapan butut itu, puluhan pasang mata melihat keindahan bak seorang dewa dewi.
.
.
.
"Perasaan, kemari pemuda itu datang sendiri, kenapa sekarang jadi berdua," ujar tetangga Ling si.
"Apa kau yakin..?" tanya kerabatnya.
"Apa kau kira aku sudah pikun..!!??"
"Ranah kultivasi wanita itu sudah berada di pendekar suci tingkat menengah. Tapi sayang, pria itu hanya manusia biasa," sahut yang lainnya.
"Biarakan saja, suatu saat wanita itu akan menyesal, karena telah memilih lelaki yang salah."
Sin yang mendengar obrolan para pria itu, hanya cuek dan terus berjalan.
.
.
.
Sebelum melanjutkan perjalanan lebih jauh, Sin membuat tanda pengenal di desa itu, Untuk dirinya juga Ling si.
Tentu saja Ling si merubah namanya jadi Si ling.
Penduduk sekitar daun wangi tidak tahu nama asli Ling si, yang mereka tahu hanya si buruk rupa.
.
.
.
Setelah selesai, Sin memberi 1000 koin emas kepada petugas administrasi kependudukan setempat.
Petugas itupun sangat senang atas imbalan atau hadiah dari Sin. Karena biayanya pembuatan tanda pengenal, hanya 100 koin emas/orang.
.
.
.
1 jam
3 jam
2 hari
4 hari kemudian, Sin tiba di ibu kota kerajaan Huang.
...KOTA HUANG...
.
.
.
.
"Tanda pengenalnya tuan..!" seru penjaga gerbang.
Sin dan Ling si menunjukan tanda pengenalnya dari desa daun wangi.
"1 koin platinum untuk 2 orang..!" ujar penjaga.
Setelah memberi 1 koin platinum, Sin langsung masuk ibu kota huang.
Seperti biasa, saat memasuki kota baru. Sin pasti mencari rumah makan untuk mencari informasi terkini.
Tidak lama dia menemukan rumah makan, lalu dia pun masuk
"Selamat datang tuan, apa anda mau pesan makanan atau minuman..?"
"Keduanya, berikan yang terbaik, masing- masing dua porsi.
"Kalau tuan mau yang terbaik, tuan naik ke lantai 2, karena kualitas daging dan minumannya lebih baik, tapi tentu saja harganya pun lebih mahal, apa tidak masalah tuan..?"
"Baiklah, aku pesan untuk dilantai dua"
"Silahkan tuan tunggu...!!" ucap pelayan
Sin dan Ling si pun naik ke lantai dua.
.
.
.
15 menit kemudian, masakan dan minuman pun sudah tersaji.
"Masakan yi'er dirumah, jauh lebih enak dari pada masakan restoran ini," ucap Sin apa adanya.
"Lain kali yi'er akan memasak lagi buat gege.."
"Hmmmmmm.."
.
.
.
.
"Hanya karena berebut senjata tingkat suci, kerajaan Huang dan Ling rela berperang," ujar seorang pengunjung tidak jauh dari meja makan Sin dan Ling si.
"Tentu saja mereka rela berperang dan mengorbankan apapun, senjata tingkat suci itu hanya kaisar yang memilikinya."
"Memangnya siapa yang mendapatkan senjata tingkat suci saat dipelelangan waktu itu,,?" tanya yang lainnya
"Yang berhasil memenangkan senjata itu adalah raja Ling sing, karena pelelangan berada di wilayahnya, dan sebelum di mulai raja Ling sudah mendapatkan bocoran. Sedangkan yang lain hanya tau saat pelelangan berlangsung. Jadi mereka tidak cukup membawa uang." jawab temannya panjang lebar.
Ling si yang mendengar bahwa kerajaan ayahnya akan berperang dengan kerajaan huang, dia langsung menghentikan makannya.
"Gege.....!!!!" seru Ling si langsung memegang erat telapak tangan Sin.
Sin merasa dilema, Hatinya marah, karena raja Ling tega mengusir anaknya sendiri. bahkan saudarinya sampai tega menyuruh orang lain untuk menaburi wajah Ling si dengan racun perusak kulit, bahkan racun itu dimasukan kedalam mulut Ling si, sehingga organ, sel dan sumsumnya sampai membusuk.
Tapi melihat air mata Ling si, Sin lebih tidak tega lagi.
"Tenanglah Yi'er,,,!!"
"Gege, satu bulan setelah kepergianku, ayah dan ibu menyesali perbuatannya, kemudian menyuruh semua prajuritnya untuk mencariku, tapi karena wajahku buruk dan busuk, yi'er tidak berani pulang." ucap Ling si, karena melihat masih ada kemarahan di mata calon suaminya itu.
"Apa ayahmu tau kalau wajahmu ditaburi racun...?"
Ling si hanya menggelengkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, tapi tidak untuk saudarimu, kalau sampai ayahmu tidak memberi hukuman yang setimpal, maka gege akan membalas saudarimu 100x lipatnya." Balas Sin sedikit melunak.
"Terima kasih gege.." ucap Lin yi kemudian memeluk Sin dengan erat.
.
.
.
BERSAMBUNG....
2500 kata lebih yah..
JANGAN LUPA VOTE DAN HADIAH...!!
__ADS_1
yang sudah kangen penggorengan, komen aja ga usah malu,,,π€£
yg paling bnyk minta, next chap saya buatin..πππ€