LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA

LEGENDA BARU SANG PENGUASA SEMESTA
LUKISAN IBU


__ADS_3

Sin terus melesat menuju kekaisaran chen, di tengah perjalanan sin melihat sebuah kota cukup besar, kemudian sin turun agak jauh dari gerbang masuk.


Terlihat dari jauh, cukup banyak orang yang keluar masuk di gerbang kota itu. Setelah mendekati gerbang, sin ikut mengantri seperti yang lain.


Sin membaca papan nama di pintu gerbang


"KOTA PEDANG."


"Maaf senior, kalau boleh tau kenapa kota ini dinamakan kota pedang? tanya sin penasaran


"Apa kau baru datang di kekaisaran ini? tanya balik pria paruh baya itu


Sin hanya mengangguk


"Pantas saja tidak tahu, kota ini dinamakan kota pedang, karena disini banyak penduduk lokal yang menjadi pembuat senjata, terutama pedang." ucap pria itu memberi penjelasan


Sin hanya ber ooohhh ria


.


.


.


20 menit kemudian


"Tanda pengenalnya tuan..??"


Sin pun mengeluarkan tanda pengenal dari kota xuan kekaisaran lin.


"Penjaga gerbang yang melihat tanda pengenal dari kekaisaran lin yang notabene sedang dalam masa peperangan dengan kekaisarannya, awalnya curiga dan menahan sin di pos gerbang, si penjaga berdiskusi dengan penjaga lainnya.


Karena melihat sin tidak mempunyai energi qi, sin dianggap tidak berbahaya dan hanya dianggap pelancong saja.


"5 koin emas tuan, karena pajak dari kekaisaran lain sedikit mahal" ujar penjaga


Sin pun tidak banyak bicara, langsung memberikan 5 koin emas, dan itu dianggap wajar.


Sin berjalan melihat kiri kanan sepanjang jalan yang dilewati, sin mencari rumah makan, dan setelah berjalan cukup lama, sin menemukan


" RUMAH MAKAN MONSTER LAUT."


Sin masuk kedalam dan duduk di salasatu meja yang kosong.


"Tuan apa anda mau pesan makanan?" tanya pelayan


"Apa ada daftar menu makananya nya? tanya sin


Pelayan pun memberikan daftar menu masakan, setelah melihat- lihat, sin memesan ikan hiu bakar


Tidak lama kemudian masakan sudah tersaji, lalu dia memakannya dengan lahap.


Walaupun tidak seenak ikan kerapu dan ikan kakap merah yang biasanya dia makan bersama ayah angkatnya.


.


.


.


.


"Sekarang kekaisaran lin pasti sedang dihancurkan oleh kaisar chen dengan pasukan penuhnya," ujar salah seorang pelanggan


"Ya walaupun sebagian besar rakyat kekaisaran chen tidak setuju, tapi kita bisa apa..." timpal yang lainnya


"Hanya karena putra mahkota ditolak sama putri kekaisaran lin, kaisar chen sampai membawa pasukan penuhnya..."


"SSSSSSSTTT,,,,!!! jaga bicaramu, jangan terlalu keras, kalau ada prajurit yang patroli bisa habis kita..." seru temannya lagi.


"Menurut rumor, Hanya patriak Y****u** xiao** yang pertama kali menolak penyerangan itu, dan kemudian di ikuti oleh 11 sekte lainnya".


Sin yang mendengar nama yu xiao, terkejut. karena itu nama klan ibunya.


Sin pun beranjak dari kursinya dan menghampiri mereka,


"Maaf tuan- tuan kalau saya mengganggu,,,!! tadi kalau tidak salah anda menyebut nama YU XIAO..?"


"Apa ada masalah tuan..?" tanya pria itu


"Tidak, hanya saja klan Yu adalah nama klan ibuku, dan saat ini aku sedang mencari keluarga dari ibuku." jawab sin jujur.


Mereka bertiga hanya mengangguk tanda mengerti.


"Jadi kalau boleh tau dimana klan Yu itu berada..??" tanya sin


"Anda berada di kota yang tepat tuan. Patriak klan Yu adalah Yu xiao, beliau juga seorang patriak sekte beruang merah, sekte itu berada tepat dipuncak gunung kabut itu" balas pria itu sembari menunjuk gunung yang dimaksud.


