
Lanjut lagi kawan...
saya nulis diperjalanan, jd maaf klo BLEPOTAN
REVISI
★TINGKATAN ALKEMIS - ARRAY - TABIB ★
- Tingkat 1
- Tingkat 2
- Tingkat 3
- Master
- Grand master
- Suci
- (Kuno)
- Dewa
- (Surgawi)
- Semesta
Dan untuk tingkatan kultivasi di Daratan tengah masih sama seperti darat rendah, hanya saja batasannya ditambah, bukan sampai pendekar suci tahap puncak.
Karena ga mungkin juga, penduduk daratan tengah yang baru mulai berkultivasi langsung loncat ranah kultivasinya jadi RAJA BUMI.
pasti semua dimulai dari pembentukan tubuh dan pembentukan jiwa.
Hanya saja kecepatan dalam berkultivasi lebih cepat dr pada daratan rendah, terutama dari mulai pembentukan tubuh sampai pendekar suci tahap puncak. Karena kepadatan energi qi nya lebih melimpah.
tapi pada saat memasuki tahapan selanjutnya, kultivator daratan tengah akan kesulitan naik tingkat, krn semakin tinggi kultivasi, lautan energinya semakin luas, jadi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengisi, apalagi saat naik tingkat terdapat jurang yang dalam.
Begitupun didaratan para dewa, tingkat kultivasinya di mulai dari pembentukan tubuh seperti didaratan rendah, hanya saja tingkat kultivasinya tidak dibatasi lagi.
.
.
.
.
.
TINGKAT KULTIVASI DI DARATAN TENGAH DIBATASI 19 TINGKATAN.
pembentukan tubuh (1-3)
pembentuka jiwa (1-3)
pejuang perunggu (1-10)
pejuang perak (1-10)
pejuang emas (1-10)
pendekar raja (awal - menengah - akhir)
pendekar kaisar (awal - menengah - akhir)
pendekar bumi (awal - menengah - akhir)
pendekar langit (awal - menengah - akhir)
pendekar suci (awal - menengah - akhir - puncak)
raja bumi 1-9
raja langit 1-9
raja suci 1-9
__ADS_1
raja surgawi. 1-5
kaisar bumi 1-9
kaisar langit 1-9
kaisar suci 1-9
kaisar surgawi 1-5
setengah dewa (awal, menengah, akhir, puncak)
Dan perbedaan hukum primodial daratan tengah berbeda dengan di Daratan rendah.
Di daratan tengah, para dewa yang turun dari daratan atas, basis kultivasinya tidak ditekan sesuai batasan daratan tengah.
Hanya saja, kalau ada dewa yang turun ke daratan itu, maka untuk kembali lagi ke daratan atas mereka harus siap menerima resiko 9 kali disambar petir semesta. petir semesta adalah petir nomor wahid.
Jadi tidak ada para dewa dari daratan atas yang cukup konyol, turun ke daratan tengah hanya sekedar membuat masalah disana, kecuali berencana menetap selamanya di Daratan itu.
Lagi pula menguasai daratan yang lebih lemah dari daratan atas, sama saja menghina harga diri sendiri.
.
.
.
.
.
***
Di Dunia jiwa...
Saat ini Sin sedang mempelajari hukum gravitasi.
Dalam hukum gravitasi terdapat 3 matra, yaitu tarikan, tolakan dan tekanan.
Tarikan, bisa menarik benda atau manusia yang jaraknya jauh dari pengguna, sebarapa jauh benda yg bisa ditarik tergantung pemahaman hukum gravitasi dan seberapa besar energi spiritualnya.
Begitupun dengan tolakan, bisa melemparkan benda atau manusia tanpa kita bergerak.
MatraTekanan, sekaligus matra terakhir dan tertinggi dari hukum gravitasi, karena bukan hanya bisa menekan tubuh fisiknya saja, bahkan bisa menekan jiwa seseorang. Dan tekanan ini bukan hanya bisa dipakai untuk menekan orang lain, tapi juga bisa dipakai untuk berlatih diri sendiri.
★★★ NOTE
Imajinasi dan penjelasan logisnya sudah dbuat sesederhana mungkin, mudah"an kawan" memahami dgn mudah.
Dari awal cerita, ketika ada pertarungan, saya jarang menggunakan aura kultivasi utk menekan lawan. Krn saya berencana, untuk menekan tubuh atau menekan jiwa seseorang, maka dia harus menguasai hukum tertentu, yaitu hukum gravitasi.
Tapi di chap berapa saya lupa lagi, pernah sekali saya menggunakan aura kultivasi utk menekan seseorang, anggap saja itu tidak ada dan sudah saya revisi.
semoga kawan² memahami manfaat hukum gravitasi di karya saya ini....!!
