
Luas dari 5 benua hanya 30% dari luas dunia jiwanya, 50% adalah lautan, 20% sisanya untuk Benua penempa.
Sin menciptakan BENUA PENEMPA, dikhususkan untuk latihan bagi para penghuni Dunia jiwa nantinya.
Di benua penempa, Sin sudah menciptakan gunung batu, gunung api, gunung es, gunung petir, danau es, danau lahar dan gedung kultivasi yang sangat besar. Walaupun sudah menciptakan tempat latihan fisik yang banyak dan besar, tapi lahan kosong dibenua penempa masih sangat luas.
khusus di benua penempa, sin memasang array penghalang dan mengatur waktu lebih cepat, dan perbandingan waktunya 100:1
100 tahun di Benua penempa sama dengan 1 tahun di 5 Benua lainnya.
.
.
.
"Akhirnya selesai juga, hanya ada beberapa yang masih kurang, yaitu kebun herbal dan hukum gravitasi untuk melatih fisik dan jiwa." gumam sin, yang merasa cukup puas dengan Dunia jiwanya saat ini.
Setelah semuanya beres, Sin keluar dari Dunia jiwanya dan muncul di gubuk reyot alam dimensi. Karena tidak ada siapa- siapa, sin melesat ke arah samudra, untuk menangkap ikan kakap merah, kerapu dan salmon. Khusus untuk go kong dan cybrus, sin akan menangkap 2 ikan paus .
.
.
.
.
.
BYURRR
Sin menyelam kedalam laut, tidak membutuhkan waktu yang lama sin menemukan sekumpulan ikan yang dicarinya.
"BUSUR" ucap sin dalam hatinya, tali busur ditarik
SHUUUUUUT
SHUUUUUT
SHUUT
.
.
.
Ratusan anak panah melesat dan mengincar ratusan ikan yang sudah ditargetkan. 15 menit kemudian Sudah ribuan ikan yang tertusuk anak panahnya.
Sin juga menangkap banyak ikan secara hidup- hidup dari berbagai spesies untuk mengisi lautan di Dunia jiwanya.
2 jam berlalu..
Sin kembali ke rumah dimana para calon istrinya sedang berkumpul.
.
.
.
.
.
"Gege,,,,!!! gege dari mana saja?" tanya sun ji ling manja
"Gege habis memancing ikan"
Kemudian sin mengibaskan tangannya dan mengeluarkan 20 puluh ikan yang cukup besar dan 2 paus untuk go kong dan cybrus.
"Go kong, cybrus bersihkanlah semuanya, kita akan makan besar malam ini,,,!!" perintah sin kepada kedua bawahannya
"Baik boss"
.
.
.
.
"Sayang,,,,, mulai besok kalian akan pergi dari alam dimensi ini, dan pindah ke Dunia jiwa." ucap sin sembari mengusap lembut kepala sun ji ling
"Gege,,, Apa Dunia jiwa sama seperti disini?" tanya Lin yi yang sudah bergelayutan di lengan sin.
"Kurang lebih seperti itu, hanya saja ada beberapa kelebihan.
Satu,,,, Waktu disana sama dengan alam nyata, kecuali 1 tempat yaitu benua penempa, maka waktunya sama seperti di dimensi ini
Dua,,,, energi qi disana tergantung dimana gege berdiri, seperti halnya sekarang, gege berada di alam dimensi ini, maka energi qi yang ada di Dunia jiwa juga sama seperti disini. Saat gege berada di daratan rendah, maka energi qi di Dunia jiwa juga sama. Begitupun ketika berada di daratan tengah dan daratan atas, energi qi Dunia jiwa akan menyesuaikannya secara otomatis.
Ketiga,,, Gege sudah membuat tempat latihan yang cocok buat kalian bertiga, sesuai kebutuhan fisik kalian masing- masing.
Dan apa itu Dunia jiwa, besok kalian akan melihatnya sendiri." Ujar sin mengakhiri penjelasannya.
"Hmmmm,,, baiklah" balas lin yi pura- pura mengerti.
.
.
.
2 jam kemudian...
Mereka pun makan besar bersama.
__ADS_1
.
.
.
Keesokan harinya..
"Apa kalian sudah siap?"
"Hmmmmm" balas ketiga calon istrinya mengangguk.
Dengan kibasan tangan ketiga istrinya, lin zhiang dan kedua bawahannya menghilang dari alam dimensi. Dan muncul di Dunia jiwa.
Mereka semua muncul tepat didepan rumah sin, rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, cukup untuk menampung 20 istrinya kelak. «💪💪💪💪🤣🤣🤣»
.
.
.
Setelah puas melihat rumah dan isinya. Sin membawa mereka semua ke berbagai tempat yang ada di Dunia jiwa dengan cara berteleportasi.
.
.
.
.
Keesokan harinya..
Sin memberi instruksi kepada go kong dan cybrus, agar Lin yi dan sun ji ling berlatih di gunung es, lang xie yue di gunung batu, dan lin zhiang di gunung api.
"Kalian berlatihlah dengan giat, agar menjadi yang terkuat.
Kemudian sin m3nc1ium ketiganya satu- satu.
Mmmmuach
Mmmmmuach
Mmmmmuach
.
.
.
Lalu sin keluar dari dunia jiwa dan muncul dikekaisaran es,,,
.
.
.
.
"Salam ayah" ucap sin hormat.
"Sin'er, didalam banyak orang yang sedang menunggumu," ujar lang xie ji
"Memangnya siapa yang sedang menungguku...?"