"Terimakasih saudaraku atas informasi berharga ini...."


Kemudian sin mengeluarkan 3 kantung kain


"Ini terimalah sedikit hadiah dariku"

__ADS_1


"Tuan ini hanya informasi umum, semua orang tahu informasi ini, jadi tuan tidak usah memberi kami imbalan apapun"


"Untuk orang lain, ini mungkin informasi biasa, tapi bagiku ini sangat luar biasa, jadi terimalah..!!" seru sin memaksa mereka untuk menerimanya.


"Baiklah saudaraku, aku terima hadiah ini.."


.


.


Setelah mendapat informasi , sin langsung menuju gunung kabut dimana sekte beruang merah berada.


para pemuda itu pun membuka kantung kain, setelah dihitung masing- masing, tidak kurang dari 100 koin platinum setara 10.000 koin emas untuk setiap kantungnya. Seandainya tidak ada orang, mungkin mereka akan berloncat ria.


.


.


.


Setelah berada ditempat yang sepi, sin langsung berteleportasi ke puncak gunung. setelah berada dipuncak, sin melihat banyak bangunan ditebing dan bangun terbesar berada dibawahnya, mungkin yang ditebing tempat patriak dan para tetua pikir sin


SEKTE BERUANG MERAH



Sin terus berjalan ke arah gerbang sekte beruang merah.


"Maaf tuan, apa anda mempunyai keperluan atau anda mencari seseorang..?" tanya penjaga sopan.


"Keduanya"


"Kalau boleh tau, Siapa yang tuan cari...?"


"Patriak Yu xiao"


"Baiklah, tunggu sebentar tuan, saya akan melapor dulu."


Kemudian penjaga itu pun pergi kedalam untuk melapor


.


.


.


10 menit kemudian, penjaga gerbang kembali lagi bersama dengan seorang pria paruh baya.


"Salam senior" ucap Sin penuh hormat.


Sin tidak menjawab dan hanya mengangguk


"Apa kita sebelumnya pernah bertemu?"


Sin pun hanya menggelengkan kepala.


Yu xiao yang melihat sin seperti itu makin penasaran.


"Lantas untuk apa kau mencariku dan keperluan apa yang kau butuhkan dariku?"


"Apa wanita yang bernama Yu mei sin berasal dari tempat ini? tanya sin langsung terhadap pokok permasalahan.


DEGGHH


Patriak Yu xiao terkejut pemuda dihadapannya mengenali anaknya.


"Si siapa kau? tanya Yu xiao penasaran


"Apa benar wanita yang bernama Yu mei sin berasal dari sini?" sin mengulangi pertanyaanya


Hati sin berkecamuk, antara senang karena akhirnya bertemu dengan keluarga ibunya, tapi dia juga marah, karena selama ini keluarga ibunya tidak pernah menemui dirinya.


"Ya benar, Yu mei sin adalah anakku" balas Yu xiao


DEGHHH


kali ini bagian sin yang terkejut, berarti orang tua yang ada dihadapannya adalah kakeknya.


"Anak muda siapa kau sebenarnya? dan bagaimana kau mengenali anakku, Yu mei sin?"


"Perkenalkan senior namaku SIN, ayahku bernama Fang lin, dan nama ibuku YU.. MEI.. SIN.."


DEGGGGGGH


.


.


suasana terasa hening


.


.

__ADS_1


.


"Cu cucuku..... kamu masih hidup?" tanya yu xiao sembari menghampiri sin lebih dekat.


Saat Yu xiao berjalan ke arah Sin lebih dekat dan bahkan ingin memeluknya. Sin mundur menjauh.


"Kalau benar aku ini cucumu, kenapa kau tidak pernah mengunjungiku sekalipun..??"


"Sin sin'er,, kejadian yang sebenarnya tidak seperti yang kamu pikirkan, lebih baik kita masuk dulu kedalam, biar kakek jelaskan semuanya."


Akhirnya sin di dibawa ke rumah patriak Yu xiao diatas tebing paling tinggi.


Sin dibawa keruangan, tapi ruangan itu bukan ruang tamu melainkan kamar tidur.


Sin hanya diam menunggu penjelasan kakeknya itu


"Sin'er, sebelumnya kakek minta maaf" ucap yu xiao sembari mengeluarkan air mata.


