
★★
RANAH KULTIVASI
pembentukan tubuh (1-3)
pembentuka jiwa (1-3)
pejuang perunggu (1-10)
pejuang perak (1-10)
pejuang emas (1-10)
pendekar raja (awal - menengah - akhir)
pendekar kaisar (awal - menengah - akhir)
pendekar bumi (awal - menengah - akhir)
pendekar langit (awal - menengah - akhir)
pendekar suci (awal - menengah - akhir - puncak)
Ranah kultivasi lanjutan Daratan tengah
raja bumi 1-9
raja langit 1-9
raja suci 1-9
raja surgawi. 1-5
kaisar bumi 1-9
kaisar langit 1-9
kaisar suci 1-9
kaisar surgawi 1-5
setengah dewa (awal, menengah, akhir, puncak)
★TINGKATAN ALKEMIS - ARRAY - TABIB ★
- Tingkat 1
- Tingkat 2
- Tingkat 3
- Master
- Grand master
- Suci
- Kuno
- Dewa
- Surgawi
- Semesta
Esok harinya....
Ling si dan Sin keluar dari kamar penginapan, dan menyerahkan kunci pintu kamarnya ke resepsionis.
Baru 20 meteran keluar dari penginapan.
"Hai nona cantik...! Apa kau mau menginap sehari lagi bersama tuan muda ini. Dibanding pemuda lemah itu, aku jamin kali ini kau akan merasa pua.."
SLASH
SLASH
SLASH
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, pemuda itu sudah ter'iris jadi 20 bagian, seperti kue lapis.
"Tu tuan muda zong,,,,!!!" seru pengawal pribadi Zong yu an, karena melihat tuan mudanya terbunuh begitu singkat.
"Anak kepar4ttt, beraninya kau membunuh tuan muda Zong yu an, akan ku buat merasakan hidup segan mati tak mau" marah Zong li.
"Pukulan pembelah laut" teriak Zong li,
Kecepatan seorang kultivator di ranah raja langit tingkat 8, tak diragukan lagi.
Zong li melesatkan pukulan super cepat dan kuat kearah dantian Sin.
Dia bermaksud menghancurkan kultivasi Sin, kemudian menyiksanya 1000 kali lipat.
Saat pukulan Zong li mengenai tubuh Sin,
KRAAAKKKK
__ADS_1
Tulang tangan Zong li retak, dari mulai kepalan tangan sampai sikunya.
"Aaaaaaarghhhhh...." teriak Zong li kesakitan
"Apa itu serangan terkuatmu botak..?" ejek Sin
"Ba bagaimana mungkin..!!?? bahkan patriak Zong harus menggunakan perisai untuk menahan jurusku ini, tapi dia...!?" gumam Zong li sangat terkejut
"Berisik.."
PLAAKKKK
KRAAAKKK
Sin menampar Zong li sampai tulang rahangnya remuk dan lehernya patah, karena berputar 360°.
Ling si bahkan terbengong melihat gaya bertarung calon suaminya.
"Si'er, ayo jalan lagi....!!" ajak Sin
Ling si pun terbangun dari bengongnya, lalu menyusul calon suaminya yang sudah berjalan lebih dulu.
"Selain kuat dia juga sangat tampan..." puji ucap seorang wanita disekitar penginapan.
"Dia memang kuat, tapi dia sudah membuat masalah besar, sayang sekali pemuda setampan itu harus mati ditangan patriak Zong" ujar gadis lainnya.
"
1 jam kemudian, Sin dan Ling si sudah berada di pasar tradisional kota huang.
Di sepanjang jalan, banyak pedagang yang menjajakan barang dagangan nya.
Kemudian Sin memasuki salah satu toko herbal di pasar tradisional itu.
"Selamat datang tuan muda, apa ada yang tuan muda butuhkan..?" tanya wanita pemilik toko.
"Maaf nyonya, saya akan melihat-lihat dulu, siapa tahu ada yang menarik hati saya" balas Sin
"Silahkan tuan muda yang tampan, nikmatilah pencarian mu..!" ucap wanita pemilik toko itu
"Gatal..." gumam Ling si pelan.
Setelah Sin melihat ke berbagai rak, tidak ada yang menarik hatinya, herbal yang dipajang di rak pun bahkan lebih sampah dari pada jamur 9 tangkai yang dia temukan di alam buangan.
"Gege,, apakah tidak ada yang menarik..?" tanya Ling si
"Sebenarnya tidak ada, hanya saja inti energi binatang tingkat 7-9 cukup berguna untuk melengkapi persenjataan Feiji ku." balas Sin cuek
"Eh, apa gege punya Feiji...?" tanya Ling si terkejut.
"Hmmmmm..." angguk Sin
"Bahkan kerajaan ayah saja tidak mempunyai Feiji. Seberapa kaya gege ini..?" pikir Ling si, tapi tidak berani bertanya.
Akhirnya Sin memborong semua inti energi binatang tingkat 7-9, di toko itu bahkan ditoko lainnya.
puas berbelanja di toko herbal, Sin memasuki toko persenjataan.
Senjata ini memang tidak berguna untuk dirinya, tapi bahan mentah besi/ baja sangat berguna untuknya.
Sin kemudian menemui pemilik toko ini, yang berada di ruangan lain.
TRANK
TRANK
TRANK
Suara tempaan terdengar jelas.
"Maaf paman, aku mengganggu waktumu sebentar" ucap Sin kepada pemilik toko yang sedang menempa senjata.