"Ikutlah,,,,!! nanti kau akan tahu sendiri," seru lang xie ji.
Tanpa banyak bicara, sin mengikuti ajakan calon ayah mertuanya itu.
.
.
Sesampainya di ruang istana, Sin melihat banyak orang terdekatnya yang datang kekaisaran es,
- ada kakek yu xiao,
- ayah mertua lin wuqing dan yan shi,
- bibi sun hua (matriak mutiara salju)
- Raja xuan jing dan lin jia ying
Didalam istana juga ada kaisar dan permaisuri dari kekaisaran angin, yaitu Sung miji dan Sung milan. Hadir juga Qing su dan Qing ruo dari sekte rubah putih. Dan banyak raja- raja dan patriak sekte besar lainnya, yang hadir di istana kekaisaran es.
Mereka semua yang datang kekaisaran es tidak lain hanya untuk menghadiri acara lelang di paviliun angsa.
Tapi karena acara lelang masih 2 hari lagi, mereka semua menyempatkan waktu untuk berkunjung ke kaisaran es.
"Salam kakek, ayah dan ibu mertua, paman xuan dan bibi lin dan semua yang hadir diruangan ini" ucap sin memberi hormat.
Qing ruo yang sudah mendengar tentang sin, dari obrolan yang terdengar didalam istana, hanya diam tapi sudut matanya sesekali melirik ke arah sin
Karakter QING RUO saya ganti dengan yang ini
"Eheemmmm" Qing su berdehem, melihat anaknya yang mencuri pandang ke arah pemuda tampan yang kini sedang jadi pembicaraan hangat.
Qing ruo pun hanya menunduk malu, pasalnya selama ini jangankan memperhatikan laki- laki secara khusus, mencuri pandang saja tidak pernah, TAPI TIDAK KALI INI.
.
.
.
__ADS_1
Sin, yu xiao beserta keluarga terdekat lainnya saling melepas rindu, dan cukup lama mereka ngobrol bersama.
Pembicaraan antar kaisar, para raja dan patriak di istana kekaisaran es terus berlanjut, tidak ada hal penting yang dibicarakan secara khusus, hanya sekedar mempererat persahabatan diantara mereka semua.
.
.
.
Malam harinya untuk memeriahkan persahabatan, kaisar lang mengadakan acara arena persahabatan, dihalaman istana.
Para tamu menyambut baik ide dari kaisar lang xie ji itu.
.
.
.
Beberapa saat kemudian...
Salasatu jendral kekaisaran es berdiri diatas panggung,
"Baiklah langsung saja, saya buka acara arena persahbatan ini, peraturannya sangat sederhana, yang penting tidak sampai membunuh dan membuat cacat (menghancurkan dantian). Dan siapapun boleh naik ke panggung dan menantang siapapun. Dan yang akan menjadi wasit adalah saya sendiri," ujap sang jendral mengakhiri pidatonya
.
.
.
Tidak lama kemudian seorang pemuda tampan naik keatas panggung.
"Salam kepada yang mulia kaisar lang dan semua hadirin yang hadir disini, perkenalkan nama saya Tie bu perwakilan dari sekte pedang biru di wilayah kekaisaran angin" ucap tie bu memperkenalkan dirinya sebagai peserta pertama
Tidak menunggu lama, seorang laki-laki cukup tampan naik juga keatas panggung, sekaligus akan menjadi lawan tie bu.
.
.
.
"Apa kalian siap..?" tanya jendral
"SIAP" jawab keduanya
.
"Kalau begitu,,, Mulai...!!!" seru jendral
"Pedang terbang gerakan pertama" teriak Tie bu,
Pedang milik tie bu melesat seperti mempunyai kesadarannya sendiri.
"pedang membelah awan" timpal orang yang menjadi lawannya,
TRANK
TRANK
TRANK
Dentingan pedang terus beradu, keindahan dalam bermain pedang diperlihatkan oleh kedua peserta
Pedang terbang milik tie bu terus menusuk dan mengayun kearah lawannya. Tapi masih bisa ditahan dan dihindari.
Mereka pun sudah bertukar ratusan jurus dalam waktu 10 menit.
"pedang terbang gerakan kedua" teriak tie bu, yang ingin meningkatkan daya serangnya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Tie bu memenangkan tarung persahabatan itu, dengan menusuk paha dari lawannya.
"Pemenangnya adalah saudara Tie bu dari sekte pedang biru" ucap sang wasit.
Tie bu adalah pemuda berusia 20 tahun dan sudah berada diranah pendekar kaisar tahap awal.
Dan Sekte pedang biru sendiri adalah sekte terbesar di kekaisaran angin.
.
.
.
.
2 jam kemudian...
Tie bu masih bertahan diatas panggung persahabatan, setelah melawan 5 orang jenius dari sekte atau klan besar lainnya.
.
.
.
"Apa masih ada yang berani melawanku...???" tanya tie bu sembari melihat kearah penonton, dengan gaya sedikit angkuh karena belum ada yang mampu mengalahkannya
Sin yang melihat sikap Tie bu hanya cuek bebek.
"Mohon maaf yanga mulia kaisar lang,,,!! Apa hamba diperbolehkan menantang seseorang" tanya Tie bu
Kaisar lang xie ji hanya menjawab dengan anggukan saja.
"Kalau begitu, aku menantang nona cantik Qing ruo dari sekte rubah putih." ujar tie bu...
BERSAMBUNG...
__ADS_1
KALAU SUKA.....
JANGAN LUPA VOTE/HADIAH