.
.
.
.
.
***
Sin terus mempelajari 3 matra dari hukum gravitasi, diawali dengan gaya tarikan.
.
.
.
10 tahun kemudian, di Benua penempa, Sin sudah menguasai gaya tarikan. Dia pun langsung mempraktekan keahlian barunya itu.
Sin mencoba menarik batu sebesar 1m² dari jarak 100m, Sin tidak menggunakan gerakan tangan, karena yang diperlukan adalah pemahaman dan kontrol spiritual yang kuat dan akurat.
Batu yang menjadi target, ditarik dan melesat seperti tertarik oleh medan magnet, tapi karena kontrolnya masih buruk, batu itu bukannya berhenti tapi malah menghantam tubuhnya.
BOOOOOOOOOMMMM
Batu hancur berantakan karena menghantam tubuhnya sendiri.
"Huuuuuuhhh,, kontrol yang buruk" gumam sin tidak puas. Dia kembali menarik benda yang ada tidak jauh dari dirinya.
Dari kejauhan Sin melihat ada 5 batu yang berjejer, setelah komat kamit dan mengontrol spiritualnya, kelima batu tertarik kearah dirinya.
BOOOOOMM
BOOOOOMM
BOOOOMM
.
.
Lagi- lagi batu itu tidak berhenti dihadapannya tapi malah menghantam tubuhnya, walaupun yang hancur adalah batunya sendiri.
Sin juga heran, dia hanya berniat menarik salah satu batu, bukan kelima batunya.
"Haiiiissh, bukan hanya tidak bisa menghentikan tarikan itu, tapi juga tida bisa mengontrol pada satu target saja."
__ADS_1
Sin terus melakukan latihan gaya tarikan,
Setelah percobaan yang ke 4.577 kali, akhirnya Sin berhasil melakukan gaya tarikan dengan sempurna, bukan hanya bisa menghentikan tarikan didepan matanya, Sin sudah bisa mengunci satu target saja.
"Akhirnya gaya pertama sudah aku kuasai secara sempurna" gumamnya senang.
hari berikutnya, Sin mempelajari gaya tolakan, tapi karena sudah menguasai dasar tekhniknya, Sin hanya memerlukan waktu 5 tahun untuk menguasai gaya tolakan secara sempurna.
Begitupun dengan gaya tekanan, Sin juga bisa menguasai secara sempurna, walaupun untuk menguasai gaya tekanan, dia menghabiskan waktu lebih lama dari 2 gaya sebelumnya, yaitu 20 tahun.
.
.
.
.
"Saatnya menempa kembali fisik dan jiwaku..!!!" ucapnya penuh semangat
Sin pergi ke gunung batu di wilayah benua penempa, kemudian dia membuat array yang menutupi gunung itu dan memanipulasi waktu 1:1.000.000
Dalam latihan tekanan gravitasi, Sin tidak menggunakan energi qi dan energi spiritual untuk menahan tekanan gravitasi itu, murni hanya menggunakan tubuh dan jiwanya saja.
GUNUNG BATU
Setelah itu Sin memberikan tekanan dilingkup array yang sudah dia pasang.
"Tekanan 10 ton" ucap sin,
Tapi tekanan itu tidak berefek apa- apa pada fisik dan jiwanya, Sin masih bisa bergerak bebas bahkan masih mampu meloncant tinggi. Karena fisik dan jiwanya sudah ditempa di awal.
Karena tekanan masih sangat ringan, sin menambahkan lagi jadi 20 ton.
Lagi-lagi Sin masih bisa bergerak bebas, loncat sana loncat sini.
Kemudian menambah 50 ton, Sin masih bisa bergerak dan melompat, tapi jarak loncatan tidak setinggi dan sejauh sebelumnya. Karena belum benar- benar tertekan, Sin kembali menambahkan tekanan, jadi 100 ton.
Sin masih bisa berjalan tapi tidak dengan berlari apalagi meloncat keatas.
Sebelum menambah tekanan lagi, Sin membiasakan diri dengan tekanan 100 ton.
1 tahun kemudian, Sin sudah bisa berlari dan loncat tapi hanya setinggi 5 meteran.
1 tahun kemudian, Sin Sudah terbiasa dengan tekanan 100 ton, bahkan sudah bisa meloncat ke puncak gunung tanpa merasa ada tekanan.
Karena masih belum puas, Sin langsung menambahkan tekanan 1000 ton,
BAAAMMM
"KHUAAAKH"
Kali ini, Sin bahkan tidak bisa berdiri, tubuhnya serasa ditempa benda seberat 1000 ton. keluar darah dari semua lubang anggota tubuhnya.