"Tentu saja tidak, pelanggan adalah raja." balas pria paruh baya itu menyambut baik pengunjung tokonya.
"Apa paman mempunyai bahan mentah besi/baja cukup banyak..?" tanya Sin
"Apakah tuan muda juga seorang penempa..?" tanya nya malah bertanya balik.
"Bisa dibilang begitu, tapi aku hanya seorang pemula," balasnya merendah.
"Untuk bahan mentah sebenarnya ada, tapi stoknya tinggal sedikit. kalau kau memerlukan cukup banyak, pergilah ke gunung Ying tu.
Di kaki gunung itu tersedia bahan mentah yang melimpah ruah. Gunung Ying tu ada disebelah barat kalau dari sini." ujarnya panjang lebar.
"Ah terima kasih banyak paman, atas informasinya," ucap sin, kemudian memberikan 1 kantung koin kepada pemilik toko dan langsung berpamitan.
Walaupun sempat ditolak, tapi Sin memaksa agar tidak menolak rezeki..
Setelah Sin pergi dari tokonya, pria paruh baya itu membuka kantung koin pemberin Sin. Dia sangat terkejut, ternyata isinya 1000 koin platinum.
Tidak ingin membuang waktu, Sin melesat cepat kearah barat sesuai petunjuk dari sang pemilik toko.
30 menit kemudian ,Sin dan Ling si tiba di kaki gunung Ying tu.
Dia pun mengedarkan spiritualnya, dan ternyata benar lebih dari 75%, gunung Ying tu adalah bahan mentah besi dan material lainnya.
Gunung Ying tu itu, setinggi 8000 meteran lebih, atau sama dengan mount everest, tapi untuk Daratan rendah gunung sebesar itu adalah gunung kecil, apalagi untuk Daratan tengah.
__ADS_1
"SURIKEN" teriak Sin
SEUUUUUUNGGG
Suriken melesat secara horizontal ke arah gunung Ying tu, awalnya suriken itu hanya 1m² tapi saat mengenai kaki gunung, suriken itu membesar dan terus melebar sebesar gunung Ying tu.
Tidak sampai 1 menit, gunung Ying tu pun terpotong secara horizontal, seperti nasi tumpeng yang dipotong dari tampahnya/nyiru.
Tentu saja bahan mentah biji besi dan material lainnya masih melimpah ruah dibawah potongan gunung itu. Jadi Sin tidak khawatir, warga sekitar kehilangan mata pencahariannya.
Setelah terpotong rapi, Sin langsung memindahkan gunung ying tu, ke cincin semestanya. Kemudian dia kembali ke ibu kota huang.
Tidak jauh dari ibu kota, patriak Zong yu in dan anggota klannya, sudah berdiri menghadang Sin dan Ling si.
"Anak muda,,,! Apa benar kau yang sudah membunuh anakku tadi pagi...????" tanya Zong yu in, yang masih terlihat calm.
"Apa aku harus berdiam diri, disaat seseorang mau melecehkan istriku..?" tanya Sin balik bertanya.
"Bangs4tttt, kalau kau tau diri, harusnya kau berikan wanita itu kepada anakku bukan malah membunuhnya." teriak Zong yu in mulai marah.
Sin yang mendengar perkataan konyol dari pria paruh baya didepannya, tidak tahu harus merespon seperti apa.
Apakah harus bersedih atau tertawa, tapi dia milih tertawa.
"HA HA HA HA HA HAA.." tawa Sin menggema.
Zong yu ini, yang merasa disepelekan langsung menyerang dengan jurusnya
"100 pedang menusuk gunung" teriak Zong yu in
Tiba- tiba muncul 100 pedang,,,
pedang itu melesat dan berputar disekeliling Sin dan Ling si.
Tidak lama kemudian 100 pedang itu naik keatas dan turun menyerang tepat kearah kepalanya Sin.
TRANK
TRANK
TRANK
TRANK
TRANK
TRANK
denitingan pedang terdengar, saat 100 pedang itu menusuk kepala Sin secara beruntun.
Bukannya menusuk, semua pedang Zong yu in malah hancur berantakan saat menghantam kepala Sin.
"Sekarang giliranku" ucap Sin dingin
Kemudian dia menembakan 2 kali sinar putih ke reruntuhan tembok bercampur batu disekitarnya.
DRAK
DRAK
DRAK
Tumpukan tembok dan batu menyatu, tidak lama kemudian menjadi gollem.
Lalu dia menjentikan jarinya, tiba- tiba muncul array penghalang dan mengurung Zong yu in dan anggota klannya.
Tanpa banyak ba bi bu lagi
BAAAAAAMMMM
BAAAMMMMMM
BAAAAAAAAMMM
BOOOOOOOMMM
Hantaman tangan dan injakan dari 2 gollem membabi buta, menyerang patriak Zong yu in dan ratusan anggota dan beberapa tetua klan Zong.
KRAAAAKK
KRAAAKKK
CRAAASSHH
CRATTTTTT
Suara hancurnya tulang tengkorak dan muncratnya darah dari tubuh anggota klan Zong terdengar gurih disekitar itu.
"Aaaaaarrrggghhhhhh"
"Aaaaaaarrrgghhh"
"Tolooooooooong"
"Tolong ampuni aku tuan muda...!!"
"Hebaaaaaaaaaaaaattttt" gumam Ling si, yang kini makin berharap bantuan calon suaminya itu, untuk membantu ayahnya, raja Ling sing.
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA VOTE NYA..!!!
__ADS_1