
"Sayang, sabtu besok temen papa yang dari Jerman akan datang ke Jakarta, tolong kamu jemput ya. Soalnya papa masih ada kerjaan jadi kemungkinan !belum bisa pulang."
"iya pah"
"Jangan lupa juga janji kamu. Temui anaknya temen papa. Dia anak yang bertanggung jawab, pekerja keras. Jangan kamu sia siakan."
"Iya pa, iyaa...."
"Ini sudah entah keberapa kali papa kenalin kamu. Jangan malu - maluin papa dong nak.."
" iya pahh.. okey.."
"Kamu itu sudah sepantasnya memiliki suami, papa tidak tahu sampai kapan bisa menjaga kamu...........
Aggggggggghhhhhhhh...... Teriak Ken kesal.
'kriiiiingggggg... kriiiiiiinggggggg...' bunyi alarm dari handphone Ken mengobrak-abrik lubang telinganya. Tubuhnya menggeliat dan tanggannya langsung sigap mematikan alarm tersebut.
Jam telah menunjukkan pukul 06:00 WIB namun Ken masih merebahkan tubuhnya dengan manja di atas kasur sembari menunggu nyawanya terkumpul. Walaupun matanya sudah terbuka tapi Ken enggan untuk bangkit menyambut hari. Dipandanginya langit-langit kamarnya yang tak begitu luas, lalu dia pun terjerumus ke dalam bayang-bayang yang memburunya.
'Bahkan omongan papa sampe ke bawa mimpi, gara gara sering gue pikirin.' gumam Ken dalam hati.
'Mau sampe kapan si papa jodoh jodohin gue...'
'Kayaknya dengan umur segini gue masih pantes kok sendiri.'
'Lagian gue belum siap buka hati lagi.'
gumam Ken masih dalam posisinya..
30 menit berlalu ....
Ken bangun dengan rambut ikal yang terjuntai keatas bak induk singa. Digapainya handuk yang tergantung di samping lemari lalu dia mengambil beberapa lembar baju di dalam lemari, Ken melanjutkan langkahnya ke kamar mandi.
Hampir 15 menit Ken bergulat di kamar mandi, akhirnya dia keluar dengan penampilan santai yaitu kaus oblong berwarna pink dan celana jeans berwarna biru langit dengan rambut terbalut handuk putih. Ken masuk ke kamarnya lalu duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambutnya. Setelah memoles wajahnya dengan make up sederhana Ken lalu keluar dari rumah dengan mengendarai sepeda motor maticnya.
Ken memang gadis yang sederhana, tidak suka dandan berlebihan, dan tidak suka memperlihatkan kemewahan. Karena dari kecil dia selalu di ajarkan untuk hidup sederhana tanpa memamerkan kekayaan.
Jalanan begitu ramai karena hari ini adalah hari Jumat, sehingga Ken harus memperlambat laju kendaraannya. berebut jalan dengan para pekerja kantoran.
__ADS_1
*Ruko Aliska
Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat tujuannya, hanya butuh waktu 20 menit. Ken berhenti di sebuah ruko 3 lantai berwarna biru yang bertuliskan "ALISKA (Fashion & Acsesories) lalu memarkirkan motornya tepat di depan ruko. Terlihat pintu ruko sudah terbuka lebar dan banyak karyawan dengan seragam kaus berwarna biru laut berlalu lalang merapikan barang-barang. Ken memperhatikan karyawannya dari balik kaca di luar ruko sebelum melangkah untuk masuk.
"Pagi mbak Ken" sapa karyawan yang melihat kedatangan Ken. Semua karyawan ruko sangat ramah kepada Ken, Karena yang mereka tahu Ken adalah sahabat dari atasan mereka.
"Pagi juga." sapa KKe.
Toko Aliska merupakan surganya para wanita.Di lantai satu pengunjung disuguhi pernak pernik beraneka ragam acsesories seperti ikat rambut, topi, kaca mata, jam tangan, tas dan banyak lainnya. Ken berjalan menaiki tangga menuju lantai dua, beraneka warna dan jenis pakaian tergantung rapi memenuhi ruangan tersebut.
Beberapa karyawan yang melihat Ken menyapanya dengan memberi senyuman begitu pula dengan Ken. Ken masih terus menelusuri ruangan menuju tangga untuk ke lantai 3. Ken disambut dengan beragam jenis boneka imut, hiasan dinding , warna-warni bunga yang indah dan hiasan-hiasan rumah lainnya.
Tepat di sebelah kiri tangga terdapat sebuah pintu khusus yaitu ruang kerja Sahabatnya. Ruang yang tidak begitu luas, hanya ada sepaket meja kerja dan sofa. Namun ruangannya tersusun rapi dengan beberapa hiasan dinding dan beberapa foto.