Sin terus merangkak, sejengkal demi sejengkal.
10 tahun kemudian, Sin baru bisa berdiri dan berjalan pelan.
10 tahun kemudian, Sin sudah bisa berlari.
20 tahun kemudian, tekanan 1000 ton sudah tidak berefek lagi. dia bisa loncat sangat tinggi dengan tekanan seperti itu.
Tapi Sin belum benar- benar puas dengan kekuatan fisik dan jiwanya yang sekarang, pasalnya yang akan dia datangi selanjutnya adalah daratan tengah.
Dia tidak mau jadi orang naif, saat naik ke daratan tengah belum tentu langsung bertemu dengan orang baik.
Bagaimana kalau langsung bertemu musuh yang paling kuat di Daratan itu, kalau itu yang terjadi, hanya menunggu keberuntungan untuk memperpanjang hidupnya
Sin tidak mempercayai hal seperti itu. Keberuntungan tentang hidup dan mati itu hanya satu kali, kalau sekarat berkali-kali tapi masih hidup, pasti itu settingan author, pikir Sin.
Jika daratan tengah adalah markas musuh, maka sebelum berpetualang di daratan sana, dia harus menjadi yang terkuat dulu.
Berpetualang memang akan menambah pengalaman dan kekuatan, dengan catatan musuh yang dilawan dimulai dari musuh yang terlemah dulu.
TAPI kedatangan musuh tidak akan bisa diprediksi.
Di lapangan yang penuh dengan syarat akan pembantaian, mustahil bisa memilah dan memilih musuh sebelum bertarung. Ingin dimulai dengan bertemu musuh yang terlemah sampai yang terkuat, itu adalah kebodohan yang tak terobati.
Di alam kultivator itu, yang kuat tetap bertahan yang lemah akan tumbang. Jadi BERPETUALANG TANPA PERSIAPAN YANG MATANG adalah kekonyolan yang haqiqi
Begitulah kira-kira pikiran Sin tian.
.
.
.
Untuk meyakinkan dirinya dan membulatkan tekadnya dalam Berpetualang, Kemudian Sin menambah tekanan 10.000 ton
BAAAMMM
"KHUUAAK"
Kali ini tubuh dan jiwa Sin, benar-benar terluka, bahkan sampai membuat dia pingsan. Kalau tulang dan bagian tubuh lainnya bukan tubuh semesta, sudah dipastikan tubuh sin jadi ayam geprek.
1 minggu kemudian, Sin baru bangun dari pingsannya. Dan semua luka sudah disembuhkan oleh api putihnya
Meskipun begitu, Sin masih terkulai lemas, bahkan untuk menggerakan satu jarinya saja tidak mampu,
1 tahun kemudian, Sin baru bisa merangkak sedikit demi sedikit, perjuangan itupun sampai keluar keringat sebesar biji jagung.
10 tahun kemudian Sin baru bisa mendudukan tubuhnya
100 tahun kemudian, Sin bisa berdiri dan berlari.
100 tahun kemudian Sin sudah bisa melompat sampai puncak gunung batu tanpa merasakan tekanan 10.000 ton.
"Huuuuuh,, akhirnya selesai juga," ucap nya sangat puas sekali.
Setelah menghabiskan waktu yang sangat lama di gunung batu atau beberapa jam di alam nyata.
Sin tidak mau menunggu lagi, dia langsung melatih kemampuan array nya.
"Tahap selanjutnya aku harus menguasai array tingkat surgawi," ucapnya penuh tekad.
Semakin tinggi tingkatan array semakin rumit pola dan tekhniknya. Sin terus mempelajari titik pola array tingkat surgawi.
Hari demi hari, seminggu, sebulan, setahun, 60 tahun kemudian Sin menguasai array tingkat surgawi.
Bahkan dewa formasi, Sing Ji Men di Daratan atas, hanya menguasai array tingkat dewa. Sing ji men tidak mengetahui bahwa setelah array tingkat dewa ada 2 tingkat lagi yang lebih mengerikan yaitu tingkat surgawi dan terakhir tingkat semesta.
Setelah pertahanan fisik, jiwa dan kemampuan array meningkat pesat.
"Hanya tnggal meningkatkan ranah kultivasi" gumamnya pelan.
Kemudian Sin menghilangkan manipulasi waktu, gaya tekanan gravitasi dan array yang terpasang di gunung batu itu.
Setelah itu, Sin langsung berteleportasi ke gua alam dimensi, untuk memasuki pintu goa yang keempat.
__ADS_1
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA VOTE nya