.


.


.


Setelah tenang kembali, yu xiao melanjutkan penjelasannya


"Sin'er Kamu lahir disini, dirumah ini. Semua orang yang ada disekte ini menyambut kelahiranmu dengan penuh suka cita.


Jadi Bagaimana mungkin kakek mu ini bisa melupakanmu.


Sesaat setelah kepergian ibumu, dan kamu dibawa ayahmu ke klan fang.


Sekte beruang merah mengalami konflik yang cukup berkepanjangan, dan itu terjadi selama 5 tahun.


Setelah konflik terselesaikan, Kakek mengutus salasatu tetua untuk menjemputmu, tepatnya 9 tahun yang lalu.


Tapi kemudian patriak klan Fang mengatakan kamu ikut salasatu tetua yang melakukan misi, tetua itu pun akhirnya kembali


2 Tahun kemudian kakek sendiri yang datang kesana, untuk menjemputmu. Tapi patriak klan Fang mengatakan kamu dan tetua yang waktu itu melakukan misi, sudah terbunuh, dan jasadnya sudah menjadi abu.


Terima tidak terima, kakek harus menerima kenyataan itu. Akhirnya kakek hanya bisa kembali dengan kenyataan pahit.


"Sin'er, kamu lahir di kamar ini, dan dikasur itu....!!!" ujar yu xiao menunjuk kasur yang ada disampingnya


"Sin'er, kamu lihat lukisan perempuan cantik diatas kasur itu,,, itu adalah lukisan ibumu..." ucap yu xiao mengakhiri penjelasannya.


Sin beranjak dari tempat duduknya, kemudian mengambil lukisan ibunya, dia memeluk erat lukisan itu, karena sudah tidak bisa dibendung lagi, akhirnya sin megeluarkan air mata kerinduan kepada ibunya.


Sin merasa bertemu dengan sosok asli ibu kandung yang tak pernah dilihatnya itu. Sin terus memeluk lukisan ibunya itu dibarengi air mata yang terus mengalir. Sampai akhirnya sin tertidur lelap, sesekali sin mengigau dan memanggil ibunya.


Yu xiao yang melihat itu, ingin sekali memeluk cucunya itu, tapi dia sangat takut sin masih marah. Akhirnya Yu xiao pergi kedapur dan memasak kesukaan Yu mei sin, yaitu ikan kerapu.


Sudah sejak lama Yu xiao tidak masak ikan kerapu, karena itu hanya membuatnya teringat kembali masa- masa dimana Yu mei sin ada dirumahnya.


.


.


.


Sore hari menjelang malam, sin bangun dari tidurnya, dan melihat lekat- lekat lukisan ibunya itu. kemudian sin memasukan lukisan itu kedalam cincinnya.


YU MEI SIN (IBU SIN)



Sin beranjak dari tempat tidurnya lalu keluar kamar, dia melihat kakenya menyiapkan banyak masakan.


"KAKEK...!!!!" seru sin


"Sin'er..." Yu xiao masih ragu untuk menghampiri dan memeluk cucunya itu


Kemudian Sin yang lebih dulu berjalan menghampiri kakeknya itu dan memeluknya erat.


Yu xiao pun balik memeluk erat cucunya dan dia tidak pernah sebahagia ini selama hidupnya. Mereka pun berpelukan cukup lama..


10 menit kemudian, sin melepaskan pelukannya,


"Kakek, maafkan atas sikapku yang tidak sopan dan tidak menghormatimu"


"Tidak sin'er, kamu sepenuhnya tidak salah, kakek yang salah. Kemudian sin memeluk kakeknya lagi.


"Sin'er, kakek sudah membuat masakan kesukaan ibumu, kamu harus mencobanya..!" seru Yu xiao


Sin melihat masakan yang sudah disediakan , dan hampir semua masakan itu adalah masakan kesukaannya juga.


"Kakek, masakan ini bukan hanya kesukaan ibu, tapi kesukaanku juga" ucap sin senang karena ternyata kesukaan ibu dan dirinya sama.


"Baguslah kalau begitu, ayo kita makan"


Sin hanya menganggukan kepalanya.


20 menit berlalu, mereka selesai makan dan melahap habis semua masakan itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA


__ADS_2