"Hallo miss Ken gimana liburan lo..?“ Sapa seorang wanita yang tak lain adalah Vely sahabat Ken.
"Cukup menyenangkan. tapi gue harus balik ke Jakarta. " ucap Ken sambil duduk di Sofa ruangan Ken.
"Gue berharap bisa kesambet sekarang juga, biar bisa ngejambak rambut lo." sambil memberikan senyum misterius.
Vely adalah sahabat Ken yang juga merupakan orang kepercayaan Ken untuk mengurus ruko tersebut. Mereka sudah bersahabat sejak duduk di Sekolah Menengah Atas.
"Ya elah.. Gak lo bilang juga ruko ini gue yang ngurusin." Celoteh Vely.
"Eh ngapain ke Jakarta, kok tiba-tiba sih?" tanya Vely sedikit terkejut.
"Itu temem bokap gue mau dateng. Jadi gue disuruh jemput."
"Lah.... jauh amat jemputnya." Vely bingung.
"Yahh... bokap gue kan ga tau kalo gue di Bandung." jelasnya.
""Oh iya,, ini berkasnya udah gue baca, semuanya gue serahin ke lo ya pokoknya urus aja yang terbaik." lanjutnya.
"Oke deh.. lo TTDJ ya.." (TTDJ: haTi-haTi Di Jalan) ucap Vely dengan wajah sok sedih.
"Iyaaa... Ga usah sok sedih deh. Leebaaaayyyy! Ejek Ken sambil berjalan keluar ruangan diikuti oleh Vely.
Mereka berkeliling di lantai 3, untuk melihat lihat stok barang yang ada. Terlihat beberapa karyawan sedang merapikan barang-barang. Kemudian menuruni tangga menuju lantai 2, melihat lihat stok baju yang ada.
__ADS_1
"Ve, paketan baju yang kemaren udah sampe belum?" tanya Ken sambil terus berjalan mengelilingi ruangan.
"Belum Ken, kemungkinan besok sampai!" jawab Vely.
"Eh Jangan lupa nanti sore lo cek baju di konveksi kita." ucap Ken.
"Iya iya.. Seminggu lagi launching loh, jangan lupa." Ve mengingatkan.
"Udah lo aja urus semua. Kayaknya gue bakal lama di sana."
"Ih gimana sih, karyawan pada ngira ini ruko punya gue loh.. soalnya lo ga pernah dateng kalo ada acara."
"Biarin la... ya next kalo gue ada waktu luang, gue sering ke sini."
Mereka lanjut berjalan ke lantai 1, mengelilingi ruangan yang berisi pernak-pernik yang sangat di gemari wanita. Pengunjung sudah mulai terlihat ramai, karena setiap hari minggu rukonya memberikan potongan harga dan hadiah untuk pembeli yang beruntung.
"Ve, gue balik dulu ya, udah jam 10 juga mau packing soalnya." ucap Ken berbalik melihat Vely.
" Iya Ken, lo ati-ati ya disana ..." ucap Vely sambil memeluk Ken.
"Siap Madam" ucap Ken sambil memeluk Vely.
"Naik Motor?" Tanya Vely sembari celingak celinguk melihat parkiran.
"Yuhuuuuuu.. " jawab Ken.
"Punya mobil di pake kenapa si.. Emang ga kasian tu kulit kejemur." omel Vely yang hanya di sambut dengan lambaian tangan.
***
Dirumah Ken langsung mengemasi barang barangnya ke dalam koper. Dia tidak begitu banyak membawa barang, hanya membawa beberapa pakaian santai dan pakaian formal. Tidak lupa dia memesan tiket pesawat dengan situs online. Setelah itu dia memesan makanan online karena sedang tak ingin masak.
Tidak beberapa lama terdengar suara klakson di depan rumahnya. Ken segera keluar membawa dompetnya. Tentengan makanan sudah ada di tangannya, dia langsung menuju meja makan. Ken makan dengan lahap karena dia memang kelaparan sedari pagi belum sarapan.
Selesai menyelesaikan makanannya, Ken duduk di depan TV sambil menikmati siaran komedi. Tiba-tiba saja HPnya berbunyi menandakan ada pesan yang masuk. Ken melihat notifikasi pesan dari papanya.
'Sayang.. jangan lupa lusa temuin temen papa di restauran XX. Papa sudah buat janji dengan beliau.'
Ken menghembuskan nafas panjang membaca pesan tersebut.
__ADS_1
'Kenapa si papa ga henti hentinya jodohin gue.' batin Ken tanpa membalas pesan tersebut.